Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Taman Pintar Jogja Bukan Sekadar Wisata Edukasi, Kuliner UMKM Angkringan Juga Tersedia Daerah
  • Filosofi STEM SMP Labschool UNY Menarik Perhatian PSKP Kemendikdasmen Nasional
  • Fun Run2025 Lari Bareng Bersama Marcel Chandrawinata Daerah
  • Mindful Tourism di Yogyakarta Menuju Pariwisata Kesadaran Berkelanjutan Daerah
  • Sultan Tekankan Integritas dalam Pengelolaan Dana Kalurahan dan Kelurahan Daerah
  • Tahu Gejrot & Bakso Pangsit Ala Loman Park Hotel, Sajian Tradisional dengan Sentuhan Elegan Hotel Berbintang Kuliner
  • Kirab Kemenangan Sleman Dua Piala Juara Umum PORDA dan PEPARDA DIY 2025 Daerah
  • Loman Park Gelar Festival Burung Berkicau: Ajang Bergengsi Pecinta Kicau Mania dari Seluruh Jawa Pariwisata

Geopolitik dan Ekonomi Global 2025: Saat Dunia Membutuhkan Kesadaran Baru

Posted on September 14, 2025September 14, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Geopolitik dan Ekonomi Global 2025: Saat Dunia Membutuhkan Kesadaran Baru

NASIONALTERKINI. Dunia tahun 2025 tidak hanya bergerak menuju multipolaritas, tetapi juga sedang diuji dalam krisis kesadaran kolektif. Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, India hingga kawasan Timur Tengah terlibat dalam perebutan pengaruh. Namun, perebutan itu menyembunyikan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah ekonomi global masih sekadar arena kompetisi, atau dapat menjadi ruang untuk harmoni?

Agus Budi Rachmanto, M.Sc, lulusan pasca sarjana Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada dan anggota Asia Pacific Network of Science & Technology Centres (ASPAC), menyebut kondisi ini sebagai “era multipolaritas rapuh” — di mana ketidakpastian geopolitik bersinggungan dengan krisis energi, pangan, hingga iklim.Ujarnya:Minggu:14/09/2025

Makroekonomi Global: Dari Supply Chain ke Krisis Kesadaran

Dalam level makro, fragmentasi rantai pasok, transisi energi, dan dominasi teknologi digital menjadi penentu arus kapital dunia. Volatilitas harga pangan dan energi bisa mengguncang stabilitas fiskal negara-negara berkembang. Namun, di balik turbulensi itu, ada peluang: transformasi menuju ekonomi hijau dan digital yang lebih setara.

Filosofi Jawa memberi perspektif kritis:

Data Sawala → fragmentasi global seharusnya membuka ruang dialog, bukan sekat.

Padha Jayanya → distribusi akses teknologi harus setara, bukan monopoli raksasa digital.

Maga Bathanga → transisi energi menuntut kesadaran keterbatasan sumber daya bumi.

Mikroekonomi: Perilaku Baru dalam Konsumsi dan Produksi

Di tataran mikro, perubahan perilaku konsumen dan produsen menentukan wajah baru ekonomi. Konsumen kini ditantang untuk berbelanja kritis dan hijau, sementara produsen dipaksa beradaptasi dengan standar etika dan keberlanjutan. Pasar global bukan lagi sekadar ruang perebutan, melainkan arena kontestasi nilai.

“Jika ekonomi terus dilihat sebagai zero-sum game, maka kita akan terjebak dalam krisis tanpa ujung. Tetapi bila pasar menjadi ruang dialog, harmoni bisa lahir,” ujar Agus.

Indonesia di Persimpangan

Sebagai anggota G20 dan pemimpin ASEAN, Indonesia dihadapkan pada pilihan strategis: tetap menjadi “pasar besar” atau menjelma menjadi simpul peradaban baru.

Makro: memainkan diplomasi energi hijau, digital inklusif, dan bebas-aktif di antara blok besar.

Mikro: mendorong UMKM berbasis budaya Nusantara naik kelas lewat digitalisasi.

Ekologi: menjadikan kearifan lokal sebagai solusi adaptif krisis iklim.

Proyeksi: Antara “Obor Harmoni” dan “Krisis Kesadaran”

Indonesia dapat menempuh tiga skenario:

  1. Optimis – menjadi hub energi terbarukan dan digital ASEAN, pertumbuhan GDP stabil di atas 6%.
  2. Moderat – adaptasi terkendali dengan pertumbuhan 4–5%.
  3. Pesimis – terjebak dalam krisis kesadaran, pertumbuhan melemah di bawah 3,5%, ekonomi digital dikuasai asing.

Paradigma Baru: Dari Kuasa ke Harmoni

Agus menegaskan, dunia tidak membutuhkan raksasa ekonomi baru semata, tetapi kepemimpinan moral, spiritual, dan kultural. “Indonesia punya modal itu—dengan filosofi Jawa: dialog (Data Sawala), kesetaraan (Padha Jayanya), dan kerendahan hati (Maga Bathanga). Jika itu diintegrasikan dalam strategi makro dan mikro, Indonesia bisa tampil sebagai laboratorium harmoni ekonomi global.”Tutup:Agus(Tyo)

Ekonomi, Nasional

Navigasi pos

Previous Post: “Interregnum Prancis: Saat yang Lama Belum Mati dan yang Baru Belum Lahir”
Next Post: Kali Gowang dan Tapak Tilas Ki Ageng Giring Refleksi Wellness dari Gunungkidul

Related Posts

  • Wali Kota Yogyakarta Resmikan Hotel 1O1 Urban Heritage Lynn Prawirotaman Yogyakarta Daerah
  • Jogja Salah Satu Tujuan Pusat Fashion Dunia Bisnis
  • Kirab Budaya Nusantara Tandai Usia Emas 50 Tahun SMKN 4 Yogyakarta Nasional
  • Upacara 1 Maret di Mandala Krida, Yogyakarta Teguhkan Ingatan Sejarah Nasional
  • Libur Nataru 2025, Kunjungan Wisata ke Yogyakarta Melonjak Tajam Nasional
  • Ngayogjazz 2025 Jazz Diundang Mbokmu, Meriahkan Imogiri Sang Desa Pusaka Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Loman Park Hotel Yogyakarta, Pesona Arsitektur Jawa yang Memikat Wisatawan Mancanegara HOTEL
  • HUT ke-15 Bank Sampah Apel Condongcatur Tanggung Jawab Bersama Daerah
  • Wujud Nyata “Loman”, Sinergi Hotel dan Komunitas Pembersih Masjid Yogyakarta Daerah
  • 4 Desainer IFC Jogja Tampil Fashion Show di Loman Park Hotel Daerah
  • Perkuat Peran Rois Jelang Ramadan, Bupati Sleman Tekankan Ukhuwah Islamiah Daerah
  • HUT ke-2 Loman Park Hotel Momentum Kolaborasi Pariwisata dan UMKM Sleman Daerah
  • Cahaya Klarines di Panggung Diajeng: Suara Tulus dari Hati untuk Jogja Daerah
  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi Bisnis

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme