Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Wamenaker Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Dunia Kerja Digital yang Inklusif Nasional
  • Stok Sembako Sleman Terkendali,Belanja Secukupnya, Tak Perlu Panik Daerah
  • Secara filosofis, Grojogan Watu Purbo menawarkan metafora yang mendalam. Wellness
  • Borobudur Silver 925, Investasi Bernilai dalam Gaya Masa Kini Bisnis
  • Bupati Sleman Apresiasi Sinergi CSR BPD DIY untuk Layanan Kesehatan Bisnis
  • Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana Dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum HAM Internasional UGM Nasional
  • Posko Angkutan Lebaran YIA Ditutup Lebih dari 250 Ribu Penumpang Terlayani Selama 18 Hari Bisnis
  • SMKN 3 Yogyakarta Gelar Gladi Ketarunaan Angkatan ke-4 Cetak Generasi Muda Berkarakter Daerah

Refleksi 2025: Pariwisata DIY Didorong Transformasi Kolaboratif dan Adaptif

Posted on April 9, 2025April 9, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Refleksi 2025: Pariwisata DIY Didorong Transformasi Kolaboratif dan Adaptif

NASIONALTERKINI.Yogyakarta – Memasuki tahun 2025, pelaku pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diingatkan untuk merefleksikan diri dan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna membangun ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Agus Budi Rachman, Sekretaris Jenderal DPD PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) DIY dalam sebuah pertemuan strategis bersama para pemangku kepentingan industri pariwisata.

Agus menyampaikan bahwa tahun 2025 memiliki makna simbolik yang mendalam. “Kalau kita jumlahkan 2+0+2+5, hasilnya adalah 9. Angka 9 ini sejatinya memiliki arti penyelesaian dan menjadi titik akhir dari sebuah siklus,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa makna angka 9 bisa menjadi refleksi kolektif untuk seluruh sektor, termasuk pemerintah pusat dan daerah, agar menyelesaikan berbagai persoalan secara bijak, arif, dan penuh kesadaran.

Lebih lanjut, Agus menggarisbawahi tiga makna utama dari angka 9 dalam konteks pembangunan pariwisata:
Pertama, proses penyelesaian, di mana seluruh persoalan lama harus dituntaskan dengan pendekatan yang menyeluruh dan berorientasi pada solusi.
Kedua, keseimbangan, yang berarti perlunya perubahan cara pandang dari pola lama menuju pendekatan baru yang lebih fleksibel, stabil, dan terbuka terhadap perbedaan.
Ketiga, transformasi dan adaptasi, di mana semua pelaku industri pariwisata harus meningkatkan kapasitas diri untuk bertransformasi sesuai dengan tingkat kesadaran masing-masing.Ujar:Agus Budi Rachman Saat ditemui :Rabu :09/04/2025 di Kantor DPD RI jln Kusumanegara Yogyakarta

Agus Budi Rahman /Bobby Ardiyanto

“Di abad 20, kita diajarkan untuk bersaing secara keras demi mencapai tujuan. Namun, di abad 21, yang kita butuhkan adalah kolaborasi tanpa syarat. Tidak lagi tentang kompetisi, tetapi sinergi,” jelas Agus. Ia menekankan bahwa kolaborasi oportunistik yang dilandasi kepentingan sempit harus dihindari. Sebaliknya, pembangunan ekosistem pariwisata harus dilakukan secara kolektif dengan mengesampingkan ego sektoral dan pribadi.

“Kita tidak bisa lagi mengedepankan egoisme dalam membangun industri pariwisata. Yang kita perlukan adalah ekosistem yang hidup, sehat, dan dibangun bersama-sama tanpa pamrih,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) DIY, Bobby Ardiyanto, menyoroti tantangan konkret yang dihadapi pelaku usaha pariwisata dalam kondisi ekonomi yang belum stabil. Ia menjelaskan bahwa saat ini pelaku industri dibebani oleh dua jenis biaya utama: fixed cost (biaya tetap) dan variable cost (biaya variabel). Menurutnya, diperlukan langkah-langkah relaksasi yang nyata dari pemerintah untuk membantu pelaku industri bertahan.

“Situasi kita saat ini sangat krusial. Seperti disampaikan PHRI, banyak pelaku industri hanya mampu bertahan satu sampai tiga bulan ke depan. Maka dari itu, kita perlu bergerak cepat untuk memastikan dukungan hadir tepat waktu,” papar Bobby.

Ia juga menegaskan pentingnya diversifikasi produk pariwisata sebagai salah satu solusi jangka menengah. Dengan menghadirkan ragam produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat wisatawan masa kini, industri pariwisata di DIY dapat memperluas pasar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

“Dalam situasi sulit ini, perjuangan harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak hanya bertahan, tetapi juga mencari peluang baru melalui inovasi produk dan diversifikasi layanan,” Jelas:Bobby.

Keduanya sepakat bahwa 2025 menjadi momentum penting untuk melakukan perubahan fundamental dalam ekosistem pariwisata DIY. Melalui pendekatan kolaboratif, transformatif, dan adaptif, diharapkan industri pariwisata dapat bangkit lebih kuat dan berkelanjutan.:Pungkas:Bobby(Tyo)

Daerah, Ekonomi, Pariwisata, Umum

Navigasi pos

Previous Post: Lanny Amborowati Luncurkan Brand Baru “Chesa” dan Koleksi Upcycle Bertajuk Eclectic Soul
Next Post: Pariwisata 2025: Di Ambang Transformasi, Menuju Ekosistem yang Berkeadilan

Related Posts

  • Posko Siaga Idulfitri 1447 H Bandara YIA Resmi Dibuka, Prediksi Penumpang Capai 259 Ribu Orang Nasional
  • Semangat Kurban Indul Adha Dusun Grojogan Tamanan Warga Kompak Momen Kebersamaan Daerah
  • Pariwisata dan tranformasi berkelanjutan di DIY Ekonomi
  • Kolaborasi Hijau di Lereng Merapi Tanam Ratusan Pohon Produktif Daerah
  • Pasar Jamu Bakal Digelar di Plaza Ngasem, Hadirkan Puluhan Brand Lokal dan Pengobatan Gratis Daerah
  • ENERGI 3–6–9 DALAM POROS MERAPI–BOROBUDUR–LAWU Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Musyawarah Kabupaten IX Kadin Sleman Tetapkan Yudi Prihantana sebagai Ketua Periode 2025–2030 Daerah
  • Bandara Internasional Yogyakarta Lepas Penumpang Terakhir 2025 dan Sambut Penumpang Pertama 2026 Nasional
  • Grand Opening Duta Hino Hadirkan Layanan 3S Lengkap Otomotif
  • Festival Kebaya di Candi Prambanan Kebaya Adalah Warisan Budaya Liifestyle
  • Lurah Condongcatur Terima Laporan Pertanggungjawaban Panitia Pengisian Pamong 2025 Daerah
  • Jogja City Mall Rayakan Ulang Tahun ke-11 dengan Acara Spektakuler Bisnis
  • Wujud Nyata “Loman”, Sinergi Hotel dan Komunitas Pembersih Masjid Yogyakarta Daerah
  • Sultan Tekankan Integritas dalam Pengelolaan Dana Kalurahan dan Kelurahan Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme