
foto=kegiatan wellness tourism di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Gunungkidul
NASIONALTERKINI.COM.GUNUNGKIDUL. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan kualitas hidup yang lebih baik, Yayasan Vassati Socaning Lokika bersama Genitri Eco Wellness menghadirkan sebuah destinasi eco-wellness tourism di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Gunungkidul. Destinasi yang diperkenalkan pada Sabtu, 30 Mei 2026 ini menawarkan pengalaman pemulihan diri yang berpijak pada kekuatan alam, kesadaran hidup, dan harmoni dengan lingkungan.

Lebih dari sekadar tempat wisata, kawasan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan penyegaran jiwa, di mana pengunjung dapat merasakan kembali hubungan yang sering terlupakan antara manusia dan alam. Dikelilingi rimbunnya pepohonan serta udara hutan yang segar, Tahura Bunder diharapkan menjadi tempat bagi siapa saja yang ingin beristirahat sejenak dari ritme kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan.

Ketua Yayasan Vassati Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto, mengatakan bahwa hutan bukan hanya aset ekologis, tetapi juga sumber kesehatan alami yang mampu memberikan manfaat bagi tubuh, pikiran, dan jiwa.
“Kami ingin mengajak masyarakat kembali menyadari bahwa alam adalah ruang penyembuhan yang telah disediakan Tuhan. Ketika manusia kembali dekat dengan alam, mereka tidak hanya memperoleh ketenangan, tetapi juga kesempatan untuk memulihkan keseimbangan hidup secara utuh. Karena itu, kami melihat Tahura Bunder sebagai lokasi yang sangat ideal untuk menghadirkan konsep wellness berbasis alam,” ujar Fajar.

Melalui kolaborasi dengan Genitri Eco Wellness, berbagai program dirancang untuk menghadirkan pengalaman kesehatan yang menyeluruh. Pengunjung dapat mengikuti aktivitas forest relaxation atau relaksasi hutan, berjalan menyusuri jalur hutan kayu putih, berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon, hingga menikmati sesi live cooking di alam terbuka yang mengangkat pangan sehat berbasis bahan alami.
Tak hanya itu, edukasi mengenai ketahanan pangan mandiri dan gaya hidup sehat juga menjadi bagian penting dalam program ini melalui kelas-kelas yang difasilitasi oleh Hijaunesia. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang membangun hubungan yang sehat dengan makanan, lingkungan, dan pola hidup sehari-hari.
Perwakilan Genitri Eco Wellness, M. Taqiyuddin, menjelaskan bahwa konsep yang dihadirkan di Tahura Bunder menggabungkan unsur relaksasi, edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu pengalaman yang utuh.
“Wellness bukan sekadar merasa nyaman sesaat, tetapi proses untuk menemukan kembali keseimbangan antara tubuh, pikiran, emosi, dan lingkungan. Karena itu, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan makna dan dampak positif bagi kehidupan pengunjung setelah mereka kembali ke rumah,” ungkapnya.
Pihak pengelola Tahura Bunder menyambut baik kolaborasi tersebut karena sejalan dengan upaya konservasi kawasan hutan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Kehadiran destinasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan, saling menguatkan, dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan mengusung semangat healing through nature, destinasi wellness di Tahura Bunder menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan wisata. Ia menjadi ruang untuk memperlambat langkah, mendengarkan kembali suara alam, serta menemukan ketenangan yang mampu menumbuhkan kesehatan dan kebahagiaan yang lebih berkelanjutan.Versi ini lebih kuat dari sisi filosofi wellness, eco-healing, mindfulness, keseimbangan tubuh-pikiran-jiwa, dan hubungan manusia dengan alam.Tutup:Taqiyuddin(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
