Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Media: NASIONALTERKINI. COM Mengucapkan “Slamat Dan Sukses” Nasional
  • Sogan Batik Rejodani X KainHalal”Tampil di Pehelatan Akbar Modest Style Runway 2026 Fashion
  • Pameran “Internasional di Taman Pintar Yogyakarta Sambut Libur Lebaran 2025: Dari Ceko hingga UMKM & Fashion Bisnis
  • Kopi Rempah hingga Sate Kronyos Meriahkan Pasar Lawas Kotagede Daerah
  • Kartini Fest 2025: Meriahkan Hari Kartini dengan Lomba Fashion Show Fashion
  • Transformasi Pariwisata Dari Kompetisi Menuju Kolaborasi dan Spiritualitas Ekonomi
  • Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni Magang di 21 Balai Pelatihan Vokasi Nasional
  • GKR Bendara Pimpin Gerakan Wellness Paling Epik Tahun Ini Yogyakarta Jadi Pusat Energi Harmoni Dunia Nasional

Jogja Tak Pernah Sepi, Tapi Apakah Pemerintah dan Industri Sudah Satu Hati?

Posted on April 21, 2025April 21, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Jogja Tak Pernah Sepi, Tapi Apakah Pemerintah dan Industri Sudah Satu Hati?

NASIONALTERKINI.Yogyakarta, kota yang dijuluki “istimewa”, seolah tak pernah benar-benar tidur. Ketika malam merayap turun, lampu-lampu Malioboro tetap menyala terang, warung angkringan mengepul di sudut-sudut gang, dan deru kendaraan terus membelah udara dari Tugu hingga Ring Road. Di kota ini, kehidupan berdetak nyaris tanpa jeda—ditopang harapan, ambisi, dan tak jarang, kemacetan yang kian tak terkendali.

Namun di balik dinamika yang mencerminkan geliat kemajuan itu, terselip pertanyaan mendasar yang kian mengusik: apakah pemerintah dan industri benar-benar melangkah seirama? Ataukah sinergi yang terlihat hanya ilusi, menyembunyikan perbedaan visi yang mendasar?

Pertanyaan tersebut mencuat dari pengamatan Agus Budi Rahman, seorang pemerhati pariwisata, saat ditemui :Minggu:20/04/2025 di sebuah kaffe diYogyakarta

Menurutnya, geliat pembangunan yang massif di kota ini kerap tak selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat lokal.

“Bukan sekadar romantisme atas Yogyakarta yang ramah dan bersahaja,” katanya. “Ini kegelisahan kolektif masyarakat yang merasa kian terpinggirkan di tengah laju investasi dan pembangunan yang tak memberi ruang untuk berpikir jangka panjang.”Ujar:Agus

Gedung-gedung komersial menjulang, hotel-hotel tumbuh bak jamur di musim hujan, dan berbagai proyek raksasa hadir dengan jargon kesejahteraan. Namun siapa yang benar-benar merumuskan arti “kemajuan” itu? Apakah suara warga lokal, pelaku UMKM, seniman jalanan, petani pinggiran, dan mahasiswa turut dipertimbangkan? Atau justru arah pembangunan digerakkan oleh elite ekonomi dan pembuat kebijakan yang berjauhan dari denyut kehidupan warga?

Realitasnya mulai terlihat gamblang: identitas budaya Yogyakarta perlahan terkikis. Kota yang dahulu menjadi rumah bagi keberagaman dan kreativitas kini mulai bergeser ke arah yang lebih eksklusif. Julukan “kota pelajar” pun terasa makin mahal dan asing bagi mereka dari keluarga berpenghasilan rendah. Sementara itu, industri pariwisata dan properti berkembang pesat—sering kali dengan dukungan penuh dari kebijakan pemerintah—namun tidak serta-merta berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil.Paparnya

Secara formal, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri tampak solid. Namun jika dilihat lebih jeli, pertanyaan penting muncul: ke mana arah pembangunan ini sebenarnya? Apakah semua pihak memiliki visi yang sama? Ataukah mereka sekadar menari dalam irama kepentingan ekonomi jangka pendek dan dinamika politik yang berubah-ubah?Jelasnya

Yogyakarta memang tak pernah sepi. Tapi dalam hiruk-pikuk itulah, kesepian mulai terasa. Kesepian karena tidak didengar. Karena menjadi objek pembangunan, bukan subjek yang dilibatkan. Karena kebijakan-kebijakan besar seolah lahir dari menara gading, jauh dari ruang dialog publik yang inklusif.Ungkapnya

Kini, kita dihadapkan pada dilema fundamental: mungkinkah kota ini mencintai kemajuan tanpa mengorbankan jati dirinya? Bisakah kita membangun ekonomi yang tangguh tanpa meruntuhkan nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi?

Yogyakarta mengajarkan bahwa pertanyaan-pertanyaan semacam ini harus terus diajukan. Keistimewaan sejati tak terletak pada status administratif, tetapi pada keberanian untuk bertanya, berdialog, dan membentuk arah bersama.Imbuh:Agus

Jogja memang tak pernah sepi. Tapi di tengah kebisingan dunia yang terus bergerak, masihkah kita mampu mendengar suara hati?Pungkas:Agus(Tyo)

Ekonomi, Pariwisata, Seni Budaya

Navigasi pos

Previous Post: Berburu Harta Karun Lawas di Pasar Klithikan Pakuncen Yogyakarta
Next Post: Jogja Tetap Jadi Magnet Wisata, Pemerintah dan Industri Harus Kompak

Related Posts

  • Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran Babak Baru Mobilitas & Wisata Jogja Selatan Ekonomi
  • Wali Kota Yogyakarta: Air Minum Mandiri adalah Kunci Kedaulatan Pangan dan Energi Bisnis
  • Wisata Panen Raya di Sleman Filosofi Padi dan Peran Perempuan Tani Daerah
  • Olifant School Berpartisipasi di PBTY XXI, Tegaskan Komitmen Pendidikan Multikultur Pendidikan
  • PUTRI Dorong Sinergi Nasional: Rakernas 2025 Tegaskan Kolaborasi Strategis Pemerintah–BUMN–Industri Wisata Nasional
  • Kali Gowang dan Tapak Tilas Ki Ageng Giring Refleksi Wellness dari Gunungkidul Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • HUT ke-2 Loman Park Hotel Momentum Kolaborasi Pariwisata dan UMKM Sleman Daerah
  • GKR Bendara Kenalkan Program Wellness Khas Yogyakarta Bersama Menteri Pariwisata Nasional
  • Penutupan “Srawung Rasa Nuswantara”: Saat Manusia Diajak Kembali Mengenali Dirinya Umum
  • Royal Darmo Malioboro Hadirkan Program Spesial Ramadan 2026, Sajikan 70 Menu Berbuka hingga Paket Menginap HOTEL
  • Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh di Monas Nasional
  • Dukungan untuk Kawendra Sosok Tepat Lanjutkan Kepemimpinan GEKRAFS Indonesia Bisnis
  • Sholat Idul Fitri di Mapolda DIY Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan yg Daerah
  • Tokoh Pakar Keistimewaan Yogyakarta Hadiri Peringatan HUT ke-80 RI, UU Keistimewaan ke-13, dan Maulid Nabi di Ponpes Ma’rifatullah Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme