
NASIONALTERKINI— Prambanan Jazz Festival 2025 kembali memikat ribuan penonton di hari kedua pelaksanaannya. Dengan latar megah Candi Prambanan dan tema tahun ini “Sebelas Selaras”, suasana semakin hangat sejak matahari mulai turun. Penonton dari berbagai daerah rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan penampilan spektakuler dari deretan musisi terbaik Indonesia lintas generasi.Sabtu:05/07/2025 di Candi Prambanan Yogyakarta
Sore hari dibuka dengan penuh semangat oleh I’m Jazz A Kids Superband yang menghadirkan bakat-bakat muda penuh potensi. Disusul Komunitas Jogja ’90s yang sukses membawa aura nostalgia lewat lagu-lagu kenangan.
Suasana kian meriah ketika RONY PARULIAN tampil penuh energi, mengajak penonton bernyanyi bersama. Tak kalah menarik, O.M LORENZA dan NASIDARIA menghadirkan sentuhan tradisional dalam balutan aransemen jazz yang segar.
Penonton dibuat terpukau saat TEDDY ADHITYA membawakan lagu-lagu penuh emosi, dilanjut DERE dan MONITA TAHALEA yang memanjakan telinga dengan vokal lembut dan penampilan yang intim.
Malam pun memasuki puncaknya dengan kemunculan para nama besar. PAMUNGKAS tampil penuh karisma, membawa penonton ke dalam dunia lirik-lirik puitisnya. KUNTO AJI menyusul dengan pesan-pesan reflektif yang menggetarkan hati.
Momen istimewa pun hadir lewat kolaborasi memukau RAISA dan BERNADYA, dua penyanyi dengan karakter vokal berbeda namun saling melengkapi di atas panggung. Tak kalah emosional, KLA PROJECT bersama maestro biola HENDRI LAMIRI sukses menciptakan harmoni megah yang membius penonton.
YOVIE & NUNO membawakan lagu-lagu cinta yang sudah menjadi anthem generasi, sementara KAHITNA kembali menyentuh hati lewat lirik-lirik romantis yang tak lekang oleh waktu.
Kejutan pun datang dari kolaborasi spiritual nan menyentuh antara LETT0 dan KIAI KANJENG, yang membawa suasana magis dalam balutan pesan damai dan refleksi batin.
Tak ketinggalan, KARIMATA dan PANBERS menunjukkan keperkasaannya sebagai legenda musik Indonesia, membawa penonton dalam perjalanan waktu melalui karya-karya ikonik mereka.
Hari kedua ditutup dengan penampilan EAJX yang menghadirkan energi segar dan modern, membuktikan bahwa Prambanan Jazz adalah panggung inklusif untuk semua warna musik.
Festival ini bukan hanya soal konser, tapi perayaan kebudayaan, harmoni, dan rasa cinta terhadap musik Indonesia yang dikemas secara elegan di pelataran candi warisan dunia. Prambanan Jazz 2025 hari kedua terbukti menyatukan berbagai generasi dalam satu irama, satu selaras.(Tyo)
