Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • SMKN 3 Yogyakarta Berpartisipasi dalam Semarak Menabuh Gamelan Serentak HUT ke-270 DIY Daerah
  • Aileen Gallery, Art Vintage & Antique.Resmi Dibuka Januari 2026 Nasional
  • Aktivis Muda Yayasan Vesta Indonesia Menggerakkan Kepedulian Remaja terhadap Isu HIV dan Kemanusiaan Daerah
  • Wayang Kulit “Wahyu Widayat” Cahaya Kebijaksanaan di Langit Pakualaman Nasional
  • Launching Jogja Fashion Week 2026 Usung Tema “Roots To Resonance, Beyond Fashion
  • Perjalanan KA Taksaka Yogyakarta–Gambir Dibatalkan, KAI Daop 6 Sampaikan Permohonan Maaf Bisnis
  • Semangat Kartini Mengaspal, Lady Bikers Jogja Gelar “Ngawiji” di Taman Embung Giwangan Daerah
  • 20 Desainer dan Profesional Mode Prancis Jelajahi Dunia Fashion Yogyakarta Fashion

Pariwisata 2025: Di Ambang Transformasi, Menuju Ekosistem yang Berkeadilan

Posted on April 9, 2025April 9, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Pariwisata 2025: Di Ambang Transformasi, Menuju Ekosistem yang Berkeadilan
Agus Budi Rahman Selaku:Sekjen DPD PUTRI DIY

NASIONALTERKINI.— Menyambut tahun 2025, sektor pariwisata Indonesia berada di titik kritis. Di tengah tantangan global dan perubahan cara pandang terhadap perjalanan, muncul kesadaran baru: pariwisata bukan lagi sekadar industri yang menjual pemandangan dan pengalaman instan, tetapi sebuah medan untuk refleksi, pertumbuhan, dan penyembuhan kolektif.

Agus Budi Rachman, Sekretaris Eksekutif DPD PUTRI sekaligus pengelola Taman Pintar Yogyakarta, menyampaikan pandangannya dengan nada filosofis. “Kita memasuki getaran angka 9,” ujarnya, merujuk pada simbol dalam numerologi yang kerap dimaknai sebagai akhir sebuah siklus. “Tapi benarkah ini akhir? Atau justru awal dari sesuatu yang lebih subtil,lebih mendalam:Rabu;09/04/2025 di Taman Pintar Yogyakarta

Dalam dunia yang berubah begitu cepat, kata Agus, tidak ada yang benar-benar berakhir. Justru, di titik inilah transformasi sesungguhnya bisa dimulai.

Dari Konsumsi ke Kontemplasi

Pariwisata 2025 bergerak melampaui definisi konvensional. Bukan lagi sebatas kunjungan, selfie, atau angka okupansi kamar hotel. Tren global menunjukkan pergeseran dari eksotisme menuju eksistensi. Wisatawan kini tidak hanya mencari keindahan visual, tetapi pengalaman otentik yang menggugah rasa dan memperkaya jiwa.

Namun, paradoks muncul. Di tengah konektivitas global yang semakin kuat, banyak destinasi kehilangan jati dirinya. Ketika keaslian dicari, yang ditemukan justru imitasi yang dibungkus estetika. “Ini bukan lagi soal ‘di mana kita berfoto,’ tapi ‘apa yang tersisa setelah kita pergi,’” ungkap: Agus.

Pariwisata sebagai Bentuk Kolonialisme Baru?

Secara provokatif, Agus mengangkat pertanyaan yang menggugah kesadaran: apakah pariwisata selama ini tidak lebih dari bentuk kolonialisme baru? Dengan wajah tersenyum dan lensa kamera, budaya lokal seringkali dijadikan komoditas, diabadikan sekaligus dikikis oleh logika pasar.

“Apakah kita benar-benar menghargai budaya yang kita kunjungi? Atau hanya mengambil bagian paling menarik darinya untuk kita pamerkan di media sosial?” tanyanya.

Menuju Ekosistem yang Inklusif dan Berkeadilan

Transformasi yang dibutuhkan tidak cukup hanya pada permukaan. Ini bukan tentang mengganti kemasan promosi atau menambahkan narasi “sustainability” sebagai pelengkap brosur wisata. “Yang dibutuhkan adalah perubahan paradigma,” tegas Agus. “Dari eksklusi menuju inklusi. Dari eksploitasi menuju regenerasi.”

Isu-isu mendasar seperti ketimpangan akses, marginalisasi komunitas lokal, hingga eksploitasi alam dan warisan budaya tak bisa lagi diabaikan. “Tahun ini adalah undangan untuk menyelesaikan yang belum tuntas. Untuk membangun pariwisata sebagai ekosistem yang berkeadilan,” katanya.

Menurut Agus, “ekosistem pariwisata berkeadilan” bukanlah slogan kosong. Ia adalah seruan zaman untuk kolaborasi lintas sektor yang dilandasi kesadaran bersama. Kolaborasi yang tidak menempatkan satu pihak sebagai pusat, tetapi saling menopang dalam jaringan yang cair dan dinamis.

Menenun Ulang Makna Perjalanan

Tahun 2025 membuka ruang untuk menyusun ulang narasi pariwisata. Bukan sekadar alat ekonomi, melainkan sebagai ruang belajar kolektif—sebuah platform untuk membangun kesadaran baru. Pariwisata harus mampu menjadi ruang perjumpaan yang otentik, ruang pertumbuhan bersama, dan ruang penyembuhan, baik bagi individu maupun komunitas.

Agus menutup dengan refleksi mendalam:
“Pariwisata masa depan bukan tentang tempat yang dikunjungi, tapi tentang kesadaran yang dibawa pulang.”
“Yang kita cari di luar, seringkali adalah refleksi dari yang hilang di dalam.”
“Maka pariwisata harus menjadi jembatan, bukan pelarian. Transformasi sejati bukan saat kita mengganti cara berpromosi, tetapi saat kita mengubah cara kita memaknai.”Pungkas:Agus(Tyo)

Ekonomi, Nasional, Pariwisata

Navigasi pos

Previous Post: Refleksi 2025: Pariwisata DIY Didorong Transformasi Kolaboratif dan Adaptif
Next Post: Keberlanjutan Jadi Kunci Masa Depan Pariwisata Indonesia, Bukan Lagi Sekadar Angka Kunjungan

Related Posts

  • UMKM Jogja Ramaikan RRI Fest 2025, Titik Temu Ekonomi Kerakyatan dan Kebudayaan Bisnis
  • WITF 2025 Menyulam Masa Depan Pariwisata Indonesia dari PIK2 ke Dunia Bisnis
  • Liburan Panjang di Taman Pintar, Anak-Anak Belajar Sambil Bermain Daerah
  • Plaza Ambarrukmo Siapkan Show Besar di Usia ke-20, GM dan IFC Pastikan Lebih Spektakuler Fashion
  • Sosialisasi Destinasi Wisata di Candi Banyunibo Bisnis
  • Menaker Yassierli Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Liburan Panjang di Taman Pintar, Anak-Anak Belajar Sambil Bermain Daerah
  • IFC Jogja Modest Style Runway Jadi Ajang Perdana di XX Anniversary Plaza Ambarrukmo Fashion
  • Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana Dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum HAM Internasional UGM Nasional
  • Kemnaker dan IJTI Perkuat Kompetensi AI bagi Jurnalis Kampus Nasional
  • Sebanyak 800 Pecinta Burung Kicau DIY–Jateng Ikuti Festival Kajari Sleman Cup 2025 Daerah
  • Menyatu Dalam Hening Menemukan Diri di Kaki Gunung Slamet Daerah
  • SMK Negeri 3 Yogyakarta Akan Gelar “Peace Day 2025″ Daerah
  • Yogyakarta Kembali Jadi Pusat Kreativitas Pelajar Melalui Kontes Roket Air 2025 Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme