Rapat Koordinasi DPW-DPD IWO DIY

NASIONALTERKINI. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia se-Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar rapat koordinasi bersama pada Sabtu (10/5/2025). Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat DPD IWO Indonesia Kabupaten Sleman

Ini bagian dari persiapan menuju proses verifikasi Dewan Pers yang dijadwalkan pada Juli 2025.

Rapat dihadiri oleh Ketua DPW IWO Indonesia DIY Anton Nurcahyono beserta jajaran pengurus, serta para ketua, sekretaris, bendahara, dan bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPD IWO dari seluruh kabupaten/kota di DIY.Minggu:11/05/2025

Dalam sambutannya, Anton menjelaskan bahwa tujuan utama rapat ini adalah menyatukan persepsi dan memastikan seluruh dokumen serta data keanggotaan DPD IWO di DIY telah lengkap dan sesuai standar Dewan Pers. “Verifikasi Dewan Pers adalah momen penting bagi eksistensi dan profesionalisme organisasi. Karena itu, semua DPD harus siap secara administrasi dan struktural,” ujarnya.

Ketua DPD IWO Indonesia Sleman, Yupiter Ome, selaku tuan rumah, menyambut baik agenda ini. Menurutnya, rapat koordinasi semacam ini sangat penting untuk menyamakan langkah seluruh pengurus dalam menyambut verifikasi nasional. “Kami berharap agenda ini bisa memicu semangat bersama untuk memperkuat legalitas dan tata kelola organisasi,” ujarnya.

Pada sesi berbagi pengalaman, DPD IWO Sleman memaparkan pentingnya perencanaan organisasi jangka panjang melalui penyusunan Rencana Strategis (Renstra) untuk masa kepengurusan lima tahun. Dokumen ini menjadi panduan penting agar organisasi dapat dikelola secara terukur, adaptif terhadap perubahan, dan tetap relevan di tengah dinamika media digital. Selain itu, penting juga membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi lain demi mendukung kinerja jurnalistik anggota.

Dalam kesempatan yang sama, Madiyo Sriyanto dari bidang OKK DPD IWO Sleman membawakan presentasi bertema “Tumbuh Lebih Cepat dengan Teknologi”. Ia menekankan pentingnya adaptasi di era digital. “Organisasi jurnalistik harus mampu berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk bertahan dan berkembang. Kolaborasi menjadi kunci, dan teknologi adalah fondasinya,” tegasnya.

Madiyo juga menyampaikan bahwa wartawan online saat ini tidak cukup hanya menjadi peliput, tetapi harus turut menjadi penggerak perubahan sosial melalui informasi yang berdampak.

Menutup kegiatan, Ketua DPW IWO DIY kembali mengingatkan seluruh DPD agar segera melengkapi seluruh dokumen yang disyaratkan, termasuk administrasi keanggotaan, laporan kegiatan, dan kesiapan struktur organisasi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas profesi jurnalistik, tidak menyebarkan berita hoaks, serta aktif menjalin sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Menjaga marwah organisasi IWO Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama. Profesional, tertib administrasi, dan selalu menjunjung kode etik jurnalistik adalah kunci menuju organisasi yang kuat dan dipercaya publik,” pungkas:Anton:(Tyo)

Pariwisata dan tranformasi berkelanjutan di DIY

NASIONALTERKINI Sekretaris Umum DPD Putri DIY sekaligus pengelola Taman Pintar, Agus Budi Rahman Tourism and Sustainable Tranformation menyampaikan bahwa pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke depan harus menjadi pendorong utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pariwisata tidak cukup hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga harus membawa dampak sosial dan lingkungan yang positif.Saat di temui :Minggu:11/05/2025 di Taman Pintar Yovyakarta

Agus menekankan pentingnya momen global pada 27 Oktober 2025 nanti, yang mengangkat tema ” Menurutnya, YogyakartaTourism and Sustainable Tranformation harus menjadikan momentum ini sebagai titik awal untuk menyusun program-program pariwisata yang ramah lingkungan dan berpihak pada masyarakat.

“Pariwisata harus menjadi lokomotif perubahan. Tidak cukup hanya menarik wisatawan dan menghasilkan uang, tapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan menciptakan kedamaian,” ujarnya.

Empat Pilar Pariwisata Berkelanjutan

Agus menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus berpijak pada empat pilar utama: People (masyarakat), Planet (lingkungan), Prosperity (kemakmuran), dan Peace (perdamaian).

Ia menyebut masyarakat harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. “Pariwisata yang baik harus membangun interaksi yang hangat dan manusiawi, bukan hanya soal jual beli atau transaksi,” jelasnya.

Perhatian pada Lingkungan

Agus juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan dalam pembangunan pariwisata. Menurutnya, isu seperti sampah, krisis air bersih, dan perubahan iklim harus menjadi perhatian utama.

“Kita tidak bisa lagi menutup mata. Semua program pariwisata harus punya kepedulian terhadap bumi yang kita tinggali,” katanya.

Kemakmuran yang Merata

Selain itu, ia menilai bahwa tujuan utama dari pariwisata seharusnya bukan hanya keuntungan semata, tetapi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Sudah saatnya kita tinggalkan pola lama yang hanya mengejar profit. Kita perlu membangun pariwisata yang membawa manfaat nyata, terutama bagi masyarakat kecil,” ungkap Agus.

Mewujudkan Pariwisata yang Damai

Menurutnya, jika masyarakat sejahtera dan lingkungan terjaga, maka pariwisata akan turut menciptakan kedamaian. Ia mengajak semua pihak, termasuk warga di tingkat akar rumput, untuk aktif terlibat dalam membangun pariwisata.

“Gotong royong, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi semua pihak adalah kunci. Pariwisata yang damai hanya bisa terwujud jika semua orang merasa dilibatkan,” tambahnya.

Langkah Nyata dan Tantangan

Agus mengakui bahwa membangun pariwisata berkelanjutan bukan perkara mudah. Tantangan terbesar adalah membentuk kesadaran kolektif di masyarakat. Ia mengajak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyisipkan semangat transformation sustainability dalam setiap program dan pelatihan.

“Transformasi berarti berpindah dari cara pikir lama ke cara baru. Semua kegiatan—baik ekonomi, sosial, maupun budaya—harus membawa nilai keberlanjutan,” tegasnya.

Wellness Tourism dan UMKM Jadi Andalan

Agus juga menekankan pentingnya sinergi antara ekonomi kreatif, UMKM, dan sektor pariwisata. Ia mencontohkan konsep wellness tourism yang menggabungkan kesehatan, ketenangan, dan pelestarian alam sebagai arah baru wisata masa depan.

“UMKM, petani lokal, dan pelaku kreatif harus jadi bagian dari ekosistem pariwisata. Semua aktivitas masyarakat bisa punya nilai wisata, asal dikemas dengan semangat keberlanjutan,” jelasnya.

Ajak Tinggalkan Pola Lama

Menutup pernyataannya, Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk siap menghadapi era baru pariwisata.Kalau kita ingin kelahiran baru dalam pariwisata, kita juga harus siap meninggalkan cara lama. Mari kita bangun pariwisata yang lebih manusiawi, ramah lingkungan, dan membawa manfaat bagi semua Pungkasnya:Pungkas;Agus(Tyo)

Borobudur dan Perjalanan Menemukan Diri

NASIONALTERKINI.Borobudur bukan sekadar bangunan batu yang menjulang dalam kesunyian, bukan pula semata monumen arkeologis yang dibangun berabad-abad lalu. Ia adalah medan spiritual—ruang hening yang mengundang manusia untuk menyelami dirinya sendiri, menapaki makna yang tersembunyi di balik kehidupan sehari-hari. Dalam diamnya, Borobudur berbicara. Ia menyampaikan pesan yang tak dapat ditangkap hanya lewat penglihatan, melainkan harus dirasakan lewat hati yang bening dan pikiran yang sunyi.

Agus Budi Rahman, seorang pemerhati Pariwisata dan Budaya mengatakan bahwa Borobudur mengandung pesan transendental yang mendalam. Menurutnya, pencarian sejati dalam hidup ini tidak selalu harus bermuara pada penemuan atau jawaban. Justru, dalam kesadaran untuk berhenti mencari, manusia bisa menemukan kedamaian sejati. Borobudur, dalam hal ini, bukan hanya tempat yang dikunjungi, tetapi perjalanan itu sendiri—sebuah proses membebaskan diri dari keinginan untuk ‘menemukan’, dan mulai menerima apa adanya.Rabu:07/05/2025 di Yogyakarta

Struktur Borobudur yang terbagi dalam tiga tingkatan utama—Kamadatu, Rupadatu, dan Arupadatu—merupakan simbolisasi yang sarat makna. Kamadatu menggambarkan dunia nafsu dan keterikatan; Rupadatu merepresentasikan dunia bentuk dan kesadaran akan keindahan; sementara Arupadatu adalah puncak, dunia tanpa bentuk, tempat kesadaran murni melampaui batas-batas materi. Perjalanan menaiki Borobudur tidak hanya menapaki batu demi batu, tetapi juga membimbing batin melewati tahapan demi tahapan menuju pencerahanUngkapnya.

Angka-angka sakral 3, 6, dan 9 yang tercermin dalam struktur Borobudur bukanlah kebetulan. Angka-angka ini menggambarkan pola evolusi spiritual yang tidak berjalan lurus, tetapi spiral. Dalam spiral ini, setiap putaran membawa kita ke dalam lapisan kesadaran yang lebih dalam, lebih luas, lebih merdeka. Perjalanan spiritual tidak linear—ia penuh belokan, jeda, dan pengulangan yang mendewasakan.Paparnya

“Borobudur bukan tempat tujuan, tapi ruang perenungan,” ujar Agus Budi Rahman. Ia mengajak setiap peziarah untuk melepaskan segala beban ego dan konsep-konsep tentang diri. Dalam keheningan, ia berkata, kita dapat mengalami kesatuan yang tak terlukiskan—sebuah rasa menyatu dengan semesta yang tidak membutuhkan kata, tidak pula membutuhkan definisi. Saat kita menaiki undakan demi undakan, kita sebenarnya sedang menanggalkan satu per satu lapisan diri yang semu. Hingga pada akhirnya, yang tersisa bukan lagi ‘aku’ yang mencari, melainkan kesadaran yang hadir sepenuhnya—utuh dan bebas.

Kesadaran yang lahir dari pengalaman di Borobudur bukanlah sesuatu yang perlu dirayakan atau dijelaskan panjang lebar. Ia muncul dalam diam, hadir dalam kejernihan, dan terasa dalam kebebasan sejati—bebas dari bentuk, bebas dari konsep, bebas dari keinginan untuk memahami. Borobudur tidak mengikat, ia membebaskan. Ia tidak menawarkan jawaban, melainkan menyediakan ruang batin yang luas, tempat segala pertanyaan melebur menjadi satu: keheningan.Di sanalah, dalam ruang hening itulah, kedamaian sejati bermula.Tutup ;Agus(Tyo)

Borobudur dan Peta Jiwa Wisata Religi Menyusuri Keheningan yang Mencerahkan

NASIONALTERKINI. Siapa bilang liburan cuma soal pemandangan indah dan kuliner lezat? Di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, wisata bisa jadi perjalanan batin yang dalam. Inilah yang coba dibagikan Agus Budi Rahman, pengamat pariwisata dan budaya mengatakan , saat menelusuri makna spiritual di balik keagungan Candi Borobudur dalam refleksinya berjudul Borobudur dan Peta Jiwa.

Menurut Agus, Borobudur lebih dari sekadar mahakarya arsitektur atau situs warisan dunia. Ia menyebut Borobudur sebagai peta jiwa — sebuah panduan sunyi untuk menempuh perjalanan dari kegelapan batin menuju cahaya kesadaran:Rabu:07/05/2025 di Yogyakarta

Setiap tingkat candi Borobudur menggambarkan perjalanan jiwa manusia. Dari Kamadatu, dunia penuh nafsu dan kelekatan, lalu naik ke Rupadatu yang sarat simbol, hingga akhirnya mencapai Arupadatu — dunia tanpa bentuk yang tenang dan hening.

“Borobudur itu cermin batin,” kata Agus. “Ia tidak membawa kita ke luar, tapi menuntun kita ke dalam — ke inti kesadaran yang sejati.”

Pendakian fisik menaiki candi pun menjadi simbol dari perjalanan spiritual: mengenali ego, memahami makna, lalu melepas semuanya.

Uniknya, Borobudur dibangun dengan pola spiral ke atas — seperti mengajak kita naik dalam putaran kesadaran yang tak pernah lurus. Tapi, di balik itu semua, ada ironi yang menyentuh.

“Peta hanya berguna sampai titik tertentu,” ujar Agus. “Setelah itu, ia harus ditinggalkan agar kita benar-benar bisa mengalami.”

Borobudur sering jadi tempat pencarian: mencari makna, ketenangan, bahkan pencerahan. Namun Agus mengajak kita membalikkan pertanyaan: “Apakah kita yang mencari Borobudur, atau justru Borobudur yang mulai melupakan kita?”

Menurutnya, Borobudur bukan tujuan akhir. Ia adalah gerbang — menuju kebebasan dari identitas, kelekatan, dan ilusi pemahaman.

Agus menegaskan, pencerahan bukan soal menemukan sesuatu. Justru saat kita melupakan — ego, keinginan, bahkan makna itu sendiri — kita mulai benar-benar melihat.

“Puncak Borobudur adalah kehampaan,” katanya. “Bukan kemenangan, tapi ruang di mana pencari menghilang. Bukan karena gagal, tapi karena telah melampaui.”

Di puncak candi, tidak ada jawaban. Yang ada hanya keheningan — dan di sanalah, kesadaran sejati mungkin akan menyapa.

Maka pertanyaan penutup bukanlah “Apa yang ditemukan di Borobudur?” tapi “Siapa yang masih tersisa untuk menemukan sesuatu?”

Borobudur bukan tempat untuk dijelajahi semata. Ia adalah ruang sunyi untuk meresapi — dan mungkin, melepaskan.Pungkas:Agus(Tyo)

Candi Borobudur Peta Kosmis Kesadaran

NASIONALTERKINI.Candi Borobudur bukan sekadar peninggalan sejarah atau objek wisata dunia yang megah berdiri di jantung Jawa. Lebih dari itu, Borobudur adalah cermin perjalanan spiritual manusia—dari dunia penuh nafsu hingga menuju pencerahan. Dalam sunyinya, ia mengajak setiap peziarah masuk ke dalam diri.

“Borobudur tidak dibangun untuk memamerkan kejayaan manusia, tetapi untuk membimbing manusia menuju ke dalam dirinya sendiri,” ujar Agus Budi Rahman, pemerhati pariwisata dan budaya.Senin:05/05/2025 Saat di temui di Caffe Yogyogyakarta

Borobudur terdiri dari tiga tingkatan utama yang sarat makna: Kamadatu, Rupadatu, dan Arupadatu—yang masing-masing merepresentasikan tahap perkembangan batin manusia.

Kamadatu, di bagian paling bawah, menggambarkan dunia penuh keinginan dan keterikatan. Relief di sini menunjukkan kehidupan yang dipenuhi nafsu dan karma. Ini adalah titik awal perjalanan jiwa, saat manusia masih dikendalikan oleh ego.

Naik ke Rupadatu, peziarah berada di wilayah dunia bentuk. Di sini, simbol-simbol spiritual mulai mendominasi, menunjukkan bahwa manusia mulai melepaskan keterikatan, meski masih butuh bentuk untuk memahami realitas.

Puncaknya adalah Arupadatu—tingkat tanpa bentuk. Hampir tanpa relief, hanya stupa-stupa sunyi mengelilingi stupa utama yang kosong. Kosong yang bukan berarti hampa, melainkan lambang dari kesadaran murni—tanpa nama, tanpa bentuk, hanya keberadaan sejati.

“Semakin tinggi kita mendaki Borobudur, semakin sederhana bentuknya. Sama seperti kesadaran tertinggi—bukan rumit, tapi murni, ringan, dan tenang,” tutur Agus.

Spiral Menuju Sunyi: Meditasi dalam Batu

Tak seperti bangunan lainnya, Borobudur dirancang untuk dialami, bukan sekadar dilihat. Jalur spiral dari bawah ke atas adalah simbol transformasi jiwa—perjalanan berulang yang naik, seperti heliks DNA, galaksi yang berputar, atau mantra dalam doa.

“Borobudur adalah tubuh meditasi,” ujar Agus. “Ia mengajarkan kita bahwa diam bukan ketiadaan, tapi keberadaan yang paling dalam.”

Energi dalam Keheningan

Meski dibangun dari batu dan berdiri diam selama ribuan tahun, Borobudur memancarkan gerak batin yang kuat. Ia seperti pusat energi spiritual yang menyentuh siapa pun yang datang, seolah memanggil untuk berhenti sejenak dan mendengarkan suara dari dalam.

Borobudur tidak hanya mahakarya arsitektur, melainkan peta kesadaran yang membimbing manusia untuk menyatu dengan semesta. Di tengah dunia yang semakin bising, mungkin sudah saatnya kita belajar untuk diam—seperti Borobudur—agar bisa mendengar kembali suara jiwa kita sendiri.Tutup:Agus(Tyo)

Mengungkap Borobudur Struktur Yang Megah

Oleh: Agus Budi Rahma, Pemerhati Pariwisata dan Budaya

NASIONALTERKINI.Yogyakarta, Indonesia — Lebih dari sekadar warisan budaya, Candi Borobudur merupakan struktur spiritual yang berbicara melalui simbol, angka, dan keheningan batu. Dalam sebuah kajian akademik berjudul Dimensi Tersirat Borobudur: Kesadaran, Energi 369, dan Struktur, pemerhati pariwisata dan budaya Agus Budi Rahma mengajak kita menilik Borobudur dari sudut pandang yang jarang dijamah: sebagai organisme kosmik yang menyimpan energi kesadaran manusia.Senin:05/05/2025 di Yogyakarta

“Borobudur bukan hanya artefak sejarah,” ujar Agus. “Ia adalah bahasa spiritual yang dibangun dari batu, menyampaikan pesan-pesan abadi tentang perjalanan batin manusia.”

Banyak pendekatan telah digunakan untuk memahami Borobudur — mulai dari arkeologi hingga teologi. Namun menurut Agus, pendekatan kesadaran lebih relevan dalam melihat Borobudur sebagai ‘makhluk hidup’. Ia bukan hanya obyek diam masa lampau, melainkan portal energi yang masih berdetak hingga kini.

Agus menekankan pentingnya membaca Borobudur sebagai peta eksistensial. Setiap langkah menaiki candi mencerminkan tahapan kesadaran manusia: dari dunia fisik menuju dimensi spiritual. Dalam konteks ini, struktur Borobudur tak hanya estetis, melainkan fungsional dalam mengalirkan energi.

Angka Sakral 3-6-9: Kode Semesta dalam Batu

Salah satu gagasan utama dalam kajian Agus adalah keterkaitan Borobudur dengan bilangan sakral 3, 6, dan 9 — angka yang disebut oleh ilmuwan visioner Nikola Tesla sebagai kunci untuk memahami alam semesta.

“Dalam arsitektur Borobudur, pola 3-6-9 muncul secara jelas,” terang Agus. “Pembagian struktur menjadi tiga dunia — Kamadatu, Rupadatu, Arupadatu — merupakan representasi langsung dari energi bertingkat.”

Angka 3 mencerminkan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa.

Angka 6 mewakili harmoni antara dunia fisik dan energi.

Angka 9 melambangkan puncak kesadaran, penyatuan antara mikro dan makrokosmos.

Agus menambahkan bahwa angka-angka ini bukan hanya simbol, melainkan vibrasi nyata yang termanifestasi dalam arsitektur Borobudur. Setiap lapisan dan stupa merupakan frekuensi tertentu yang menggugah kesadaran batin para peziarah seiring perjalanan spiritual mereka ke puncak.

Energi dalam Struktur

Menurut kajian ini, Borobudur menyimpan ‘energi terstruktur’ yang dirancang untuk membimbing manusia dalam perjalanan transendental. Struktur batu bukan penghalang, melainkan saluran energi yang memungkinkan transformasi kesadaran.

“Jika kita memahami Borobudur sebagai peta energi,” ujar Agus, “maka angka, bentuk, dan arah bukan hanya unsur teknis, melainkan gerbang menuju kesadaran lebih tinggi.”

Kajian ini mengajak masyarakat untuk melihat Borobudur bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang hidup — sebuah monumen yang menyimpan resonansi abadi antara manusia dan semesta.Tutup:Agis(Tyo)

WMIE Tawarkan Peluang Emas Menjadi Mitra: Royalti Harian 10% dan Sharing Profit Nasional Tiap Bulan

NASIONALTERKINI. Warung Makan Indonesia Enak (WMIE) membuka peluang emas bagi pecinta kuliner dan pelaku usaha untuk bergabung sebagai mitra dalam jaringan bisnis kuliner Nusantara yang sedang berkembang pesat. Dalam sebuah diskusi santai di Yogyakarta, CEO WMIE, Wildan Mukhlisin, mengatakan dengan bermitra WMIE bisnis yang sangat menjanjikan dan aman,cocok yang ingin jalani bisnis kuliner.Sabtu:03/05/2025 di Salah Satu Coffee Yogyakarta

WMIE mengusung konsep gerai modern, nyaman, dan terjangkau, dengan sajian menu khas Nusantara. Menu andalannya seperti bubur telur crispy, nasi telur crispy, dan nasi goreng ikan cakalang disajikan dengan beragam pilihan topping yang menggugah selera. Cita rasa yang khas dan harga yang bersahabat membuat WMIE cepat digemari masyarakat.karena cita rasa lestoran bintang lima di sajikan kaki lima.

“Visi kami adalah menghadirkan minimal satu gerai WMIE di setiap kecamatan di Indonesia, menyajikan masakan Nusantara dengan rasa otentik namun dikemas secara modern,” ujar Wildan.

Skema Kemitraan yang Menguntungkan

WMIE menawarkan skema kemitraan dengan royalti harian sebesar 10% dari omzet gerai, ditambah sharing profit nasional sebesar 5% yang dibagikan setiap bulan. Mitra juga akan mendapatkan dukungan penuh berupa pelatihan, sistem operasional terstandarisasi, serta pasokan bahan baku langsung dari pusat.

Cara Bergabung

Bagi Anda yang tertarik membuka gerai regional di Yogyakarta, WMIE telah menyiapkan paket kemitraan dengan harga terjangkau dan sistem yang siap dijalankan. Tim pengembangan bisnis WMIE akan mendampingi mitra mulai dari proses pemilihan lokasi hingga pelaksanaan strategi pemasaran.Paparnya

Gerakan Kuliner untuk Ekonomi Lokal

WMIE bukan sekadar bisnis kuliner, melainkan gerakan untuk memajukan ekonomi lokal melalui kekuatan makanan. Dengan semangat “Dari Kita, untuk Indonesia”, WMIE membuka kesempatan bagi siapa saja untuk memulai usaha, termasuk bagi pemula tanpa pengalaman sekalipun.

Tertarik bergabung sebagai mitra? Hubungi kami melalui email: wmieregionaljogja@gmail.com atau Instagram: @WMIEJOGJA.Pungkas:Wildan(Tyo)

Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh di Monas

NASIONALTERKINI. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta,Kehadiran Presiden menandai komitmen pemerintah dalam mendukung perjuangan dan aspirasi kaum pekerja di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menyapa ribuan buruh yang memadati area acara. Ia melambaikan tangan, menyalami peserta, dan menyambut antusiasme massa yang meneriakkan yel-yel perjuangan.

Dalam pidato utamanya di hadapan lebih dari 200.000 buruh dan pekerja dari berbagai daerah, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas peran vital para pekerja dalam membangun perekonomian nasional.

Selamat Hari Buruh Internasional, May Day. Semoga Tuhan Yang Maha Besar melindungi kita semua. Mari kita terus bekerja bersama-sama. Saya minta dukungan dan bantuanmu, bersama-sama kita selamatkan kekayaan rakyat, kekayaan negara kita. Kekayaan negara harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo:Kamis:01/05/2025 di Monas Jakarta

Ia menegaskan kembali tekad pemerintah untuk menegakkan hukum dan melindungi kekayaan negara dari pihak-pihak yang merugikan kepentingan rakyat,Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa saya akan tegakkan hukum. Mereka yang melanggar hukum, yang mencuri kekayaan negara, akan saya tindak. Ini adalah kewajiban saya, sumpah saya kepada rakyat Indonesia di hadapan Tuhan Yang Maha Besar Allah SWT,” tegasnya.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh ini tercatat sebagai yang pertama kalinya dalam enam dekade, menjadikannya momen bersejarah dalam hubungan antara pemerintah dan komunitas pekerja.

Acara berlangsung semarak dengan kehadiran berbagai elemen serikat pekerja, spanduk, musik, dan pertunjukan budaya yang mencerminkan semangat solidaritas dan kebersamaan.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan ini antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta pimpinan konfederasi buruh nasional dan internasional seperti Shoya Yoshida (Sekjen Serikat Buruh Internasional), Ely Rosita Silaban, Jumhur Hidayat, Andi Gani Nena Wea, dan Said Iqbal.(Tyo)

SMKN 3 Yogyakarta Luncurkan Tujuh Standar Pelayanan Baru untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Publiku

NASIONALTERKINI.Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta resmi memperkenalkan tujuh standar pelayanan publik baru dalam Forum Komunikasi Publik . Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat.Rabu:30/04/2025 di SMKN 3 Yogyakarta

Tujuh layanan unggulan tersebut meliputi:

  1. Layanan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
    Penerimaan peserta didik baru dilaksanakan secara online melalui portal resmi ppdb.jogjaprov.id. Persyaratan meliputi ijazah SMP/MTs, usia maksimal 21 tahun, nilai rapor lima semester, dan syarat khusus program studi. Untuk calon penyandang disabilitas, penilaian digantikan dengan asesmen psikologis profesional. Calon dari luar negeri wajib melampirkan surat keterangan dari Direktorat Jenderal Pendidikan. Proses ini sepenuhnya gratis dan mengikuti jadwal dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY. Pengaduan layanan dapat dilakukan via hotline, email, dan media sosial sekolah.
  2. Layanan Legalisasi Ijazah
    Proses legalisasi ijazah kini lebih cepat: cukup membawa ijazah asli dan maksimal 10 fotokopi. Seluruh prosedur dapat diselesaikan dalam 15 menit pada jam kerja tanpa biaya. Aduan atau saran dapat disampaikan secara langsung atau melalui platform pengaduan daring.
  3. Layanan Informasi Publik dan Akademik
    Informasi seputar kegiatan akademik, jadwal pelajaran, konsultasi pendidikan, serta data layanan publik dapat diakses baik secara langsung di sekolah maupun secara daring.
  4. Layanan Mutasi Peserta Didik
    Mutasi siswa antar sekolah diperkenankan dengan ketentuan tertentu:

Penerimaan hanya setelah semester pertama kelas X.

Mutasi antar sekolah hanya untuk jenjang dan program studi yang sejenis.

Mutasi lintas kabupaten/kota/provinsi wajib disertai persetujuan kepala sekolah asal dan tujuan serta diketahui oleh Dinas Pendidikan setempat.

Bagi siswa mengikuti orang tua pindah tugas, harus menyertakan dokumen resmi perpindahan tugas dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan asal.

Mutasi dari luar negeri wajib menyertakan hasil penyetaraan.

Proses administrasi mutasi dapat diselesaikan dalam satu hari apabila semua persyaratan lengkap. Masyarakat dapat memberikan masukan dan pengaduan melalui tautan Link Pengaduan Mutasi.

  1. Layanan Izin dan Rekomendasi Penelitian
    Layanan ini melayani pengajuan izin penelitian dari akademisi, badan usaha, instansi pemerintah, maupun organisasi masyarakat.

Persyaratan meliputi surat permohonan dari lembaga pengusul yang berwenang.

Proses verifikasi maksimal 3 hari kerja setelah dokumen lengkap.

Surat izin berlaku selama 6 bulan dan dapat diperpanjang.

Tidak dipungut biaya.

Evaluasi pelayanan dilakukan setiap awal semester untuk menjaga kualitas layanan. Aduan atau saran dapat dikirimkan melalui Link Pengaduan Penelitian.Ujar:Widada

  1. Layanan Praktik Pendidikan Lapangan (PPL)
    SMKN 3 Yogyakarta juga menerima mahasiswa praktik (PPL) dari berbagai perguruan tinggi. Persyaratan layanan meliputi:

Surat permohonan resmi dari institusi pendidikan.

Rencana kegiatan praktik.

Kesediaan mengikuti ketentuan dan jadwal sekolah.

Proses konfirmasi diterbitkan dalam waktu maksimal 3 hari kerja setelah dokumen lengkap.Jelas:Widada

  1. Layanan Pengaduan dan Konsultasi Publik
    SMKN 3 Yogyakarta membuka jalur resmi untuk konsultasi publik, pengaduan, kritik, dan saran sebagai bagian dari komitmen meningkatkan pelayanan berbasis partisipasi masyarakat.Papar:Widada

Standar Kompetensi Pelaksana Layanan:
Seluruh petugas layanan di SMKN 3 Yogyakarta diwajibkan:

Memiliki sikap sopan dan ramah.

Menguasai teknik komunikasi efektif.

Memahami prosedur layanan secara menyeluruh.

Mampu bekerja dalam tim.

Jaminan Keamanan Layanan:
Data pengguna layanan dijamin kerahasiaannya. Ruang pelayanan juga didesain agar mudah diakses masyarakat.

Jam Layanan:Senin–Kamis: 07.00–15.30 WIB (Istirahat 12.00–12.30 WIB)Jumat: 07.00–14.00 WIB

Dengan implementasi tujuh standar layanan baru ini, SMKN 3 Yogyakarta berharap dapat memberikan pelayanan yang semakin responsif, profesional, dan inklusif demi kemajuan pendidikan di Yogyakarta dan Indonesia.Pungkas;Widada(Tyo)

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG Ingsun II: RUPA DATU by Ayu Ghia Sugandhi Tampil di Kartini Tanpa Batas 2025

NASIONALTERKINI.YOGYAKARTA –Dunia Fashion memang berkembang secara cepat,dalam memperingati hari RA Kartini acara Fashion Show di Gelar”Salah satu Fashion Designer Ayu Ghia mengatakan karya yang di tampilkan kali ini menampilkan 5 Karya terbarunya koleksi Kebaya Membawa napas filosofi yang mendalam tentang kesadaran dan fitrah perempuan, desainer Ayu Ghia Sugandhi lewat label RUPA DATU tampil memukau dalam acara Kartini Tanpa Batas yang digelar pada 25 April 2025 di Galeria Mall Jogja.

Dengan koleksi bertajuk HABIS GELAP TERBITLAH TERANG” Ingsun II, Ayu Ghia menafsirkan semangat emansipasi tidak hanya sebatas kebebasan perempuan, tetapi juga sebagai perjalanan spiritual untuk kembali ke jati diri sejati – bagian dari serpihan cahaya Tuhan. “Setiap kebebasan harus diiringi dengan tanggung jawab,” ujar Ayu Ghia, menegaskan visinya.

Mengusung tema Cultural Avant Garde Apathy, koleksi ini memadukan estetika classic elegant dengan sentuhan ethnic feminine yang kuat. Garis desainnya menghadirkan harmoni antara budaya tradisional dan gaya avant-garde masa kini, memperlihatkan perempuan sebagai sosok pengendali kehidupan.

Setiap busana dalam koleksi ini dibuat dengan teknik detail tinggi, seperti sulaman 3D, manik-manik, payet, dan mutiara, yang menghiasi kain berwarna hitam pekat dari katun batik dan brokat Prada. Palet warna emas, putih, hitam, dan merah digunakan untuk memperkaya narasi visual tentang kejayaan, kemurnian, stabilitas, dan harapan

.

Motif-motif tradisional seperti kembang cengkeh (simbol harapan dan kesejahteraan), kembang pucung (pengingat keterbatasan hidup manusia), Parang Barong (simbol kendali diri dan kehati-hatian), serta Surya Mulyardja (melambangkan cahaya dan kemuliaan), mengisi setiap helai kain, mengukuhkan filosofi mendalam dalam karya-karya ini.

Untuk melengkapi keseluruhan tampilan, para model tampil dengan sepatu high heels hitam yang memberikan aksen tegas namun tetap anggun.

Koleksi ini tidak hanya menjadi perayaan akan sosok perempuan masa kini, tetapi juga mengajak audiens untuk merenung tentang makna sejati dari perjalanan hidup.

Bagi para pecinta mode dan yang ingin memiliki karya eksklusif dari RUPA DATU, pemesanan dapat dilakukan melalui DM di Instagram @rupa_datu atau email ke rupadatuqueen@gmail.com.Pungkas :Ayu(Tyo)