
NASIONALTERKINI. YOGYAKARTA – Dalam sebuah gelaran fashion yang berlangsung hangat dan intimate di Yogyakarta, desainer Lanny Amborowati memperkenalkan karya terbarunya yang bertajuk “Earth Song”. Koleksi ini tidak hanya memamerkan kecermatan konstruksi dan kecantikan visual, tetapi juga menghadirkan pesan mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam yang kini kian rapuh.

“Earth Song” merupakan refleksi emosional Lanny terhadap fenomena kerusakan lingkungan yang semakin nyata. Melalui rancangan yang bertutur halus, Lanny menyampaikan bahwa fashion dapat menjadi bahasa untuk mengungkapkan rasa peduli, kekhawatiran, sekaligus harapan.Selasa:18/11/2025

Perpaduan Budaya Jepang–Jawa yang Lembut dan Penuh Karakter
Koleksi ini terdiri dari lima luk (look) yang masing-masing hadir dalam 3–4 layer. Teknik layering tersebut menghasilkan siluet yang bertingkat namun tetap ringan—sebuah simbol bahwa bumi memiliki lapisan sejarah, luka, dan keindahannya sendiri.

Sentuhan estetika Jepang muncul melalui penggunaan outer bergaya kimono dengan potongan longgar dan elegan. Sementara itu, unsur Jawa tampil kuat melalui kebaya kutu baru yang dikenakan sebagai inner. Perpaduan dua budaya ini menghadirkan harmoni: modern namun berakar, lembut namun penuh karakter.

Layer tengah menggunakan katun bordir yang memperkaya tekstur tanpa menghilangkan kesan ringan, menjadikan setiap tampilan tampak hidup ketika model melangkah di runway.

Warna, Tekstur, dan Narasi Alam
“Earth Song” bermain dengan palet warna yang terinspirasi dari tanah, angin, dan cahaya matahari. Warna-warna natural dan lembut menciptakan mood organik yang kuat, sementara tekstur kain yang beragam mencerminkan keragaman lanskap bumi.

Koleksi ini seperti menyuarakan dua sisi alam:
Keceriaan dan keindahan ketika bumi subur,
Kesedihan dan keprihatinan ketika alam terluka dan rusak.
Melalui transisi warna dan layering, Lanny menggambarkan perjalanan emosional itu secara visual, tanpa kata-kata berlebihan

Sebuah Pesan Tentang Bumi yang Kian Rapuh
Makna utama “Earth Song” adalah panggilan halus kepada manusia untuk kembali mencintai bumi. Bagi Lanny, bumi adalah sahabat tua yang kini mulai letih. Gerusan bencana ekologis, polusi, dan perubahan iklim menjadi latar hati koleksi ini.
Namun, Lanny tidak menyampaikan kritik secara keras. Ia memilih bahasa keindahan—menghadirkan desain yang tenang dan kontemplatif, seolah mengajak setiap penonton untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan merasakan kembali hubungan terdalam dengan alam.
Runway yang Intimate dan Bernuansa Artistik
Fashion show yang menampilkan “Earth Song” berlangsung dalam suasana hangat dengan jarak dekat antara panggung dan penonton, sehingga setiap detail dapat terlihat jelas. Layer-layer kain bergerak lembut seiring langkah para model, menciptakan ilusi visual seperti angin yang menyapu dedaunan.

Reaksi penonton menunjukkan kekaguman terhadap pendekatan artistik Lanny. Mereka mengapresiasi keberanian sang desainer menghadirkan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga membawa pesan kuat tanpa menggurui.
Jejak Kreatif Lanny Amborowati
Lanny Amborowati telah berkarya sejak 2015 dan dikenal sebagai desainer yang menempatkan narasi budaya dan nilai-nilai estetis sebagai pusat gagasannya. Latar belakang keluarga yang berkecimpung di dunia fashion menjadikannya terbiasa memandang kain sebagai medium ekspresi.

Dalam berbagai event fashion di Yogyakarta, Lanny sering menampilkan karya dengan paduan budaya, teknik, dan filosofi. Beberapa karyanya juga diterima di pasar luar negeri, menunjukkan bahwa bahasa desainnya bersifat universal.
Earth Song: Ketika Mode Menjadi Suara
“Earth Song” memperlihatkan kematangan estetika seorang Lanny Amborowati — seorang desainer yang tidak hanya menampilkan busana, tetapi juga memaknai kembali peran mode sebagai ruang kontemplasi.
Melalui koleksi ini, Lanny menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab emosional terhadap bumi. Mode bukanlah sekadar apa yang kita pakai; ia dapat menjadi cermin tentang siapa kita dan bagaimana kita memperlakukan lingkungan tempat kita berpijak.
“Earth Song” adalah nyanyian bumi yang diterjemahkan menjadi busana. Sebuah karya yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.Tutup:Lanny(Tyo)
