
YNASIONALTRKINai. Yogyakarta, Aroma keanggunan Bali terasa sejak sosok Anak Agung Sagung Saraswathi Dharmaputri melangkah memasuki aula megah Hotel Grand Serela Yogyakarta. Dengan balutan busana bernuansa etnik dan tutur kata yang lembut, cucu dari Raja Pamecutan, Bali, ini berhasil mencuri perhatian dalam ajang Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) 2025 yang digelar Kamis (16/10/2025).

Siswi SMA Negeri di Denpasar ini tampil memukau bukan hanya karena pesonanya, tetapi juga karena tekadnya yang kuat untuk membawa misi pelestarian budaya ke tingkat nasional.
Mengikuti ajang Putra Putri Budaya Indonesia adalah tekad saya sejak awal. Sebagai keturunan keluarga Kerajaan, saya ingin mendedikasikan diri untuk melestarikan dan menjaga kebudayaan bangsa,” Tutur: Anak Agung Sagung Saraswathi Dharmaputri
Salah satu bentuk nyata dedikasinya tampak lewat upayanya menghidupkan kembali Tari Pecut Bali — kesenian tradisional yang sarat nilai spiritual dan filosofi perjuangan. Tarian ini menggambarkan semangat keberanian dan kekuatan, di mana penari memainkan pecut (cambuk) sebagai simbol kendali diri dan kemampuan menaklukkan hawa nafsu.
Dalam setiap hentakan kaki dan kibasan pecut, tersirat makna keseimbangan antara tenaga dan jiwa, keberanian dan kehalusan budi — nilai-nilai yang menjadi napas kehidupan masyarakat Bali.
Bagi saya, Tari Pecut bukan sekadar pertunjukan seni, tapi juga doa dan pengingat. Jika saya diberi kesempatan menang di tingkat nasional bahkan internasional, saya ingin tari ini makin dikenal dan dicintai oleh generasi muda,” ungkapnya
Dalam ajang PPBI 2025, Anak Agung Sagung Saraswathi Dharmaputri tampil anggun mengenakan busana rancangan desainer Eka plawa yang mengisahkan perjalanan spiritual seorang generasi muda Bali. Ia memulai penampilannya dengan busana adat putih dan kuning — simbol kesucian serta permohonan pencerahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa
sebelum bertransisi ke nuansa merah keemasan berhiaskan kain prada, melambangkan semangat membara menjaga warisan leluhur.
Pada sesi parade busana, Anak Agung Sagung Saraswahti Dharmaputri tampil elegan mengenakan kain Endek Bali, simbol keagungan dan keteguhan hati.
Kain Endek bagi saya bukan hanya selembar kain, tapi lambang identitas. Setiap motifnya mengandung doa dan cerita,” jelasnya.

Sementara itu, sang ibunda, Anak Agung Vitra Fremeira Sarjana, mengungkapkan kebanggaannya atas perjuangan putrinya.
Saya terharu. Di zaman modern seperti sekarang, masih ada anak muda yang dengan tulus mengangkat kebudayaan daerahnya. Semoga ia membawa nama baik Bali dan menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya penuh doa.
Dengan langkah ringan dan senyum khas Bali, Anak Agung Sagung Saraswathi Dharmaputri membuktikan bahwa keanggunan sejati lahir dari akar budaya yang kokoh. Lewat Tari Pecut dan semangat — Semangat Anak Rawat Kebudayaan — ia menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan napas masa depan Indonesia.Tutup:Anak Agung Vitra Fremeria Sarjana(Tyo)
