
NASIONALTERKINI.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk turut berperan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (9/11/2025).
Dalam acara yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, hingga pelaku usaha properti itu, Maruarar menekankan pentingnya keadilan akses terhadap pembiayaan rumah.
Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi simbol kemandirian dan martabat. Pemerintah ingin memastikan setiap rakyat Indonesia punya kesempatan untuk memiliki rumah yang layak,” ujar Maruarar dalam sambutannya.
Ia menegaskan, pemerintah terus memperkuat program pembiayaan perumahan agar semakin mudah dijangkau, terutama oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja, dan aparatur sipil negara. Menurut data Kementerian PKP, hingga kuartal terakhir 2025, realisasi anggaran telah mencapai lebih dari 75 persen dari pagu efektif.
Sinergi Pemerintah dan Kampus
Kegiatan sosialisasi di UMY ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas literasi perumahan di kalangan muda. UMY menyambut baik langkah tersebut dan menilai sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat menjadi motor baru dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya hunian berkelanjutan.
Kehadiran Pak Menteri di kampus kami menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk melihat isu perumahan bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga kemanusiaan,” ujar salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY yang turut mendampingi acara.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menampilkan pameran mini tentang teknologi konstruksi ramah lingkungan dan inovasi material bangunan ringan. Beberapa startup binaan kampus turut memperkenalkan produk kreatif yang mendukung pembangunan perumahan berkelanjutan.
Dialog Interaktif dan Antusiasme Peserta
Sesi yang paling menarik perhatian adalah dialog terbuka antara Maruarar dan mahasiswa. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan tentang tantangan pembiayaan rumah pertama dan peluang kerja di sektor perumahan.
Maruarar menjawab dengan santai namun tegas, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.
Kami butuh gagasan segar dari anak muda. Pemerintah membuka ruang bagi inovasi, termasuk dalam digitalisasi layanan perumahan dan desain kota masa depan,” katanya.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, Kementerian PKP berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami mekanisme pembiayaan rumah bersubsidi dan ikut berkontribusi dalam mewujudkan kota yang inklusif dan berkelanjutan.
“Rumah yang layak bukan hanya impian, tapi hak setiap warga negara. Mari kita wujudkan bersama,” Papar: Maruarar disambut tepuk tangan peserta.
Dengan semangat kolaboratif, kegiatan di UMY ini menandai langkah nyata sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi konkret atas tantangan perumahan di Indonesia.Pungkas:Maruarar(Aan)
