Harga Perak Global Melonjak, HS Silver Kotagede Kurangi Produksi Ekspor

foto=HS Solver KotagedeYogyakarta
NASIONALTERKINI.COM. Yogyakarta — Kenaikan harga perak di pasar global berdampak signifikan terhadap industri perak, khususnya di sentra kerajinan Kotagede, Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan Margani Nugraha, owner HS Silver Kotagede, saat ditemui pada Rabu :05/02/2026

foto=Bp Margani Nugraha, owner HS Silver Kotagede
Margani menjelaskan, harga bahan baku perak saat ini berada pada level yang sangat tinggi dan cenderung fluktuatif dengan kecenderungan terus naik. Kondisi ini membuat pelaku usaha harus menyesuaikan strategi produksi, terutama untuk pasar ekspor.
“Dampaknya sangat besar. Harga perak sudah sangat tinggi dan fluktuasinya lebih banyak ke arah naik. Otomatis produksi, khususnya untuk ekspor, ikut berkurang,” ujarnya.

Menurut Margani, pasar ekspor selama ini mengacu pada harga internasional. Namun, ketika harga bahan baku dalam negeri justru lebih tinggi dibandingkan harga internasional, pelaku usaha menjadi kesulitan memenuhi pesanan.
“Sekarang harga bahan baku di dalam negeri sekitar Rp47.000 per gram, sementara harga pasar internasional di kisaran Rp57.000. Dengan kondisi pembayaran dan biaya lainnya, kami jadi sulit menerima order ekspor,” jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa pembeli luar negeri yang sebelumnya aktif kini memilih menahan pembelian dan menunggu harga kembali stabil. Akibatnya, volume ekspor HS Silver pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini memang agak berkurang. Kita menunggu harga stabil dulu. Kalau nanti sudah stabil, meskipun di angka tinggi, pasar biasanya akan menyesuaikan,” katanya.
Terkait harapan kepada pemerintah, Margani mengungkapkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali melakukan komunikasi, termasuk melalui pertemuan daring dengan instansi terkait. Namun, ia menyadari bahwa persoalan harga perak merupakan isu global yang tidak mudah dikendalikan dari dalam negeri.
“Ini kan persoalan global, jadi memang sulit dibendung. Tapi kami berharap ada perhatian lebih, khususnya untuk industri perak di Kotagede,” ucapnya.
Di tengah lesunya pasar ekspor, HS Silver kini lebih mengandalkan pasar lokal dan sektor pariwisata. Margani menyebut, kunjungan wisatawan mancanegara biasanya mulai meningkat pada periode Juni hingga September.
“Tahun lalu kunjungan wisatawan asing cukup bagus. Kami memang tidak menghitung persentasenya, tapi dari kerja sama dengan travel agent, mereka sudah memberi sinyal bahwa tahun depan tren wisata akan kembali meningkat,” ujarnya optimistis.
Ia berharap dengan pulihnya sektor pariwisata, omzet penjualan juga ikut terdongkrak. Wisatawan mancanegara, termasuk dari Brasil, disebut masih memiliki ketertarikan terhadap produk perak khas Kotagede.
Sebagai bentuk kepedulian di tengah kondisi usaha yang melambat, HS Silver juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan membagikan sembako kepada karyawan dan lingkungan sekitar.
“Karena kondisi sedang sepi, kami tetap berusaha berbagi. Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi menjaga keterikatan emosional dan kebersamaan,” pungkas Margani.(Tyo)
Redaksi=terkininasional@gmail.com
