
foto=Victor Setiadi selaku Marketing Communications Olifant School
NASIONALTERKINI.COM.YOGYAKARTA. Olifant School turut ambil bagian dalam ajang PBTY XXI yang digelar di kawasan Ketandan, Yogyakarta, Rabu (25/2/2026) pukul 20.00 WIB.
Partisipasi ini menjadi wujud komitmen Olifant School dalam mendukung pelestarian budaya Nusantara sekaligus memperkenalkan konsep pendidikan berbasis multikultur kepada masyarakat luas.
Victor Setiadi selaku Marketing Communications Olifant School menyampaikan bahwa kehadiran sekolah di pameran budaya tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keberagaman yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
“Kami membuka stan di sini sebagai bentuk partisipasi dan penghormatan terhadap kebudayaan Nusantara. Setiap kali diundang dalam kegiatan kebudayaan, kami selalu hadir,” ujar Victor.
Sejak pembukaan acara, stan Olifant School mendapat perhatian pengunjung. Sejumlah orang tua dan masyarakat umum tampak mampir untuk mencari informasi mengenai program pendidikan yang ditawarkan. Interaksi hangat pun terjalin, bahkan beberapa pengunjung mengabadikan momen dengan berfoto bersama tim sekolah.
Tak hanya membuka stan informasi, Olifant School juga menampilkan pertunjukan gamelan yang dibawakan siswa-siswi tingkat sekolah dasar. Penampilan tersebut menjadi simbol keterlibatan aktif sekolah dalam menjaga serta mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda.
Sebagai sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka dan kurikulum Cambridge, Olifant School tetap menempatkan pendidikan karakter dan budaya lokal sebagai bagian penting dalam proses belajar. Mata pelajaran Bahasa Jawa tetap diajarkan sebagai bentuk pengenalan budaya daerah.
Selain itu, setiap Kamis Legi seluruh siswa, guru, dan staf mengenakan batik atau lurik sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Keberagaman juga menjadi kekuatan utama dalam kehidupan sekolah. Siswa dan orang tua berasal dari berbagai latar belakang agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Setiap awal semester, sekolah menggelar kegiatan Multicultural Prayer yang dilaksanakan sesuai keyakinan masing-masing, sebagai sarana menanamkan nilai toleransi sejak dini.
Melalui partisipasi di PBTY XXI, Olifant School menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penghargaan terhadap perbedaan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.Pungkas:Victor(Tyo)
Redaksi=
terkininasional.com
