
NASIONALTKINI. Yogyakarta Kota Seni Budaya dan Pariwisata yang serba cepat, Sacred Axis Healing Retreat hadir sebagai ruang jeda yang memulihkan. Program ini mengajak peserta menyusuri poros sakral Yogyakarta—Merapi, Keraton, hingga Laut Selatan—yang sejak lama dikenal sebagai Sumbu Imajiner atau Sacred Axis, garis kosmologis yang dipercaya sebagai pusat keseimbangan alam dan manusia.
Retreat ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan pengalaman kuratorial lintas-ruang yang menyatukan spiritual wellbeing, tradisi budaya Jawa, serta ritus penyucian yang merawat tubuh, pikiran, dan batin. Akan di Gelar pada Sabtu, 29 November 2025, mulai pukul 05.30 hingga 16.00 WIB, program ini menghadirkan 14 prosesi profesional yang dipandu oleh para pengampu budaya, abdi dalem Keraton Yogyakarta, dan praktisi wellness terverifikasi JCWF.

Transformasi Lewat Prosesi Penyucian dan Penyelarasan
Saat dihubungi melalui telepon pada Jumat, 28 November 2025, Agus Budi Rachmanto, selaku Sekretaris Umum DPD PUTRI DIY, menjelaskan bahwa Sacred Axis Healing Retreat dirancang sebagai ruang pemulihan yang terstruktur dan mendalam.

“Program ini kami susun agar setiap peserta dapat mengalami perjalanan batin yang utuh—mulai dari pembersihan diri, penyelarasan energi, hingga peneguhan niat hidup. Semua prosesnya mengalir lembut, tetapi memiliki landasan yang kuat dalam filosofi dan budaya Jawa,”Jelasnya

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa retreat ini merupakan bentuk kontribusi sekaligus pengabdian budaya untuk menjaga kesinambungan pengetahuan leluhur yang selaras dengan prinsip wellbeing masa kini.
“Melalui pendekatan akademis dan experiential learning, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menenangkan, tetapi juga mencerahkan dan relevan bagi kehidupan modern,” tuturnya.

Lampah Jantra: Ritus Keindahan yang Menyembuhkan
Salah satu inti dari retreat ini adalah Lampah Jantra, sebuah Yasan Dalem dari
Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawana Ka-10, Suryaning Mataram, Senapati Ing Alaga, Langgenging Bawana Langgeng, Langgenging Tata Panatagama, Ing Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Lampah Jantra menggambarkan perjalanan manusia dalam lingkar kehidupan yang terus berputar dan bertumbuh. Jantra sebagai simbol lingkaran abadi merepresentasikan dinamika hidup: terang dan bayangan, riuh dan hening, luka dan pemulihan—semuanya saling melengkapi.

Dengan perpaduan Wiraga, Wirama, dan Wirasa, Lampah Jantra menciptakan ruang batin yang mengundang penonton untuk mengalami keheningan yang menenteramkan sekaligus keindahan yang menyembuhkan.

Ruang Pulang bagi Diri
Sacred Axis Healing Retreat menjadi momentum bagi peserta untuk kembali ke dalam diri. Di sepanjang poros sakral Yogyakarta, perjalanan ini membuka ruang untuk merayakan kesadaran, menata napas, dan memeluk kembali keseimbangan yang mungkin terabaikan.
Seperti ditegaskan Agus Budi Rachmanto, retreat ini bukan hanya rangkaian kegiatan, tetapi sebuah ruang pulang—tempat di mana tubuh, pikiran, dan jiwa dapat duduk bersama dalam harmoni.Tutup:Rachman(Tyo)
