
foto=Meracik Jamu untuk menjadikan Jamu relevan dan diminati oleh Gen Z
NASIONALTERKINI.COM.Jamu tradisional Jogja bukan hanya sekadar minuman kesehatan, melainkan bagian dari identitas budaya yang kaya. Untuk menjadikan jamu ini relevan dan diminati oleh Gen Z, diperlukan pendekatan pemasaran yang mengintegrasikan nilai tradisional dengan gaya hidup dan kebutuhan generasi muda saat ini. Berikut adalah strategi yang dapat diterapkan:
Soft Marketing Melalui Cerita dan Konten Media Sosial
Manfaatkan platform seperti Instagram Reels, TikTok, dan YouTube untuk menyampaikan cerita di balik jamu tradisional Jogja. Misalnya, dokumentasikan proses pembuatan jamu oleh pengrajin lokal yang telah melakukannya secara turun-temurun, atau cerita tentang bagaimana ramuan tertentu menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jogja. Kolaborasi dengan influencer lokal atau ahli kesehatan muda juga dapat meningkatkan jangkauan dan kepercayaan, seperti yang dilakukan oleh Sido Muncul dengan bekerja sama dengan figur publik populer kalangan muda. Konten yang edukatif namun menarik, seperti video tentang manfaat bahan herbal atau tutorial cara mengolah jamu menjadi minuman kekinian, juga bisa menjadi daya tarik.
Festival Nitilaku Jamu 2026 digelar di Bale Gadeng, Jalan Kartini No. 1, Sagan, Yogyakarta, Rabu (11/2/2026), pukul 08.00-14.30 Wib

Kemasan yang Estetik dan Ramah Lingkungan
Desain kemasan harus menarik perhatian Gen Z dengan tampilan modern, warna ceria, atau elemen budaya Jogja yang diolah secara kreatif. Selain itu, perhatikan aspek keberlanjutan dengan menggunakan bahan kemasan ramah lingkungan seperti botol kaca atau kemasan yang dapat didaur ulang. Kemasan yang “instagramable” juga akan mendorong konsumen untuk berbagi produk di media sosial, seperti yang terlihat pada tren jamu kekinian yang banyak dibagikan sebagai konten visual.
Orientasi untuk Anak-anak dan Remaja
Buat varian produk yang sesuai dengan selera anak-anak dan remaja, seperti jamu dalam bentuk gummy, boba herbal, atau minuman sparkling dengan rasa yang menyegarkan. Selain itu, edukasilah mereka tentang manfaat jamu sejak dini melalui kegiatan seperti workshop di sekolah atau acara edukatif yang menyenangkan. Dengan cara ini, jamu dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sejak usia muda.

Penggabungan Bahan Tradisional dengan Elemen Modern
Inovasilah produk jamu dengan menggabungkan bahan-bahan tradisional Jogja seperti temulawak, kunyit, beras kencur, dengan elemen modern seperti smoothie, cold brew, atau latte. Misalnya, jamu beras kencur dapat diolah menjadi smoothie dengan tambahan buah segar, atau kunyit asam dibuat dalam versi cold brew yang menyegarkan. Produk semacam ini tidak hanya lebih mudah diterima oleh lidah muda tetapi juga tetap mempertahankan khasiat herbal alami.
Membangun Citra Merek yang Kuat dan Relevan
Bangun citra merek yang menghadirkan jamu tradisional Jogja sebagai produk yang modern, sehat, dan penuh dengan nilai budaya. Gunakan nama merek dan logo yang mudah diingat serta mencerminkan identitas Jogja. Selain itu, komunikasikan komitmen merek terhadap kualitas, keberlanjutan, dan pengembangan jamu sebagai bagian dari warisan budaya yang patut dibanggakan.
Pengalaman Langsung yang Interaktif
Selenggarakan acara atau tempat yang memungkinkan konsumen untuk merasakan langsung proses pembuatan jamu atau mencoba produk secara langsung. Misalnya, buka warung jamu dengan konsep modern seperti kafe herbal, di mana pengunjung dapat menikmati jamu dalam penyajian yang menarik sambil belajar tentang bahan-bahan dan manfaatnya. Acara seperti workshop membuat jamu atau pameran jamu tradisional juga dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konsumen terhadap produk.
Menunjukkan Latar Belakang Ilmiah
Kuatkan kepercayaan konsumen dengan menyajikan hasil penelitian ilmiah yang mendukung manfaat jamu tradisional. Sebagai contoh, berbagai kajian telah menunjukkan bahwa jamu mengandung senyawa aktif yang memiliki khasiat kesehatan, seperti antioksidan atau sifat antiinflamasi. Komunikasikan informasi ini melalui konten edukatif di media sosial atau materi promosi untuk membuktikan bahwa jamu bukan hanya warisan budaya tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Pemanfaatan Pengetahuan dan Teknologi AI
Gunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran, seperti analisis data konsumen untuk memahami preferensi dan perilaku Gen Z. AI juga dapat digunakan untuk membuat konten yang lebih personal dan relevan, atau untuk mengelola stok dan distribusi produk secara lebih efisien. Selain itu, manfaatkan teknologi digital untuk mempermudah proses pembelian, seperti integrasi dengan platform e-commerce atau pembuatan aplikasi resmi yang memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi dan membeli produk.
Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, jamu tradisional Jogja dapat meraih tempat di hati dan gaya hidup Gen Z, sekaligus menjaga dan mengembangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. (widhie)
Redaksi=terkininasional@gmail.com
