
NASIONALTERKINI.Sejak pagi, atmosfer kreatif terpancar di kampus Institut Français d’Indonésie (IFI) Yogyakarta, yang berlokasi di Jalan Sagan No. 3, Terban, Kec. Gondokusuman, Yogyakarta .Kamis:16/10/2025

Mulai pukul 09.30 WIB, kampus ini resmi menjadi panggung bagi Festival Film Mahasiswa 2025 bertajuk “Creative Crossroads: Bringing Film Communities Together”. Dalam festival ini, karya-karya film yang ditayangkan merupakan hasil kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang menyuarakan gagasan, ide, dan observasi mereka terhadap kehidupan, budaya, serta dinamika sosial Indonesia.
Misi dan Semangat Festival
Panitia menyatakan bahwa festival ini lebih dari sekadar pemutaran film — ini adalah ruang edukasi, dialog budaya, dan kolaborasi generasi muda. Film menjadi medium untuk memperkuat literasi budaya, mempertemukan perspektif lokal dan global, serta merangsang pemikiran kritis melalui seni visual.
Tiga misi utama Festival Film Mahasiswa 2025 adalah:
- Mengapresiasi karya-karya film dan budaya Nusantara serta mancanegara.
- Membangun jejaring antar komunitas film mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.
- Mendorong literasi budaya melalui film sebagai sarana edukasi dan refleksi.
Program Unggulan: Lima Layar, Satu Semangat
Festival hadir dengan format program pemutaran yang diberi nama Layar Apresiasi. Kelima “layar” tersebut adalah:
Layar Andong — film-film kurasi dari festival nasional.
Layar Bioskop — karya produksi mahasiswa lintas universitas.
Layar Mudah Menurunnya — film-film hasil karya mahasiswa UMY, dengan tema sosial, budaya, identitas, dan kemanusiaan.
Layar Kapal — film-film pilihan dari festival internasional.
Layar Road to Kino.com — ruang pemutaran terbuka dan diskusi sinematik bersama masyarakat serta komunitas film.
Karya mahasiswa UMY yang ditampilkan dalam Layar Mudah Menurunnya memegang peranan penting sebagai identitas festival, memperlihatkan bagaimana generasi muda mempersembahkan pandangan mereka melalui kamera dan narasi visual.
Selain pemutaran film, festival akan dimeriahkan dengan talkshow bersama sineas muda dan profesional, panggung stand-up comedy, serta malam apresiasi yang menghadirkan para alumni UMY yang kini berkiprah di dunia perfilman.
IFI Yogyakarta sebagai Pusat Kreativitas dan Apresiasi Film
Pemilihan IFI Yogyakarta sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu cabang budaya Prancis di Indonesia, IFI Yogyakarta aktif menyelenggarakan pemutaran film, dialog budaya, serta program sinema internasional . Gedung auditorium IFI Yogyakarta juga menjadi ruang pertunjukan yang representatif untuk menyambut kegiatan sinema publik .
Melalui festival ini, kami ingin mempertemukan sinema dunia dan gagasan anak muda Indonesia dalam atmosfer terbuka dan kreatif,” ujar salah satu perwakilan IFI Yogyakarta.
IFI Yogyakarta membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk menyaksikan karya film, berdiskusi dengan para pembuat film, serta menjalin jejaring kreatif di dalam dan luar kampus.
Prestasi Film Mahasiswa UMY & Keterkaitan Festival
Salah satu contoh prestasi karya mahasiswa UMY adalah film pendek Rela, karya Bagaskara Dwitya Bima Asmara, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY. Film ini berhasil menembus Kota Kinabalu International Film Festival (KKIFF) di Malaysia, mengangkat kisah hidup nenek penulis dan refleksi tentang makna “rela” dalam kehidupan keluarga .
Kehadiran karya semacam ini memperkuat relevansi festival: bahwa film mahasiswa bukan sekadar tugas akademik, melainkan karya nyata yang mampu bersaing di kancah internasional dan menyampaikan pesan humanis.
Penutup & Harapan
Festival Film Mahasiswa 2025, yang digelar di kampus IFI Yogyakarta pada 16 Oktober 2025 pukul 09.30 WIB, hadir sebagai wadah nyata bagi anak muda UMY untuk mempersembahkan karya, berkolaborasi, dan belajar dalam dunia sinema. Dengan dukungan IFI Yogyakarta dan UMY, festival ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perfilman mahasiswa di Yogyakarta dan Indonesia secara keseluruhan — menjadikan kampus tidak hanya tempat belajar teori, tapi juga ruang kreasi dan dialog budaya.(Tyo)
