Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • ANTISIPASI CUACA EKSTREM, BPBD SLEMAN PERKUAT KESIAPSIAGAAN LEWAT APEL SIAGA Daerah
  • TEPI Hub Tour & Travel Hadirkan Wisata Wellness, Tawarkan Pengalaman Healing yang Lebih Bermakna Pariwisata
  • Pelantikan Jagabaya dan Dukuh Baru, Condongcatur Perkuat Pelayanan Publik Daerah
  • Komunitas Yoga Happiness Peringati Yoga Day Internasional di Candi RATU BOKO Daerah
  • Liburan di Jogja, Wisata Pintu Langit Dlingo Bantul Tinggalkan Kesan Mendalam Nasional
  • Kemnaker Buka Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo Nasional
  • Jelang Libur Nataru, Pemkab Sleman Pastikan Stok dan Harga Pangan Aman Terkendali Bisnis
  • IWO Sleman Adakan Jurnalisme Warga Dukung Promosi Pariwisata Lokal di Sleman Pariwisata

Festival Nitilaku Jamu 2026 Dorong Jamu Jadi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

Posted on Februari 11, 2026Februari 11, 2026 By adminterkini Tak ada komentar pada Festival Nitilaku Jamu 2026 Dorong Jamu Jadi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

foto=Festival Nitilaku Jamu 2026

NASIONALTERKINI.COM.YOGYAKARTA — Jamu terus didorong naik kelas, bukan sekadar sebagai warisan budaya, melainkan bagian dari sistem kesehatan dan gaya hidup modern. Semangat itu mengemuka menjelang Festival Nitilaku Jamu 2026 yang akan digelar di Bale Gadeng, Jalan Kartini No. 1, Sagan, Yogyakarta, Rabu:11/2/2026 Jam:08.00–14.30 WIB.

Ketua Dewan Jamu DIY, Dr.Bondan Agussuryanto, mengatakan pengembangan jamu telah berlangsung lama, baik melalui jalur akademik maupun kebijakan pemerintah. Dalam pendidikan farmasi, kajian tanaman obat dan herbal sudah menjadi bagian dari kurikulum resmi.

“Secara akademik, herbal sudah dipelajari. Pemerintah juga mendorong agar pelayanan kesehatan tradisional, termasuk jamu, dapat dihadirkan di puskesmas maupun rumah sakit,” ujar:Dr Bondan.

Dalam regulasi kesehatan nasional, produk herbal dibagi menjadi tiga kategori, yakni jamu berbasis pengalaman empiris, Obat Herbal Terstandar (OHT) yang telah melalui uji praklinis, serta fitofarmaka yang telah menjalani uji klinis pada manusia.

Bondan mengingatkan pelaku usaha agar tidak melakukan klaim berlebihan terhadap produk yang belum teruji secara ilmiah. “Yang utama harus dipastikan tidak toksik dan didukung penelitian. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak salah persepsi,” katanya.

Potensi ekonomi

Di sisi lain, industri jamu dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Ribuan pelaku usaha, mulai dari skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan besar, berkontribusi terhadap perputaran ekonomi sektor herbal yang nilainya mencapai triliunan rupiah setiap tahun.

Menurut Bondan, penguatan literasi dan standardisasi akan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik. “Jika masyarakat yakin secara ilmiah, maka UMKM jamu akan semakin berkembang. Jamu pada dasarnya lebih bersifat preventif, meski beberapa memiliki fungsi kuratif,” ujarnya.

Tazbir Abdullah menambahkan, strategi promosi perlu lebih adaptif agar jamu semakin diterima lintas generasi. Ia mendorong jamu dikemas secara menarik dan diposisikan sebagai produk unggulan daerah.

“Jamu bisa menjadi oleh-oleh resmi bagi tamu daerah. Ini bagian dari diplomasi budaya sekaligus promosi ekonomi lokal,” kata Tazbir.

Ia juga menyoroti tingginya konsumsi minuman manis di kalangan anak muda yang berisiko bagi kesehatan jangka panjang. Edukasi sejak dini dinilai penting agar generasi muda kembali mengenal dan membiasakan diri mengonsumsi jamu.

Rebranding oleh generasi muda

Upaya pembaruan citra jamu juga dilakukan pelaku usaha muda. Oca, pendiri merek “Selera Jamu”, menghadirkan konsep jamu sebagai minuman harian, bukan sekadar dikonsumsi saat sakit.

“Branding kami bukan lagi jamu untuk orang sakit, tetapi jamu untuk keseharian. Bahannya tetap beras kencur, kunyit asam, dan herbal lainnya, tetapi kemasan dan pengalaman konsumennya disesuaikan dengan selera anak muda,” ujar Oca.

Ia memanfaatkan media sosial sebagai medium bercerita, bukan sekadar etalase penjualan. Pendekatan itu dinilai efektif menjangkau konsumen muda yang mengutamakan pengalaman visual dan narasi personal.

Sejumlah produknya bahkan diminati pelajar. Oca kerap mengadakan edukasi sederhana tentang pembuatan jamu di sekolah sebagai alternatif minuman yang lebih sehat dibandingkan minuman bersoda

Ketua Jamu Jogja Husada Sehat, Nina Rahayu Purnomo, mengatakan pihaknya menyiapkan kampanye minum jamu sebagai program jangka pendek. Setiap pengunjung festival akan disambut dengan jamu gratis sebagai bentuk edukasi sekaligus pengenalan budaya.

“Program jangka pendek kami adalah kampanye jamu. Masyarakat yang datang bisa langsung menikmati jamu gratis. Ini sekaligus mengedukasi bahwa jamu adalah warisan sehat yang harus kita lestarikan,” ujar Nina.

Rangkaian kegiatan juga akan menghadirkan Prof. Nyoman yang memimpin prosesi simbolik bertajuk “Jamu Jogja untuk Dunia”, dilanjutkan dengan minum jamu bersama sebagai bentuk komitmen kolektif mengangkat jamu ke tingkat yang lebih luas.

Festival ini turut diramaikan lapak jamu dan stan makanan pendamping. Sekitar 20 pelaku usaha jamu terlibat, dengan konsep berbagi meja untuk memperkuat kebersamaan.

“Kalau pelaku usaha jamu yang terlibat kurang lebih ada 20. Ada juga yang berbagi tempat dalam satu meja. Ini bentuk kebersamaan kami,” kata Nina.

Selain diskusi bersama pakar herbal dan Dewan Jamu DIY, festival juga menghadirkan kampanye minum jamu sehat, lapak UMKM, kegiatan “ngunjuk jamu” bersama, serta pertunjukan seni yang melibatkan Srikandhi Pendopo Ndálem, Jogja Hisada Sehat Empu Agung, dan Majelis Puisi Perempuan GAP.

Nina berharap jamu tidak hanya dikenal sebagai produk tradisional lokal, tetapi mampu menembus pasar global. Menurut dia, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas menjadi kunci agar jamu tetap lestari sekaligus kompetitif.

“Tidak hanya batik. Jamu juga bisa berjalan bersama sebagai identitas budaya Indonesia,” Pungkas:Nina.(Tyo)

Redakasi=terkininasional@gmail.com

Ekonomi, Nasional, Pariwisata, Seni Budaya

Navigasi pos

Previous Post: Perkuat Peran Rois Jelang Ramadan, Bupati Sleman Tekankan Ukhuwah Islamiah
Next Post: Jamu Tradisional Jogja Menuju Pasar Global

Related Posts

  • Bupati Sleman Resmikan Kantor Baru Bank Sleman Cabang Godean Bisnis
  • Festival Budaya Ndeso Kluthuk 2025 Napas Tradisi dari Desa Bejiharjo untuk Indonesia Daerah
  • Royal Darmo Malioboro Hadirkan Malam Nataru Bertema Hawaiian Night Party Kuliner
  • Lebih Dekat dengan Iffah M. Dewi Fashion Desainer di Balik Sogan Batik Rejodani dan Anggota IFC Chapter Jogja Fashion
  • Sri Sultan Resmikan Posbankum, Tegaskan Negara Hadir Melindungi Hak Hukum Warga Desa Nasional
  • Wabup Danang Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Sleman Pintar Plus-Plus Tunjukkan Komitmen Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Jogja Salah Satu Tujuan Pusat Fashion Dunia Bisnis
  • UMKM Sleman Makin Cuan Transaksi Capai Rp205 Miliar, Mbizmarket Jadi Andalan Bisnis
  • Taman Pintar Sebagai Laboratorium Hidup“Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Nasional
  • Umbul Donga di Lembah Wukir Ziarah Pengeran Joko Dan Pengeran Alit Daerah
  • SKAGATA 5K 2026 SMKN3 Jogja Kembali Digelar, Hadirkan Kategori Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional
  • TP PKK Sleman Didorong Sosialisasikan Batik dan Lurik Lokal Daerah
  • GKR Bendara Ajak Wisatawan Hormati Budaya dan Dukung UMKM Selama Libur Akhir Tahun di Jogja Nasional
  • Loman Park Hotel Siap Dukung Pariwisata Yogyakarta Lewat Layanan dan Kolaborasi Strategis Ekonomi

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme