
foto=Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
NASIONALTERKINI.COM.JAKARTA. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melantik sepuluh pejabat baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam upacara yang berlangsung di Ruang Tridarma, Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Pelantikan tersebut mencakup Pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, hingga Pejabat Fungsional Arsiparis Ahli Muda yang akan memperkuat sejumlah unit strategis di lingkungan Kemnaker.
Adapun pejabat yang dilantik meliputi:
- Dr. dr. Sudi Astono, M.S. sebagai Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama.
- Muhammad Fertiaz, SKM., MKKK sebagai Kepala Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bandung, Ditjen Binwasnaker dan K3.
- M.A. Habibi Kadir, ST., MM sebagai Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari, Ditjen Binalavotas.
- Asmanidar Kuraisy, S.Si., M.Si. sebagai Kepala Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Makassar, Ditjen Binwasnaker dan K3.
- Husen Mauludin, S.HI., MM sebagai Kepala Bagian Umum dan Rumah Tangga Sekretariat Ditjen Binalavotas.
- Intan Kusuma Dewi, S.Kom., MM sebagai Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Sekretariat Ditjen Binapenta.
- Wahyudi Eko Prasetiyo, SE sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Ditjen PHI dan Jamsos.
- Raffi Wahyu Kusuma, S.ST., MM sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Bina Kelembagaan K3, Ditjen Binwasnaker dan K3.
- Indri Widiyastuti sebagai Kepala Subbagian Keuangan dan Perlengkapan PPSDM Sekretariat Jenderal.
- Robiatul Adawiyah sebagai Arsiparis Ahli Muda.
Dalam arahannya, Menaker Yassierli menegaskan pentingnya percepatan implementasi norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia. Kehadiran Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama yang baru diharapkan mampu mendorong transformasi yang lebih kuat dalam pembinaan norma kerja dan K3.
“Kita ingin implementasi sistem manajemen K3 dan budaya K3 hidup di Indonesia. Tandanya sederhana, berkurangnya angka kecelakaan kerja dan berkurangnya angka penyakit akibat kerja,” ujar Yassierli.
Ia juga meminta pejabat fungsional utama yang baru dilantik untuk memperkuat tim di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker & K3) guna meningkatkan efektivitas pengawasan ketenagakerjaan di seluruh Indonesia.
Selain menyoroti penguatan K3, Yassierli memberikan perhatian serius terhadap aspek integritas dan tata kelola pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral yang harus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.
Di hadapan para pejabat, Menaker menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan indikasi pelanggaran yang mencederai kepercayaan publik terhadap institusi.
“Pesan saya kepada semua pejabat di Kemnaker, bukan hanya yang baru dilantik, agar memegang sumpah dan janji yang menjadi pedoman untuk terus melakukan evaluasi. Saya sekali lagi, nothing to lose, tak segan-segan kalau ada indikasi, kita akan copot,” tegasnya.
Menurut Yassierli, komitmen tersebut merupakan bagian dari transformasi Kemnaker dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan akuntabel.
Kepada jajaran tata usaha, Menaker mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik, transparan, dan bertanggung jawab guna meningkatkan capaian Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta pembangunan Zona Integritas.
Menutup arahannya, Yassierli mengajak seluruh insan Kemnaker untuk menjaga marwah institusi dan menjadikan Kemnaker sebagai tempat yang mendorong pertumbuhan, kolaborasi, serta kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Kita sedang berada dan tumbuh di sini, mendapatkan kemanfaatan di sini, serta dapat memberikan banyak manfaat dengan hadir di sini,”Pungkas:Yassierli(Aan)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
