foto=Lounching Jogja Fashion Week (JFW) 2026

NASIONALTERKINI.COM. Lounching Jogja Fashion Week (JFW) 2026 resmi diluncurkan dalam seremoni di Student Center, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu:12/02/2026 pukul 15.00 WIB. Memasuki tahun ke-21 sejak pertama kali digelar pada 2006, JFW terus menegaskan posisi Yogyakarta sebagai salah satu barometer fesyen nasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa perjalanan panjang JFW menjadi bukti konsistensi Yogyakarta dalam membangun ekosistem industri fesyen yang berkelanjutan.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Dewan Penasehat KADIN DIY serta Wakil Ketua Dekranasda DIY.Tazbir Abdullah, perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto (fungsi difusi), Dina Fania dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan Dekranasda DIY, pimpinan perbankan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kepala dinas perindag kabupaten/kota se-DIY, asosiasi fesyen, pelaku usaha, desainer, hingga media.

“Jogja Fashion Week telah memasuki usia ke-21. Ini perjalanan panjang yang menegaskan DIY sebagai salah satu rujukan tren fesyen di Indonesia,” ujar Yuna.

Mengusung tema “Roots to Resonance”Beyond JFW 2026 dimaknai sebagai perjalanan kreatif yang berakar kuat pada warisan tradisi, identitas, serta nilai-nilai lokal Yogyakarta, kemudian bertransformasi menjadi resonansi global yang modern. Tema ini sejalan dengan semangat zaman yang menuntut keberlanjutan, inklusivitas, dan ekspresi kreatif lintas generasi.

Menurut Yuna, JFW 2026 diharapkan menjadi pengungkit penting dalam ekosistem industri kreatif, khususnya sektor fesyen yang memiliki potensi pasar besar di tingkat nasional maupun global. Yogyakarta dinilai memiliki posisi strategis berkat kekayaan budaya dan kekuatan produk turunannya, mulai dari batik, tenun, kulit, kriya tekstil, aksesori, hingga desain kontemporer.

“Melalui penyelenggaraan ini diharapkan tercipta multiplier effect yang signifikan, tidak hanya dari sisi transaksi bisnis, tetapi juga berdampak pada sektor transportasi, perhotelan, restoran, pariwisata, dan subsektor ekonomi kreatif lainnya,” katanya.

Jogja Fashion Week 2026 akan digelar pada 13–16 Agustus 2026 di Hall A, B, dan C Jogja Expo Center (JEC), Jalan Janti, Yogyakarta, bekerja sama dengan PT More Media Kreasi Indonesia.

Rangkaian kegiatan JFW 2026 meliputi fashion exhibition yang menargetkan lebih dari 150 tenant, fashion show dengan partisipasi sekitar 160 desainer dari DIY dan nasional, fashion business talk, business matching, hingga kompetisi fesyen bagi desainer muda dan kreator pemula berbakat.

Selain itu, untuk pertama kalinya akan digelar agenda praacara bertajuk “Roots to Jogja Fashion Beat 2026” pada Juni mendatang. Kegiatan ini mengangkat konsep gaya hidup dan pakaian fungsional untuk olahraga seperti lari, bersepeda, hingga padel yang tengah populer.

Disperindag DIY menargetkan nilai transaksi sebesar Rp 2,5 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 16.000 orang selama penyelenggaraan.

Sementara itu, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam (Gusti Putri) menyampaikan apresiasi atas konsistensi JFW sebagai ruang kolaborasi industri kreatif.

“Memasuki usia ke-21, Jogja Fashion Week membuktikan bahwa Yogyakarta bukan sekadar kota budaya, tetapi juga episentrum kreativitas yang tidak pernah berhenti berdenyut,” Tuturnya

Dengan mengucapkan basmalah, Gusti Putri secara resmi membuka launching Jogja Fashion Week 2026.(Tyo)

Redaksi=terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *