
foto=Zahirah Ayya, menampilkan koleksi batik ramah lingkungan melalui brand Ayyalana
NASIONALTERKINI.COM. Designer muda asal Yogyakarta, Zahirah Ayya, menampilkan koleksi batik ramah lingkungan melalui koleksi terbarunya, Ayyalana, dalam pergelaran fashion “Modest in Style to Ramadan” Sabtu:14/3/2026 di Grand Diamond Hotel Yogyakarta.

Koleksi ini memadukan motif batik filosofis dengan penggunaan pewarna alam sebagai bentuk kesadaran ekologis dalam dunia mode.

Zahirah mengangkat beberapa motif yang sarat makna, di antaranya Patra, Rahu–Ketu, dan Titik Telu. Motif Patra terinspirasi dari kumpulan daun yang melambangkan kesuburan dan kehidupan. Menurut Zahirah, motif tersebut menjadi simbol harapan agar alam tetap hijau dan ekosistem terjaga.

“Motif Patra adalah simbol kesuburan dari daun-daun pohon. Harapannya negeri ini tetap diselimuti pepohonan yang rindang dan menyejukkan, sehingga ekosistem di dalamnya tetap terjaga,” kata Zahirah.

Ia juga menghadirkan motif Rahu dan Ketu yang menggambarkan dualitas kehidupan. Rahu melambangkan ambisi dan obsesi yang berkaitan dengan dunia material, sedangkan Ketu merepresentasikan pelepasan dan spiritualitas.

“Rahu dan Ketu saya maknai sebagai simbol keseimbangan hidup. Manusia sering berada di antara godaan duniawi dan perjalanan menuju kesadaran spiritual,” ujarnya.

Motif lain yang ditampilkan adalah Titik Telu, yang terinspirasi dari simbol waqaf mu‘anaqah dalam Al-Qur’an. Simbol tersebut bermakna berhenti pada salah satu titik.
“Motif ini mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diciptakan di dunia memiliki titik akhir. Pada akhirnya manusia akan berhenti pada waktunya,” kata Zahirah.
Selain mengangkat nilai filosofis, koleksi Ayyalana juga menggunakan pewarna alam yang berasal dari bahan-bahan alami seperti kayu mahoni, kayu tingi, kayu tegeran, kayu jambal, buah jolawe, serta ekstrak daun indigofera. Bahan-bahan tersebut menghasilkan warna yang lebih lembut, tidak beracun, dan ramah lingkungan.
Zahirah mengatakan penggunaan pewarna alami merupakan upaya menghidupkan kembali warisan leluhur sekaligus mendorong praktik fesyen yang lebih berkelanjutan.
“Pewarna alam adalah warisan yang harus dilestarikan. Bagi saya, berkarya juga harus disertai tanggung jawab untuk menjaga bumi tetap hijau dan sehat,” ujarnya.
Zahirah merintis usaha fesyen sejak 10 Maret 2020 melalui brand Cillukba Fashion. Pada awal 2026, ia melakukan rebranding menjadi Ayyalana dan mulai memfokuskan diri pada pengembangan batik dengan pewarna alami. Melalui brand ini, ia ingin menghadirkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga membawa pesan tentang keseimbangan hidup dan kepedulian terhadap alam.Pungkas:Zahirah(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
