
Foto=kegiatan kolaborasi lintas sektor. Yayasan Vesta Indonesia menggelar forum edukasi dan pendampingan bersama
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA Upaya memperkuat perlindungan perempuan rentan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Yayasan Vesta Indonesia menggelar forum edukasi dan pendampingan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta, Selasa (28/4/2026), dengan menekankan pentingnya sinergi untuk pemenuhan hak-hak perempuan, khususnya perempuan pekerja seks dan populasi kunci.
Forum ini tak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan jejaring antara pemerintah, komunitas sipil, lembaga pendidikan, hingga aparat penegak hukum dalam membangun sistem perlindungan yang lebih inklusif dan bebas diskriminasi.
Beragam isu strategis mengemuka, mulai dari kekerasan terhadap perempuan, kesehatan reproduksi, akses perlindungan hukum, hingga pemberdayaan ekonomi sebagai pintu menuju kemandirian kelompok rentan.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Yayasan Vesta dalam mengawal kerja-kerja edukasi, advokasi, dan pendampingan sosial di tingkat akar rumput.
“Edukasi, pendampingan, dan advokasi seperti ini penting sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial yang kompleks. Apa yang dilakukan Vesta memberi kontribusi positif bagi kesehatan sosial masyarakat,” ujarnya.
Menurut Polana, kehadiran Kesbangpol dalam forum itu merupakan bentuk dukungan terhadap organisasi masyarakat yang aktif memperkuat ketahanan sosial. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan organisasi masyarakat sekaligus fasilitasi kegiatan, termasuk bantuan operasional terbatas untuk peserta dan narasumber.
Ia menegaskan, meski dukungan anggaran tahun ini lebih terbatas, ruang kolaborasi tetap terbuka.
“Karena keterbatasan anggaran, diperlukan percepatan pengajuan dan sinergi agar kegiatan-kegiatan baik seperti ini tetap bisa terfasilitasi,” katanya.
Menariknya, forum juga melahirkan sejumlah alternatif baru untuk memperluas jangkauan edukasi, termasuk kemungkinan mendorong pendidikan komprehensif melalui jalur Dispora maupun asrama mahasiswa—sebuah opsi yang sebelumnya dinilai belum banyak dimanfaatkan.

Sementara Officer Yayasan Vesta Indonesia, Azila, menilai dialog lintas sektor seperti ini penting untuk memetakan peran masing-masing pihak dalam pemenuhan hak asasi perempuan rentan.
Ia mendorong agar kerja perlindungan tidak berhenti pada advokasi kasus, tetapi diperkuat lewat kolaborasi konkret antarlembaga.
“Kami mendorong semua lintas sektor dan komunitas untuk bersinergi. Dari forum ini justru muncul banyak alternatif baru yang bisa diupayakan bersama untuk pemenuhan hak, termasuk edukasi bagi mahasiswa dan pelajar yang selama ini masih sering mengalami kebingungan ruang masuknya,” ujar Azila.
Menurutnya, pendekatan perlindungan perempuan, khususnya bagi perempuan pekerja seks dan populasi kunci, membutuhkan dukungan multisektor karena persoalannya beririsan dengan pendidikan, kesehatan, hukum, dan kesejahteraan sosial.
Dalam diskusi, kolaborasi dengan sekolah, pemerintah daerah, kepolisian hingga UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) juga dinilai krusial, terutama untuk penguatan edukasi kesehatan reproduksi remaja dan percepatan pendampingan korban kekerasan.
Selain isu perlindungan, pemberdayaan ekonomi menjadi sorotan penting. Pendampingan dinilai idealnya tak berhenti pada penanganan persoalan sosial, tetapi membuka akses menuju kemandirian ekonomi agar perempuan semakin berdaya.
Bagi Kesbangpol, inisiatif seperti yang digagas Vesta dipandang sebagai bagian dari penguatan ekosistem sosial yang sehat dan partisipatif.
“Kami mendukung kegiatan ormas yang sejalan dengan aturan, nilai kebangsaan, dan memberi manfaat sosial,” kata Polana.
Melalui forum ini, semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil kembali ditegaskan: perlindungan perempuan tidak dapat dikerjakan sendiri-sendiri, melainkan harus dibangun melalui sinergi, keberpihakan, dan komitmen bersama lintas sektor.Azila(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
