Loman Park Hotel Tampilkan Inovasi Ramah Lingkungan di Jogja Coffee Week 2025

NASIONALTERKINI, Loman Park Hotel Jogja hadir dengan konsep unik bertajuk “Wellness Lounge dalam gelaran Jogja Coffee Week ke-5 yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC). Handono S. Putro, selaku Founder dan Managing Hotel, mengungkapkan bahwa partisipasi Loman kali ini menekankan pada kesadaran lingkungan melalui pemanfaatan limbah kopi dan teh menjadi produk bermanfaat.

“Kopi itu luar biasa. Tidak ada yang terbuang, dari bijinya hingga kulit luar cherry kopi. Semuanya bisa dimanfaatkan,” ungkap Handono:05/07/2025

Loman Park Hotel memperkenalkan berbagai produk hasil daur ulang, seperti:

Sabun dan scrub alami dari limbah kopi, yang mampu mengangkat sel kulit mati sekaligus ekonomis.

Spray linen dari limbah teh, digunakan untuk mengharumkan sprei dan sarung bantal.

Inhaler dari sisa minuman herbal (hots), sebagai pelega hidung tersumbat saat flu.

Minuman fermentasi kulit nanas bernama TEPACE yang kaya manfaat bagi kesehatan.

Tak hanya produk berbasis pangan, Loman juga bekerja sama dengan Rumah Celup Indonesia, yang dipimpin oleh Fitri, penerima penghargaan dari UNESCO atas inovasi kain halal dengan teknik ecoprint dari dedaunan. Kolaborasi ini ditampilkan dalam bentuk pameran kain dan juga seragam karyawan Loman yang seluruhnya menggunakan bahan ramah lingkungan.

Selain itu, Loman juga menggandeng desainer Lanny Amborowati, yang secara khusus menciptakan motif fashion bertema kopi. Karya tersebut dipamerkan di booth Loman selama acara berlangsung.

Handono menegaskan bahwa semua inisiatif ini memiliki pesan kuat: mencintai bumi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kami ingin mengajak para pecinta kopi dan masyarakat luas untuk tidak mengeksploitasi alam. Kita harus mengembalikan kebaikan kepada lingkungan. Dari lingkungan, kembali ke lingkungan,” ujarnya.

“Mari kita jaga bumi ini bersama, sesuai filosofi Jawa memayu hayuning bawana –Mempercantik ke indahan dunia

Dengan kolaborasi lintas bidang dan semangat keberlanjutan, Loman Park Hotel berharap dapat menginspirasi lebih banyak pelaku industri untuk mengusung konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam setiap inovasi.Pungkas:Handono(Tyo)

Ditulis pada Kuliner, Pariwisata | Tinggalkan komentar

1,5 Ton Apem Meriahkan Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59

Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59

NASIONALTERKINI.COM.SLEMAN. Ribuan warga memadati rangkaian Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 di Kalurahan Widodomartani, Sleman, Jumat (24/7) sore. Tradisi tahunan tersebut berlangsung khidmat dan meriah, dengan salah satu prosesi yang paling dinantikan masyarakat berupa sebar dan rebutan kue apem seberat sekitar 1,5 ton.

Upacara adat ini turut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Sleman. Bagi masyarakat Widodomartani, Saparan Ki Ageng Wonolelo bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari upaya mengenang jasa Ki Ageng Wonolelo sekaligus merawat warisan budaya yang diwariskan para leluhur.

Tradisi tersebut juga menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah, rezeki, dan keselamatan bagi masyarakat.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam mempertahankan tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo. Menurutnya, keberlangsungan upacara adat tersebut menunjukkan komitmen warga dalam menjaga warisan budaya adiluhung.

“Tradisi Saparan Wonolelo ini menjadi sarana kita untuk selalu ingat akan asal-usul dan sejarah, sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh semangat gotong royong antarwarga,” ujar Harda.

Prosesi sebar dan rebutan apem menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian warga. Ketua Trah Ki Ageng Wonolelo, Kawit Sudiyono, menjelaskan bahwa apem memiliki makna filosofis yang kuat. Istilah tersebut diyakini berasal dari bahasa Arab afwun, yang bermakna memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Tradisi sebar dan rebutan apem merupakan lambang agar kita senantiasa bersikap rendah hati (andhap asor). Menebar apem juga melambangkan penyebaran harapan, rasa kasih sayang, kerukunan, serta persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.

Selain sebar dan rebutan apem, rangkaian Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo juga diisi dengan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, pembacaan doa tahlil, serta ziarah ke makam Ki Ageng Wonolelo.Pungkas
Harda(Aan)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata, Seni Budaya | Tinggalkan komentar

Wamenaker PVN Siapkan SDM Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri

Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang

NASIONALTERKINI.COM. Padang. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan Pelatihan (PVN) menjadi salah satu upaya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, perubahan pasar kerja yang berlangsung semakin cepat menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

Penegasan tersebut disampaikan Afriansyah saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Sumatera Barat, Pelaksanaan program tersebut diikuti 982 peserta yang tersebar di BPVP Padang, Satuan Pelayanan (Satpel) Jambi dan Sawahlunto, serta sejumlah UPTD binaan di wilayah Sumatera Barat dan Jambi.Jumat:24/07/2026

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah.

Ia menjelaskan, pada 2026 Kemnaker menargetkan 300.000 peserta mengikuti berbagai program Pelatihan Vokasi Nasional di seluruh Indonesia. Target tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selain memperluas akses pelatihan, Kemnaker juga memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Afriansyah.

Afriansyah menambahkan penyelenggaraan pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi unggulan setiap daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Di Sumatera Barat, pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Untuk mendukung upaya tersebut, BPVP perlu terus mengoptimalkan jejaring kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan sekaligus produktivitasnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah.
Di BPVP Padang, sebanyak 85 peserta mengikuti pelatihan pada enam program, yakni barista, pengolahan makanan komersial, housekeeping, penggambaran modern 3D CAD, pengelasan Fillet Welder FCAW (Flux-Cored Arc Welding), dan tata rias pengantin.

Selanjutnya, pada 27 Juli 2026 akan dimulai lima program pelatihan lainnya, yaitu pembuatan pakaian, petugas K3 konstruksi 1, petugas K3 konstruksi 2, perawatan dan perbaikan AC rumah tangga, serta juru ukur.

Menutup sambutannya, Afriansyah mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap dunia kerja. Menurutnya, peluang berkarier tidak hanya terbatas menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga terbuka luas di sektor swasta maupun melalui kewirausahaan.

“Jangan terpaku hanya pada satu pilihan karier. Yang terpenting adalah memiliki keterampilan sehingga peluang bekerja maupun berwirausaha semakin terbuka,Pungkas:Afriansyah(Aan)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pendidikan, Umum | Tinggalkan komentar

Wilwatikta Kejayaan yang Menunggu Diperjuangkan Kembali

sebuah peradaban yang pernah nyata dan pertanyaan tentang keberanian kita untuk mengulanginya,

NASIONALTERKINI.COM.Refleksi atas sebuah peradaban yang pernah nyata dan pertanyaan tentang keberanian kita untuk mengulanginya, Esais dan Pemerhati Kearifan Lokal Ada nama yang jarang lagi disebut orang di ruang
publik hari ini: Wilwatikta. Ia adalah nama lain dari Majapahit, kerajaan yang dalam catatan sejarah, pernah membentangkan pengaruhnya dari ujung barat hingga timur Nusantara. Namun yang menarik untuk direnungkan bukan sekadar luas Wilayahnya,melainkan bagaimana kejayaan itu dibangun—dan mengapa jejaknya terasa begitu jauh dari kondisi kita hari ini.


Sejarawan sering mengingatkan: kebesaran Majapahit bukan produk kebetulan geografis atau limpahan sumber daya semata. Ia lahir dari sesuatu yang lebih Sunyi dan lebih sulit ditiru,tata kelola yang bijaksana.GajahMada, sosok yang paling identik dengan era ini,
tidak dikenang karena menyatukan wilayah lewat penaklukan semata, tetapi karena menempatkan visi bersama di atas ambisi pribadi. Satu Nusantara,dalam satu naungan yang saling menjaga, bukan slogan, melainkan proyek politik yang dijalankan
dengan disiplin selama puluhan tahun. Catatan yang Tidak Ditulis untuk Memuji
Dalam Nagarakretagama, Mpu Prapanca menuliskan Wilwatikta sebagai negeri yang jaya, makmur, dan tenteram. Ini penting untuk dibaca bukan sebagai
pujian kosong seorang pujangga istana, melainkan sebagai dokumentasi tentang sebuah bangsa, yang berhasil merangkul keberagaman, jauh sebelum kata”toleransi” menjadi jargon yang diucapkan tanpa isi.Jumat:24/07/2026


Pelabuhan-pelabuhannya ramai oleh pedagang dari berbagai penjuru dunia. Candi-candinya berdiri bukan
semata sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai penanda bahwa ada peradaban tinggi yang mampu mengorganisir sumber daya, seni, dan spiritualitas dalam satu napas. Semua itu tidak datang tiba-tiba. Ia
adalah hasil dari kerja keras, kepemimpinan yang berintegritas, dan, yang paling sering dilupakan, rakyat yang bersatu menjaga apa yang telah mereka bangan bersama

Pertanyaan yang Menampar Kesadaran

Dprovokas sejarah yang membuat kita mewartanah yang yang pernah denkwat Tetapi mengapa kejayaan tu terasa begitu jauh? Mengapa kemaluan belum juga mentanar tahun setelah Sumpah Palpa diucapkan orbagai j persatuan

Mangkan jawabannys sederhana dan jumu karena maryantapkan waran yang Sarun anastomatsangan pang meren is adalah priek yang have doegangkan denga, dan dit lang tap makers yang har sbuk memperdebatkan hal-hal kecil same melupakan tata kelola besar yang pernah menja kekuatan Nusantara

Wilwatikta Bukan Sekadar Nama dalan Buku Sejarah
Wilwatikta hari ini hidup dalam prasasti, dalam reruntuhan candi, dalam bait-bait kakawin yang jarang dibaca ulang. Tetapi ia sesungguhnya adalah bukti bahwa kejayaan itu pernah nyata, dan karena pernah nyata, ia bisa nyata kembali-jika kita mau belajar dari cara leluhur membangunnya: dengan visi yang melampaui kepentingan pribadi, dengan kepemimpinan yang berintegritas, dan dengan kesediaan merangkul perbedaan sebagai kekuatan, bukan ancaman.

Maka pertanyaannya kini dikembalikan kepada kita, bukan kepada masa lalu:

Akankah Wilwatikta yang jaya itu hanya tinggal kenangan yang dikutip dalam pidato-pidato seremonial-atau kita, generasi hari ini, berani menghidupkannya kembali dalam bentuk yang nyata: tata kelola yang jujur, kepemimpinan yang berintegritas, dan persatuan yang tidak hanya diucapkan, tetapi dikerjakan?

Sejarah tidak pernah benar-benar selesai. la hanya menunggu untuk ditulis ulang oleh mereka yang berani mengambil perannya.

Artikel reflektif ini disusun berdasarkan catatan sejarah Majapahit/Wilwatikta sebagaimana didokumentasikan dalam Nagarakretagama karya:Oleh(Agus Budi Rachmanto)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Seni Budaya, Wellness | Tinggalkan komentar

Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Stimulan Bencana dan Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

NASIONALTERKINI. COM.Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan stimulan kepada warga yang terdampak bencana cuaca ekstrem. Bantuan diserahkan oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kamis :23/07/2026

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Untuk wilayah Sleman Timur yang meliputi Tamanmartani, Kalasan, Jogotirto, dan Selomartani, bantuan diberikan kepada 50 penerima.

Sementara itu, bantuan untuk warga terdampak bencana di wilayah Sleman Barat dan Sleman Tengah dijadwalkan disalurkan pada Senin (27/7) di Ruang Rapat Sembada.

“Total bantuan yang kita salurkan pada tahap ini sebesar Rp80.850.000. Jika diakumulasikan, hingga saat ini Pemkab Sleman telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam sebesar Rp292.700.000,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, bantuan tersebut bersifat stimulan dan bukan merupakan penggantian penuh atas kerugian yang dialami masyarakat.

“Bantuan ini bentuknya stimulan, bukan untuk ganti rugi. Harapannya dapat meringankan beban Bapak dan Ibu dalam merenovasi kembali rumah atau atap yang rusak akibat bencana,” katanya.

Selain penyaluran bantuan, BPBD Sleman juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berdasarkan informasi dan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bambang mengatakan, wilayah Sleman dan sekitarnya menghadapi anomali cuaca yang dipengaruhi fenomena El Niño serta angin muson Australia yang membawa kondisi lebih kering.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang. Puncak musim kemarau diperkirakan bergeser dari Agustus menjadi September. Sementara itu, awal musim hujan 2026/2027 diprakirakan mundur hingga November atau awal Desember.

“Selain itu, terdapat potensi angin kencang di sejumlah wilayah Sleman,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sleman Harda Kiswaya menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Ia juga meminta pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama di tengah potensi angin kencang. Namun, langkah tersebut harus tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan.

“Saya berpesan kepada perangkat daerah terkait, termasuk BPBD dan DLH, berkaitan dengan pohon-pohon yang memang perlu dipangkas, silakan dipangkas. Namun, tetap harus memperhitungkan pelestarian lingkungan dan tidak asal tebang,”Pungkas: Harda.(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

Menaker SDM Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045.

NASIONALTERKINI.COM. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, generasi muda perlu memiliki pola pikir yang inovatif, terus belajar, dan berpikir jauh ke depan agar mampu menghadapi perubahan serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Menaker di hadapan 242 mahasiswa penerima beasiswa yang mengikuti Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 di RGE Exhibition Center, Pelalawan, Riau, Rabu:22/07/2026malam.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli menjelaskan tiga pola pikir yang perlu dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Pertama, innovation mindset, yaitu semangat untuk terus mencari cara-cara baru dalam menyelesaikan masalah. Kedua, growth mindset, yakni kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan tidak takut menghadapi kegagalan. Ketiga, future mindset, yaitu kemampuan berpikir jauh ke depan untuk menghasilkan kontribusi yang berdampak dalam jangka panjang.

“Tiga kunci ini sangat krusial bagi generasi muda jika ingin menjadi pemimpin Indonesia Emas yang berdampak dan membawa Indonesia melompat lebih jauh,” kata Yassierli.

Menurut Menaker, yang perlu dibangun bukan hanya proyek inovasi, tetapi juga budaya inovasi. Sebab, sebuah proyek memiliki batas waktu, sedangkan budaya inovasi akan terus melahirkan gagasan, solusi, dan cara kerja yang lebih baik.

Ia menjelaskan, inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru. Inovasi juga dapat diwujudkan melalui layanan, model bisnis, maupun sistem kerja yang mampu memberikan nilai tambah dan membantu menjawab berbagai tantangan dunia kerja sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja di tengah dinamika global.

Dalam kesempatan itu, Yassierli juga mengajak Tanoto Foundation untuk terus menumbuhkan semangat inovasi di kalangan generasi muda. Ia berharap Tanoto Scholars Gathering tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepemimpinan dan kepedulian sosial.

“Mimpi saya di 2045, Indonesia menjadi negara yang besar hanya jika kita menjadi Innovation Nation atau bangsa yang inovatif. Inilah yang sekarang sedang saya kampanyekan,Pungkas: Yassierli.(Aan)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, INJOURNEY PERKUAT KOMITMEN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA

Lebih dari 500 anak diajak mengenal warisan budaya di Candi Prambanan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus pelestari budaya Indonesia

NASIONALTERKINI.COM.YOGYAKARTA, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya melalui generasi penerus bangsa. Berkolaborasi dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (InJourney Destination Management), InJourney menyelenggarakan program InJourney Community Care dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026.

Mengusung tema “Mewujudkan Mimpi, Melestarikan Indonesia”, kegiatan ini dirancang untuk membangun karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian anak terhadap budaya dan lingkungan.Kamis:23/07/2026

Lebih dari 500 pelajar dari wilayah Prambanan, Kalasan, dan Berbah, serta Forum Anak Kabupaten Sleman, diajak belajar dan berkreasi melalui berbagai aktivitas edukatif di kawasan Candi Prambanan. Program tersebut meliputi Leaders’ Inspiration & Heritage Commitment, Interactive Forum, Creative Workshop, dan Sustainability Challenge.

Melalui kegiatan yang bersifat partisipatif tersebut, anak-anak mendapatkan pengalaman langsung untuk mengenal lebih dekat warisan budaya Indonesia sekaligus memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap pendidikan dan pelestarian seni budaya lokal, InJourney juga menyalurkan bantuan kepada sejumlah sekolah dan komunitas seni di sekitar kawasan Prambanan. Bantuan diberikan kepada SMP Negeri 2 Prambanan, SMP Negeri 3 Berbah, SMP Negeri 2 Kalasan, Sanggar Tari Ganesa Kebondalem Kidul, serta Sanggar Seni Sekar Ngrayung Bokoharjo.

Bantuan tersebut difokuskan pada penyediaan sarana pendukung kegiatan ekstrakurikuler seni budaya, mulai dari seni tari, karawitan, tembang macapat, hingga kelompok wiyaga. Dukungan ini diharapkan memperkuat ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal, mempraktikkan, dan melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang berkelanjutan.

“Sebagai strategic holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney percaya bahwa budaya merupakan keunggulan kompetitif Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga situs warisan seperti Candi Prambanan, tetapi juga memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terus hidup melalui generasi penerus,” ujar Herdy.

Menurutnya, momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan untuk menghadirkan ruang belajar sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi bagi generasi masa depan.

Pemilihan kawasan Candi Prambanan sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis. Sebagai salah satu mahakarya warisan budaya dunia UNESCO yang telah berdiri selama lebih dari seribu tahun, Candi Prambanan merepresentasikan kejayaan peradaban Nusantara.

Lebih dari sekadar kompleks candi, Prambanan menjadi simbol harmoni antara budaya, alam, dan masyarakat yang terus terjaga lintas generasi. Bagi InJourney, nilai tersebut menjadikan Prambanan sebagai living heritage atau warisan budaya yang tetap hidup dan relevan bagi masyarakat.

Di kawasan ini, anak-anak dapat mengenal sejarah, memahami akar budaya, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas Indonesia melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual.

Melalui semangat “Mewujudkan Mimpi, Melestarikan Indonesia”, InJourney meyakini bahwa pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan bersejarah agar tetap berdiri, tetapi juga menumbuhkan generasi yang memahami, mencintai, dan meneruskan nilai-nilai luhur bangsa.

Melalui InJourney Destination Management sebagai pengelola destinasi heritage, InJourney berkomitmen menjadikan destinasi tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management, Joel Siahaan, mengatakan Candi Prambanan merupakan sebuah ekosistem yang harus memberikan manfaat sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Karena itu, pendekatan yang kami lakukan adalah pengelolaan yang inklusif dan berbasis kolaborasi. Kami melibatkan masyarakat dalam berbagai aspek pengembangan destinasi, mulai dari pemberdayaan UMKM dan komunitas lokal melalui program InJourney Hospitality House hingga pelibatan seniman dan pelaku budaya lokal dalam berbagai kegiatan di destinasi,” jelas Joel.

Menurut dia, Candi Prambanan merupakan ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat. Berbagai program edukasi seperti outing class, Junior Wanderer, Sanggar Lestari Cagar Budaya, kegiatan Pramuka, serta pelatihan mitigasi bencana bagi anak terus dikembangkan untuk memperkuat kedekatan masyarakat dengan warisan budaya tersebut.

“Bagi kami, living heritage berarti warisan budaya yang tetap hidup, relevan, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini tanpa mengurangi nilai autentisitas dan kelestariannya. Karena itu, pengelolaan kami selalu berupaya menyeimbangkan tiga aspek utama, yaitu pelestarian cagar budaya, pemanfaatan yang bertanggung jawab, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya harus berjalan beriringan,” ujar Joel.

Dilaksanakan di Seluruh Lini Bisnis

Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, program InJourney Community Care juga dilaksanakan di seluruh lini bisnis InJourney dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perusahaan.

InJourney Airports menyelenggarakan kegiatan di 31 bandara melalui bantuan perlengkapan pendidikan bagi siswa di sekitar bandara, edukasi keselamatan penerbangan dan keamanan bandara, program School Goes to Airport, serta pengenalan berbagai profesi di sektor aviasi dan kebandarudaraan.

Sementara itu, InJourney Hospitality melalui Hotel Indonesia Natour (HIN) menggelar lebih dari 20 rangkaian kegiatan di berbagai hotel di Indonesia. Program tersebut meliputi Hotel Discovery, Career Exploration, Cooking Class, Local Culture Experience, pelepasan tukik, serta kegiatan inklusif bagi anak penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan.

Sarinah melaksanakan program “Belajar dan Bermain Bersama Sarinah: Membaca untuk Bumi, Bertumbuh untuk Negeri” di SD Negeri Kauman 1 Kota Malang. Kegiatan yang diikuti 100 siswa tersebut diisi dengan pemberian perlengkapan sekolah, storytelling, permainan edukatif, serta pembagian bibit tanaman sebagai bagian dari edukasi lingkungan.

InJourney Tourism Destination Corporation (ITDC) menyelenggarakan National Children’s Day & School Holiday Celebration di The Nusa Dua, Bali, dengan memberikan paket sarana sekolah, perlengkapan ibadah, serta fasilitas edukasi dan terapi kepada 50 anak dari YPAC Bali dan yayasan yatim.

Sementara itu, InJourney Aviation Services (IAS) berpartisipasi melalui pengenalan profesi di sektor aviation services, sesi storytelling, pembagian 120 buku cerita IAS Anak Indonesia, serta 1.500 paket tas dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim dalam kegiatan kick-off InJourney Community Care di Bogor.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut memperkuat semangat kolaborasi InJourney Group dalam menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas melalui pendidikan, pengembangan karakter, pelestarian budaya, serta pengenalan profesi kepada generasi penerus bangsa.Pungkas:Joel:(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata, Seni Budaya | Tinggalkan komentar

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka hingga 28 Juli 2026

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah

NASIONALTERKINI.COM. Jakarta. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch 1 masih dibuka hingga 28 Juli 2026.
Lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan, MagangHub Angkatan II Batch 1 merupakan bagian dari target 150.000 peserta pada 2026. Pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga batch dengan kuota masing-masing 50.000 peserta.

“Kami mengajak lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan ini. MagangHub menjadi sarana memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja,” ujar Darmawansyah: Rabu (22/7/2026).

Setelah pendaftaran ditutup pada 28 Juli 2026, proses akan dilanjutkan dengan seleksi peserta hingga 5 Agustus 2026. Selanjutnya, pleno dan penetapan peserta dilaksanakan pada 6 Agustus 2026, pengumuman hasil seleksi pada 7 Agustus 2026, pelaksanaan magang dimulai pada 10 Agustus 2026, dan kick off Penyelenggaraan Magang Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 dijadwalkan pada 11 Agustus 2026.

Menurut Darmawansyah, MagangHub menghadirkan sejumlah penyempurnaan regulasi dan petunjuk teknis guna meningkatkan kualitas pelaksanaannya sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta maupun mitra penyelenggara.

Salah satu penyempurnaan tersebut adalah pemberian kesempatan kepada seluruh peserta untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah menyelesaikan masa magang. Sertifikat kompetensi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi peserta dalam meningkatkan daya saing di pasar kerja.

Selain itu, Kemnaker memperluas sasaran program dengan membuka kesempatan bagi lulusan pendidikan profesi, seperti profesi kesehatan, pendidikan, akuntansi, teknik, dan profesi lainnya. Peserta dari jalur pendidikan profesi dapat mengikuti program dengan ketentuan sertifikat profesi diperoleh paling lama dua tahun sejak tanggal kelulusan diploma atau sarjana.

“Kebijakan ini disusun untuk mengakomodasi karakteristik pendidikan profesi yang memerlukan penguatan pengalaman praktik sebelum memasuki dunia kerja secara penuh,” kata Darmawansyah.

Selama enam bulan mengikuti program, peserta memperoleh uang saku yang besarannya mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota sesuai lokasi mitra penyelenggara. Selain itu, peserta juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Untuk mendukung kualitas pelaksanaan program, Kemnaker meningkatkan koordinasi dengan dinas yang membidangi ketenagakerjaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pemantauan dilakukan secara berkala guna memastikan proses pembimbingan oleh mentor berjalan sesuai kurikulum serta mitra penyelenggara menyediakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran peserta.

Petunjuk teknis terbaru juga mengakomodasi mitra penyelenggara yang menerapkan sistem kerja enam hari dalam sepekan. Pengaturannya mencakup durasi dan jadwal kerja peserta, hak atas waktu istirahat, penyesuaian jam kerja sesuai ketentuan ketenagakerjaan, hingga mekanisme pengunduran diri maupun pemberhentian peserta beserta hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Pengaturan tersebut juga mencakup pelaksanaan magang pada masa cuti bersama, hari libur nasional, maupun kondisi khusus lainnya. Ketentuannya meliputi penyesuaian jadwal, perhitungan masa magang, pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama periode libur, serta pemenuhan hak peserta sehingga penyelenggaraan MagangHub dapat berlangsung lebih tertib, efektif, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak.

Informasi mengenai persyaratan, tahapan pelaksanaan, serta tata cara pendaftaran dapat diakses melalui platform resmi MagangHub di https://maganghub.kemnaker.go.id. :Pungkas:Darmawansyah:(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

Bincang Wastra di Museum Sonobudoyo Ungkap Kreasi dan Inovasi Batik Yogyakarta

Bincang Wastra: Kreasi dan Inovasi dalam Batik Yogyakarta yang digelar di Museum Sonobudoyo

NASIONALTERKINI.COM.YOGYAKARTA. Batik tidak hanya menjadi warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tangan para pelestari dan kreatornya, batik terus berkembang menjadi ruang kreativitas yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.

Semangat tersebut mengemuka dalam acara Bincang Wastra: Kreasi dan Inovasi dalam Batik Yogyakarta yang digelar di Gedung Panji, Lantai 2, Museum Negeri Sonobudoyo Unit I, Yogyakarta, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini menghadirkan sejumlah tokoh yang memiliki kontribusi dalam pelestarian dan pengembangan batik serta wastra Nusantara. Hadir sebagai narasumber GBPH H. Prabukusumo, S.Psi, Ketua Umum Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, serta GKBRAA Paku Alam (Gusti Putri) Ketua Umum Traditional Textile Arts Society of Southeast Asia.

Diskusi dipandu Karina Rima Melati,dosen STIKOM Yogyakarta sekaligus pemilik Astamewa by Plus Batik.

Kepala Museum Negeri Sonobudoyo, Ery Sustiyadi, S.T., M.A.Kepala Museum dalam sambutannya mengatakan, Bincang Wastra merupakan bagian dari agenda pendukung Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara 2026 yang berlangsung hingga 29 Juli 2026.

Pameran tersebut menampilkan 86 koleksi utama dan 22 koleksi pendukung dari 40 institusi, termasuk 36 museum dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sebagaimana ditekankan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat membuka pameran, setiap karya wastra menyimpan filosofi, harapan, dan doa yang mendalam,” ujarnya.

Menurutnya, batik sebagai warisan budaya agung Nusantara bukanlah medium yang statis. Batik merupakan karya hidup yang terus berkembang dan berkreasi sepanjang zaman.

Dalam Bincang Wastra kali ini, dua tradisi kreasi batik Yogyakarta dikaji secara berdampingan. Pertama, warisan batik Keraton Yogyakarta yang diperkenalkan melalui karya KRAY Hastungkoro, garwa dalem Sri Sultan Hamengku Buwono IX sekaligus ibunda GBPH Prabukusumo yang dikenal sebagai maestro pembatik.

KRAY Hastungkoro tidak hanya dikenal sebagai permaisuri Sultan, tetapi juga memiliki keahlian mendalam dalam seni batik dan mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan batik Yogyakarta

GBPH Prabukusumo mengatakan,Ibundanya membuat batik bukan semata-mata untuk koleksi pribadi. Karya-karya tersebut juga diberikan kepada teman-teman Sultan, kerabat, dan keluarga.

“Tidak hanya untuk Putra putranya Batik juga dibuat untuk diberikan kepada teman-teman dan saudara-saudara Sultan,” tutur Prabukusumo saat memperlihatkan sejumlah koleksi batik karya Ibundanya.

Ia juga menjelaskan, salah satu kekuatan teknik membatik sang ibunda adalah kemampuannya membuat batik secara langsung tanpa terlebih dahulu menggunakan pola. Setiap karya yang dihasilkan juga mengandung filosofi yang mendalam.

Sejumlah motif yang ditampilkan antara lain motif Gembiraloka dan Parangtritis, yang menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kekayaan ragam hias dan lingkungan budaya Yogyakarta.

Sementara itu, inovasi dalam batik Yogyakarta juga ditunjukkan melalui karya GKBRAA Paku Alam. Gusti Putri membikin batik dengan menggali inspirasi dari naskah-naskah kuno Pura Pakualaman.

Dalam kesempatan tersebut, Gusti Putri memperlihatkan sejumlah karya batik yang dibuat secara khusus untuk keluarga, termasuk karya yang dipersembahkan bagi putra keduanya.

Salah satu karya tersebut mengangkat tema “Melanjutkan Doa melalui Ikatan Suci”. Batik itu dibuat untuk pernikahan putra keduanya dengan mengambil inspirasi dari filosofi dan simbol-simbol kepemimpinan dalam tradisi Jawa.

“Yang saya fokuskan adalah batiknya karena saya sendiri yang membatik. Semua motifnya saya ciptakan sendiri,” ujar Gusti Putri.

foto=salah satu karya Batik Gusti Putri

Ia menjelaskan, salah satu motif yang digunakan terinspirasi dari konsep Batara Indra, yang dalam ajaran kepemimpinan berkaitan dengan kecerdasan, pengendalian diri, serta kemampuan memberikan manfaat.

Karya tersebut dibuat secara khusus untuk pernikahan putra keduanya yang juga memiliki ketertarikan pada dunia akademik dan tengah melanjutkan pendidikan doktoral di Osaka, Jepang.

Gusti Putri juga menceritakan proses pembuatan batik khusus tersebut yang berlangsung selama sekitar dua tahun. Batik itu dibuat menggunakan prodo emas asli dan melalui berbagai tahapan yang penuh ketekunan serta ritual.

“Saya ingin batiknya menjadi sesuatu yang istimewa, tetapi juga menjadi doa bagi anak saya yang menikah agar mendapatkan kehidupan rumah tangga yang langgeng dan keturunan yang baik. Di dalamnya ada doa orang tua,” ungkapnya.

Menurut Gusti Putri, pola batik tersebut diciptakannya sendiri. Ia memilih bentuk-bentuk tertentu yang memiliki makna khusus bagi keluarga pengantin.

“Memang saya menciptakan sendiri polanya. Banyak pola yang bisa digunakan, tetapi saya memilih pola yang memiliki makna khusus untuk keluarga pengantin,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa pembuatan batik untuk keluarga dilakukan secara khusus dan tidak selalu dilakukan setiap waktu.

Bagi Gusti Putri, proses membatik bukan sekadar aktivitas membuat kain bermotif. Setiap goresan canting merupakan ruang untuk menghadirkan doa, harapan, dan nilai-nilai kehidupan.

Melalui kehadiran GBPH Prabukusumo dan GKBRAA Paku Alam, diskusi tersebut menegaskan bahwa batik terus hidup bukan hanya melalui upaya pelestarian, tetapi juga melalui keberanian untuk berinovasi.

Batik Yogyakarta terus bergerak mengikuti dinamika zaman. Motif klasik tetap menjadi akar, sementara kreativitas dan gagasan baru membuka jalan bagi lahirnya karya-karya yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Setiap helai kain pun tidak hanya menyimpan keindahan visual, tetapi juga kisah, filosofi, doa, serta jejak kreativitas yang membuat batik tetap bermakna bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara 2026 bertajuk “Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara” yang berlangsung hingga 29 Juli 2026.

Melalui forum tersebut, batik kembali ditegaskan sebagai warisan budaya yang tidak berhenti pada masa lalu. Batik terus tumbuh, beradaptasi, dan membuka ruang bagi generasi baru untuk berkreasi tanpa kehilangan akar tradisinya.Tutup Gusti Putri(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Fashion, Liifestyle, Nasional | Tinggalkan komentar

Sekjen Kemnaker Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

sumpah/janji jabatan 30 pejabat fungsional di lingkungan Kemnaker

NASIONALTERKINI.COM. Jakarta. Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menegaskan bahwa pejabat fungsional di lingkungan Kemnaker harus mampu menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan tugas dan fungsinya.

“Kita tidak sekadar bekerja, tetapi bekerja yang benar-benar bermakna sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari pekerjaan kita,” ujar Cris saat melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 30 pejabat fungsional di lingkungan Kemnaker, Selasa (21/7/2026).

Dalam arahannya, Cris mengatakan jabatan fungsional memegang peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas organisasi. Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik memegang teguh sumpah dan janji jabatan serta menjalankan amanah dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakukan di Kemnaker harus berorientasi pada pelaksanaan amanat konstitusi, yakni membantu masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak.

Sebagai wujud komitmen tersebut, orientasi pelayanan kepada masyarakat harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia mencontohkan, instruktur pelatihan tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pelatihan atau pemberian sertifikat, tetapi juga perlu terus memantau perkembangan peserta agar memiliki peluang memperoleh pekerjaan.

“Anggaplah mereka seperti anak atau saudara kita. Ketika mereka sudah lulus pelatihan tetapi belum mendapatkan pekerjaan, kita juga harus ikut memikirkan bagaimana mereka bisa memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak,” katanya.

Cris berharap semangat tersebut menjadi budaya kerja seluruh pejabat fungsional Kemnaker sehingga setiap program dan layanan yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan masyarakat:Pungkas:Cris(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

Perlindungan Pekerja di Sleman Terus Meluas BPJS Ketenagakerjaan Capai 34,53 Persen

Hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sleman mencapai 34,53

NASIONALTERKINI.COM. SLEMAN.Upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja di Kabupaten Sleman terus dikebut. Hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sleman mencapai 34,53 persen atau sekitar 195.000 pekerja dari total 566.865 pekerja.

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Angka itu juga meningkat dibandingkan capaian triwulan pertama 2026 yang berada di level 33,98 persen.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Forum Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Semester I atau Triwulan II 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan di The Alana Yogyakarta Hotel, Ngaglik, Selasa (21/7/2026).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, mengatakan forum tersebut menjadi ruang evaluasi bersama untuk melihat perkembangan kepesertaan sekaligus menyusun langkah percepatan perlindungan pekerja.

Menurutnya, Sleman merupakan daerah pertama di DIY yang menginisiasi forum komunikasi UCJ secara rutin. Forum ini diharapkan dapat terus diperkuat sebagai wadah koordinasi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, perangkat daerah, pemerintah kalurahan, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Forum UCJ ini merupakan inisiasi pertama di DIY dan ada di Sleman. Kami berharap forum ini dapat diformalkan sebagai wadah komunikasi rutin untuk meningkatkan cakupan kepesertaan,” ujar Sony.

Untuk tahun 2026, Sleman menargetkan cakupan kepesertaan mencapai 37 persen atau sekitar 209.740 pekerja. Dengan capaian saat ini, masih terdapat sekitar 14.000 pekerja yang perlu dijangkau hingga akhir tahun.

Sony menambahkan, dukungan anggaran pemerintah daerah dan pemerintah kalurahan turut berkontribusi terhadap peningkatan perlindungan pekerja. Hingga pertengahan tahun, sebanyak 22.810 pekerja dari berbagai kelompok telah mendapatkan perlindungan melalui dukungan tersebut.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat pemetaan terhadap kelompok pekerja yang belum terlindungi, terutama pekerja rentan.

Ia meminta perangkat daerah terkait tidak hanya mengejar angka kepesertaan, tetapi memastikan kelompok pekerja yang paling membutuhkan perlindungan dapat teridentifikasi dan terjangkau.

“Masih ada pekerjaan rumah untuk mengejar target 37 persen tahun ini. Karena itu, saya minta Disnaker dan OPD terkait segera memetakan pekerja rentan yang belum terlindungi,” kata Danang.

Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran penting sebagai jaring pengaman sosial. Bagi pekerja rentan, perlindungan tersebut dapat membantu mengurangi beban ekonomi ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja.

“Pekerja rentan ketika mengalami kecelakaan kerja tentu akan menghadapi persoalan biaya. Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki kepastian perlindungan,Pungkas:Danang(Aan)
redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Daerah, Umum | Tinggalkan komentar