Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Menyelam ke Dalam Sunyi Girian Veriwinata dan Jalan Pulang Menuju Keseimbangan Jiwa Daerah
  • Warga Jogja Sungkeman ke Sri Sultan di Kepatihan, 70 Angkringan Gratis Nasional
  • Peken Klangenan Kotagede Menyatu dengan Tradisi Merangkai Masa Lalu dan Masa Kini Daerah
  • Sarong Fashion Hack” Chic & Stylish” Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda di JIBB 2025 Daerah
  • Transformasi Pariwisata Dari Kompetisi Menuju Kolaborasi dan Spiritualitas Ekonomi
  • Resiliensi Budaya sebagai Strategi Keberlanjutan Peradaban Daerah
  • Wellness dan Budaya Jogja Menata Identitas Pariwisata Baru Liifestyle
  • Pelantikan Jagabaya dan Dukuh Baru, Condongcatur Perkuat Pelayanan Publik Daerah

Gong Perdamaian di Taman Pintar Yogyakarta

Posted on April 24, 2025April 24, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Gong Perdamaian di Taman Pintar Yogyakarta

NASIONALTERKINI.Yogyakarta, kota yang sejak lama dijuluki sebagai kota budaya dan pendidikan, tak pernah kehabisan cara untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dengan cara yang halus namun membekas. Di antara ragam wahana edukatif dan atmosfer ceria khas Taman Pintar, berdirilah satu monumen yang diam namun bersuara, statis namun menggetarkan kesadaran: Gong Perdamaian Nusantara. Monumen ini bukan sekadar elemen dekoratif taman; ia adalah pesan simbolik yang berdiri kokoh di tengah pusaran arus zaman yang sering kali melupakan nilai dasar kemanusiaan dan keindonesiaan.

Diresmikan pada 20 Mei 2008, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, gong ini mengandung makna yang jauh lebih dalam daripada yang tampak. Dengan tanah dari 33 provinsi sebagai fondasinya, Gong Perdamaian tidak hanya merepresentasikan keberagaman Indonesia secara fisik, tetapi juga menyatukan memori, identitas, dan harapan dari seluruh penjuru Nusantara ke dalam satu resonansi: damai dalam keberagaman, satu dalam perbedaan.

Agus Budi Rahman, selaku pengelola Taman Pintar Yogyakarta, menjelaskan bahwa Gong Perdamaian ini bukan sekadar hiasan, melainkan sarana edukatif dan reflektif yang ditujukan untuk membentuk karakter kebangsaan sejak dini. “Kami berharap anak-anak dan para pengunjung bisa memahami bahwa keberagaman bukanlah ancaman, tapi justru kekuatan. Gong ini adalah simbol dari semangat itu,” ujarnya.Kamis;24/04/2025 di Taman Pintar Yogyakarta

Agus Budi Rahman

Gong Perdamaian yang diresmikan Sri Sultan Hamengku Buwono X, seakan ingin mengirimkan pesan: bahwa dari Bumi Mataram, dari Jogja yang dikenal sebagai poros budaya dan kearifan lokal, suara damai harus terus dipukul dan digaungkan, agar menggema ke seluruh penjuru negeri. Gong ini adalah pengingat bahwa nasionalisme bukan hanya milik masa lalu yang heroik, tetapi juga tugas kontemporer yang menuntut keberanian, kesadaran, dan keikhlasan.

Namun kini, dua dekade setelah Reformasi, kita harus bertanya dengan jujur: Apakah nilai-nilai yang disimbolkan oleh gong itu masih hidup di tengah kita? Ketika politik identitas makin tajam, perbedaan menjadi alat konflik, dan toleransi sering kalah oleh fanatisme, Gong Perdamaian hadir sebagai kritik diam terhadap arah peradaban yang kita pilih. Ia tidak bicara, tetapi diamnya adalah seruan paling lantang: sudahkah kita sungguh-sungguh membangun bangsa ini dengan fondasi damai, atau hanya menumpuk retorika di atas tanah yang rapuh?

Keberadaan tapak kaki dan tangan para presiden Republik Indonesia di lokasi yang sama memperkuat makna situs ini sebagai ruang historis dan kontemplatif. Ia bukan hanya mengabadikan jejak kekuasaan, tetapi menjadi panggung narasi kepemimpinan bangsa: bahwa setiap langkah pemimpin harus meninggalkan jejak kebijaksanaan, bukan sekadar popularitas sesaat. Dalam konteks ini, Taman Pintar mengajukan tantangan: mampukah generasi hari ini dan pemimpin masa depan membunyikan kembali gong dengan makna yang otentik, bukan semata seremoni?

“Gong ini adalah pengingat dan sekaligus penguji. Apakah kita masih mampu menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa? Apakah kita masih memiliki keberanian untuk membela nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman?” tambah Agus.

Taman Pintar Yogyakarta pun menjelma menjadi lebih dari sekadar taman edukatif. Ia adalah ruang publik yang menggabungkan pendidikan, sejarah, budaya, dan nasionalisme dalam bentuk yang menyenangkan namun mendalam. Ini adalah bentuk pendidikan karakter yang tidak menggurui, tetapi mengajak berpikir. Di tengah krisis identitas global, tempat ini menawarkan ruang jeda: untuk merenung, merefleksikan kembali makna menjadi manusia Indonesia.Papar:Agus

Maka dari itu, Gong Perdamaian Nusantara bukan hanya milik Yogyakarta. Ia adalah milik bangsa. Ia adalah narasi tentang harapan yang tak boleh padam. Bahwa di tengah segala perbedaan, kita tetap bisa memilih untuk bersuara bersama, dalam nada yang harmonis.Ungkapnya

Karena bangsa ini tidak akan runtuh oleh kerasnya pukulan musuh, tetapi oleh lemahnya resonansi nilai yang tak lagi diperdengarkan. Dan mungkin, gong ini sedang menunggu satu hal: keberanian kita untuk memukulnya, bukan dengan tangan, tapi dengan nurani yang sadar dan jiwa yang terbuka.Pungkas:Agus(Tyo/An)

Daerah, Pariwisata, Seni Budaya, Umum

Navigasi pos

Previous Post: THE GREAT PILGRIMAGE: Transformasi Global dan Kebangkitan Wisata Kesadaran 2025–2043
Next Post: Wyndham Garden Yogyakarta Luncurkan Program Triple Play

Related Posts

  • Libur Nataru 2025, Kunjungan Wisata ke Yogyakarta Melonjak Tajam Nasional
  • “Lebih dari Sekadar Destinasi: Merancang Pariwisata yang Penuh Energi, Karakter, dan Makna” Nasional
  • Komitmen 5 Menteri Baru Kabinet Merah Putih Jalankan Arahan Presiden Prabowo Nasional
  • IWO Indonesia Sleman Gelar Bakti Sosial Peringati Hari Pers Nasional Daerah
  • Borobudur Silver Hadir di Pameran The 22nd China ASEAN Expo (CAEXPO) 2025 Liifestyle
  • ARTOTEL Wanderlust Resmi Dukung Prambanan Jazz Festival 2025: Musik, Pariwisata, dan Kreativitas Jadi Satu Irama Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Plaza Ambarrukmo Rayakan 20 Tahun Lewat “Swarnacitta”, Paduan Wisata Belanja dan Budaya Ekonomi
  • Polda DIY Serahkan Kunci Rumah Baru kepada Warga Terdampak Pembangunan Mapolda di Godean Daerah
  • Pemkab Sleman Lepas 479 Atlet, Siap Berlaga di POPDA DIY 2026 Nasional
  • Panen Jagung di Lereng Merapi, Sleman Perkuat Ketahanan Pangan Bisnis
  • Sambut Lebaran, Bandara YIA Hadirkan Musik dan Tari Sambut Pemudik Fashion
  • Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Wisata DIY Mengelola Pariwisata Seperti Merawat Pohon Kehidupan Daerah
  • PHRI Magelang Dorong Kolaborasi dan Peningkatan Layanan Wisata Borobudur Nasional
  • Pameran Kastel Ceko Resmi Dibuka di Taman PintarSambut Libur Lebaran 2025 dengan Wisata Budaya Internasional Bisnis

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme