Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Jogja City Mall Rayakan Ulang Tahun ke-11 Fashion Rendezvous Daerah
  • Ribuan Warga Padati Imogiri, Iringi Pemakaman Pakubuwono XIII Daerah
  • Perjalanan KA Taksaka Yogyakarta–Gambir Dibatalkan, KAI Daop 6 Sampaikan Permohonan Maaf Bisnis
  • Pemkab Sleman Intensif Awasi Jajanan di Lapangan Pemda, Pastikan Bebas Bahan Berbahaya Daerah
  • Gala Dinner JHW 2025 Jogja Jadi Tuan Rumah Board Meeting Internasional, Dihadiri Peserta dari 19 Negara Nasional
  • Warmindo Indolaga Tawarkan Kuliner 24 Jam Harga Pelajar di Condongcatur Ekonomi
  • Peringati Haornas ke-42, Danang Harap Sleman Raih Juara Umum PORDA XVII DIY Daerah
  • Bandara Internasional Yogyakarta Siap Layani Arus Penumpang Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ekonomi

Ribuan Lampion Hiasi Langit Borobudur Momen Sakral Detik-Detik Waisak

Posted on Mei 13, 2025Mei 13, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Ribuan Lampion Hiasi Langit Borobudur Momen Sakral Detik-Detik Waisak

NASIONALTERKINI. Magelang, 12 Mei 2025 — Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru nusantara dan mancanegara memadati kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Tri Suci Waisak 2569 BE. Puncak perayaan ini berlangsung penuh khidmat pada Senin malam, ditandai dengan prosesi Pradaksina dan pelepasan ribuan lampion yang menghiasi langit malam Borobudur, menciptakan pemandangan magis yang tak terlupakan.

Acara puncak dimulai dengan prosesi suci Pradaksina, yakni ritual mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam sebanyak tiga kali, sebagai bentuk penghormatan dan kontemplasi terhadap ajaran Buddha. Para umat dan biksu tampak mengenakan pakaian putih bersih, berjalan perlahan sambil membawa bunga, dupa, serta lilin sebagai simbol penerangan batin.

Momen Puncak: Detik-Detik Waisak

Menurut surat resmi Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), detik-detik Waisak yang menjadi titik kulminasi spiritual ditetapkan pada pukul 23.55.29 WIB, Senin malam. Waktu ini berdasarkan perhitungan astronomis saat bulan purnama mencapai puncaknya — simbol kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Gautama.

Lima belas menit sebelum detik-detik tersebut, suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelataran Candi Borobudur. Ribuan umat mulai menyiapkan lampion yang akan diterbangkan sebagai bentuk doa dan harapan akan kedamaian dunia. Pada saat waktu suci tiba, ribuan lampion perlahan dilepaskan ke langit malam. Cahaya hangat dari lampion-lampion itu membentuk lanskap spiritual yang memikat, memantul di relief batu purba Borobudur yang berusia lebih dari 1.200 tahun.

Kirab Suci dari Candi Mendut

Sehari sebelumnya, rangkaian perayaan telah diawali dengan kirab Waisak yang dimulai dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Para biksu, umat Buddha, dan peserta dari berbagai negara mengikuti kirab dengan membawa aneka persembahan serta api dharma yang merupakan simbol penerangan dan kebenaran ajaran Buddha.

Pagi harinya, para biksu melaksanakan tradisi pindapata di pelataran Candi Mendut. Dalam tradisi ini, biksu berjalan kaki mengelilingi area wihara dan menerima dana berupa makanan maupun uang dari umat. Pindapata bukan sekadar ritual fisik, namun juga simbol dari praktik kerendahan hati, saling berbagi, dan melepas ego duniawi. Melalui berderma, umat Buddha diyakini dapat melatih diri untuk menanggalkan keserakahan dan kesombongan.

Wihara Dharma Bhakti: Sembahyang Sepanjang Hari

Perayaan Waisak juga berlangsung di berbagai wihara di Indonesia, termasuk di Wihara Dharma Bhakti yang berada di pusat kota. Sejak pagi, umat berdatangan untuk sembahyang kepada para leluhur serta memanjatkan puja bakti kepada Sang Buddha. Meski merupakan hari besar keagamaan, suasana di wihara tetap teratur dan tenang, mencerminkan semangat Waisak yang damai dan penuh refleksi batin.

Wihara ini tetap terbuka hingga pukul 19.00 WIB, memberi waktu cukup bagi umat untuk beribadah di hari yang sangat dimuliakan ini. Tak hanya umat lokal, beberapa wisatawan asing juga tampak mengikuti ritual dengan penuh rasa ingin tahu, menjadikan perayaan ini sekaligus sebagai sarana edukasi dan diplomasi budaya.

Pesan Perdamaian dan Harmoni

Waisak 2569 BE tahun ini mengangkat tema “Memperkokoh Persaudaraan, Memperkuat Kepedulian Sosial Menuju Kedamaian Sejati.” Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP WALUBI menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai ajaran Buddha sebagai inspirasi dalam membangun harmoni sosial, menjaga lingkungan, dan menyebarkan kasih sayang tanpa batas.

Pelepasan lampion yang menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih terang seolah menjadi penutup yang sempurna dari seluruh rangkaian spiritual. Cahaya-cahaya itu, meski perlahan menghilang di balik langit malam Borobudur, meninggalkan kesan mendalam dalam hati setiap umat yang hadir — bahwa dalam setiap lilin yang menyala, doa untuk dunia yang damai terus menyala.(Tyo/ln)

Nasional, Umum

Navigasi pos

Previous Post: Rapat Koordinasi DPW-DPD IWO DIY
Next Post: Wujudkan Tertib Adminduk, Pemkot Yogya Luncurkan Mesin ADM di Rejowinangun

Related Posts

  • Pengurus IWOI dan Ratusan Jamaah Masjid Al-Huda Antarkan Fatma Udin Berangkat Haji Daerah
  • Wellness dan Budaya Jogja Menata Identitas Pariwisata Baru Liifestyle
  • ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta Sambut General Manager Baru, Reza Farhan Bisnis
  • Wellness Journey di Pinusia Park Menemukan Keseimbangan Diri Nasional
  • Rapat Koordinasi DPW-DPD IWO DIY Daerah
  • Bupati Sleman Dampingi Ketua DK LPS Salurkan Layanan Kesehatan dan Sembako Gratis di Gayamharjo Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Libur Nataru 2025, Kunjungan Wisata ke Yogyakarta Melonjak Tajam Nasional
  • Indonesia sebagai Subjek Kosmopolitik Membaca Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80 Nasional
  • Menikmati Sejuknya Wonosobo Bersama Jurnalis IWO Sleman Dari Kledung Pass hingga Telaga Menjer Nasional
  • Aileen Gallery, Art Vintage & Antique.Resmi Dibuka Januari 2026 Nasional
  • Wabup Sleman Tinjau Pelayanan Publik Pasca Lebaran, Pastikan Layanan Kembali Normal Uncategorized
  • Loman Park Hotel Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Travel Agent, Usung Semangat Budaya dan Kelestarian Bisnis
  • Jiffina 2025: Menjembatani Kreativitas dan Pasar Global dengan Produk Berkelanjutan Bisnis
  • Zulfa Faiz, Ibu Rumah Tangga yang Mewakili Suara Seni di ARTJOG 2025 Nasional

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme