
foto:relawan loman park hotel yogyakarta dan komunitas pembersih masjid (kpm) saat membersihkan area masjid di yogyakarta.
NASIONALTERKINI.COM Setiap akhir pekan, denyut gotong royong kembali terdengar di sudut-sudut Yogyakarta. Bukan dari panggung acara atau arena festival, melainkan dari halaman masjid-masjid kampung. Di sana, manajemen dan karyawan Loman Park Hotel Yogyakarta bergerak bersama Komunitas Pembersih Masjid (KPM), menyingsingkan lengan baju dan langsung turun kerja: menyapu, mengepel, menyedot debu karpet, hingga membersihkan area wudhu.Minggu:23/11/2025

Yang mereka lakukan bukan sekadar merapikan ruang ibadah. Ada sesuatu yang lebih halus namun kuat terasa: membersihkan hati, merawat silaturahmi, dan menjaga masjid sebagai pusat kehidupan sosial warga.
Handono S. Putro, pimpinan puncak Loman Park Hotel Yogyakarta sekaligus co-founder dan inisiator Komunitas Pembersih Masjid bersama Yunus, founder dan chairman KPM, menyebut kegiatan ini berangkat dari sesuatu yang sederhana—“hobi membersihkan rumah-rumah Allah.” Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan gagasan besar.

“Masjid itu sebaiknya menjadi poros pemersatu, ruang silaturahmi, dan pusat peradaban masyarakat. Maka ia harus dimakmurkan, dirawat, dan dihidupkan dengan kegiatan yang baik serta bersifat ukhrawi, selain tentu sebagai tempat ibadah berjamaah,” ujar Handono.

Gerakan ini bukan proyek seremonial. Ia lahir dari kesukarelaan, tumbuh dari kesadaran, dan terus bergerak dari satu masjid ke masjid lain. Para relawan datang dengan wajah sumringah, bekerja tanpa pamrih, dan pulang dengan hati yang lebih lapang.
Terima kasih kepada seluruh relawan yang tak lelah menjaga semangat ini. Selama masih ada tangan-tangan yang ingin bekerja dan hati yang ingin memberi, Loman—kebaikan—akan terus menular. Mari terus menebar manfaat.Tutup:Handono:(Tyo)
