Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Yogyakarta Siap Jadi Panggung Internasional: 9 Negara Hadir dalam Festival Budaya “Color of Indonesia” Nasional
  • Angel’s Community dan Indonesian Fashion Chamber Perkuat Sinergi dalam Community Collaboration di Grand Diamond Hotel Yogyakarta Daerah
  • Zahirah Ayya Usung Filosofi Alam dan Kosmik lewat Brand Ayyalana Fashion
  • Libur Panjang, Tapi Tak Berkunjung: Ke Mana Perginya Wisatawan Lebaran 2025 Bisnis
  • 33 Hotel di Indonesia Raih Penghargaan MICHELIN Keys, Bukti Pariwisata Naik Kelas Ekonomi
  • Zulfa Faiz, Ibu Rumah Tangga yang Mewakili Suara Seni di ARTJOG 2025 Nasional
  • GKR Bendara Buka Resmi JCWF 2025 “Yogyakarta the City of Wellness” Nasional
  • Kolaborasi Indonesia-Prancis Gala Dinner di Hotel Tentrem Yogyakarta Bisnis

Mengenal Kopi Trajumas Dari Lereng Menoreh Potensi Desa dan Cinta Pada Kopi

Posted on Juli 14, 2025Juli 14, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Mengenal Kopi Trajumas Dari Lereng Menoreh Potensi Desa dan Cinta Pada Kopi

NASIONALTERKINI. Sebuah pagi yang hangat di pegunungan Menoreh membuka perbincangan santai namun bermakna dengan seorang sosok inspiratif bernama Tio, yang akrab disapa Mas Tio Trajumas. Di sebuah kedai sederhana, Trajumas Java Coffee, Mas Tio bercerita tentang perjalanannya mengangkat kopi lokal menjadi jembatan ekonomi desa dan kecintaan pada alam.

“Saya tinggal di kawasan perbukitan Trajumas, dan nama kopi ini pun kami ambil dari situ. Awalnya, keresahan saya sebagai anak muda melihat potensi desa yang belum tergarap dengan baik menjadi pemicu,” ujar Tio sambil menyeduh kopi:Senin:14/07/2025

Dari Kegelisahan, Lahir Sebuah Gerakan

Pada akhir 2019, Mas Tio bersama rekan-rekannya — Pak Sugeng, Mas Endra, dan Mas Basuki — mulai memetakan potensi pertanian di daerahnya, tepat sebelum pandemi. Dari hasil penelitian, mereka menemukan bahwa di hampir setiap rumah di wilayahnya terdapat tanaman kelapa, cengkeh, pisang, dan kopi. Keempat komoditas itu mereka sebut sebagai kultur desa, karena sudah mengakar sejak zaman dahulu.

Namun, setelah menganalisis lebih lanjut, hanya kopi yang dianggap paling stabil dan aman secara ekonomi serta lingkungan. “Kelapa dan cengkeh terlalu tinggi dan berisiko. Pisang menyerap nutrisi tanah terlalu banyak. Akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada kopi,” jelas Tio.

Hitungan Cerdas dan Potensi Ekonomi

Mas Tio tak asal tanam. Ia dan timnya melakukan uji coba terhadap 24 batang kopi milik seorang warga bernama Pak Sunarto. “Usia pohon delapan tahun, dan satu pohon bisa menghasilkan 11 kilogram. Kalau punya 2.000 batang, itu bisa jadi 20 ton kopi. Kali harga Rp6.000 aja sudah Rp120 juta per tahun. Sebulan bisa Rp10 juta,” paparnya dengan semangat.

Ia menekankan, kopi bisa menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan bagi petani desa. “Tujuan kami bukan sekadar menanam, tapi menciptakan desa mandiri, meningkatkan ekonomi, dan mengurangi pengangguran,” katanya. Maka dari itu, konsep yang ia usung adalah pertanian kopi terpadu dari hulu ke hilir — mulai dari bibit, budidaya, hingga pasca panen dan penyajian.

Arabika, Robusta, hingga Wine: Menjaga Rasa dan Budaya

Trajumas Java Coffee kini mengembangkan tiga varietas kopi: Arabika, Robusta, dan Liberika. Untuk Liberika sendiri, mereka memiliki dua varian, yaitu biji besar dan kecil (daun lebar dan daun kecil). Salah satu jenis Robusta yang mereka kembangkan adalah Robusta Tiung, dikenal dengan buahnya yang lebat namun pohonnya tinggi.

Lebih dari sekadar produksi, Mas Tio sangat memperhatikan kualitas dan proses. Ia menjelaskan perbedaan proses natural, honey, hingga wine — yang semuanya punya karakter rasa unik. Untuk proses wine, misalnya, membutuhkan fermentasi selama 28 hari dalam wadah tertutup sebelum dijemur.

“Petani harus tahu rasa kopinya. Jangan asal jual. Rasakan dulu. Kalau mereka sudah cinta dan paham rasa, hasilnya akan beda. Bukan hanya kopi yang enak, tapi hidup juga terasa lebih nikmat,” ucapnya dengan senyum tulus.

Penyimpanan dan Penyajian yang Penuh Perhatian

Bagi Mas Tio, kualitas kopi bukan hanya soal biji, tapi juga penyimpanan. “Kami simpan minimal setahun, idealnya dua hingga lima tahun. Disimpan di karung goni, dibungkus plastik, dan dijaga 1 meter dari tanah agar aromanya tetap kuat,” jelasnya.

Untuk penyajian, Trajumas punya gaya sendiri. Saat membuat iced americano, misalnya, mereka membiarkan espresso langsung menetes ke atas bongkahan es — menghasilkan efek retakan es yang khas, sekaligus menjaga rasa tetap konsisten.

Lebih dari Sekadar Bisnis

“Tanamkan rasa cinta dan syukur pada pohon kopi. Jangan ambisi jadi cepat kaya, tapi pahami dan hayati prosesnya. Tuhan sudah kasih banyak buah tanpa kita minta. Itu sudah anugerah,” ucap Mas Tio menutup perbincangan.

Trajumas Java Coffee bukan sekadar nama. Ia adalah semangat, cerita, dan harapan dari desa di lereng Menoreh yang ingin bangkit lewat secangkir kopi. Dan Mas Tio, dengan kepekaan dan kecintaannya pada alam, menjadi salah satu pemuda yang menjadikannya nyata.Pungkas:Tio(Tyo)

Bisnis, Daerah, Pariwisata, Pendidikan, Umum

Navigasi pos

Previous Post: Kajian “Bertahan di Tengah Badai Ketidakpastian” di Loman Park Hotel Menemukan Ketenangan dalam Iman
Next Post: Panen Padi Organik Sembada Merah Jadi Daya Tarik Agrowisata Sehat di Sleman

Related Posts

  • Kobessah Kopi Bantul, Ruang Nongkrong Nyaman Favorit Anak Muda Bisnis
  • Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80 Ziarah Kenang Jejak Pahlawan Daerah
  • Jogja Rayakan Babak Baru Seni Rupa: “Chapter Jogja” Art Fair Hadir Perdana Daerah
  • Jogja Tak Pernah Sepi, Tapi Apakah Pemerintah dan Industri Sudah Satu Hati? Ekonomi
  • Gapura dan Taman Baru Percantik Kawasan Pathuk, Destinasi Wisata Kuliner Jogja Daerah
  • Yoga & Meditasi – Harmoni Alam & Jiwa di Candi Plaosan Merajut Keseimbangan Alam Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Polda DIY Pantau Lancarnya Arus Balik Lebaran 2025 Daerah
  • Kontes Roket Air Taman Pintar 2025: Pelajar Berkreasi Dukung Teknologi Kedirgantaraan Daerah
  • Bupati Sleman Resmikan Kantor Baru Bank Sleman Cabang Godean Bisnis
  • Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni Magang di 21 Balai Pelatihan Vokasi Nasional
  • Lirik Lurik Lerek dalam Balutan “Lembah Manah”, Dina Rosaria Ajak Kembali pada Hati yang Tenang Fashion
  • “Kartini Tanpa Batas” Generasi Muda Meriahkan Hari Kartini Fashion
  • Donor Darah di Orang Utan Resto Kolaborasi Sosial dan Pariwisata untuk Semangat Borobudur Daerah
  • “LUMO: Energi Memberi dalam Jiwa Perhotelan” Jiwa di Balik Hotel Loman Park Hotel Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme