Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • “LUMO: Energi Memberi dalam Jiwa Perhotelan” Jiwa di Balik Hotel Loman Park Hotel Daerah
  • Yogyakarta Kembali Jadi Pusat Kreativitas Pelajar Lewat Kontes Roket Air 2025 Daerah
  • Tim JTRC Joglo Resto Njeron Beteng Rally Team Siap Bersaing di Top Coffee PPMKI Jateng Tour 2025 Daerah
  • JCWF 2025 Week #4 Yogyakarta Hidupkan Kembali Spirit Wellness Berbasis Budaya Nasional
  • Pemkab Sleman dan RSU Queen Latifa Resmikan RP3, Dorong Perlindungan Menyeluruh bagi Pekerja Perempuan Daerah
  • Pasar Bela Negara Sleman Hadirkan Semangat Kolaborasi dan Cinta Produk Dalam Negeri Daerah
  • RAKERDA DPD GIPI DIY 2025 Tekankan Sinkronisasi Program dan Nilai Kolektif Melalui Filosofi Sebatang Pohon Daerah
  • “GALACTIC”Ketika Batik Ciprat Melintasi Semesta Fashion

Sadar Risiko, Siap Layanan: Keamanan dan Profesionalisme dalam Pariwisata DIY

Posted on Mei 19, 2025Mei 19, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Sadar Risiko, Siap Layanan: Keamanan dan Profesionalisme dalam Pariwisata DIY

NASIONALTERKINI. Agus Budi Rahman selaku Wakil Ketua (GIPI) Mengatakan Pariwisata berbasis petualangan dan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan tantangan tersendiri dalam hal keselamatan dan kualitas layanan. Sosialisasi ini merefleksikan secara akademik dan kontemplatif pentingnya kesadaran risiko dalam praktik usaha jasa pariwisata berisiko menengah-tinggi. Dengan pendekatan reflektif ini menyoroti bagaimana kesiapan struktural, pemahaman terhadap SOP, dan etos profesionalisme seringkali kalah oleh budaya improvisasi dan kenyamanan semu. Tujuan utama sosialisasi ini adalah mendorong perubahan paradigma dari sekadar melayani menjadi melindungi, dari ramah menjadi tanggap.Ujar:Agus di sela-sela acara sosialisasi Pariwisata Senin:19/052025 di Pendopo Wisata Desa Gamplong Sleman Yogyakarta

Pariwisata bukan hanya soal menghadirkan pengalaman, tetapi soal menjamin bahwa pengalaman itu tidak berujung pada luka atau kehilangan. DIY sebagai destinasi unggulan Indonesia memiliki berbagai wahana dan pengalaman wisata menantang, seperti lava tour Merapi, paralayang Parangtritis, cave tubing Goa Pindul, dan lainnya. Semua ini menawarkan kegembiraan sekaligus potensi bahaya. Dalam konteks ini, pertanyaan kritis yang perlu diajukan adalah: apakah pelaku wisata benar-benar sadar risiko? Dan lebih jauh: apakah mereka siap memberikan layanan yang tidak hanya memuaskan tetapi juga menyelamatkan:Paparnya

Paradoks Budaya Kesantunan vs Kesiapan Struktural: Salah satu kekuatan pariwisata DIY adalah keramahan. Namun, di balik senyum dan sapaan hangat, sering tersembunyi ketidaksiapan sistemik. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan intuisi, kebiasaan lama, dan logika “wisata sudah berjalan aman selama ini”. Sayangnya, risiko tidak mengenal masa lalu. Tanpa sistem deteksi dini, SOP terstandar, dan pelatihan tanggap darurat, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Di sinilah muncul paradoks: budaya keakraban justru bisa mengaburkan urgensi profesionalisme.Terangnya

Sadar Risiko sebagai Kesadaran Etis: Kesadaran risiko bukan sekadar penguasaan teknis mitigasi, tetapi sikap batin yang sadar bahwa layanan wisata menyangkut nyawa dan martabat manusia. Etika pelayanan dalam sektor berisiko seharusnya menuntut akuntabilitas tinggi. Sayangnya, formalitas SOP sering dianggap beban administratif, bukan sebagai kontrak moral antara penyedia dan pengguna jasa.Ungkapnya

Profesionalisme dalam Layanan: Lebih dari Sekadar Ramah: Pelayanan prima dalam konteks wisata berisiko tinggi seharusnya dimaknai ulang. Bukan hanya cepat, murah, dan menyenangkan, tetapi juga aman, terukur, dan terstruktur. Seorang operator jeep lava tour, misalnya, seharusnya tidak hanya tahu rute, tetapi juga titik bahaya, teknik evakuasi, dan pemeliharaan kendaraan. Sadar risiko berarti menginternalisasi bahwa setiap keputusan kecil—dari cara mengikat helm sampai memilih jalur saat hujan—berdampak besar.Imbuh:Agus

Menumbuhkan Budaya Belajar dan Simulasi: DIY memerlukan transformasi budaya pelaku pariwisata: dari budaya reaktif menjadi budaya belajar. Simulasi kebencanaan, audit SOP, dan pelatihan teknis harus menjadi bagian dari keseharian, bukan hanya saat inspeksi. Pemerintah daerah, asosiasi pelaku usaha, dan akademisi perlu bergandengan tangan membentuk ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kelestarian hidup.

Menjadi sadar risiko dan siap layanan adalah dua sisi dari mata uang yang sama: tanggung jawab moral dan profesional dalam menghadirkan pariwisata yang bermakna. Dalam era pariwisata berbasis pengalaman dan tantangan, kualitas sejati bukan hanya diukur dari kepuasan pelanggan, tapi dari keberanian semua pihak untuk berkata: “Kami siap, kami aman, dan kami bertanggung jawab.Pungkas:Agus(Tyo)

Daerah, Pariwisata

Navigasi pos

Previous Post: Sosialisasi Standar Usaha Jasa Pariwisata Resiko Menengah-Tinggi’Dukung Kemajuan Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata
Next Post: Peringati Hardiknas Mengenang Jasa Pahlawan

Related Posts

  • 30 Finalis Dimas Diajeng Sleman 2025 Menuju Grand Final Daerah
  • GIPI DIY Gelar Turing & Charity 2025“Satu Tekad, Majukan Pariwisata” Ekonomi
  • Cupu Kyai Panjala Dibuka, Pesan Leluhur Jadi Cermin Kehidupan Daerah
  • Jogja City Mall Rayakan Ulang Tahun ke-11 Fashion Rendezvous Daerah
  • Yayasan Kanker Indonesia Kukuhkan Ketua Baru YKI Sleman 2026–2031 Daerah
  • Panen Padi Organik Sembada Merah Jadi Daya Tarik Agrowisata Sehat di Sleman Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Media: NASIONALTERKINI. COM Mengucapkan “Slamat Dan Sukses” Nasional
  • Rapat Koordinasi DPW-DPD IWO DIY Daerah
  • Maguwoharjo Gerakkan Ekonomi Hijau Lewat Penanaman Kelapa Genjah Entok Pandan Wangi Daerah
  • Pemkab Sleman Perkuat Sinergi Desa–TNI Lewat Penandatanganan NPHD TMMD 2026 Daerah
  • Ramada by Wyndham Yogyakarta Hadirkan Merapi Coffee & Lounge, Ruang Nongkrong Baru dengan Panorama Alam Bisnis
  • Cahaya Klarines di Panggung Diajeng: Suara Tulus dari Hati untuk Jogja Daerah
  • Jogja City Mall Rayakan Ulang Tahun ke-11 Fashion Rendezvous Daerah
  • Wujudkan Tertib Adminduk, Pemkot Yogya Luncurkan Mesin ADM di Rejowinangun Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme