
foto=Selly Sagita, owner Borobudur Silver Yogyakarta
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA. Meningkatnya minat masyarakat terhadap perhiasan dan kerajinan perak dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai proses panjang di balik pembuatannya. Hal tersebut disampaikan oleh Selly Sagita, owner Borobudur Silver Yogyakarta, yang menjelaskan bahwa sebuah perhiasan perak tidak lahir begitu saja, melainkan melalui tahapan produksi yang kompleks dan membutuhkan keahlian khusus.

Menurut Selly, sebelum menjadi cincin, kalung, gelang, maupun berbagai produk kerajinan lainnya, perak murni harus melalui proses pemurnian, peleburan, pembentukan batangan, hingga pengerjaan desain dan finishing. Seluruh tahapan tersebut melibatkan ilmu metalurgi, teknologi pengolahan, serta tenaga perajin yang terampil.
“Banyak orang hanya melihat hasil akhirnya berupa perhiasan yang indah. Padahal, sebelum menjadi produk yang siap digunakan, perak harus melalui proses panjang yang membutuhkan biaya, pengetahuan, dan keterampilan. Dari bahan murni hingga menjadi batangan, lalu diolah menjadi perhiasan, semuanya memiliki nilai proses yang tidak sederhana,” ujar Selly.Rabu:17/06/2026

Ia menjelaskan, dalam proses pemurnian dan pengolahan perak diperlukan berbagai bahan pendukung, termasuk bahan kimia untuk pemurnian, energi untuk peleburan, serta biaya produksi lainnya. Meski sering kali tidak terlihat oleh konsumen, komponen tersebut menjadi bagian penting yang menentukan kualitas produk akhir.
Menurut Selly, jika dibandingkan dengan emas, biaya produksi perak mungkin terlihat lebih besar karena harga bahan baku perak relatif lebih rendah. Namun justru di situlah nilai tambah sebuah produk perak terbentuk, yakni melalui proses pengolahan, kreativitas desain, serta keterampilan para perajinnya.
“Nilai sebuah perhiasan tidak hanya berasal dari harga logamnya, tetapi juga dari proses yang dilalui untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Di dalamnya ada biaya produksi, ada ilmu metalurgi, ada kreativitas desain, dan ada sentuhan tangan para perajin,” jelasnya.
Selly juga optimistis prospek industri perak akan terus berkembang seiring meningkatnya harga perak di pasar global. Menurutnya, kondisi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap nilai produk perak yang digunakan maupun dikoleksi masyarakat.
Ia menilai, ketika harga perak meningkat, masyarakat akan semakin memahami bahwa produk perak bukan hanya aksesori, melainkan juga karya seni dan investasi yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
“Harapannya, masyarakat semakin menghargai proses di balik sebuah karya perak. Karena yang mereka kenakan bukan sekadar logam, tetapi hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan teknologi, kreativitas, dan keahlian para perajin,”Papar:Selly.
Melalui Borobudur Silver Yogyakarta, Selly terus berupaya memperkenalkan kerajinan perak sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus produk kreatif bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.Pungkas:Selly(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
