foto=wedang OD(Wedang Omah Duwur)

NASIONALTERKINI.COM. Kotagede kota Perak ini yang menarik ada Wedang OD—yang juga dikenal sebagai Wedang Omah Duwur—hadir bukan sekadar sebagai minuman penghangat tubuh. Ia adalah cerita. Tentang rumah, tentang tradisi, dan tentang rempah-rempah Nusantara yang diracik dengan kesabaran dan rasa hormat pada alam.

Di dalam setiap gelas Wedang OD, tersimpan kekayaan alam Indonesia. Jahe menjadi tokoh utama—hadir dalam dua rupa: jahe utuh yang direbus perlahan dan jahe yang dibakar lebih dulu untuk menghadirkan aroma hangat yang lebih dalam. Sereh menyusul dengan wangi segarnya, lalu kayu manis yang digunakan baik dalam bentuk utuh maupun cairan rebusannya, memberi sentuhan manis yang menenangkan. Cengkeh melengkapi racikan dengan rasa khas yang kuat, ditutup oleh sedikit bubuk pala yang memberi jejak hangat di akhir tegukan.Ujar:Rere:Marketing Supervisor Omah Duwur saat di temui:Kamis:05/02/2026

Semua rempah itu diramu tanpa tergesa. Ada yang dibakar, ada pula yang cukup dipotong sederhana—sebuah pilihan yang menunjukkan bahwa setiap bahan memiliki caranya sendiri untuk berbicara. Dari proses itulah lahir Wedang OD minuman yang menghangatkan tubuh sekaligus menenangkan pikiran.

Tak berhenti di situ, Wedang OD juga menghadirkan beragam varian yang merangkul selera masa kini tanpa meninggalkan akar tradisi. Ada Jambu Slarong, jamu segar yang bisa dinikmati panas maupun dingin, menghadirkan keseimbangan rasa dan khasiat. Javapan pun hadir dengan fleksibilitas serupa, menjadi teman di kala santai maupun saat tubuh butuh kehangatan. Wedang Omah Duwur tetap menjadi ikon dengan cita rasa klasiknya, sementara varian terbaru, Wedang Rempah, tampil sederhana namun jujur—merayakan rempah apa adanya.

Wedang OD bukan hanya tentang minuman. Ia adalah pengingat bahwa kehangatan bisa diciptakan dari hal-hal sederhana. Dari jahe, kayu manis, dan sereh yang diramu dengan hati. Dari rumah tua yang menyimpan cerita. Dan dari secangkir wedang yang mengajak kita berhenti sejenak, menghirup aroma Nusantara, lalu menyesapnya perlahan.Pungkas:Rere(Aan)

Redaksi=terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *