foto: GKR Bendara malam penutupan jcwf 2025

NASIIONALTERKINI.Malam penutupan Jogja Cultural Wellness Festival 2025 menjadi momentum istimewa ketika berbagai tokoh penting hadir dan memberikan dukungan nyata bagi kebangkitan wellness berbasis budaya di Yogyakarta. Hadir pada malam ini:
Ibu Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, beserta jajarannya;
Bapak Gubernur DIY atau yang mewakili;
Gusti Putri dari Kasunanan Kraton Solo;
Bapak Budi Waljiman, Wakil Ketua DPRD DIY;
Ibu Andriana Wulandari, Ketua Komisi B DPRD DIY;
para pimpinan daerah kabupaten/kota se-DIY atau yang mewakili;
Bapak Hafidz Asram dari Asram Edupark;
Kepala Perwakilan Bank Indonesia atau yang mewakili;
serta para sponsor, asosiasi pariwisata, komunitas, dan para pengunjung yang memenuhi ruang acara.Minggu:30/12/2023

Acara dimulai dengan puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, yang pada malam penuh cahaya ini mempertemukan seluruh elemen masyarakat untuk merayakan puncak perjalanan panjang JCWF 2025—sebuah perjalanan yang telah berlangsung selama lima pekan penuh harmoni.

Sambutan GKR Bendara sebagai Ketua JCWF 2025

Dalam sambutannya, GKR Bendara, selaku Ketua Jogja Cultural Wellness Festival 2025, menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna perjalanan JCWF tahun ini. Beliau menegaskan bahwa festival ini bukan hanya sebuah agenda tahunan, melainkan gerakan kebudayaan yang membawa kembali nilai-nilai kearifan lokal ke tengah kehidupan modern.

GKR Bendara menekankan bahwa wellness dalam perspektif Jawa bukan sekadar tren global, melainkan filosofi kehidupan yang telah diwariskan turun-temurun:
Salarasing Urip, Wiraga, Wirama, Wirasa — keselarasan hidup yang menyatukan raga, rasa, dan ritme batin.

Beliau juga menyampaikan bahwa lima pekan penyelenggaraan festival, mulai dari tema Healthy Food & Herbals hingga puncak Harmony in Wellness, merupakan bentuk nyata kolaborasi antara tradisi dan inovasi. Dalam pandangan beliau, Yogyakarta memiliki modal budaya yang sangat kuat untuk tampil sebagai pusat wellness berbasis kearifan lokal di Indonesia dan dunia.

GKR Bendara menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang memastikan JCWF 2025 berjalan dengan sukses:
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Pemerintah Kabupaten Sleman, dinas pariwisata dan kebudayaan se-DIY, 34 fasilitator program, Didiet Hadiprasetyo Foundation, Prof Nyoman, Mustika Ratu, Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Asram Edupark, dan 33 wellness artisan yang selama ini menjadi garda depan penguatan ekosistem wellness di Yogyakarta.

Tahun ini JCWF menghadirkan 36 program wellness, mulai dari booth pengalaman, workshop, talkshow inspiratif, hingga program unggulan Sacred Axis Retreat yang mengajak peserta meresapi ketenangan tubuh, kejernihan pikiran, dan kesunyian jiwa.

Dalam sambutannya, GKR Bendara kembali mengangkat tagline “Hilang untuk Healing”, sebagai pengingat bahwa ruang-ruang wellness harus menjadi ruang pemulihan, bukan hanya ruang transaksi ekonomi. Menurut beliau, generasi muda hari ini menghadapi tantangan kesehatan mental yang semakin kompleks. Karena itu, membangun ekosistem wellness adalah jalan penting dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 — generasi yang kuat tubuhnya, kuat jiwanya, dan kuat identitasnya.

Beliau menutup sambutan dengan harapan bahwa JCWF bukan hanya program tahunan, tetapi menjadi gerakan yang tumbuh, berkelanjutan, dan menyentuh masyarakat secara lebih luas. Malam penutupan dengan Night Healing Music Concert bersama Kunto Aji diharapkan menjadi titik tenang yang menguatkan langkah seluruh peserta menuju perjalanan wellness berikutnya.

Penegasan Yogyakarta sebagai Destinasi Wellness Berbasis Budaya

Festival tahun ini kembali membuktikan bahwa Yogyakarta memiliki keunikan tersendiri sebagai destinasi wellness berbasis budaya—destinasi yang bukan hanya menawarkan pengalaman, tetapi perjalanan bermakna bagi setiap orang yang datang. Ketika budaya, keberlanjutan, dan wellness dipadukan, terciptalah ekosistem yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.Acara ditutup dengan ungkapan terima kasih dan doa keselamatan.(Tyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *