
NASIONALTERKINI. Desainer kenamaan Lanny Amborowati kembali mencuri perhatian dunia mode lewat label busananya, CHESA. Dalam sebuah pergelaran eksklusif di Loman Park Hotel, Yogyakarta, Lanny menampilkan empat karya terbaiknya yang memukau dengan keanggunan, nilai seni tinggi, dan kekuatan filosofi di balik tiap helai kain.

Dengan mengusung tema “Trendforecast 2025–2026: STRIVE (Neo Nostalgic)” dan subtema “Artisanal Elegance”, koleksi CHESA menjadi bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal yang dikemas dalam sentuhan modern. Setiap busana hadir bukan sekadar sebagai pakaian, tetapi sebagai karya seni yang menampilkan keindahan craftsmanship lokal dan inovasi desain masa kini.Ujar :Lanny:09/08/2025 di Loman Park Hotel Yogyakarta

Nama CHESA sendiri memiliki makna mendalam—terinspirasi dari sosok wanita surgawi yang damai, anggun, dan penuh kebaikan. Nilai-nilai inilah yang menjadi jiwa dari setiap rancangan Lanny Amborowati. Ia menciptakan busana yang tidak hanya mempercantik penampilan luar, tetapi juga menguatkan karakter, memancarkan kelembutan, serta menumbuhkan rasa percaya diri bagi setiap perempuan yang mengenakannya.

Simfoni Tradisi dan Modernitas
Dalam pergelaran di Loman Park Hotel, Lanny mempersembahkan empat karya yang mengedepankan kekayaan teknik tradisional seperti rajutan benang, aplikasi payet, dan susunan manik-manik, semuanya dikerjakan secara presisi dan penuh ketelitian. Bukan sekadar mengikuti tren, karya-karya ini menjadi bentuk penghargaan terhadap warisan budaya—ditransformasikan menjadi busana kontemporer yang elegan.

Koleksi ini berakar pada gaya Romantic Elegance, yang memadukan estetika Japanese Look dan European Look. Material yang digunakan pun dipilih dengan cermat: dari katun batik tulis, tenun lurik, cotton, hingga tile (tulle)—diolah menjadi busana bersiluet A-line dan H-line yang ringan namun tetap memiliki struktur kuat dan berkarakter.

Warna, Motif, dan Karakter yang Berbicara


Palet warna dalam koleksi ini menghadirkan harmoni kontras: hitam, biru, merah, kuning, dan broken white. Tiap warna mencerminkan perpaduan antara keberanian dan kelembutan. Motif yang digunakan pun tak kalah menarik—menggabungkan batik abstrak kontemporer dengan lurik klasik, menciptakan komposisi visual yang dinamis dan penuh karakter.

Sebuah Pesan dari Perempuan untuk Perempuan “asesoris Borobudur Silver”

Melalui CHESA, Lanny Amborowati menyampaikan lebih dari sekadar estetika. Koleksi ini menjadi cerminan perempuan masa kini—kuat namun lembut, anggun namun penuh daya. Sebuah pesan bahwa keindahan sejati lahir dari keberanian menjunjung tradisi sekaligus keberanian berinovasi.Pungkas:Lanny(Tyo)
