Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Posko Siaga Idulfitri 1447 H Bandara YIA Resmi Dibuka, Prediksi Penumpang Capai 259 Ribu Orang Nasional
  • Bupati Sleman Serahkan 113 Sertifikat Tanah untuk Warga Terdampak Proyek Jalan Prambanan–Lemahbang Daerah
  • Shibuya Pet Crossing Hadir di Pakuwon Mall Jogja, Surga Pecinta Anabul Bernuansa Jepang Nasional
  • Bupati Sleman Resmikan Kepengurusan Baru Perkumpulan Tosan Aji Lar Gangsir 2025–2030 Daerah
  • Swiss-Belhotel Solo Hadirkan “Malam Rasa Nusantara” untuk Sambut Tahun Baru 2026 Pariwisata
  • Festival Kebaya di Candi Prambanan Kebaya Adalah Warisan Budaya Liifestyle
  • Upcycling Fashion Menjadi Gaya Hidup Wellnes Untuk Bumi Lebih Baik Fashion
  • Loman Park Hotel Kembangkan Pembuatan Pupuk Organik dan Kompos dari Limbah Daun Nasional

Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana Dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum HAM Internasional UGM

Posted on Oktober 14, 2025Oktober 14, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana Dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum HAM Internasional UGM
foto=Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana, Guru Besar Hukum HAM Internasional UGM

NASIONALTERKINI. Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menambah deretan akademisi bergelar profesor. Dalam upacara pengukuhan yang berlangsung di Balairung UGM, Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Hak Asasi Manusia Internasional Fakultas Hukum UGM.Selasa:14/10/2025

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Tantangan Indonesia terhadap Konflik Bersenjata di Laut”, Prof. Jaka mengajak masyarakat dan pemerintah untuk melihat laut bukan hanya sebagai jalur perdagangan dan arena geopolitik, tetapi juga sebagai ruang hidup bersama yang harus dijaga demi kemanusiaan dan keberlanjutan.

Konflik di laut tidak sekadar persoalan militer dan batas wilayah. Di balik setiap konflik, ada korban sipil, kerusakan ekosistem, dan kehidupan nelayan yang terancam. Laut seharusnya menjadi ruang kehidupan, bukan medan perang,” tegas Prof. Jaka di hadapan sivitas akademika UGM dan undangan yang hadir.

Sinergi Hukum Laut, HAM, dan Lingkungan

Dalam paparannya, Prof. Jaka menjelaskan bahwa konflik bersenjata di laut menimbulkan dampak ganda terhadap manusia dan lingkungan. Karena itu, menurutnya, hukum laut internasional (UNCLOS) dan hukum humaniter internasional (Law of Naval Warfare) harus diterapkan secara sinergis untuk memastikan perlindungan terhadap keduanya.

Ia menyoroti fenomena di mana negara-negara besar kerap melakukan operasi militer dengan alasan keamanan nasional, namun mengabaikan prinsip-prinsip perlindungan lingkungan laut.

Manual San Remo 1994 sudah menegaskan bahwa pihak-pihak yang berkonflik wajib menghormati kawasan laut yang memiliki ekosistem sensitif. Sayangnya, prinsip ini sering diabaikan atas nama strategi geopolitik,” ujarnya.

Perbandingan dengan Sri Lanka

Sebagai perbandingan, Prof. Jaka menyinggung Sri Lanka sebagai contoh negara kepulauan kecil yang telah lebih maju dalam menata regulasi maritim. Melalui Piracy Act dan Coast Guard Act, Sri Lanka aktif bekerja sama secara internasional untuk menanggulangi ancaman non-tradisional seperti pembajakan laut.

Sementara itu, Indonesia menurutnya masih menghadapi kekosongan hukum, terutama dalam mengatur penanganan konflik bersenjata non-internasional di laut.

Ketiadaan regulasi yang jelas membuat sulit membedakan antara kejahatan maritim biasa dan konflik bersenjata. Risiko kesalahan penegakan hukum dan pelanggaran HAM bisa sangat tinggi,” jelasnya.

Dorongan untuk Indonesia Menjadi Pemimpin Global Maritim

Prof. Jaka mengajak Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam membentuk tata kelola maritim global yang lebih adil dan berkelanjutan. Ia menekankan tiga langkah penting yang perlu dilakukan:

  1. Menyusun regulasi domestik yang terintegrasi antara hukum laut, hukum humaniter, dan perlindungan HAM.
  2. Memperkuat kelembagaan maritim nasional, seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla), agar berfungsi optimal layaknya coast guard.
  3. Mengoptimalkan diplomasi internasional untuk membentuk norma-norma baru dalam menghadapi ancaman maritim modern, termasuk penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam militerisasi laut.

Indonesia tidak boleh hanya reaktif terhadap dinamika global. Kita harus proaktif memimpin tata kelola maritim dunia,” ujarnya.

Laut sebagai Ruang Peradaban

Menutup pidatonya, Prof. Jaka mengingatkan bahwa laut bukan sekadar wilayah ekonomi dan keamanan, melainkan ruang peradaban manusia. Di laut terdapat kehidupan nelayan, sistem pangan, dan masa depan generasi mendatang.

Hukum internasional harus menjadi alat nyata untuk melindungi manusia dan alam. Laut bukan arena konflik, tetapi ruang kehidupan bersama,” pungkasnya.Prof. Jaka(Tyo)

Nasional, Pendidikan

Navigasi pos

Previous Post: Si Black Menyapa Senja di Gili Trawangan, Lombok
Next Post: Media: NASIONALTERKINI. COM Mengucapkan “Slamat Dan Sukses”

Related Posts

  • Bupati Sleman Kukuhkan Ibu PAUD dan Pokja PAUD 2026–2030, Tekankan Peran Strategis Pendidikan Usia Dini Daerah
  • Lirik, Lurik, Lerek Simfoni Wastra di Runway D’Lounge Fashion
  • Panen Padi Organik Sembada Merah Jadi Daya Tarik Agrowisata Sehat di Sleman Daerah
  • Harga Perak Global Melonjak, HS Silver Kotagede Kurangi Produksi Ekspor Bisnis
  • Sacred Axis Healing Retreat Menyelaraskan Jiwa di Sepanjang Poros Sakral Yogyakarta Nasional
  • Gusti Putri Apresiasi Peluncuran Kolaborasi House of LMAR – Grand Diamond Hotel Fashion

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Kajian “Bertahan di Tengah Badai Ketidakpastian” di Loman Park Hotel Menemukan Ketenangan dalam Iman Daerah
  • Libur Panjang, Tapi Tak Berkunjung: Ke Mana Perginya Wisatawan Lebaran 2025 Bisnis
  • Empat Karya CHESA by Lanny Amobrowati Tampil Show di Loman Park Hotel Jogja Fashion
  • Danrem 072/Pamungkas Saksikan Penyerahan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden RI Nasional
  • Pemkab Sleman Teken MoU Untuk Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu Daerah
  • Borobudur Silver 925, Investasi Bernilai dalam Gaya Masa Kini Bisnis
  • Kapolda DIY Tinjau Langsung Pembangunan Dapur SPPG di Kulonprogo Daerah
  • Fashion Show Kebaya Modern Meriahkan Malam Tahun Baru di Hotel Royal Darmo Malioboro Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme