Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Lia Mustafa Bawa Batik Mataraman ke Australia: Diplomasi Fesyen dari Yogyakarta ke Melbourne Fashion
  • Penandatanganan Nota Kesepahaman Kanwil Kemenkum DIY dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di DIY Umum
  • Royal Darmo Malioboro Hotel Tawarkan Promo Spesial Ramadan dan Lebaran 2025 Daerah
  • 33 Hotel di Indonesia Raih Penghargaan MICHELIN Keys, Bukti Pariwisata Naik Kelas Ekonomi
  • “Modest in Style to Ramadan”, Panggung Fashion Ramadan yang Elegan di Yogyakarta Fashion
  • Prawirotaman Fashion on The Street: Galang Prita Dewi Hadirkan Koleksi “RAUT RIMBA” dari DENAYU Fashion
  • Jamu Tradisional Jogja Menuju Pasar Global Nasional
  • Menanam Harapan Pemkab Sleman dan Jasamarga Tanam 1.500 Pohon untuk Masa Depan Lestari Daerah

Pariwisata DIY di Persimpangan: GIPI Dorong Strategi Diversifikasi dan Ketahanan Industri

Posted on April 16, 2025April 16, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Pariwisata DIY di Persimpangan: GIPI Dorong Strategi Diversifikasi dan Ketahanan Industri
Bobby Ardiyanto

NASIONALTERKINI. Sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah memasuki masa kritis. Tak disebabkan oleh bencana atau pandemi, melainkan oleh regulasi: Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Kebijakan yang bertujuan menata pariwisata nasional itu justru membawa dampak signifikan bagi ekosistem wisata di DIY.

Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto, menegaskan bahwa keberadaan Inpres ini menggerus denyut utama sektor wisata, terutama dari aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dan study tour yang selama ini menjadi tulang punggung wisata domestik.

“Sekitar 60 persen kegiatan MICE DIY berasal dari instansi pemerintah. Sementara larangan study tour oleh sejumlah daerah menghapus hampir 40 persen potensi kunjungan wisatawan. Ini membuat kita harus realistis dan segera menyusun langkah antisipatif,” ujar Bobby dalam pertemuan strategis GIPI DIY :Rabu:16/04/2015 di Java Villas Yogyakarta,

Membangun Ulang Arah Strategi Pariwisata

Menghadapi situasi ini, GIPI DIY menawarkan sejumlah strategi diversifikasi pasar dan optimalisasi sumber daya yang ada. Bobby memaparkan beberapa langkah kunci yang dinilai krusial untuk mempertahankan daya saing pariwisata DIY:

Menghidupkan kembali pasar weekday tourism dengan menghadirkan produk menarik di hari kerja.

Menyusun paket bundling wisata berbasis pendidikan, seperti mengintegrasikan jadwal wisuda dan MICE kampus.

Kolaborasi pelaku event dengan industri wisata dalam program pra dan pasca-event.

Pengembangan wellness dan medical tourism, dengan ekosistem seperti Jogja Creative Wellness Festival (JCWF).

Penguatan sport tourism melalui event olahraga dan atraksi pendukung.

Revitalisasi desa wisata melalui konsep Community-Based Tourism dan festival tematik.

Sinkronisasi program promosi UMKM dan pusat belanja dengan bundling wisata seperti program great sale.

“Strategi ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan orkestrasi lintas pemangku kepentingan agar bisa memperkuat ekosistem wisata secara berkelanjutan, terutama di masa weekdays yang selama ini kurang tergarap,” tegas Bobby.

Agus Budi Rahman

Selanjudnya Agus Budi Rahman Wakil Ketua Bidang Objek Daya Tarik Wisata dan Event GIPI DIY, menyoroti paradoks yang lahir dari kebijakan Inpres tersebut. Menurutnya, banyak pelaku wisata kecil—dari homestay hingga komunitas lokal—justru tergencet oleh aturan yang terlalu teknokratis.

“Homestay yang belum tersertifikasi terpaksa tutup. Pemandu wisata non-formal kehilangan ruang geraknya. Komunitas yang selama ini jadi penggerak destinasi alternatif malah terjebak dalam birokrasi,” jelas Agus.

Ia menilai bahwa regulasi ini berpotensi mengubah wajah pariwisata DIY yang selama ini inklusif dan berbasis rakyat menjadi industri yang eksklusif dan tidak ramah terhadap inisiatif akar rumput.

“Kita paham pentingnya profesionalisme, tapi regulasi harus punya empati pada realitas lapangan. Jika tidak, sektor ini bukan hanya kehilangan pemasukan, tapi juga kehilangan jiwanya,” tegas Agus.

Menuju Pariwisata DIY yang Tangguh dan Adaptif

Baik Bobby maupun Agus sepakat bahwa momentum ini harus menjadi titik refleksi untuk merumuskan ulang arah pariwisata DIY—dari sekadar destinasi menjadi ekosistem yang tangguh, adaptif, dan berkeadilan.

“Kami tidak menolak regulasi, tapi kami ingin memastikan bahwa kebijakan dibuat dengan mendengar suara pelaku di bawah. Kalau tidak, kita hanya membangun dari atas, tanpa fondasi yang kuat di akar,” Papar: Agus.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama menuju pariwisata DIY yang lebih responsif, inovatif, dan tetap berpihak pada masyarakat.Tutup :Agus(Tyo)

Ekonomi, Pariwisata, Umum

Navigasi pos

Previous Post: Sarasehan Lintas Iman: Guyub Rukun Jogja Tanpa Daging Anjing
Next Post: Kalurahan Condongcatur Gelar Rapat Koordinasi Pembangunan Jalan Konblok Tahun 2025

Related Posts

  • Wali Kota Yogyakarta Resmikan Hotel 1O1 Urban Heritage Lynn Prawirotaman Yogyakarta Daerah
  • Grand Final Dimas Diajeng Jogja 2025 Apresiasi Generasi Hebat dan Harapan untuk Masa Depan Yogyakarta Daerah
  • 4 Rumah Dinas Baru Polsek Tepus Diresmikan,di Kawasan Pantai Selatan Daerah
  • Strategi Nataru Loman Park Hotel Berbuah Manis, Okupansi Tembus 90% Nasional
  • Liburan Panjang di Taman Pintar, Anak-Anak Belajar Sambil Bermain Daerah
  • Pelatihan Jurnalistik untuk Penguatan Informasi HIV/AIDS Yogyakarta Pendidikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Festival Barang Antik, Unik, dan Kreatif Menghidupkan Kembali Romantisme Pasar Klithikan Pakuncen Daerah
  • Hari Buruh Dirayakan Jalan Santai dan Senam Massal Daerah
  • Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam Rakernas JKPI 2025 Jadi Momentum Merawat Warisan Budaya Nusantara Nasional
  • Loman Park Gelar Festival Burung Berkicau: Ajang Bergengsi Pecinta Kicau Mania dari Seluruh Jawa Pariwisata
  • SKAGATA 5K 2026 SMKN3 Jogja Kembali Digelar, Hadirkan Kategori Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional
  • Membangun Kesadaran Lingkungan Melalui Integrated Eco Management di Destinasi Wisata Daerah
  • Wali Kota Yogyakarta: Air Minum Mandiri adalah Kunci Kedaulatan Pangan dan Energi Bisnis
  • JCWF 2025 Week #4 Sukses DigelarYogyakarta Hidupkan Kembali Spirit Wellness Berbasis Budaya Nasional

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme