Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • DPD IWO Indonesia Sleman Jalin Silaturahmi dengan Kepala Kominfo Sleman Daerah
  • Edukasi Sablon Sambil Angkat Budaya Lokal TOKOSABLONSPS Hadir di Jogja Fashion Week 2025 Bisnis
  • Dominasi Sejumlah Cabang, Kafilah Sleman Raih Juara Umum MTQ DIY 2026 Daerah
  • Wamenaker Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Dunia Kerja Digital yang Inklusif Nasional
  • Batik Segoro Amarto Filosofi Keistimewaan Yogyakarta dalam Lembaran Batik Fashion
  • Sleman City Hall Semarakkan Tahun Kuda Api lewat Tema “Season of Prosperity” Daerah
  • D’Girijati Resort & Beach Club Perkuat Positioning sebagai Destinasi Lifestyle di Gunungkidul HOTEL
  • Menikmati Sejuknya Wonosobo Bersama Jurnalis IWO Sleman Dari Kledung Pass hingga Telaga Menjer Nasional

Ageman Menyulam Makna, Menyapa Zaman dari Babaran Segara Gunung

Posted on November 5, 2025November 6, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Ageman Menyulam Makna, Menyapa Zaman dari Babaran Segara Gunung

Foto Nara Sumber:AGUS ISMOYO,Bu NINIK ,
TUKIRNO B. SUTEJO, L dan Moderator :Bp Hangno


NASIONALTERKINI. Di bawah sinar bulan purnama yang lembut, Babaran Segaragunung (BSG) Gallery & Studio kembali menggelar Wicara Malam Purnama dengan tema “Ageman: Konteks Hari Ini.”menghadirkan tiga narasumber : Ninik, Tukirno B. Sutejo, dan Agus Ismoyo, dengan Bp. Hangno bertindak sebagai moderator:Rabu:05/11/2025 di Babaran Segaragunung Gallery&Studio Banguntapan Bantul Yogyakarta Jam 19.00Wib

Ninik: Fashion Adalah Produk Budaya, Lurik dan Batik Wujud Kearifan Jawa

Bagi desainer dan pemerhati tekstil tradisional Ninik, busana bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan produk budaya yang merekam perjalanan nilai dan filosofi hidup masyarakat.

Sebuah karya atau gagasan tentang ageman dalam konteks Jawa, tidak hanya berarti pakaian. Ageman bisa dimaknai sebagai ajaran, bahkan agama itu sendiri,” tutur Ninik.

Dalam pandangan Ninik, sejak masa lampau, busana memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. “Seorang raja Jawa memiliki ageman lengkap yang sarat filosofi. Karena itu, saya ingin menggali lebih jauh arti ageman dari sisi kebudayaan,” ujarnya.

Ketertarikan Ninik terhadap fashion berawal dari pandangannya bahwa gaya berpakaian adalah refleksi budaya praktis masyarakat.

Sekarang 90 persen perempuan suka memakai celana panjang. Itu karena budaya berubah. Dulu orang nyampingan ke mana-mana, sekarang sudah tidak memungkinkan. Gaya berpakaian mengikuti zaman,” katanya.

Namun di balik gaya modern, Ninik justru jatuh cinta pada tekstil tradisional lurik Jawa. “Saya senang dengan hal-hal yang dibuat tangan. Waktu saya ‘terdampar’ di Jogja, saya menemukan Lurik Kurnia di Krapyak. Hampir semua warga di sana dulu penenun lurik,” kenangnya.

Dari situlah cintanya terhadap lurik tumbuh. Ia bahkan membawa karya lurik ke panggung internasional.

Show pertama saya di Bali, semua pakai lurik. Saat tampil di Hong Kong pun saya tetap bawa lurik. Buat saya, itu identitas yang istimewa,” ujarnya

Meski kini tekstil tradisional menghadapi tantangan karena minimnya regenerasi pengrajin, Ninik yakin lurik dan batik masih punya masa depan.

Yang penting kita ciptakan karya yang indah dan berguna. Dari situ akan lahir nilai ekonomi dan budaya.

Tukirno B. Sutejo: Ageman, Gegaman, dan Jejak Filosofi Peradaban

Seniman Tukirno B. Sutejo atau akrab disapa Pak Tejo, memandang ageman tidak sekadar pakaian, tetapi senjata peradaban yang menyatukan unsur batik, wayang, dan keris dalam satu kesadaran budaya

Saya mencoba mengulik tentang gegaman—senjata masa lalu, kini, dan nanti. Dalam peradaban Jawa, ageman, batik, dan keris itu seperti tiga pondasi budaya yang saling melengkapi. Kalau tidak dibicarakan, maka sebagian dari kebudayaan itu hilang,”Paparnya

Menurut Tejo, setiap motif batik atau bentuk senjata memiliki narasi yang saling berkaitan. Dari tombak Kyai Plered hingga kisah Arya Penangsang, semuanya adalah simbol perjalanan manusia dalam mencari keseimbangan antara kekuatan dan kebijaksanaan.

Ageman hari ini bisa dimaknai sebagai identitas personal dan kolektif. Ia hidup dalam cerita, dalam perbuatan, dan dalam cara kita memahami makna diri,” tambahnya.

Agus Ismoyo: Ageman Sebagai Dasar Kreativitas dan Kesadaran Diri

Seniman batik kontemporer Agus Ismoyo menutup diskusi dengan refleksi mendalam tentang agam (pakaian) sebagai medium kesadaran dan penciptaan.

Sejak kecil saya terbiasa melihat bulan purnama. Kami bermain, bernyanyi, dan menyatu dengan alam. Dari situ saya belajar bahwa keindahan itu tumbuh dari kebersamaan dan keterhubungan,” ujarnya mengawali.

Bagi Ismoyo, setiap karya seni lahir dari akar budaya dan suara batin.

Saya pernah membuat karya berwarna putih, sobek, dan kotor. Banyak yang mengira itu pendobrakan norma, padahal itu suara hati saya—ekspresi kebebasan dan kehidupan,” ucapnya.

Dalam proses berkarya, ia mengaku tidak pernah merasa karyanya benar-benar selesai.

Kalau saya lukis, selalu ingin menambah ini dan itu. Saya sadar, saya butuh cerita—karena cerita punya awal dan akhir. Itulah keseimbangan antara pikir dan rasa,” ungkapnya.

Ismoyo juga menyinggung simbolisme dalam batik yang ia ciptakan, seperti motif beras Wutah dan semen dari kata dasar semi yang menurutnya melambangkan kesadaran tumbuh, kemakmuran, dan kesatuan dengan alam.

Batik bagi saya bukan sekadar kain, tapi jalan spiritual untuk melihat kehidupan dengan lebih jernih,” katanya menutup dengan tenang.

Ruang Seni yang Menyatukan Gagasan

Acara Wicara Malam Purnama di Babaran Segaragunung tak sekadar forum diskusi, melainkan pertemuan antara filosofi, estetika, dan spiritualitas Nusantara.
Melalui pandangan Ninik, Tukirno B. Sutejo, dan Agus Ismoyo, tema “Ageman” menjelma menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini—antara wastra lama dan ruang kreatif kontemporer.

Dari lurik hingga batik, dari gegaman hingga kesadaran diri, semua berpadu dalam satu pesan yang sama:
Bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan napas kehidupan yang terus tumbuh, bertransformasi, dan memberi makna bagi manusia hari ini.Pungkas:Ismoyo(Tyo)

Liifestyle, Nasional, Seni Budaya

Navigasi pos

Previous Post: Wellness Bukan Sekadar Yoga Saja? Tapi Tentang Gaya Hidup Sehat Holistik & Industri Pariwisata
Next Post: Agus Ismoyo Dari Putih Kusam Makna Beras Wutah dan Semen

Related Posts

  • Sultan Resmikan Taman Budaya Embung Giwangan sebagai Ikon Baru Kawasan Selatan Yogyakarta Daerah
  • Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana Buka JCWF 2025 di Solo, GKR Bendara Resmikan Gelaran Perdana di Yogyakarta Nasional
  • CHESA by Lanny Amborowati Tampilkan Elegansi Artistik di Jogja Fashion Week 2025 Fashion
  • Potensi Wellness Tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Relevansinya dengan Penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival 2025 Nasional
  • PENUTUPAN JOGJA CULTURAL WELLNESS FESTIVAL (JCWF) 2025SAMBUTAN KETUA JCWF 2025 – GKR BENDARA – Copy Nasional
  • Perkuat Literasi Digital dan Ketahanan Siber Lewat Kolaborasi Internasional Taman Pintar, UGM, dan UiTM Malaysia Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Umbul Donga di Lembah Wukir Ziarah Pengeran Joko Dan Pengeran Alit Daerah
  • ARTOTEL Wanderlust Resmi Dukung Prambanan Jazz Festival 2025: Musik, Pariwisata, dan Kreativitas Jadi Satu Irama Daerah
  • Filosofi STEM SMP Labschool UNY Menarik Perhatian PSKP Kemendikdasmen Nasional
  • Lurik Gender Fluid, Rizz Ashar Angkat Semangat Wanita Modern dalam 14 Karya Fashion
  • Pariwisata DIY di Persimpangan: GIPI Dorong Strategi Diversifikasi dan Ketahanan Industri Ekonomi
  • Sabda Watu Gilang Menggema Karaton Surakarta Menyambut Era Baru Pakoe Boewono XIV Nasional
  • Dorong Literasi Lewat Kunjungan Edukatif Wisata Pustaka Masyarakati Daerah
  • Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional 2025 Semangat Pelajar Indonesia Nasional

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme