Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Jogja International Batik Biennale 2025 Resmi Dibuka, Sri Sultan Luncurkan Griya Batik Patehan Fashion
  • Sleman Kirim Armada Atlet Target Juara di PORDA XVII & PEPARDA IV DIY 2025 Daerah
  • Gamelan Menyapa Dunia di Gerbang Jogja” YIA & Taman Pintar” Rayakan HUT RI ke-80 dengan Harmoni Tradisi Nasional
  • GKR Hayu Menumbuhkan Pramuka DIY dengan Akar Budaya dan Semangat Kebersamaan Daerah
  • Perum BULOG Yogyakarta Salurkan 12,8 Ton Beras Bantuan Pangan di Kapanewon Minggir Sleman Ekonomi
  • Sleman Kukuhkan Dominasi, Futsal Sumbang Emas di Porda XVII Gunungkidul 2025 Daerah
  • UMKM Sleman Dapat Bekal Ilmu Keamanan Pangan dan Uji Laboratorium Uncategorized
  • Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Presiden Prabowo Instruksikan Jajaran Perkuat Stabilitas Nasional Nasional

Menggiling Rasa, Menyeduh Cinta Kisah Kopi Klotok dan Warung Desa yang Merawat Jiwa

Posted on Juni 23, 2025Juni 23, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Menggiling Rasa, Menyeduh Cinta Kisah Kopi Klotok dan Warung Desa yang Merawat Jiwa

NASIONALTERKINI. Pagi ini bermula dari ajakan sederhana: kumpul dan ngopi. Tempatnya sudah ditentukan—bukan di kafe kekinian, tapi di warung kopi yang namanya sudah akrab di telinga para penikmat suasana: Kopi Klotok. Siang itu, bukan hanya secangkir kopi yang menghangatkan, tapi juga sebuah perjumpaan yang memberi makna baru tentang hidup dan usaha.

Sri Handayani”Owner Kopi Klotok & Kopi Bukan Luwak

Sosok Sri Handayani yang akrap di panggil Bu Yani pemilik Kopi Klotok dan juga penggagas Kopi Bukan Luwak, menyambut kami dengan wajah teduh penuh wibawa. Dalam setiap gestur dan ucapannya, terpancar ketulusan dan filosofi hidup yang dalam. “Usaha itu nggak perlu muluk-muluk,” ujarnya lembut, “menu cukup sederhana, yang penting kita hadirkan rasa, keramahan, dan niat yang lurus. Jangan hitung-hitungan terlalu rumit. Kalau kita baik kepada sesama, rezeki akan datang dengan sendirinya.”

Falsafah sederhana itu bukan sekadar omongan. Ia hidup dalam setiap sajian dan suasana di warung miliknya. Di samping Ibu Yanni, duduk juga Agus Budi Rachman, seorang mentor pemerhati seni budaya dan pariwisata di Yogyakarta. Ia turut mengamini bahwa tempat seperti Kopi Klotok adalah contoh nyata bagaimana warung sederhana bisa menjadi destinasi wisata yang otentik—menawarkan pengalaman, bukan sekadar produk.

Di tengah laju zaman yang serba cepat, Kopi Klotok mengajak kita untuk menepi sejenak. Mengingatkan kembali bahwa hidup tidak melulu soal kecepatan, tapi tentang rasa, tentang kehadiran. Di sini, kopi bukan sekadar minuman, tapi bagian dari ritual jiwa.Paparnya

Kopi Klotok—dimasak di atas tungku kayu, dalam panci sederhana, hingga mendidih dan mengeluarkan suara klotok-klotok—bukan hanya menyajikan aroma, tapi juga kenangan. Suaranya seolah menjadi mantra, membangkitkan ingatan tentang dapur nenek, suara kayu terbakar, dan tangan ibu yang sibuk di pagi hari.

Namun, kekuatan warung ini tak hanya pada kopinya. Ada sepiring Lodeh Tempe Lombok Ijo, Lodeh Kluwih, Lodeh Terong, dan Sambal Dadak yang semua dibuat dari bahan segar, disiapkan dengan cinta, dan disajikan dengan hati. Makanan-makanan desa ini bukan sekadar hidangan, tapi cerita tentang tanah, musim, dan tangan-tangan pekerja keras di belakangnya.Tutur:Agus

Dan tentu saja, nasi hangat mengepul menjadi pelengkap yang sempurna. Apakah itu nasi putih biasa atau Sego Megono—nasi dengan urap nangka muda dan kelapa parut—semuanya menyatu dalam harmoni rasa dan kesederhanaan yang tulus.Jelas:Agus

Tempat ini bukan sekadar tempat makan, tapi ruang untuk merasakan kembali apa itu “cukup”. Dari arsitektur joglo yang terbuka, aroma tanah setelah hujan, hingga tawa anak-anak yang berlarian di pekarangan—semua mengajak kita kembali ke akar, ke hal-hal yang esensial.

Bagi siapa pun yang ingin membuka usaha kuliner, kisah Ibu Yanni adalah bukti bahwa modal utama bukanlah besar-kecilan tempat, bukan pula canggihnya alat, tapi ketulusan niat dan kejelian membaca rasa manusia. Usaha kuliner yang sukses tak selalu dimulai dari modal besar, tapi dari keberanian menyajikan sesuatu yang jujur dari hati.

Kopi Klotok mengajarkan kita: bahwa dalam kesederhanaan, ada kekuatan. Dalam keaslian, ada nilai. Dan dalam keramahan, tersembunyi kunci rezeki.

Jadi, jika kamu ingin memulai usaha kuliner, jangan tunggu sempurna. Mulailah dari yang kamu punya. Hadirkan rasa, pelihara cinta, dan biarkan waktu yang menyeduh keberhasilanmu.Pungkas:Bu Yani(Tyo)

Bisnis, Kuliner, Nasional, Pendidikan, Umum

Navigasi pos

Previous Post: KLAMB 10 Tampilkan Koleksi Denim Batik Ramah Lingkungan di Galeria Mall
Next Post: Perkuat Literasi Digital dan Ketahanan Siber Lewat Kolaborasi Internasional Taman Pintar, UGM, dan UiTM Malaysia

Related Posts

  • Wabup Sleman Tinjau Monev TPK DIY di Posyandu Asparagus II Condongcatur, Dorong Program Tepat Sasaran Daerah
  • Polda DIY Tebar Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-79 Daerah
  • Forum WKS Humas SMK se-DIY Perkuat Sinergi dan Citra Sekolah Daerah
  • Labuhan Merapi Warnai Peringatan 38 Tahun Tingalan Jumenengan Sri Sultan HB X Nasional
  • Realisasi PBB-P2 Sleman Lampaui Target, SPPT Tahun 2026 Resmi Disampaikan Daerah
  • Pameran Kastel Ceko Resmi Dibuka di Taman PintarSambut Libur Lebaran 2025 dengan Wisata Budaya Internasional Bisnis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Sarasehan HIPMI Yogyakarta Platform Marketplace Jangan Jadikan UMKM Digital Sebagai ‘Sapi Perah’ Bisnis
  • Pagelaran Wayang Kulit Tutup Puncak HUT ke-50 SMKN 4 Yogyakarta Nasional
  • Litto Jogja Hadirkan Hikari no Matsuri, Malam Tahun Baru Penuh Cahaya Bernuansa Jepang Nasional
  • Jelang Nataru 2025–2026, BULOG DIY Jamin Ketersediaan Beras dan Harga Terkendali Bisnis
  • Menembus Lorong Waktu Mataram Islam, Loman Park Hotel Ajak Wisatawan Jelajahi Kotagede Daerah
  • Media Gathering Biennale Jogja 18: Seni Kontemporer Bertumbuh dari Akar Pengetahuan Lokal Daerah
  • Kajian “Bertahan di Tengah Badai Ketidakpastian” di Loman Park Hotel Menemukan Ketenangan dalam Iman Daerah
  • Patroli Kuda Polri Jadi Daya Tarik Wisatawan di Malioboro Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme