
foto=SMP Labschool UNY ada pada komitmen terhadap setiap individu anak. menerapkan konsep sekolah inklusi yang nyata,
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA
SMP Labschool UNY Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan progresif di Indonesia. Melalui penerapan pendidikan inklusif yang dijalankan secara nyata dan berkelanjutan, sekolah ini membuktikan bahwa keberagaman peserta didik bukanlah hambatan, melainkan modal penting untuk melahirkan prestasi akademik yang unggul sekaligus membangun karakter yang kuat.
Kepala SMP Labschool UNY Yogyakarta, Sofyan Dwi Nugroho, menegaskan bahwa kekuatan utama sekolah terletak pada komitmen untuk mengembangkan potensi setiap siswa secara optimal.
“Kalau kita bicara mengenai keunggulan, letak kekuatan SMP Labschool UNY ada pada komitmen kami terhadap setiap individu anak. Kami menerapkan konsep sekolah inklusi yang nyata, bukan sekadar pelengkap administrasi,” ujar Sofyan.Selasa:16/06/2026
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sistem co-teaching yang diterapkan di setiap kelas. Dengan jumlah maksimal 24 siswa per kelas dan didampingi dua guru sekaligus, sekolah menciptakan rasio ideal satu guru untuk 12 siswa.
Menurut Sofyan, rasio tersebut menjadi “rasio emas” yang memungkinkan pendidik memberikan perhatian lebih personal kepada setiap siswa, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional.
“Kami dapat memantau perkembangan anak secara lebih presisi sehingga tidak ada siswa yang terlewat dari proses pendampingan,” katanya.
Memadukan Karakter, Budaya, dan Prestasi
Selain mengedepankan pendidikan inklusif, SMP Labschool UNY juga menanamkan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Program pendidikan karakter khas Yogyakarta diterapkan agar siswa tetap memiliki unggah-ungguh, etika, serta kecintaan terhadap budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
Di bidang akademik, sekolah menghadirkan berbagai program penguatan kompetensi. Salah satunya melalui Lab Focus, program yang dirancang untuk mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pengalaman belajar siswa juga diperkaya melalui kegiatan edutrip, guest lecture, dan guest teacher yang menghadirkan wawasan dari berbagai bidang keilmuan dan profesi.
Tak hanya itu, SMP Labschool UNY menerapkan sistem ekstrakurikuler berbasis kebutuhan dan minat siswa (on-demand extracurricular). Melalui pendekatan ini, sekolah memberikan ruang yang luas bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan potensi unik yang mereka miliki.
Ke depan, SMP Labschool UNY menargetkan diri menjadi the leading innovative school di tingkat nasional. Sekolah ini ingin membuktikan bahwa ekosistem pendidikan yang menggabungkan siswa reguler, anak berkebutuhan khusus (ABK), serta peserta didik dari beragam latar belakang mampu menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, inklusif, dan penuh empati.
“Lingkungan yang humanis ini sama sekali tidak mengorbankan kualitas intelektual. Keberagaman kami hargai setinggi-tingginya, namun prestasi akademik tetap berdiri tegak di kasta tertinggi tanpa ada siswa yang tertinggal,” tegasnya.
Raih Akreditasi A dalam Waktu Singkat
Komitmen dan kerja keras seluruh tim pendidik SMP Labschool UNY membuahkan hasil membanggakan. Pada tahun kedua sejak mulai beroperasi, sekolah ini berhasil meraih Akreditasi A, sebuah pencapaian yang mencerminkan kualitas tata kelola, proses pembelajaran, serta budaya sekolah yang telah terbangun dengan baik.
Bagi Sofyan, capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal untuk melangkah lebih jauh.
Ia menegaskan bahwa SMP Labschool UNY akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan guna mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan berkarakter.
“Saya tidak mendesain sekolah ini hanya untuk menjadi trendsetter pendidikan nasional. Saya pastikan, SMP Labschool UNY tidak akan berhenti di titik ini. Kami akan terus melompat lebih tinggi, mendominasi prestasi, dan mengukir era keemasan dalam sejarah pendidikan Indonesia,” pungkas,:Sofyan(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
