Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Warmindo Indolaga Tawarkan Kuliner 24 Jam Harga Pelajar di Condongcatur Ekonomi
  • “Manajemen Pariwisata Berkarakter Menyatukan Fokus, Energi, Kepercayaan Diri, dan Keteguhan” Daerah
  • Dua Tahun WKSBM Tirta Manunggal Karsa Gotong Royong yang Tumbuh dari Grojogan Daerah
  • Menembus Krisis, Menemukan Kesadaran: Jalan Transformasi Indonesia di Asia-Pasifik (2025–2043) OPINI PEMBACA
  • Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana Dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum HAM Internasional UGM Nasional
  • Cantik dari Dalam dan Luar Kolaborasi ERHA Ultimate & Loman Park Hotel Angkat Edukasi Kecantikan dan Etika Ekonomi
  • Wabup Sleman Dorong Penguatan Pengelolaan Arsip, Tekankan Peran Arsip sebagai Memori Bangsa Daerah
  • Warna-Warni Spektakuler di SPECTRUM SEPTEMBER Sleman City Hall Bisnis

Ribuan Lampion Hiasi Langit Borobudur Momen Sakral Detik-Detik Waisak

Posted on Mei 13, 2025Mei 13, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Ribuan Lampion Hiasi Langit Borobudur Momen Sakral Detik-Detik Waisak

NASIONALTERKINI. Magelang, 12 Mei 2025 — Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru nusantara dan mancanegara memadati kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Tri Suci Waisak 2569 BE. Puncak perayaan ini berlangsung penuh khidmat pada Senin malam, ditandai dengan prosesi Pradaksina dan pelepasan ribuan lampion yang menghiasi langit malam Borobudur, menciptakan pemandangan magis yang tak terlupakan.

Acara puncak dimulai dengan prosesi suci Pradaksina, yakni ritual mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam sebanyak tiga kali, sebagai bentuk penghormatan dan kontemplasi terhadap ajaran Buddha. Para umat dan biksu tampak mengenakan pakaian putih bersih, berjalan perlahan sambil membawa bunga, dupa, serta lilin sebagai simbol penerangan batin.

Momen Puncak: Detik-Detik Waisak

Menurut surat resmi Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), detik-detik Waisak yang menjadi titik kulminasi spiritual ditetapkan pada pukul 23.55.29 WIB, Senin malam. Waktu ini berdasarkan perhitungan astronomis saat bulan purnama mencapai puncaknya — simbol kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Gautama.

Lima belas menit sebelum detik-detik tersebut, suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelataran Candi Borobudur. Ribuan umat mulai menyiapkan lampion yang akan diterbangkan sebagai bentuk doa dan harapan akan kedamaian dunia. Pada saat waktu suci tiba, ribuan lampion perlahan dilepaskan ke langit malam. Cahaya hangat dari lampion-lampion itu membentuk lanskap spiritual yang memikat, memantul di relief batu purba Borobudur yang berusia lebih dari 1.200 tahun.

Kirab Suci dari Candi Mendut

Sehari sebelumnya, rangkaian perayaan telah diawali dengan kirab Waisak yang dimulai dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Para biksu, umat Buddha, dan peserta dari berbagai negara mengikuti kirab dengan membawa aneka persembahan serta api dharma yang merupakan simbol penerangan dan kebenaran ajaran Buddha.

Pagi harinya, para biksu melaksanakan tradisi pindapata di pelataran Candi Mendut. Dalam tradisi ini, biksu berjalan kaki mengelilingi area wihara dan menerima dana berupa makanan maupun uang dari umat. Pindapata bukan sekadar ritual fisik, namun juga simbol dari praktik kerendahan hati, saling berbagi, dan melepas ego duniawi. Melalui berderma, umat Buddha diyakini dapat melatih diri untuk menanggalkan keserakahan dan kesombongan.

Wihara Dharma Bhakti: Sembahyang Sepanjang Hari

Perayaan Waisak juga berlangsung di berbagai wihara di Indonesia, termasuk di Wihara Dharma Bhakti yang berada di pusat kota. Sejak pagi, umat berdatangan untuk sembahyang kepada para leluhur serta memanjatkan puja bakti kepada Sang Buddha. Meski merupakan hari besar keagamaan, suasana di wihara tetap teratur dan tenang, mencerminkan semangat Waisak yang damai dan penuh refleksi batin.

Wihara ini tetap terbuka hingga pukul 19.00 WIB, memberi waktu cukup bagi umat untuk beribadah di hari yang sangat dimuliakan ini. Tak hanya umat lokal, beberapa wisatawan asing juga tampak mengikuti ritual dengan penuh rasa ingin tahu, menjadikan perayaan ini sekaligus sebagai sarana edukasi dan diplomasi budaya.

Pesan Perdamaian dan Harmoni

Waisak 2569 BE tahun ini mengangkat tema “Memperkokoh Persaudaraan, Memperkuat Kepedulian Sosial Menuju Kedamaian Sejati.” Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP WALUBI menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai ajaran Buddha sebagai inspirasi dalam membangun harmoni sosial, menjaga lingkungan, dan menyebarkan kasih sayang tanpa batas.

Pelepasan lampion yang menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih terang seolah menjadi penutup yang sempurna dari seluruh rangkaian spiritual. Cahaya-cahaya itu, meski perlahan menghilang di balik langit malam Borobudur, meninggalkan kesan mendalam dalam hati setiap umat yang hadir — bahwa dalam setiap lilin yang menyala, doa untuk dunia yang damai terus menyala.(Tyo/ln)

Nasional, Umum

Navigasi pos

Previous Post: Rapat Koordinasi DPW-DPD IWO DIY
Next Post: Wujudkan Tertib Adminduk, Pemkot Yogya Luncurkan Mesin ADM di Rejowinangun

Related Posts

  • Kolaborasi Hijau di Lereng Merapi Tanam Ratusan Pohon Produktif Daerah
  • Yogyakarta Siap Jadi Panggung Internasional: 9 Negara Hadir dalam Festival Budaya “Color of Indonesia” Nasional
  • Wabup Danang Dukung Program Waste to Energy di Rakornas Pengelolaan Sampa Daerah
  • Wabup Sleman Serahkan Penghargaan IPKS 2025 Daerah
  • Sri Sultan Luncurkan Program “Rukti Bumi”: Kepatihan Jadi Contoh Kantor Ramah Lingkungan Daerah
  • Perum BULOG Yogyakarta Salurkan 12,8 Ton Beras Bantuan Pangan di Kapanewon Minggir Sleman Ekonomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Presiden Prabowo Tekankan Profesionalisme dan Soliditas TNI–Polri dalam Rapim di Istana Negara Nasional
  • Bupati Sleman Serahkan 113 Sertifikat Tanah untuk Warga Terdampak Proyek Jalan Prambanan–Lemahbang Daerah
  • Geopolitik dan Ekonomi Global 2025: Saat Dunia Membutuhkan Kesadaran Baru Ekonomi
  • Pagelaran Wayang Kulit Tutup Puncak HUT ke-50 SMKN 4 Yogyakarta Nasional
  • Doni Tata Lama Gak Kelihatan,Kini Berikan Workshop di DTSP Bangun Ekosistem Balap Profesional Otomotif
  • Sogan Batik Rejodani X KainHalal”Tampil di Pehelatan Akbar Modest Style Runway 2026 Fashion
  • Jogja Cultural Wellness Festival 2025 Dari Yogyakarta, Gerakan Kembali pada Keseimbangan Hidup Nasional
  • Sabda Watu Gilang Menggema Karaton Surakarta Menyambut Era Baru Pakoe Boewono XIV Nasional

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme