Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Wabup Sleman Tinjau Pelayanan Publik Pasca Lebaran, Pastikan Layanan Kembali Normal Uncategorized
  • Hari Buruh Dirayakan Jalan Santai dan Senam Massal Daerah
  • Wamenaker Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Dunia Kerja Digital yang Inklusif Nasional
  • Tradisi Dandan Kali “Becekan” di Kepuharjo Doa Keselamatan dan Pesan Lestari Alam Daerah
  • Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah dan PR Besar PAD Ekonomi
  • Launching JFW 2026 Masuki Usia Tahun ke=21 Fashion
  • Pasar Bela Negara, Wisata Belanja Lokal yang Jadi Ikon Baru Sleman Ekonomi
  • IWO Indonesia Sleman Salurkan Bantuan untuk Asrama Mahasiswa Sumatera Barat di Yogyakarta Daerah

Wayang Kulit “Wahyu Widayat” Cahaya Kebijaksanaan di Langit Pakualaman

Posted on Oktober 25, 2025Oktober 25, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Wayang Kulit “Wahyu Widayat” Cahaya Kebijaksanaan di Langit Pakualaman

NASIONALTERKINI. Di bawah temaram cahaya blencong yang menari di balik kelir, langit Kadipaten Pakualaman tampak berwibawa dan teduh. Pada Sabtu Kliwon, 25 Oktober 2025, masyarakat berkumpul di Alun-Alun Sewandanan Pakualaman, Jalan Masjid No. 46, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit bertajuk “Wahyu Widayat”. Pagelaran ini menjadi bagian dari peringatan Pengetan Dinten Wiyosan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, sekaligus rangkaian Upacara Adat Ganti Bergada—tradisi khas Pakualaman yang penuh makna kesetiaan dan pengabdian.

Malam itu, Ki Dicky Yoga Mahendra duduk bersila di balik kelir, menghidupkan tokoh-tokoh pewayangan dengan tutur lembut nan mendalam. Kisah Wahyu Widayat pun dimulai—sebuah perjalanan batin seorang ksatria bernama Raden Wijanarka, yang berkelana mencari wahyu sejati, petunjuk ilahi yang menuntun manusia pada kebijaksanaan hidup.

Dalam lakon ini, Wijanarka menempuh jalan panjang yang penuh ujian. Ia bertarung melawan keangkaramurkaan dan ambisi kekuasaan, namun pertarungan sesungguhnya justru terjadi dalam dirinya sendiri: melawan kesombongan, amarah, dan keraguan hati. Di puncak pertapaannya, ia menyadari bahwa wahyu tidak akan turun kepada hati yang kotor oleh pamrih. Wahyu Widayat sejatinya bukan cahaya dari langit, melainkan kesadaran yang tumbuh dari ketulusan dan kejernihan jiwa.

“Wayang kulit tidak hanya tontonan, tapi juga tuntunan hidup,” tutur Romo Dony Surya Megananda, Kepala Museum Wayang Kekayon Yogyakarta, yang turut hadir dalam acara tersebut. “Lakon Wahyu Widayat mengajarkan bahwa kebijaksanaan lahir dari keseimbangan antara laku spiritual dan tanggung jawab sosial. Saat manusia mampu menaklukkan nafsunya, ia menemukan dirinya yang sejati:Sabtu:25/10/2025

Suara sinden menggema lembut, berpadu dengan tabuhan kendang dan petikan siter yang meneduhkan suasana. Bayangan wayang yang menari di atas kelir menjadi lambang perjalanan manusia—dari gelap menuju terang, dari kebingungan menuju pencerahan. Malam itu, seni dan spiritualitas berpadu dalam satu napas di bawah langit Pakualaman.

Sejak siang hari, kawasan Sewandanan telah ramai oleh rangkaian kegiatan budaya yang mendahului pagelaran wayang. Penampilan tari Geol Denok dari Sanggar Pandhowo Mudo dan Jathilan Kreasi Pandhowo Mudho dari Sleman memeriahkan sore hari. Sementara grup musik Naftalena menghadirkan nuansa segar sebelum malam tiba, disusul oleh Kagama Sekar Gendhing dan Kagama Beksan Jogja yang menampilkan Beksan Golek Asmaradana menjelang pementasan wayang dimulai pukul 20.00 WIB.

Pagelaran ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Upacara Adat Ganti Bergada (Ganti Dwaja), tradisi turun-temurun di Kadipaten Pakualaman yang digelar setiap 35 hari sekali, bertepatan dengan weton Sri Paduka KGPAA Paku Alam X. Dalam prosesi ini, dilakukan penggantian pasukan penjaga (bregada), seperti Bregada Plangkir dan Lombok Abang, yang melambangkan pergantian tugas, kesetiaan, dan ketulusan pengabdian kepada pemimpin dan tanah air.Papar:RM. Dony

Upacara ini bukan sekadar simbol militer, melainkan cermin filosofi kehidupan Jawa: bahwa setiap jabatan dan tugas adalah amanah, yang harus dijalani dengan rendah hati dan keikhlasan. Maka ketika malam tiba dan Wahyu Widayat mengisahkan perjalanan menuju kebijaksanaan, para penonton pun seolah diajak merenungkan makna yang sama—tentang kesetiaan, tanggung jawab, dan cahaya kebenaran yang abadi di hati manusia. Tutup:RM. Dony(Tyo)

Nasional, Seni Budaya

Navigasi pos

Previous Post: Retret Jurnalis IWO Indonesia Sleman di Wonosobo Hangatnya Kebersamaan di Lereng Gunung Kledung
Next Post: Menikmati Sejuknya Wonosobo Bersama Jurnalis IWO Sleman Dari Kledung Pass hingga Telaga Menjer

Related Posts

  • THE GREAT PILGRIMAGE: Transformasi Global dan Kebangkitan Wisata Kesadaran 2025–2043 Nasional
  • Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 – Week #4 Nasional
  • Aileen Gallery, Art Vintage & Antique.Resmi Dibuka Januari 2026 Nasional
  • Pendidikan Kompetensi dan Sertifikasi Kunci Daya Saing Mahasiswa di Dunia Kerja Nasional
  • Geopolitik dan Ekonomi Global 2025: Saat Dunia Membutuhkan Kesadaran Baru Ekonomi
  • Meriah dan Penuh Apresiasi Jogja Fashion Week 2025 Resmi Ditutup Fashion

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Mengenal lebih dekat Lia Mustafa Dalam Membangun House of L’MAR Sebagai Rumah Kreatif Desainer Jogja Fashion
  • 20 Desainer dan Profesional Mode Prancis Jelajahi Dunia Fashion Yogyakarta Fashion
  • Berburu Harta Karun Lawas di Pasar Klithikan Pakuncen Yogyakarta Bisnis
  • Bupati Sleman Resmikan Kepengurusan Baru Perkumpulan Tosan Aji Lar Gangsir 2025–2030 Daerah
  • Lia Mustafa Tampil di Australia, Bawa Sarung ke Panggung Dunia Fashion
  • Lanny Amborowati Hadirkan “Urban Kebaya” di Pembukaan JIBB 2025 Daerah
  • Lurah Condongcatur Terima Laporan Pertanggungjawaban Panitia Pengisian Pamong 2025 Daerah
  • Bidan Retno Widyawati Dari Dorongan Ayah Hingga Jadi Seorang Bidan. Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme