
Menguatkan Ekosistem Fashion Yogyakarta melalui Ruang Cerita dan Showroom Karya
NASIONALTERKINI. Yogyakarta,Suasana lobi Grand Diamond Hotel Yogyakarta siang itu terasa berbeda. Cahaya lampu-lampu hangat berpadu dengan deretan karya busana yang tertata rapi, menciptakan atmosfer galeri modern di tengah ruang publik hotel.Lounching kolaborasi kreatif bersama House of L’MAR, sebuah ruang inkubasi desainer yang selama ini menjadi tempat lahirnya karya-karya mode kontemporer Yogyakarta di bawah arahan desainer Lia Mustafa.Rabu:25/11/2025 di Diamond Hotel Yogyakarta Jam:15.30Wib

Acara berlangsung penuh makna. Hadir GKBRAA Gusti Kanjeng Bendoro “Gusti Putri” Puro Pakualaman, para desainer muda, perajin, serta tamu dari industri kreatif dan perhotelan. Kehadiran Gusti Putri memberi legitimasi bahwa kerja sama ini bukan sekadar program pameran musiman, melainkan bagian dari upaya jangka panjang memperkuat ekosistem kreatif Yogyakarta.
Gusti Putri: Dorongan untuk Perajin Muda dan Wastra Nusantara
Dalam sambutannya Gusti Putri menilai kolaborasi Grand Diamond Hotel–House of L’MAR sebagai langkah strategis bagi keberlanjutan perajin dan pembatik muda.
Para pembatik muda harus berani menjadi rajanya sendiri. Kita harus merangkul mereka agar kualitas karya meningkat dan kesejahteraan perajin ikut tumbuh,”Tutur: Gusti Putri.
Beliau menegaskan pentingnya ruang pertemuan antara perajin, desainer, dan publik agar kreativitas yang tumbuh di masyarakat tidak berhenti pada proses produksi, tetapi beranjak menjadi kekuatan ekonomi budaya yang berkelanjutan.
Lia Mustafa: Membangun Ruang Cerita bagi Desainer Muda
Lia Mustafa selaku Owner House of L’MAR, menyebut kolaborasi ini sebagai “kejutan yang menyenangkan” yang membuka peluang baru bagi desainer muda.
Kadang ruang bercerita teman-teman desainer itu kurang. Kalau bertemu langsung dengan desainernya, ceritanya akan berbeda. Mereka bisa menjelaskan dari hulunya—kain, konsep, filosofi—hingga hilirnya, yaitu penjualan,” ungkap Lia.
House of L’MAR akan mengisi ruang pamer Grand Diamond Hotel hingga pertengahan 2026.
“Setiap bulan kami menampilkan tiga desainer. Konsepnya seperti galeri yang hidup—ada interaksi, ada gathering, ada cerita yang mengalir,” tambahnya.
Lia kembali menegaskan komitmennya: mengangkat wastra Nusantara dan menerjemahkan tradisi menjadi karya modern yang relevan di pasar global saat ini.
Deppy Meilina: “Kami Punya Ruang, dan Ruang Ini untuk UMKM Kreatif Jogja”
Narasumber ketiga, Deppy Meilina, General Manager Grand Diamond Hotel Yogyakarta, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginannya memaksimalkan fasilitas hotel untuk kemajuan industri kreatif lokal.
Kami bagian dari pariwisata. Saya punya ruang, saya punya akses tamu. Kenapa tidak saya gunakan untuk membantu para perajin dan desainer?” ujarnya.
Menurut Deppy, banyak perajin Yogyakarta memiliki kualitas kelas dunia, namun sering kali tidak memiliki ruang pamer yang memadai. Showroom di hotel memungkinkan tamu melihat dan membeli produk secara langsung, sembari memahami cerita di balik setiap karya.
Ia menilai bahwa kondisi pariwisata 2025 yang dinamis justru membutuhkan gebrakan kreatif seperti ini.
Jogja itu magnet budaya. Kolaborasi seperti ini bisa menjadi pemantik baru,” tegasnya.
Peresmian Ditandai Pemukulan Gong
Momen puncak acara terjadi saat Gusti Putri memukul gong sebagai tanda resmi dimulainya kolaborasi Grand Diamond Hotel x House of L’MAR. Suara gong menggema di lobi hotel, disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Simbol ini menandai dimulainya rangkaian showcase bulanan, mini exhibition, hingga ruang interaksi kreatif antara desainer, perajin, dan para pengunjung yang akan berlangsung hingga pertengahan 2026.
Menuju Prawirotaman Fashion on the Street 2026
Kolaborasi ini akan berjalan hingga Juli 2026, beriringan dengan persiapan Prawirotaman Fashion on the Street 2026, salah satu agenda besar yang selalu menampilkan karya terbaik desainer muda binaan House of L’MAR.
Grand Diamond Hotel memberikan dukungan penuh berupa pemanfaatan area lobi untuk pameran tematik, diskusi, hingga pertemuan komunitas kreatif setiap bulan.
Semoga setelah ini banyak tamu berkata: kalau ke Jogja, ada ruang untuk melihat karya perajin, batik, dan fesyen lokal,” tutup Deppy.
Daftar Desainer yang Menampilkan Karya dalam Kolaborasi Ini
Wearlori, Wening Angga, Irun Maulana, Melati Soedjarwo, Fariz Ashar, Alma Riva, Asoka, Haef, Zamwarir, Astuti Arinda, Lia Mustafa / House of L’MAR(Tyo)
