
ASIONALTERKINI. Yogyakarta kembali menjadi sorotan dunia fashion dengan digelarnya Fashion On The Street (FOS) Prawirotaman 2025, sebuah ajang tahunan persembahan House of L’MAR yang selalu dinantikan. Tahun ini, FOS berlangsung pada 22–24 Agustus 2025 dengan mengusung tema “Denim X Batik”, menghadirkan perpaduan unik antara simbol gaya muda dan warisan budaya adi luhung.

Sebanyak 30 desainer dengan lebih dari 250 outfit siap memeriahkan panggung spektakuler di sepanjang Jalan Prawirotaman. Tak heran bila FOS 2025 disebut sebagai salah satu perayaan fashion terbesar di Yogyakarta tahun ini.

Tema: Denim X Batik
Menurut inisiator acara, Lia Mustafa, denim dipilih sebagai simbol ekspresi generasi muda yang dinamis dan penuh energi. Sementara batik, yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, menjadi lambang kearifan lokal yang sarat makna.Jumat:22/08/2025 Saat di temui di sela-sela Acaradi Pawirotaman Fashion On The Street 2025
“Melalui tema Denim X Batik, FOS 2025 ingin mempertemukan dua dunia berbeda dalam satu harmoni. Kami ingin menunjukkan bagaimana kebebasan berekspresi ala denim bisa berpadu indah dengan keanggunan batik, menciptakan karya yang bukan hanya memikat secara visual, tetapi juga kaya filosofi,” ungkap Lia Mustafa.
Rangkaian Acara
Acara dimulai pada Jumat, 22 Agustus 2025, dengan parade pembukaan berupa line dance yang diikuti 150 peserta, dilanjutkan fashion show dari sejumlah desainer seperti Pramathan IFC, Lanny Amborowati, Liny Martina, Dian Nutri, Shirokalt, hingga Elkana Gunawan.Sudarna
Pada sesi malam, panggung FOS semakin meriah dengan fashion show big size karya para desainer IFC, termasuk Melati Soetjarwo, Dani Paraswati, Sofie, Dewi Roesdi, Lia Mustafa, hingga Lenny Agustin. Tak ketinggalan, perwakilan dari Lions Club International District 307B2 Wilayah 3 turut tampil dengan busana khas denim dan batik.
Hari kedua, Sabtu, 23 Agustus 2025, dibuka dengan penampilan Mass Junior Dancer yang membawa semangat muda di Prawirotaman. Dilanjutkan family show yang menghadirkan karya para desainer muda, termasuk binaan House of L’MAR. Malam harinya, penampilan paduan suara Immanuel Choir memberi nuansa megah sebelum para desainer muda hasil pendampingan L’MAR mempersembahkan koleksi terbaik mereka.
Rangkaian acara ditutup pada Minggu, 24 Agustus 2025 dengan bazaar UMKM, pertunjukan seni, serta parade penutup yang kembali melibatkan kolaborasi lintas komunitas dan desainer.
Panggung Budaya dan Mode Sejak 2013
Sejak pertama kali digelar tahun 2013, Fashion On The Street Prawirotaman telah menjadi ajang yang menyatukan desainer, model, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum dalam satu panggung kebersamaan. Lebih dari sekadar peragaan busana, FOS menjadi wadah apresiasi budaya sekaligus promosi pariwisata Yogyakarta.
Dengan konsep jalanan sebagai runway, FOS 2025 menegaskan bahwa fashion bukan hanya milik gedung-gedung megah, melainkan bagian dari denyut kehidupan masyarakat.Pungkas:Lia Mustafa(Tyo)
