
NASIaoNALTERKINI. Suasana malam di kawasan Prawirotaman semakin hidup dengan gelaran hari kedua Prawirotaman Fashion on The Street. Kali ini, panggung mode dipanaskan oleh kolaborasi memukau antara NIXLY.ID dan BUCINI SHOES, yang bersama-sama menyuguhkan tema “Retrovense Vanguard” — sebuah reinterpretasi gaya retro yang dihidupkan kembali dengan energi masa kini dan sentuhan lokal.

NIXLY.ID tampil mencuri perhatian lewat koleksi berani yang memadukan denim daur ulang dengan batik khas Yogyakarta. Namun bukan sekadar tempelan gaya, koleksi ini ditata dengan detail bordir dan sulaman tangan yang halus—menghadirkan nuansa modern tanpa melupakan akar tradisi.

Kami ingin batik bisa dikenakan anak muda dengan percaya diri, tanpa takut terlihat kuno atau terlalu formal. Lewat pendekatan yang fresh seperti ini, batik justru bisa jadi statement fashion yang relevan,” ujar Nikmatul Laili, desainer dari NIXLY.ID.

Tema “Retrovense Vanguard” sendiri lahir dari semangat upcycle fashion — menghidupkan kembali material lama menjadi karya baru yang penuh karakter. NIXLY.ID memilih denim bekas sebagai bahan dasar, lalu memadukannya dengan batik Sawit Yogyakarta yang dibuat melalui teknik malam tulis, menciptakan tekstur unik yang penuh makna.

Kolaborasi ini tak hanya memanjakan mata, tapi juga menyuarakan nilai-nilai keberlanjutan dan pelestarian budaya lokal. Seluruh proses kreatifnya memakan waktu sekitar satu minggu, dan melahirkan lima karya utama yang sukses memukau para pengunjung malam itu.
Sementara itu, kehadiran BUCINI SHOES sebagai mitra kolaborasi menambah kekuatan visual koleksi lewat sepatu-sepatu bergaya retro-modern. Dirancang eksklusif untuk pergelaran ini, sepatu dari BUCINI tak hanya melengkapi penampilan para model, tapi juga mempertegas semangat avant-garde lokal yang dibawa dalam tema besar malam itu.Pungkas:Laili(Tyo)
