
NASIONALTERKINI. Di tengah situasi ekonomi dan sosial yang penuh gejolak, Loman Park Hotel Yogyakarta menggelar kajian bertema “Bertahan di Tengah Badai Ketidakpastian” pada Sabtu sore yang penuh makna. Acara ini diikuti oleh karyawan hotel, masyarakat umum, dan sejumlah tokoh
Dalam tausiyah utama, Abdurrahman Zahier mengajak para peserta untuk memperkuat keimanan sebagai pegangan menghadapi dunia yang penuh ketidakpastian. Ia menyampaikan bahwa ujian hidup adalah bagian dari sunatullah, sebagaimana telah dilalui oleh para Nabi.Minggu:13/07/2025 di Loman apark Hotel Yogyakarta

Hari-hari ini kita hidup dalam ketidakpastian. Banyak perusahaan tutup, karyawan dirumahkan. Tapi dari para Nabi, kita belajar bahwa satu-satunya kepastian dalam hidup adalah kematian dan janji Allah. Barang siapa bertakwa, Allah akan beri jalan keluar dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka,” tutur Abdurrahman.

Ia juga mengutip kisah-kisah dari Al-Qur’an, seperti peristiwa saat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi di Gua Tsur. Dalam kondisi genting, Nabi bersabda kepada sahabatnya:
La tahzan, innallaha ma’ana” — “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Begitu pula dengan kisah Nabi Musa AS yang, saat dikejar oleh Firaun, berkata dengan penuh keyakinan:
Sekali-kali tidak! Tuhanku bersamaku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
Diskusi Ringan Bernuansa Iman’Kajian ini disambut antusias oleh peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain mendapat pencerahan rohani, peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan hidup kekinian, termasuk bagaimana bijak menggunakan media sosial dalam era digital yang serba cepat namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai keimanan.

Handono S. Putro, Founder & Managing Director Loman Park Hotel, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. Ia membagikan empat poin utama sebagai bekal menghadapi masa depan yang tak pasti:
- Tingkatkan keimanan kepada Allah SWT
- Perbanyak amal dan ibadah
- Jalani hidup dengan sabar dan syukur
- Terus menuntut ilmu dan aktif dalam majelis ilmu yang membangun
Kami ingin Loman Park Hotel tidak hanya dikenal sebagai hotel bisnis, tetapi juga sebagai tempat yang membawa nilai-nilai spiritual. Nama Loman sendiri kami maknai sebagai singkatan dari Lillah — bahwa semua yang kami lakukan semata-mata karena Allah,” jelas Handono.
Ia juga mengumumkan rencana menggelar acara Gema Tahsin Akbar bersama para guru dan syekh, sebagai upaya memperluas pembelajaran tajwid dan pelafalan huruf hijaiyah secara benar kepada masyarakat.
Menjadi Inspirasi Spiritualitas dalam Dunia Usaha
Lebih dari sekadar kajian, Handono berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk membangun konsep spiritual company — perusahaan yang berlandaskan nilai-nilai keimanan sebagai fondasi utama.
Perusahaan yang memiliki pondasi spiritual akan lebih kuat menghadapi badai. Keyakinan kepada Allah akan membuat kita tenang, tidak panik, dan selalu optimis menatap masa depan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan semangat baru dari para peserta untuk terus melangkah dalam hidup dengan tawakal dan ikhtiar. Harapan pun menggema agar kajian semacam ini bisa menjadi agenda rutin yang memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat dan berbisnis.Pungkas:Handono(Tyo)
