NASIONALTERKINI, Loman Park Hotel Jogja hadir dengan konsep unik bertajuk “Wellness Lounge dalam gelaran Jogja Coffee Week ke-5 yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC). Handono S. Putro, selaku Founder dan Managing Hotel, mengungkapkan bahwa partisipasi Loman kali ini menekankan pada kesadaran lingkungan melalui pemanfaatan limbah kopi dan teh menjadi produk bermanfaat.
“Kopi itu luar biasa. Tidak ada yang terbuang, dari bijinya hingga kulit luar cherry kopi. Semuanya bisa dimanfaatkan,” ungkap Handono:05/07/2025
Handono S Putro
Loman Park Hotel memperkenalkan berbagai produk hasil daur ulang, seperti:
Sabun dan scrub alami dari limbah kopi, yang mampu mengangkat sel kulit mati sekaligus ekonomis.
Spray linen dari limbah teh, digunakan untuk mengharumkan sprei dan sarung bantal.
Inhaler dari sisa minuman herbal (hots), sebagai pelega hidung tersumbat saat flu.
Minuman fermentasi kulit nanas bernama TEPACE yang kaya manfaat bagi kesehatan.
Tak hanya produk berbasis pangan, Loman juga bekerja sama dengan Rumah Celup Indonesia, yang dipimpin oleh Fitri, penerima penghargaan dari UNESCO atas inovasi kain halal dengan teknik ecoprint dari dedaunan. Kolaborasi ini ditampilkan dalam bentuk pameran kain dan juga seragam karyawan Loman yang seluruhnya menggunakan bahan ramah lingkungan.
Selain itu, Loman juga menggandeng desainer Lanny Amborowati, yang secara khusus menciptakan motif fashion bertema kopi. Karya tersebut dipamerkan di booth Loman selama acara berlangsung.
Handono menegaskan bahwa semua inisiatif ini memiliki pesan kuat: mencintai bumi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kami ingin mengajak para pecinta kopi dan masyarakat luas untuk tidak mengeksploitasi alam. Kita harus mengembalikan kebaikan kepada lingkungan. Dari lingkungan, kembali ke lingkungan,” ujarnya.
“Mari kita jaga bumi ini bersama, sesuai filosofi Jawa memayu hayuning bawana –Mempercantik ke indahan dunia
Dengan kolaborasi lintas bidang dan semangat keberlanjutan, Loman Park Hotel berharap dapat menginspirasi lebih banyak pelaku industri untuk mengusung konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam setiap inovasi.Pungkas:Handono(Tyo)
NASIONALTERKINI.COM. Magelang. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan, Job Fair menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja sekaligus mempertemukan talenta dengan kebutuhan dunia usaha dan industri di tengah perubahan pasar kerja.
“Dalam situasi pasar kerja yang terus berubah, penyelenggaraan Job Fair memiliki peran penting karena mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ujar Wamenaker saat membuka Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair Kota Magelang Tahun 2026 di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).
Wamenaker mengatakan, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi global, dan perubahan kebutuhan industri telah mempengaruhi pola kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar kompetensi tenaga kerja semakin relevan dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, Job Fair memberikan manfaat nyata bagi pencari kerja karena tidak hanya menghadirkan informasi peluang kerja, tetapi juga membuka ruang interaksi langsung dengan perusahaan, proses rekrutmen, serta pemahaman mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.
“Job Fair bukan hanya tempat mencari lowongan pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang bagi pencari kerja untuk mengenali kebutuhan industri dan mempersiapkan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja,” katanya.
Wamenaker menambahkan, perubahan industri juga menghadirkan peluang baru di berbagai sektor. Karena itu, pencari kerja perlu terus meningkatkan kompetensi, baik keterampilan teknis maupun keterampilan nonteknis, seperti komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan pemecahan masalah.
“Tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan terus belajar akan memiliki daya saing lebih kuat dalam menghadapi perubahan dunia kerja,” ujar Wamenaker.
Selain membuka akses terhadap pekerjaan di sektor formal, Wamenaker juga mengajak masyarakat melihat UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, UMKM bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga tempat masyarakat mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemandirian.
“UMKM bukan sekadar alternatif, tetapi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi. Banyak peluang dapat berkembang dari sektor ini,” jelasnya.
Wamenaker mengapresiasi Pemerintah Kota Magelang dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan Job Fair tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas kesempatan kerja, memperkuat keterhubungan antara pencari kerja dan industri, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.Pungkas:Arfriansyah(Aan)
NASIONALTERKINI.COM. Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan dialog sosial merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai isu ketenagakerjaan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, komunikasi yang konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh menjadi fondasi untuk menghasilkan kebijakan yang seimbang bagi seluruh pihak.
“Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, dialog sosial yang konstruktif menjadi kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi, saling menghormati, dan pencarian solusi yang seimbang bagi seluruh pihak,” ujar Yassierli saat membuka Silaturahmi Nasional Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menaker mengatakan, semangat kemitraan tripartit yang setara telah melahirkan berbagai rekomendasi kebijakan strategis melalui LKS Tripartit Nasional periode 2023–2026. Selama periode tersebut, LKS Tripnas menyelenggarakan 41 Rapat Badan Pekerja dan 20 Sidang Pleno sebagai forum membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan.
“LKS Tripartit Nasional telah menjadi ruang yang produktif bagi kita untuk saling bertukar pandangan dan mencari solusi bersama atas dinamika ketenagakerjaan Indonesia. Semoga nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit ini terus terjaga,” katanya.
Yassierli menjelaskan, berbagai rekomendasi yang dihasilkan LKS Tripnas mencakup upaya pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, penguatan pengawasan ketenagakerjaan, penataan regulasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta penelaahan Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya (Outsourcing).
Selain itu, LKS Tripnas juga mendorong sinkronisasi regulasi ketenagakerjaan pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi, penerapan sistem pengupahan berbasis produktivitas, penguatan Gerakan Produktivitas Nasional, peningkatan kompetensi pekerja, serta sertifikasi ahli produktivitas.
“Semoga silaturahmi hari ini semakin mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara kita. Mari kita jaga dan terus perkuat nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit yang telah kita bangun bersama,” ujar Yassierli yang juga menjabat sebagai Ketua LKS Tripnas periode 2023–2026.
Senada dengan Menaker, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI dan Jamsos), Indah Anggoro Putri, mengatakan capaian LKS Tripnas sepanjang periode 2023–2026 menunjukkan efektivitas kemitraan tripartit dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.
“Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif ketiga unsur tripartit yang mencerminkan semangat musyawarah mufakat dan kemitraan yang setara,” ujar Indah selaku Wakil Ketua LKS Tripnas periode 2023–2026 dari unsur pemerintah.(Tyo)
Kegiatan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas kepada Masyarakat Tahun 2026
NASIONALTERKI.COM. SLEMAN. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan arahan sekaligus membuka Kegiatan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas kepada Masyarakat Tahun 2026 di kantor Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.
Kegiatan ini merupakan sinergi antara Pemkab Sleman melalui Dinas Perhubungan dengan DPRD Kabupaten Sleman melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi D DPRD Sleman, Nurlia Ardiyanti Putri.
Dalam paparannya, Danang menyebutkan bahwa ketertiban dan keselamatan di jalan raya bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan atau karena takut kepada petugas, melainkan harus menjadi kebutuhan dasar serta budaya dalam kehidupan sehari-hari demi keselamatan bersama.
Lebih lanjut dikatakan bahwa Kabupaten Sleman telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sebagai pusat pendidikan, pemukiman, dan tujuan pariwisata, yang berdampak pada volume kendaraan yang terus meningkat. Oleh sebab itu, menurut Danang disiplin berlalu lintas menjadi kunci penting dalam berkendara di jalan.
“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat, dan harus kita budayakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara Anggota Komisi D DPRD Sleman, Nurlia Ardiyanti Putri berharap melalui sosialisasi ini, anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Donoharjo memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menaati aturan lalu lintas demi menekan angka kecelakaan serta mewujudkan kondisi jalan yang aman, nyaman, dan tertib bagi semua pengguna jalan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan bisa mendorong peran aktif warga dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas, serta menanamkan kesadaran bahwa keselamatan lalu lintas adalah komitmen bersama,” katanya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Dwi Handoko Wiyoto, melaporkan kegiatan ini menyasar 350 orang anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dari Kapanewon Pakem dan Kapanewon Ngaglik. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Satlantas Polresta Sleman dan PT Jasa Raharja Cabang DI Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut diserahkan bantuan sarana prasarana berupa 56 unit Traffic Cone, 14 unit Rambu Genggam STOP, 350 buah Rompi Sosialisasi, dan 14 unit Senter Lalu Lintas.Pungkas:Handoko:(Aan) Redaksi= terkininasional@gmail.com
penguasaan kompetensi digital, khususnya AI, kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja.
NASIONALTERKINI.COM. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng GreatNusa yang diluncurkan oleh Universitas Bina Nusantara (BINUS University) dan Microsoft Indonesia untuk memperkuat kompetensi kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence /AI) serta keterampilan perangkat lunak bagi talenta digital Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri di tengah pesatnya transformasi digital.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, penguasaan kompetensi digital, khususnya AI, kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor teknologi menjadi kunci untuk menyiapkan SDM yang mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus bersaing di tingkat global.
“Transformasi digital tidak bisa kita hindari. Karena itu, kita harus memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan dunia pendidikan dan sektor teknologi menjadi langkah penting untuk mempercepat lahirnya talenta digital yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Yassierli saat membuka AI Career Boost Day 2026 bertema Kolaborasi AI dan Talenta Indonesia: Meningkatkan Kompetensi, Memperluas Kesempatan Kerja di Jakarta, Selasa:28/7/2026
Menurut Yassierli, perkembangan AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman bagi dunia kerja. Sebaliknya, teknologi tersebut membuka peluang lahirnya berbagai profesi baru yang membutuhkan keterampilan digital dengan tingkat kompetensi yang lebih tinggi. Mengutip World Economic Forum Future of Jobs Report 2025, ia menyebut sekitar 92 juta pekerjaan diproyeksikan terdampak disrupsi, namun pada saat yang sama akan muncul sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru berbasis teknologi hingga 2030.
Perubahan kebutuhan pasar kerja itu juga tercermin dari meningkatnya permintaan terhadap tenaga kerja yang memiliki kemampuan AI. Berdasarkan data LinkedIn, kebutuhan talenta dengan keterampilan AI di Asia Tenggara meningkat 2,4 kali lipat. Sementara itu, sebanyak 69 persen pimpinan perusahaan di Indonesia mengaku enggan merekrut kandidat yang belum memiliki kemampuan AI. Data tersebut menunjukkan bahwa penguasaan AI kini telah menjadi kebutuhan nyata bagi angkatan kerja Indonesia.
Meski demikian, Yassierli menilai berkembangnya AI tidak identik dengan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK). Mengacu pada studi Anthropic tahun 2026, ia menjelaskan bahwa PHK dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi bisnis, daya saing perusahaan, hingga situasi makroekonomi.
“Otomasi berbasis AI hanyalah salah satu faktor, bukan penyebab utama,” ujarnya.
Karena itu, Kemnaker terus mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah sebagai pusat pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri. Pelatihan diselenggarakan mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, termasuk di bidang smart operation, melalui pembelajaran tatap muka maupun daring agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Selain itu, Kemnaker juga mengembangkan layanan job fair daring guna mempercepat proses pencocokan antara pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha.
Yassierli menambahkan, pemanfaatan AI justru dapat membuka peluang pertumbuhan lapangan kerja apabila didukung ekosistem pengembangan talenta yang kuat. Ia mencontohkan Kota Hyderabad di India yang mampu mencatat pertumbuhan perekrutan tenaga kerja hingga 11 persen berkat keberhasilan membangun ekosistem talenta digital yang terintegrasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri.
“Kalau kita mampu membangun ekosistem pengembangan talenta digital dengan baik, peluang yang sama juga bisa kita raih. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, keberanian beradaptasi, dan kesiapan SDM untuk menguasai teknologi baru,” katanya.
Yassierli menegaskan, “Kami ingin pelatihan, sertifikasi, dan akses terhadap peluang kerja menjadi satu ekosistem yang saling terhubung. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki jalur yang lebih cepat untuk masuk ke dunia kerja,” kata Yassierli.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan yang menjadi keunggulan manusia. Menurutnya, empati, kemampuan berpikir kritis, ketepatan mengambil keputusan, serta kemampuan berkolaborasi merupakan kompetensi yang tidak dapat tergantikan oleh teknologi.
” No algorithm can replace empathy; no data set can replicate wisdom . AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas manusia sehingga mampu mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Yassierli.(Tyo) Redaksi= terkininasional@gmail.com
karya terbaru fashion Designer Sofie bertajuk “Roots in Transit” pada JF3 Fashion Festival 2026
NASIONALTERKINICOM. Di tengah perkembangan industri fashion yang semakin dinamis, desainer Sofie tampil memukau dengan karya terbarunya bertajuk “Roots in Transit” pada JF3 Fashion Festival 2026. Koleksi ini menjadi eksplorasi kreatif mengenai identitas urban Indonesia melalui pendekatan deconstructed tailoring yang memadukan kekuatan konstruksi busana modern dengan nilai tradisi yang diterjemahkan secara kontemporer.Selasa:28/07/2026
Koleksi ini menjadi langkah kreatif Sofie dalam membongkar batas-batas tailoring klasik dan menghadirkannya dalam bentuk yang lebih bebas, dinamis, serta penuh karakter. Kemeja bergaris vertikal yang selama ini dikenal sebagai simbol busana formal diolah menjadi rancangan yang lebih ekspresif melalui permainan draperi, potongan asimetris, serta detail kerah yang tegas. Sentuhan tarikan pada bagian pinggang menciptakan dimensi arsitektural yang memberikan kesan kuat tanpa mengurangi kenyamanan pemakainya.
Eksplorasi volume menjadi salah satu daya tarik utama dalam koleksi ini. Siluet oversized dipadukan dengan pleated culottes maupun celana pendek berlipit, menciptakan keseimbangan antara struktur dan keleluasaan bergerak. Pendekatan tersebut menggambarkan arah perkembangan fashion masa kini yang mengutamakan bentuk dramatis, namun tetap memiliki fungsi untuk mendukung gaya hidup modern.
Karakter koleksi semakin diperkuat melalui permainan aksesori. Tali crossbody bertekstur dengan aksen warna oranye, hitam, dan putih menghadirkan sentuhan artisan yang menyatu dengan nuansa streetwear kontemporer. Kehadiran ankle boots bersol tebal semakin menegaskan citra urban yang berani, percaya diri, dan penuh energi.
Di balik setiap rancangan, “Roots in Transit” membawa pesan tentang perjalanan identitas yang terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Bagi Sofie, akar tradisi bukanlah sesuatu yang berhenti pada masa lalu, melainkan nilai yang dapat berkembang dan beradaptasi dengan ruang, waktu, serta karakter generasi baru.
Nuansa khas Indonesia hadir secara halus melalui reinterpretasi elemen beskap, teknik layering yang terinspirasi dari cara berkain, serta detail konstruksi yang mengacu pada kearifan lokal. Wastra tidak ditempatkan sebagai elemen utama, tetapi menjadi aksen yang memperkaya cerita desain sehingga tampil lebih elegan, modern, dan relevan dengan perkembangan fashion saat ini.
Semangat untuk terus berkarya menjadi kekuatan penting dalam perjalanan industri fashion Indonesia. Di tengah perubahan tren global yang bergerak cepat, para desainer dituntut untuk terus menghadirkan gagasan baru, berani melakukan inovasi, serta mampu membaca perkembangan zaman, termasuk karakter dan gaya hidup Generasi Z yang kini turut membentuk arah industri mode.
Kreativitas, keberanian bereksperimen, serta kemampuan mengolah kekayaan lokal menjadi desain kontemporer menjadi modal besar untuk memperkuat industri fashion Indonesia. Koleksi “Roots in Transit” menjadi gambaran bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan bersama, melahirkan karya yang segar, modern, dan memiliki identitas kuat.
Melalui koleksi ini, Sofie menunjukkan bahwa fashion bukan hanya tentang pakaian, tetapi juga tentang cerita, nilai, dan perjalanan sebuah identitas. “Roots in Transit” menjadi gebrakan baru yang memukau di panggung JF3 Fashion Festival 2026 sekaligus memperlihatkan semangat baru industri fashion Indonesia yang terus tumbuh, beradaptasi, dan melahirkan karya-karya penuh inspirasi.Pungkas:Sofie(Tyo) Redaksi= terkininasional@gmail.com
NASIONALTERKINI.COM. Ada satu pertanyaan yang jarang berani kita ajukan pada diri sendiri sebagai bangsa: apakah kita benar-benar mewarisi kejayaan Nusantara, atau hanya mewarisi kenangan tentangnya?Negarakertagama, kakawin yang digubah Mpu
Prapanca pada abad ke-14, bukan sekadar dokumen sastra yang dipuja karena usianya. Ia adalah cermin retak yang, jika kita mau jujur menatapnya,memantulkan dua wajah sekaligus: kebesaran yang pernah nyata, dan kelalaian yang kini menjadi nyata pula. Di dalamnya tergambar Majapahit sebagai poros dunia—jaringan pelayaran, diplomasi, hukum, dan tata negara yang jauh mendahului zamannya.Selasa:29/07/2026
Namun kakawin itu juga menyimpan pertanyaan yang menggantung hingga hari ini: kejayaan macam apa yang layak diwariskan, dan kepada siapa?
Kita sering memperlakukan Negarakertagama. sebagai artefak kebanggaan, dipajang dalam kurikulum dan pidato kenegaraan, tanpa benar-benar membiarkannya menginterogasi kita. Padahal teks ini ditulis bukan untuk memuji masa lalu, melainkan untuk menata masa itu sendiri-sebuah usaha sadar merumuskan legitimasi, tata krama kekuasaan, dan cita rasa peradaban yang berdiri di atas keberagaman wilayah, bahasa, dan kepercayaan. Justru di situlah letak “emas” yang sesungguhnya: bukan pada emas literal yang mengalir dari pelabuhan-pelabuhan Nusantara, melainkan pada kemampuan merangkai keberagaman menjadi satu tata dunia yang koheren, tanpa menyeragamkannya.
Pertanyaannya kemudian menjadi tajam: sanggupkah kita, di abad ke-21, melakukan hal yang sama? Ketika identitas kebangsaan hari ini lebih sering dirawat lewat slogan ketimbang lewat kerja intelektual merumuskan ulang siapa kita, Negarakertagama justru mengingatkan bahwa kejayaan sejati selalu lahir dari keberanian menata, bukan dari kesibukan mengenang.
Ironisnya, semakin jauh kita dari abad Majapahit, semakin dangkal pula pembacaan kita terhadapnya. Nusantara diperlakukan sebagai jargon pariwisata, “kejayaan masa lalu dijadikan komoditas naratif, sementara nilai-nilai yang menopangnya-musyawarah lintas wilayah, penghormatan pada pluralitas, tata kelola yang berorientasi jangka panjang-justru tercecer di pinggir jalan pembangunan. Emas Nusantara, dalam pengertian ini, bukan logam yang hilang digali kolonialisme semata, tetapi juga kearifan yang perlahan kita gadaikan sendiri demi kepraktisan zaman.
Kearifan lokal, dalam konteks ini, bukanlah nostalgia yang manis untuk dikenang di panggung seni, la adalah metodologi berpikir yang teruji zaman, yang menawarkan jalan keluar dari krisis makna yang kini melanda banyak masyarakat modern: krisis akan siapa diri kita ketika segala sesuatu serba cepat, seragam, dan terputus dari akar. Negarakertagama, dengan caranya sendiri, mengajukan tawaran itu-bahwa keberagaman dan keteraturan bukan dua kutub yang berlawanan, melainkan dua sisi mata uang yang sama.
Maka membaca ulang Negarakertagama hari ini semestinya bukan sekadar kegiatan filologis atau seremonial budaya. la harus menjadi undangan untuk berefleksi: sudahkah kita menata Nusantara kita sendiri dengan kedalaman yang sama seperti yang dilakukan generasi Majapahit enam abad lalu? Ataukah kita hanya mewarisi nama besar tanpa keberanian mewarisi tanggung jawab yang menyertainya?(Agus Budi Rachmanto) Resaksi= terkininasional@gmail.com
kerja sama dengan PT Toyota Tsusho Lippo Residences, sebanyak 100 Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
NASIONALTERKINI.COM. Jakarta. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng dunia usaha untuk memperluas pelindungan jaminan sosial bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Melalui kerja sama dengan PT Toyota Tsusho Lippo Residences, sebanyak 100 Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memperoleh bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada 5 perwakilan penerima manfaat dalam acara yang digelar di Jakarta, Senin 27/7/2026
Seluruh iuran BPJS Ketenagakerjaan dibiayai melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) PT Toyota Tsusho Lippo Residences yang mencakup kepesertaan dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, mengatakan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelindungan jaminan sosial, khususnya bagi pekerja sektor informal yang selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pelindungan ketenagakerjaan.
Menurut Sugeng, bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan tersebut melengkapi Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kemnaker. Melalui program ini, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga memastikan para penerima manfaat memperoleh pelindungan sosial sebagai bagian dari upaya pemberdayaan tenaga kerja mandiri.
“Kami menyadari bahwa membangun usaha mandiri yang produktif tidak cukup hanya dengan bantuan modal. Para pelaku usaha juga membutuhkan pelindungan ketika menghadapi risiko kerja agar usaha yang dirintis dapat terus berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sugeng mengatakan perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan pelindungan bagi pekerja sektor informal sekaligus membuka peluang transformasi menuju sektor formal.
“Dengan didaftarkannya para pelaku TKM ke dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), mereka tidak hanya memperoleh pelindungan atas risiko kerja, tetapi juga tercatat secara resmi dalam sistem jaminan sosial ketenagakerjaan nasional,” pungkas Sugeng.(Aan) Redaksi= terkininasional@gmail.com
foto=pembuka Pekan Olahraga dalam rangka HUT ke-79 Kemnaker di Jakarta
NASIONALTERKINI.COM. Jakarta. Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi momentum memperkuat transformasi sektor ketenagakerjaan melalui penguatan vokasi dan penerapan Green Office sebagai fondasi birokrasi yang produktif, modern, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka Pekan Olahraga dalam rangka HUT ke-79 Kemnaker di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Menurut Menaker, penguatan vokasi terus dilakukan melalui berbagai program strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri. Salah satunya melalui Program Magang Nasional (MagangHub) yang pada 2026 ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta.
“Program ini dirancang untuk mendekatkan pencari kerja dengan industri sehingga dapat meminimalkan ketidaksesuaian kompetensi (mismatch). Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja dan sertifikat kompetensi, tetapi juga mendapatkan uang saku selama mengikuti program,” ujar Menaker.
Ia mengatakan, MagangHub telah memperoleh perhatian dari berbagai mitra internasional sebagai salah satu praktik baik dalam pengembangan sumber daya manusia yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Selain memperluas akses pemagangan, Kemnaker juga menargetkan 270 ribu peserta mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) sepanjang 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara transparan, inklusif, serta memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Seiring penguatan vokasi, Kemnaker juga terus mendorong transformasi birokrasi melalui penerapan Green Office. Langkah ini dilakukan melalui pengelolaan lingkungan kantor secara mandiri, termasuk efisiensi energi dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Selain itu, Kemnaker secara bertahap melakukan transisi menuju pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di lingkungan Kemnaker. Penerapan standar Green Office juga didukung penyusunan Sustainability Report sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang akuntabel.
“Transformasi ketenagakerjaan harus berjalan seiring dengan transformasi birokrasi. Karena itu, kami ingin membangun ekosistem kerja yang tidak hanya produktif dan adaptif terhadap perubahan, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Menaker.
Menaker berharap momentum HUT ke-79 Kemnaker semakin memperkuat semangat seluruh insan Kemnaker untuk terus menghadirkan kebijakan dan pelayanan ketenagakerjaan yang berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan.Pungkas=Yassierli(Tyo)
NASIONALTERKINI.COM.SLEMAN. Ribuan warga memadati rangkaian Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 di Kalurahan Widodomartani, Sleman, Jumat (24/7) sore. Tradisi tahunan tersebut berlangsung khidmat dan meriah, dengan salah satu prosesi yang paling dinantikan masyarakat berupa sebar dan rebutan kue apem seberat sekitar 1,5 ton.
Upacara adat ini turut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Sleman. Bagi masyarakat Widodomartani, Saparan Ki Ageng Wonolelo bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari upaya mengenang jasa Ki Ageng Wonolelo sekaligus merawat warisan budaya yang diwariskan para leluhur.
Tradisi tersebut juga menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah, rezeki, dan keselamatan bagi masyarakat.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam mempertahankan tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo. Menurutnya, keberlangsungan upacara adat tersebut menunjukkan komitmen warga dalam menjaga warisan budaya adiluhung.
“Tradisi Saparan Wonolelo ini menjadi sarana kita untuk selalu ingat akan asal-usul dan sejarah, sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh semangat gotong royong antarwarga,” ujar Harda.
Prosesi sebar dan rebutan apem menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian warga. Ketua Trah Ki Ageng Wonolelo, Kawit Sudiyono, menjelaskan bahwa apem memiliki makna filosofis yang kuat. Istilah tersebut diyakini berasal dari bahasa Arab afwun, yang bermakna memohon ampunan kepada Allah SWT.
“Tradisi sebar dan rebutan apem merupakan lambang agar kita senantiasa bersikap rendah hati (andhap asor). Menebar apem juga melambangkan penyebaran harapan, rasa kasih sayang, kerukunan, serta persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Selain sebar dan rebutan apem, rangkaian Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo juga diisi dengan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, pembacaan doa tahlil, serta ziarah ke makam Ki Ageng Wonolelo.Pungkas Harda(Aan) Redaksi= terkininasional@gmail.com
Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang
NASIONALTERKINI.COM. Padang. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan Pelatihan (PVN) menjadi salah satu upaya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, perubahan pasar kerja yang berlangsung semakin cepat menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.
Penegasan tersebut disampaikan Afriansyah saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Sumatera Barat, Pelaksanaan program tersebut diikuti 982 peserta yang tersebar di BPVP Padang, Satuan Pelayanan (Satpel) Jambi dan Sawahlunto, serta sejumlah UPTD binaan di wilayah Sumatera Barat dan Jambi.Jumat:24/07/2026
“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah.
Ia menjelaskan, pada 2026 Kemnaker menargetkan 300.000 peserta mengikuti berbagai program Pelatihan Vokasi Nasional di seluruh Indonesia. Target tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Selain memperluas akses pelatihan, Kemnaker juga memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Afriansyah.
Afriansyah menambahkan penyelenggaraan pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi unggulan setiap daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Di Sumatera Barat, pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
Untuk mendukung upaya tersebut, BPVP perlu terus mengoptimalkan jejaring kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan sekaligus produktivitasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah. Di BPVP Padang, sebanyak 85 peserta mengikuti pelatihan pada enam program, yakni barista, pengolahan makanan komersial, housekeeping, penggambaran modern 3D CAD, pengelasan Fillet Welder FCAW (Flux-Cored Arc Welding), dan tata rias pengantin.
Selanjutnya, pada 27 Juli 2026 akan dimulai lima program pelatihan lainnya, yaitu pembuatan pakaian, petugas K3 konstruksi 1, petugas K3 konstruksi 2, perawatan dan perbaikan AC rumah tangga, serta juru ukur.
Menutup sambutannya, Afriansyah mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap dunia kerja. Menurutnya, peluang berkarier tidak hanya terbatas menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga terbuka luas di sektor swasta maupun melalui kewirausahaan.
“Jangan terpaku hanya pada satu pilihan karier. Yang terpenting adalah memiliki keterampilan sehingga peluang bekerja maupun berwirausaha semakin terbuka,Pungkas:Afriansyah(Aan)