
NASIONALTERKINI. Yogyakarta, 20 Juni 2025 – Lebih dari 200 peserta memadati Lapangan SD Negeri Tawangharjo, Pakem, Sleman, Jumat pagi (20/6) dalam rangkaian pra-acara One Earth Yoga & Meditation Festival (OEYMF) ke-17. Mengusung tema “Yoga Nuswantara: Gaya Hidup Sehat, Berdaya, dan Bahagia,” kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY, menyambut peringatan Hari Yoga Sedunia ke-11.

“Yoga bukan sekadar latihan fisik. Ia adalah pendekatan holistik menuju kesehatan dan kebahagiaan,” ungkap Iwan Susanto, perwakilan penyelenggara dari Anand Krishna Centre – Joglosemar. Ia menekankan pentingnya yoga sebagai gaya hidup yang relevan, khususnya bagi para pendidik di era penuh tantangan ini.
Ketua PGRI DIY, Dr. Didik Wardaya, turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk peningkatan kapasitas, solidaritas, dan kesehatan menyeluruh bagi para guru. “Yoga dapat menjadi praktik untuk menjaga keseimbangan diri, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat profesionalisme guru,” ujarnya.
Tak hanya menjadi sarana kebugaran, kegiatan ini juga mengangkat kembali warisan spiritual bangsa melalui konsep Yoga Dwipantara, bagian dari peradaban Nuswantara yang mengakar dalam sejarah.
Pendiri Anand Ashram, Guruji Anand Krishna, melalui pesannya menegaskan bahwa “Yoga adalah jalan hidup yang membebaskan manusia dari sekat-sekat agama, budaya, dan tradisi—menjadi insan penuh kasih yang universal.”
Acara ini menggunakan pendekatan Ananda’s Integral Meditative (AIM) Yoga, sebuah metode holistik rancangan Anand Krishna yang mengintegrasikan pernapasan, meditasi, dan transformasi batin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian besar One Earth Yoga & Meditation Festival (OEYMF) 2025, yang akan mencapai puncaknya pada 21 Juni 2025 di Clawi, Berbah, Sleman, dengan semangat menyuarakan tema global “Yoga for Our Earth, Our Health” ke seluruh penjuru Nusantara.Pungkas:Didik(Tyo)
