
NASIONALTERKINI. Ribuan orang dari berbagai usia memadati kompleks Candi Prambanan pagi ini, dalam sebuah perhelatan istimewa yang tak hanya merayakan Hari Kebaya Nasional ke-2, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara adidaya budaya. Bertajuk Festival Kebaya di Situs Warisan Dunia, acara ini menjadi pertemuan antara dua pilar kebudayaan: warisan budaya tak benda kebaya, dan warisan budaya dunia Candi Prambanan.Kamis:24/07/2025 di Candi Prambanan Yogyakarta
Di tengah suasana penuh semangat budaya dan keanggunan kain tradisi, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D., tokoh budaya sekaligus penggagas berbagai forum kebudayaan internasional, tampil dengan pesan yang menggugah.Jika Indonesia ingin diakui sebagai negara kuat dan adidaya, maka budaya adalah jalannya. Budaya adalah DNA kita,” tegasnya.
Yogyakarta, menurutnya, adalah Ibu Kota Budaya Indonesia. Sejak lebih dari tiga dekade lalu, ia telah menghadirkan berbagai forum kelas dunia seperti International Conference on Culture and Tourism (ICCT), World of Archaeological Wonders (WOW), Dunia Batik, hingga World Culture Forum—semuanya berakar dari Yogyakarta.
Kini, Indonesia telah mengantongi 10 pengakuan UNESCO untuk Warisan Budaya Dunia, termasuk Candi Prambanan, serta 13 untuk Warisan Budaya Tak Benda—di antaranya kebaya, yang diakui sebagai budaya bersama bersama Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand sejak 2022.
Hari ini kita menyatukan keduanya—kebaya dan Prambanan. Tangible dan intangible heritage berpadu dalam satu panggung, sebagai simbol kehormatan dan identitas bangsa,” lanjut Wiendu dengan penuh semangat.
Dalam orasinya, ia juga mengingatkan pentingnya menyeimbangkan pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi.
Pelestarian dan ekonomi jangan dipertentangkan, apalagi didikotomikan. Justru keduanya harus disinergikan. Di situ kekuatan kita, kekuatan Indonesia,” katanya tegas.
Dan di antara kemegahan candi yang menjulang dan angin yang membawa wangi bunga, kalimat penutup Prof. Wiendu pun bergema kuat:
Kebaya adalah wajah kita. Kebaya adalah sikap kita, kehormatan kita, identitas kita. Perempuan Indonesia, bangga berkebaya!”
Festival ini bukan sekadar selebrasi busana tradisi. Ia adalah pernyataan: bahwa Indonesia besar karena budayanya, dan kebaya adalah salah satu simbol kecantikan, keteguhan, serta kebanggaan perempuan Nusantara.Pungkas:Wiendu(Tyo)
