
foto=Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meresmikan kegiatan Penguatan Pengelolaan Dana Kalurahan/Kelurahan
NASIONALTERKINI.COM.Yogyakarta.Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meresmikan kegiatan Penguatan Pengelolaan Dana Kalurahan/Kelurahan yang Transparan, Akuntabel, dan Bebas Korupsi di Embung Giwangan, Kota Yogyakarta, Selasa:28/4/2026

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat kalurahan dan kelurahan agar semakin bersih, akuntabel, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sultan menegaskan pemerintah di tingkat paling dekat dengan rakyat tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memikul amanah pelayanan publik yang menuntut integritas dan laku pengabdian.
Menurut Sri Sultan, kalurahan dan kelurahan merupakan wajah pertama negara yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pengelolaan dana publik di tingkat tersebut harus dilakukan secara tertib, efisien, serta bebas dari penyimpangan.
“Singkirkan jauh-jauh pikiran untuk berbuat jahat dan tinggalkan perilaku kotor. Setiap tindakan harus dijalankan dengan kepekaan dalam membaca amanat publik,”
Sultan menyampaikan, integritas tidak hanya diuji saat menghadapi persoalan besar, tetapi justru bermula dari kemampuan mencegah penyimpangan sejak hal-hal kecil. Spirit Laku Sasmita, Amrih Nirmala, kata dia, menjadi pengingat agar aparatur pemerintahan menjaga kemurnian pengabdian dalam menjalankan amanah rakyat.
Ia menegaskan pengelolaan dana publik harus mampu menghindari kebocoran anggaran, menjamin efektivitas penggunaan dana, serta memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat.
“Yang kita bangun bukan hanya sistem, tetapi peradaban birokrasi,” katanya.
Sultan juga menyinggung refleksi pribadinya memasuki usia delapan dasawarsa. Baginya, usia bukan sekadar penanda waktu, melainkan pengingat untuk terus menjaga tanggung jawab pengabdian kepada rakyat.
“Saya tidak memandangnya sebagai angka, melainkan pengingat untuk terus menjaga amanah rakyat dalam lintasan usia yang tetap jelas,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Sultan secara resmi membuka kegiatan penguatan pengelolaan dana kalurahan dan kelurahan.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Penguatan Pengelolaan Dana Kalurahan/Kelurahan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutur:Sri Sultan.
Forum ini juga menjadi penegasan bahwa penguatan tata kelola di tingkat akar rumput bukan hanya persoalan administrasi, melainkan bagian dari upaya membangun birokrasi yang bersih dan menjaga martabat pemerintahan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah DIY mendorong budaya tata kelola yang transparan dan berintegritas agar pembangunan dari level kalurahan dan kelurahan berjalan berkelanjutan serta berpihak pada kepentingan rakyat.Tutup:Sri Sultan(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
