Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Progres Jogging Track Desa Sidomoyo godean Capai 70 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Desember Daerah
  • Media Gathering Biennale Jogja 18: Seni Kontemporer Bertumbuh dari Akar Pengetahuan Lokal Daerah
  • Membangun Masa Depan Kunjungan Siswa SMK ke Doni Tata Sport Plaza Nasional
  • Rayakan 1 Tahun Operasional, Ramada by Wyndham Yogyakarta Luncurkan “Kampung Ramadan” dan Aksi Sosial Bisnis
  • Sleman Kirim Armada Atlet Target Juara di PORDA XVII & PEPARDA IV DIY 2025 Daerah
  • Wellness Bukan Sekadar Yoga Saja? Tapi Tentang Gaya Hidup Sehat Holistik & Industri Pariwisata Nasional
  • Semarak Malam Takbiran di Titik Nol Malioboro, Jogja Dipenuhi Cahaya dan Kebersamaan – Copy – Copy Daerah
  • Indonesia Darurat Narkoba Saatnya Bentuk Komunitas Penggiat Berdasarkan Kelompok Usia Daerah

Sarasehan HIPMI Yogyakarta Platform Marketplace Jangan Jadikan UMKM Digital Sebagai ‘Sapi Perah’

Posted on Juni 28, 2025Juni 28, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Sarasehan HIPMI Yogyakarta Platform Marketplace Jangan Jadikan UMKM Digital Sebagai ‘Sapi Perah’

NASIONALTERKINI.Anggota DPR RI sekaligus mantan Ketua OKK HIPMI 2001–2005, Bambang Soesatyo, mengingatkan agar platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada tidak menjadikan pelaku UMKM digital sebagai ‘sapi perah’. Hal itu disampaikan Bamsoet saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Keluarga Besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (28/6/2025).

Menurutnya, kehadiran marketplace awalnya disambut sebagai solusi praktis bagi pelaku usaha kecil. Tanpa perlu menyewa toko fisik, cukup dengan akun digital, foto produk yang menarik, dan sedikit modal promosi, pelaku UMKM bisa langsung memasarkan produknya. Namun, realitas di lapangan justru berbeda.

“Awalnya marketplace memberi harapan, kini justru banyak pelaku UMKM terbebani. Potongan komisi yang semula dianggap wajar, kini bisa mencapai 20 hingga 25 persen per transaksi. Itu belum termasuk biaya administrasi, iklan, penalti sistem, hingga program flash sale yang justru sering merugikan penjual,” ujar Bamsoet.

Ia mencontohkan pendapatan beberapa platform pada tahun 2024: Shopee mencatatkan pendapatan sebesar 16,8 miliar dolar AS, Tokopedia meraup Rp622 miliar, dan Lazada mencapai 3,8 miliar dolar AS hanya dalam kuartal pertama.

“Melihat fenomena ini, DPR perlu segera memanggil Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyusun regulasi yang adil dan melindungi pelaku UMKM digital. Ekosistem marketplace seharusnya menguntungkan semua pihak, bukan hanya penyedia platform. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Sarasehan tersebut juga dihadiri oleh Ketua BPD HIPMI DIY Ekawati Rahayu Putri, serta para ketua BPC HIPMI dari seluruh kabupaten/kota di DIY, seperti Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

Bamsoet, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI dan kini menjabat Ketua MPR RI ke-15, mengutip hasil survei Lembaga Demografi FEB UI yang dirilis awal 2025. Survei tersebut menunjukkan bahwa 68 persen pelaku UMKM digital mengeluhkan menurunnya margin usaha akibat potongan komisi yang tinggi. Bahkan, 43 persen di antaranya sempat berhenti berjualan di marketplace dan beralih ke media sosial karena tidak sanggup bersaing.

Data dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) juga menunjukkan bahwa sekitar 40 persen pelaku UMKM mengalami kesulitan meraih keuntungan karena beban biaya operasional yang tinggi. Banyak dari mereka akhirnya menaikkan harga jual untuk bertahan, namun hal ini justru menurunkan daya saing.

“Dari 65 juta UMKM di Indonesia, lebih dari 22 juta telah memanfaatkan platform digital. Sayangnya, hanya sebagian kecil yang mampu bertahan dan berkembang. Sisanya tergilas oleh tingginya biaya, rendahnya margin, serta ketergantungan terhadap sistem yang tidak mereka kuasai,” ungkap Bamsoet.

Sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bamsoet juga menyoroti ketidakterbukaan sistem komisi dan kebijakan platform yang kerap berubah sepihak. Para penjual, menurutnya, terjebak dalam skema yang memberatkan, tanpa ruang negosiasi.

“Beban biaya yang tinggi bukan hanya menggerus keuntungan, tapi juga menghambat pengembangan produk, layanan pelanggan, hingga inovasi. Akibatnya, bisnis bisa stagnan, bahkan tutup,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Umum FKPPI dan Pemuda Pancasila ini mendorong lahirnya regulasi yang tegas, seperti pembatasan maksimal potongan komisi, transparansi biaya, serta sistem rating yang adil antara platform dan penjual.

“Pemerintah perlu hadir, tidak hanya sebagai regulator, tapi juga sebagai pendamping aktif. Sosialisasi dan edukasi bagi pelaku UMKM digital harus diperkuat, agar mereka memahami hak dan posisi mereka dalam ekosistem digital,” pungkas Bamsoet.(Aan)

Bisnis, Ekonomi

Navigasi pos

Previous Post: Jalinan Kreativitas: Loman Park Hotel Yogyakarta dan Painting Explorer Persembahkan Pameran “Silver”
Next Post: PERAYAAN 40 TAHUN ANGELIC CHOIR KONSER MUSIKAL “JOURNEY OF GRACE”

Related Posts

  • Jogja Salah Satu Tujuan Pusat Fashion Dunia Bisnis
  • Gelar Lomba Rebahan Pertama di Indonesia, Margo Murah Baru Siapkan Hadiah Rp5 Juta Bisnis
  • Makna Cinta dalam Sebuah Perjalanan Pariwisata Menjadi Ruang Belajar Hidup Bisnis
  • Tazbir Abdullah: Puisi sebagai Refleksi Sosial dan Panggilan Moral Bisnis
  • Pemkab Sleman Siapkan Skema WFH, Pelayanan Publik Tetap Jalan Daerah
  • Menanam Harapan Pemkab Sleman dan Jasamarga Tanam 1.500 Pohon untuk Masa Depan Lestari Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Yogyakarta Kembali Jadi Pusat Kreativitas Pelajar Melalui Kontes Roket Air 2025 Daerah
  • “Threads of Tomorrow”: Jogja Fashion Week 2025 Resmi Dibuka,20 Tahun Perjalanan Fashion Lokal yang Mendunia Ekonomi
  • JCWF 2025 WEEK 2 “Eco-Friendly Living” Yogyakarta Siap Jadi Pusat Gerakan Wellness Dunia, Dipimpin Langsung oleh GKR Bendara Nasional
  • “Lebih dari Sekadar Destinasi: Merancang Pariwisata yang Penuh Energi, Karakter, dan Makna” Nasional
  • Puluhan Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia, Liburan Natal ke Jogja Masih Terbuka Ekonomi
  • Sleman City Hall Semarakkan Tahun Kuda Api lewat Tema “Season of Prosperity” Daerah
  • Doni Tata Lama Gak Kelihatan,Kini Berikan Workshop di DTSP Bangun Ekosistem Balap Profesional Otomotif
  • Fun Run2025 Lari Bareng Bersama Marcel Chandrawinata Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme