Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Aplikasi ‘Simetris’ Berbasis AI Di Uji Coba, Siap Beri Solusi Cegah Kasus Keracunan MBG Umum
  • Pemkab Sleman dan UTY Jalin Kerjasama Program Beasiswa Sleman Pintar Plus Plus, Buka Peluang Kuliah Gratis Warga Kurang Mampu Pendidikan
  • Royal Darmo Malioboro Peringati HUT RI ke-80 dengan Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan Daerah
  • Jogja Fashion Week 2025: Mengusung Tema Berkelanjutan untuk Masa Depan Fashion Fashion
  • TP PKK Sleman Didorong Sosialisasikan Batik dan Lurik Lokal Daerah
  • Danrem 072/Pamungkas Saksikan Penyerahan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden RI Nasional
  • Sri Sultan Hadiri Penyerahan Bus Sekolah untuk Sekolah Rakyat di Sleman Daerah
  • Wakil Bupati Sleman Resmikan Kandang Ayam Telur Sehat “Pandansari” Daerah

Pariwisata 2025: Di Ambang Transformasi, Menuju Ekosistem yang Berkeadilan

Posted on April 9, 2025April 9, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Pariwisata 2025: Di Ambang Transformasi, Menuju Ekosistem yang Berkeadilan
Agus Budi Rahman Selaku:Sekjen DPD PUTRI DIY

NASIONALTERKINI.— Menyambut tahun 2025, sektor pariwisata Indonesia berada di titik kritis. Di tengah tantangan global dan perubahan cara pandang terhadap perjalanan, muncul kesadaran baru: pariwisata bukan lagi sekadar industri yang menjual pemandangan dan pengalaman instan, tetapi sebuah medan untuk refleksi, pertumbuhan, dan penyembuhan kolektif.

Agus Budi Rachman, Sekretaris Eksekutif DPD PUTRI sekaligus pengelola Taman Pintar Yogyakarta, menyampaikan pandangannya dengan nada filosofis. “Kita memasuki getaran angka 9,” ujarnya, merujuk pada simbol dalam numerologi yang kerap dimaknai sebagai akhir sebuah siklus. “Tapi benarkah ini akhir? Atau justru awal dari sesuatu yang lebih subtil,lebih mendalam:Rabu;09/04/2025 di Taman Pintar Yogyakarta

Dalam dunia yang berubah begitu cepat, kata Agus, tidak ada yang benar-benar berakhir. Justru, di titik inilah transformasi sesungguhnya bisa dimulai.

Dari Konsumsi ke Kontemplasi

Pariwisata 2025 bergerak melampaui definisi konvensional. Bukan lagi sebatas kunjungan, selfie, atau angka okupansi kamar hotel. Tren global menunjukkan pergeseran dari eksotisme menuju eksistensi. Wisatawan kini tidak hanya mencari keindahan visual, tetapi pengalaman otentik yang menggugah rasa dan memperkaya jiwa.

Namun, paradoks muncul. Di tengah konektivitas global yang semakin kuat, banyak destinasi kehilangan jati dirinya. Ketika keaslian dicari, yang ditemukan justru imitasi yang dibungkus estetika. “Ini bukan lagi soal ‘di mana kita berfoto,’ tapi ‘apa yang tersisa setelah kita pergi,’” ungkap: Agus.

Pariwisata sebagai Bentuk Kolonialisme Baru?

Secara provokatif, Agus mengangkat pertanyaan yang menggugah kesadaran: apakah pariwisata selama ini tidak lebih dari bentuk kolonialisme baru? Dengan wajah tersenyum dan lensa kamera, budaya lokal seringkali dijadikan komoditas, diabadikan sekaligus dikikis oleh logika pasar.

“Apakah kita benar-benar menghargai budaya yang kita kunjungi? Atau hanya mengambil bagian paling menarik darinya untuk kita pamerkan di media sosial?” tanyanya.

Menuju Ekosistem yang Inklusif dan Berkeadilan

Transformasi yang dibutuhkan tidak cukup hanya pada permukaan. Ini bukan tentang mengganti kemasan promosi atau menambahkan narasi “sustainability” sebagai pelengkap brosur wisata. “Yang dibutuhkan adalah perubahan paradigma,” tegas Agus. “Dari eksklusi menuju inklusi. Dari eksploitasi menuju regenerasi.”

Isu-isu mendasar seperti ketimpangan akses, marginalisasi komunitas lokal, hingga eksploitasi alam dan warisan budaya tak bisa lagi diabaikan. “Tahun ini adalah undangan untuk menyelesaikan yang belum tuntas. Untuk membangun pariwisata sebagai ekosistem yang berkeadilan,” katanya.

Menurut Agus, “ekosistem pariwisata berkeadilan” bukanlah slogan kosong. Ia adalah seruan zaman untuk kolaborasi lintas sektor yang dilandasi kesadaran bersama. Kolaborasi yang tidak menempatkan satu pihak sebagai pusat, tetapi saling menopang dalam jaringan yang cair dan dinamis.

Menenun Ulang Makna Perjalanan

Tahun 2025 membuka ruang untuk menyusun ulang narasi pariwisata. Bukan sekadar alat ekonomi, melainkan sebagai ruang belajar kolektif—sebuah platform untuk membangun kesadaran baru. Pariwisata harus mampu menjadi ruang perjumpaan yang otentik, ruang pertumbuhan bersama, dan ruang penyembuhan, baik bagi individu maupun komunitas.

Agus menutup dengan refleksi mendalam:
“Pariwisata masa depan bukan tentang tempat yang dikunjungi, tapi tentang kesadaran yang dibawa pulang.”
“Yang kita cari di luar, seringkali adalah refleksi dari yang hilang di dalam.”
“Maka pariwisata harus menjadi jembatan, bukan pelarian. Transformasi sejati bukan saat kita mengganti cara berpromosi, tetapi saat kita mengubah cara kita memaknai.”Pungkas:Agus(Tyo)

Ekonomi, Nasional, Pariwisata

Navigasi pos

Previous Post: Refleksi 2025: Pariwisata DIY Didorong Transformasi Kolaboratif dan Adaptif
Next Post: Keberlanjutan Jadi Kunci Masa Depan Pariwisata Indonesia, Bukan Lagi Sekadar Angka Kunjungan

Related Posts

  • WMIE Hadir di Yogyakarta: Sajikan Menu Bergizi Berkualitas Hotel Bintang Lima dengan Harga Kaki Lima Bisnis
  • Kadin Sleman Perkuat Sinergi dengan Bupati Slemam Fokus pada Ekonomi dan Pariwisata Ekonomi
  • ENERGI 3–6–9 DALAM POROS MERAPI–BOROBUDUR–LAWU Nasional
  • Yogyakarta Luncurkan Gelombang Kesadaran Baru di JCWF 2025 WEEK#3 Nasional
  • Sacred Axis Healing Retreat -Jogja Cultural Wellness Festival 2025 #5 Nasional
  • Zulfa Faiz, Ibu Rumah Tangga yang Mewakili Suara Seni di ARTJOG 2025 Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Borobudur Silver Kilau Nilai dari Tangan Perajin Asli Jogja Fashion
  • Perjalanan KA Taksaka Yogyakarta–Gambir Dibatalkan, KAI Daop 6 Sampaikan Permohonan Maaf Bisnis
  • FUNKY INDONESIAN STYLE”DENIM & BATIK”DI FOS PRAWIROTAMAN 2025 Fashion
  • 4 Desainer IFC Jogja Tampil Fashion Show di Loman Park Hotel Daerah
  • Komitmen 5 Menteri Baru Kabinet Merah Putih Jalankan Arahan Presiden Prabowo Nasional
  • Salarasing Urip Wiraga, Wirasa, Wirama Nasional
  • Pemkot Yogyakarta dan PT Buccheri Indonesia Teken Kesepakatan Bersama Dorong UMKM Lokal Bisnis
  • 8 Bakmi Jawa Paling Enak di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi Pencinta Kuliner Bisnis

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme