ARTJOG 2025: “Motif: Amalan” Digelar Mulai 20 Juni di JNM

NASIONALTERKINI Festival seni rupa kontemporer tahunan ARTJOG akan kembali diselenggarakan pada 20 Juni hingga 31 Agustus 2025 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Mengusung tajuk “Motif: Amalan”, edisi kali ini menjadi penutup dari rangkaian trilogi “Motif” yang telah digagas sejak 2023 bersama kurator Hendro Wiyanto.Kamis:12/06/2026 di Artotel Suites Bianti Yogyakarta

Melalui ARTJOG 2025: Motif – Amalan, penyelenggara berupaya mendobrak pandangan konvensional terhadap seni rupa yang hanya berfokus pada estetika, dengan menekankan kontribusi seni dalam kehidupan sosial dan masyarakat yang lebih luas.

Dalam program pameran utama, ARTJOG secara khusus mengundang dua seniman sebagai seniman komisi, yaitu Anusapati (Yogyakarta) dan Recycle Experience (Bandung), untuk menerjemahkan tema “Amalan”. Anusapati menghadirkan instalasi berbahan kayu bekas sebagai refleksi atas kerusakan lingkungan. Sementara Recycle Experience, proyek seni yang digagas oleh Evan Oriyananda dan Attina Nuraini sejak 2006, menampilkan robot raksasa yang dibangun dari mainan bekas. Pengunjung juga diajak menyumbangkan mainan bekas mereka untuk melengkapi karya tersebut.Ujar:Hendro

Program Special Project juga menghadirkan karya partisipatif dari tiga kolektif: Murakabi Movement (Yogyakarta), ruangrupa (Jakarta), dan DEVFTO Printmaking Institute (Bali). Murakabi mengajak audiens mendalami hubungan individu dan lingkungan dalam praktik sehari-hari. Ruangrupa merancang metode belajar bersama untuk memahami perubahan ruang kota melalui seni berbasis kekayaan lokal. Sementara DEVFTO selain memamerkan karya seniman, juga menyelenggarakan lokakarya cetak grafis bagi publik.

Sementara Heri Pemad menyapaikan tahun ini, ARTJOG memperkenalkan program baru bertajuk Spotlight, yang menjembatani dunia seni rupa dengan sektor profesional lainnya. Spotlight akan menampilkan instalasi seni dari aktor Reza Rahadian sebagai bagian dari peringatan 20 tahun kariernya. Karya berjudul Eudaimonia ini merupakan kolaborasi lintas bidang bersama Garin Nugroho (sutradara), Siko Setyanto (koreografer), Aditya Surya Taruna (komposer), Andra Matin (arsitek), dan Davy Linggar (fotografer/videografer).

Komitmen inklusi juga terus diperkuat melalui program LoveARTJOG yang kali ini berkolaborasi dengan Open Arms dari Selasar Sunaryo Art Space. Program ini menyelenggarakan mini residensi seni bagi seniman difabel dan membuka ruang kolaborasi di studio-studio seni. Selain itu, pendampingan difabel—terutama generasi muda—akan dilakukan secara aktif selama penyelenggaraan ARTJOG.

Program performa ARTJOG tahun ini menghadirkan Bottlesmoker bersama Rumah Atsiri Indonesia sebagai seniman komisi yang menerjemahkan tema Motif: Amalan melalui pertunjukan musik. ARTJOG juga bekerja sama dengan sejumlah institusi pertunjukan, seperti:

Garasi Performance Institute, menampilkan kolaborasi Ishvara Devati dan komunitas seni-agro Lembana Artgroecosystem

Liquid Architecture, menghadirkan Tralala Blip, grup musisi difabel dari New South Wales

IFI Yogyakarta, dengan penampilan dari Ko Shin Moon dan Rouge, proyek musik elektronik asal Prancis. Panggung performa akan digelar setiap minggu selama festival berlangsung.

ARTJOG 2025 tetap menyajikan program-program unggulan seperti Young Artist Award, Exhibition Tour, Meet the Artist, Artcare Indonesia, dan Jogja Art Weeks. Sementara itu, lini produk Merchandise Project tahun ini akan berkolaborasi dengan seniman dan brand seperti Dagadu dan Rumah Atsiri Indonesia, yang akan tersedia di lokasi maupun platform digital.Papar:Heri

Tiket masuk ARTJOG 2025 dapat dibeli melalui situs resmi dan loket di lokasi, dengan harga Rp80.000 untuk dewasa dan Rp50.000 untuk anak-anak. Informasi selengkapnya terkait jadwal dan program tersedia melalui situs web resmi ARTJOG di www.artjog.id serta kanal media sosial ARTJOG.Pungkas:Heri(Tyo)

Batik Ciprat Lanny Amborowati Trand Warna dalam Gaya yang Bebas dan Penuh Cerita

NASIONALTERKINI. Siapa bilang batik selalu harus rapi, penuh pakem, dan serius? Lewat batik ciprat, semua aturan itu bisa dilonggarkan—bahkan diacak-acak dengan cara yang keren! Dan itulah yang coba ditunjukkan oleh rancangan fashion designer Lanny Amborowati. Ia menghadirkan batik ciprat dalam tampilan yang berani, penuh warna, dan super modis.KAMIS:05/06/2025 di Yogyakarta

Ekspresi Liar dalam Lembaran Kain

Batik ciprat dibuat bukan dengan canting, melainkan dengan teknik mencipratkan atau memercikkan pewarna langsung ke kain. Hasilnya? Tidak ada dua kain yang sama. Setiap lembar batik ciprat adalah karya tunggal yang otentik dan punya “suara” sendiri—semacam lukisan abstrak dalam versi tekstil

Busana rancangan Fashion Designer Lanny Amborowati ini memadukan cipratan warna-warna cerah—kuning, oranye, merah marun, hijau, biru, fuchsia—dengan percikan putih yang acak. Hasilnya? Sebuah luaran (outerwear) yang dinamis, enerjik, dan siap mencuri perhatian. Warna-warna kontras ini seperti teriakan semangat muda dan keberanian untuk tampil beda.

Polkadot dan Sentuhan Kontemporer

Yang bikin makin unik, batik ciprat ini dikombinasikan dengan bahan polkadot pastel berlubang di bagian kerah dan dalam luaran. Paduan ini memberi nuansa edgy dan kontemporer—pas banget buat kamu yang suka tampil nyentrik tapi tetap ada sentuhan lokalnya.

Lebih dari Sekadar Gaya, Ini Soal Makna

Batik ciprat juga punya cerita sosial. Banyak pengrajin batik ciprat berasal dari komunitas difabel atau kelompok yang diberdayakan. Karena tekniknya tidak butuh ketelitian tingkat dewa seperti batik tulis, tapi tetap memerlukan rasa seni dan spontanitas, batik ini jadi medium ekspresi yang inklusif dan penuh makna.

Batik Masa Kini, untuk Gaya Masa Depan

Lewat sentuhan kreatif Lanny Amborowati, batik ciprat berubah jadi statement fashion yang hidup, berjiwa muda, dan sangat relevan dengan gaya urban saat ini. Ia bisa tampil di jalanan, kafe, runway, bahkan di lemari kamu. Ini bukan batik biasa—ini ledakan warna, semangat, dan keberanian yang dikemas dalam satu tampilan.Pungkas:Lanny(Tyo)

SMKN 1 Gunung Agung Lampung Kunjungi Doni Tata Sport Plaza: Menimba Ilmu dan Semangat Baru di Dunia Balap Motor

NASIONALTERKINI.Siswa-siswi SMKN 1 Gunung Agung Lampung melakukan kunjungan istimewa ke Doni Tata Sport Plaza (DTSP) di Yogyakarta, sebagai bagian dari program belajar di luar sekolah yang memberikan pengalaman langsung di dunia balap motor profesional. Kunjungan ini bukan sekadar wisata edukasi biasa, melainkan kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan Doni Tata, mantan pembalap legendaris Indonesia, sekaligus mendapatkan bimbingan dari para tenaga ahli di bidang otomotif.Selasa:03/06/2025 di Doni Tata Sport Plaza Jln Magelang km 24 Yogyakarta

Setelah vakum cukup lama dari dunia balap nasional, Doni Tata kembali dengan misi besar: mengembangkan ekosistem balap motor yang profesional dan terpercaya di Tanah Air. Melalui DTSP, yang berlokasi strategis di Jalan Magelang KM 14, Yogyakarta, Doni menghadirkan pelatihan dan workshop eksklusif untuk para siswa SMK dari berbagai daerah, termasuk Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Mengasah Keterampilan dan Mental Juara

Bagi siswa jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), kunjungan ini menjadi pengalaman berharga. Mereka mendapatkan pelatihan langsung mengenai teknik mesin balap dan dunia otomotif profesional, didampingi oleh teknisi berpengalaman yang telah berlaga di berbagai ajang balap nasional dan internasional. Salah satunya adalah Bang Ipul, teknisi utama yang dikenal ahli di bidangnya, yang memandu siswa praktik menggunakan peralatan modern.

Doni Tata menegaskan komitmennya untuk membangun generasi pembalap dan teknisi yang tidak hanya terampil, tapi juga memiliki mental profesional untuk bersaing di tingkat nasional maupun dunia. “Kami ingin menciptakan ekosistem lengkap, bukan hanya pembalap, tapi juga mekanik dan tenaga ahli handal yang siap berlaga di ajang seperti Mandalika Racing Series bersama Yamaha Sanderella,” ujarnya

Tak hanya soal teknis, Doni juga ingin menghapus stigma negatif tentang dunia balap motor. Ia menegaskan bahwa balap adalah karier profesional yang dapat memberikan masa depan cerah bagi generasi muda. “Anak-anak muda harus tahu bahwa kecintaan mereka pada otomotif dan balap bisa disalurkan dengan cara yang benar dan aman, melalui kompetisi resmi, bukan dengan kebut-kebutan di jalan atau ikut geng motor,” tegasnya.

Bang Ipul menambahkan, fasilitas dan alat praktik yang lengkap menjadi kunci utama dalam mendukung proses belajar siswa. “Harapannya, setelah belajar di sini, siswa semakin termotivasi dan siap berkarier di industri otomotif,” tambahnya.

Menuju Sekolah Balap Bertaraf Internasional

Dengan visi jangka panjang, Doni berharap DTSP dapat berkembang menjadi sekolah balap dan pelatihan teknisi bertaraf internasional. Ia ingin fasilitas ini menjadi pusat unggulan olahraga otomotif yang melahirkan pembalap dan mekanik kelas dunia sekaligus mengangkat reputasi industri otomotif Indonesia di kancah global.

“Kami terus berusaha membangun sekolah balap yang mampu jadi wadah generasi muda berprestasi di ajang internasional. Semoga dari sini lahir pembalap dan teknisi terbaik Indonesia,” Imbuh: Doni

Data Kunjungan Industri Yamaha Doni Tata Sport Plaza Februari – Juni 2025

SMK Budi Utomo Way Jepara, Lampung Timur (5 Februari 2025)

SMK Miftahul Ulum, Lampung (5 Februari 2025)

SMKN 1 Seputih Surabaya, Lampung (6 Februari 2025)

SMK PGRI 1 Ngawi (8 Februari 2025)

SMK Islam Roudotul Falakh (19 Februari 2025)

SMKN 1 Sekampung, Lampung (24 Februari 2025)

SMK 1 Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur (19 April 2025)

SMK KP Gajah Mada 1, Metro, Lampung (30 April 2025)

SMK IT Insan Cendekia Rabbani, Lampung Selatan (10 Mei 2025)

SMK 1 Gadingrejo, Lampung Selatan (28 Mei 2025)

SMKN 1 Gunung Agung, Lampung (3 Juni 2025)

Doni Tata Sport Plaza terus menjadi pusat pelatihan balap dan teknisi terpercaya yang membuka jalan bagi generasi muda Indonesia mewujudkan mimpi di dunia balap motor profesional. Dengan dukungan penuh dari tenaga ahli dan antusiasme siswa, masa depan balap motor Indonesia semakin cerah.Pungkas:Doni(Tyo)

Menjelang Puncak Haji, Layanan Bus Shalawat Dihentikan Sementara, Jamaah Kloter 66 SOC Fokus Persiapan Ibadah

NASIONALTERKI. Mekkah, Arab Saudi — Ribuan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia terus memadati Masjidil Haram untuk memanfaatkan keutamaan dan pahala beribadah di tanah suci. Selama musim haji, Pemerintah Arab Saudi melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyediakan layanan bus shalawat secara gratis guna memudahkan akses jamaah ke Masjidil Haram.

Namun, menjelang puncak haji yang jatuh pada 9 Zulhijah 1446 H atau 5 Juni 2025, PPIH Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara operasional bus shalawat mulai Senin, 1 Juni 2025. Meklah Arab Saudi

Kebijakan ini diambil untuk mengatur pergerakan jamaah dan mengurangi kepadatan menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah.

Terkait kebijakan tersebut, jamaah haji Indonesia dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Hajar Aswat Sleman, yang tergabung dalam kloter 66 embarkasi Solo (SOC), melakukan berbagai persiapan. Salah satu regu, yaitu regu 24 rombongan 6 yang dipimpin oleh ketua rombongan (karom) Muhajir Hanifi, secara rutin mengadakan pertemuan dua kali dalam seminggu di depan kamar hotel.

“Kami mengumpulkan jamaah untuk menyampaikan informasi terkait penghentian layanan bus shalawat mulai 1 Juni. Hal ini sekaligus sebagai upaya mengalihkan fokus ibadah ke dalam hotel sambil menjaga stamina menjelang puncak ibadah,” jelas Muhajir. Ia menekankan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

Salah satu jamaah, Singgih, asal Yogyakarta yang tergabung dalam kloter yang sama, mengaku telah mulai melakukan ibadah di kamar hotel bersama teman sekamarnya. “Sejak kemarin kami sudah memilih beribadah di kamar untuk mengumpulkan tenaga,” ujar Singgih.

Jarak antara hotel tempat kloter 66 menginap dengan Masjidil Haram diperkirakan sekitar 3 kilometer. Jika memilih menggunakan taksi, jamaah harus merogoh kocek hingga 40 riyal Saudi atau sekitar Rp 200.000 per perjalanan. Pungkas. Singgih.(Tyo)

Presiden Macron Anugerahkan Grand Croix de la Légion d’Honneur kepada Presiden Prabowo

NASIONALTERKINI. Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron, secara resmi menganugerahkan Grand Croix de la Légion d’Honneur kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah momen bersejarah di Lapangan Pancasila, Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Kamis siang, 29 /05/ 2025.

Penyematan medali kehormatan tertinggi dari pemerintah Prancis tersebut dilakukan setelah kedua kepala negara memimpin prosesi upacara penyambutan dan pemeriksaan pasukan. Presiden Macron secara langsung menyematkan medali kepada Presiden Prabowo, disaksikan oleh para pejabat tinggi, jajaran militer, serta para taruna Akmil.


Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas penghargaan tersebut. “Ini suatu kehormatan yang sangat tinggi kepada saya dan negara. Saya mewakili bangsa Indonesia dan untuk itu saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Presiden Republik Prancis,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya saat jamuan santap siang bersama para kadet di Ruang Makan Husein Akmil Magelang.

Grand Croix de la Légion d’Honneur merupakan penghargaan kehormatan tertinggi di Prancis, yang mengakui pencapaian luar biasa dalam pengabdian kepada negara. Medali Grand Croix hanya diberikan kepada sosok-sosok luar biasa yang dinilai telah memberikan jasa besar, baik di tingkat sipil maupun militer.

Beberapa tokoh dunia yang juga mendapat penghargaan serupa diantaranya adalah peraih nobel perdamaian Muhammad Yunus dari Bangladesh, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, Kaisar Akihito dari Jepang, Ratu Maxima dari Belanda, hingga Dwight D. Eisenhower yang merupakan Presiden ke-34 Amerika Serikat.

Penyematan ini menjadi lambang persahabatan mendalam antarnegara, sekaligus bentuk pengakuan global atas peran penting Indonesia di kancah internasional. Sedangkan, dalam konteks kunjungan kenegaraan, medali tersebut menjadi simbol penghargaan atas kontribusi Presiden Prabowo dalam memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis, terutama dalam bidang pertahanan, diplomasi damai, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.(Tyo)

Kunjungan Kenegaraan Presiden Macron Hasilkan 21 Kesepakatan Strategis Indonesia–Prancis

NASIONALTERKINI. Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Dalam seremoni yang digelar di ruang kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 28 Mei 2025, sebanyak 21 dokumen kesepakatan ditandatangani, ditunjukkan (showing), dan diumumkan di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron, menandai komitmen kuat untuk memperdalam kemitraan strategis lintas sektor.

Usai pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing negara, kedua kepala negara menyaksikan langsung penandatanganan dan penunjukan dokumen kesepakatan yang mencakup deklarasi bersama, kerja sama antarpemerintah (G-to-G), antarlembaga (P-to-P), kemitraan swasta (B-to-B), hingga pengumuman kerja sama antar bank sentral.

Presiden Prabowo dan Presiden Macron terlebih dahulu mengadopsi empat deklarasi bersama. Deklarasi tersebut mencerminkan kesamaan visi jangka panjang kedua negara, serta kontribusi bersama terhadap perdamaian dan kebudayaan dunia.Kamis:29/05/2025

  1. Deklarasi Bersama untuk Pengembangan Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis hingga 2050 (Joint Vision 2050);
  2. Deklarasi Bersama untuk Strategi di Bidang Kebudayaan antara Indonesia dan Prancis;
  3. Deklarasi Penyelesaian Damai Isu Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara;
  4. Pernyataan Bersama antara Presiden Republik Indonesia dan Presiden Republik Prancis.

Selain itu, sebanyak 11 deliverables resmi ditandatangani dalam kesempatan tersebut, terdiri dari 10 kesepakatan G-to-G dan satu kesepakatan P-to-P. Kerja sama antarpemerintah mencakup berbagai sektor penting, yaitu:

  1. Kesepakatan Kerja Sama di bidang Peningkatan Kapasitas Diplomatik, yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Muda urusan Frankofoni dan Kemitraan Internasional Prancis;
  2. Kesepakatan Kerja Sama di bidang Pertukaran dan Pelindungan Bersama atas Informasi Rahasia dan Dilindungi dalam bidang pertahanan (MPCIA), yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis;
  3. Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan Strategis, yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis;
  4. Kesepakatan Kerja Sama di bidang Pertanian, yang ditandatangani oleh Menteri Pertanian RI dan Menteri Ekonomi, Keuangan dan Kedaulatan Industri dan Digital Prancis;
  5. Kesepakatan Kerja Sama di bidang Mineral Kritis dan Metal, yang ditandatangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI dan Menteri Ekonomi, Keuangan dan Kedaulatan Industri dan Digital Prancis;
  6. Kesepakatan Kerja Sama di Bidang Kehutanan Berkelanjutan, yang ditandatangani oleh Menteri Kehutanan RI dan Menteri Ekonomi, Keuangan dan Kedaulatan Industri dan Digital Prancis;
  7. Kesepakatan Kerja Sama di Bidang Ekonomi Kreatif, yang ditandatangani oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI dan Menteri Kebudayaan Prancis;
  8. Kesepakatan Kerja Sama di Bidang Kebudayaan, yang ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan RI dan Menteri Kebudayaan Prancis;
  9. Kesepakatan Kerja Sama di Bidang Pengelolaan Risiko Bencana, yang ditandatangani oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Menteri Muda urusan Frankofoni dan Kemitraan Internasional Prancis;
  10. Kesepakatan Kerja Sama di Bidang Transportasi, yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan RI dan Menteri Muda urusan Frankofoni dan Kemitraan Internasional Prancis

Sementara itu, satu kesepakatan P-to-P yang ditandatangani adalah Kesepakatan Kerja Sama di Bidang Pengembangan Ekosistem Olahraga Kuda antara PORDASI dan sejumlah institusi berkuda terkemuka Prancis seperti IFCE, FFE, France Galop, hingga AFASEC.

Selain penandatanganan, lima kerja sama strategis turut ditunjukkan dalam sesi showing di hadapan para kepala negara, yaitu:

  1. Kesepakatan kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Danone, untuk mendukung upaya peningkatan gizi nasional untuk membangun generasi yang sehat dan maju;
  2. Kesepakatan kerja sama antara Danantara, Indonesia Investment Authority (INA), dan Eramet, terkait kerja sama mineral kritis untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik dan hilirisasi nikel;
  3. Investasi Bersama antara PT. RGE Indonesia dan TotalEnergies, terkait pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya dan penyimpanan energi baterai guna mendukung transisi energi;
  4. Investasi antar PT Citra Bonang dan Lesaffre, terkait perluasan fasilitas produksi ragi guna memperkuat rantai pasok dalam rangka mendukung prioritas ketahanan pangan;
  5. Kesepakatan kerja sama antara PT SMI, PT PLN, dan HDF, mengenai pengembangan proyek hidrogen hijau di Indonesia Timur untuk mendorong energi bersih termasuk melalui dukungan pembiayaan di sektor ketenagalistrikan.

Sebagai bagian dari deliverables yang diumumkan, Bank Indonesia dan Banque de France juga sepakat menjalin kerja sama. Penandatanganan dan pengumuman 21 dokumen kerja sama ini menjadi simbol eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis(Tyo)

Yogyakarta Siap Jadi Panggung Internasional: 9 Negara Hadir dalam Festival Budaya “Color of Indonesia”

NASIONALTERKINI., Indonesia — Yogyakarta akan kembali menjadi tuan rumah ajang budaya internasional bertajuk Color of Indonesia, yang akan digelar pada 15–20 Agustus 2025. Festival ini menghadirkan pertunjukan budaya dari sembilan negara dan mengusung semangat “Through the Culture, Become ONE” sebagai landasan persatuan lintas bangsa melalui seni dan tradisi.

Boyke, Sekretaris Umum DKI Jakarta sekaligus pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII), mengungkapkan bahwa kegiatan ini berbeda dari festival budaya pada umumnya. “Biasanya kita hanya menampilkan budaya kita sendiri. Tapi kali ini, di Teras Malioboro, kami hadirkan pertukaran budaya antarnegara. Ini bukan sekadar festival, tapi bentuk konkret diplomasi budaya,” ujar Boyke. Selasa:20/05/2025 saat di temui di Loman Park Hotel Yogyakata Jam 17.30Wib

Ia menegaskan bahwa lokasi festival di Yogyakarta dipilih karena kota ini lekat dengan identitas sebagai pusat budaya nasional.

Festival yang telah digelar sebelumnya di Jakarta dan Sulawesi Selatan ini kini meningkat dalam skala partisipasi. Vivi Sandra Putri, Founder Color of Indonesia sekaligus Ketua Bidang Hubungan Internasional DPD TK Putri DKI Jakarta, menjelaskan, “Tahun lalu hanya empat negara yang terlibat. Alhamdulillah tahun ini naik menjadi sembilan negara, dengan total peserta hampir 300 orang. Negara-negara yang ikut antara lain Polandia, Filipina, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, Bangladesh, dan Indonesia.”

Vivi menambahkan bahwa festival ini tak hanya menampilkan parade budaya, pentas seni, dan workshop, tetapi juga memfasilitasi program kolaborasi antarsekolah. “Kami menjembatani interaksi antara sekolah peserta dari luar negeri dengan sekolah-sekolah di Indonesia. Salah satunya dari Sulawesi Selatan yang tiap tahun rutin terlibat,” jelasnya. Ia juga menyebut bahwa pendaftaran peserta masih terbuka, karena festival ini terkurasi secara ketat demi menjaga kualitas dan kredibilitas internasionalnya.

Salah satu hal yang membedakan festival ini adalah pendekatan tanpa jarak. “Panggung utama kami gelar di Titik Nol KM tanpa panggung formal, jadi penonton dan peserta bisa berinteraksi langsung. Ini adalah konsep ‘infinite interaction’ yang kami usung,” imbuh Vivi.

Agus Budi Rahman, Sekretaris Jenderal DPD Putri DIY, menyambut positif kolaborasi ini. “Kami mendukung penuh event ini karena sejalan dengan semangat Yogyakarta sebagai kota budaya, pendidikan, dan pariwisata. Melalui budaya, kita menyatukan perbedaan dan menjadikannya kekuatan,” ucapnya.

Lebih dari sekadar festival, Color of Indonesia mengusung filosofi mendalam tentang budaya sebagai jembatan persatuan. Dalam keterlibatan lintas budaya, kita diajak untuk mengenali kemanusiaan yang sama—bahwa di balik perbedaan, ada kerinduan kolektif akan makna, ekspresi, dan koneksi.

Sebagai pusat pertukaran budaya, Yogyakarta diharapkan mampu mengukuhkan posisinya sebagai bagian dari gerakan menjadikan Indonesia sebagai ibukota budaya dunia—sebuah visi yang kini mulai diwujudkan langkah demi langkah.Ungkapnya

Selanjudnya Handono S. Putro – Founder & Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta menyampaikan dukungannya terhadap program ini. “Kami sangat mendukung program ini karena dapat menjadi komponen positif untuk menghidupkan kota-kota yang terpilih sebagai lokasi acara. Keterlibatan kami dari sektor akomodasi perhotelan siap menjadi bagian penting dalam menyambut para delegasi mancanegara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Handono menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta sebagai bentuk nyata keramahan khas Indonesia. Ia juga merespons positif komunikasi dengan pihak penyelenggara, dan menyatakan kesiapan untuk menyediakan akomodasi yang dibutuhkan demi kenyamanan para kontestan dan peserta.Pungkas:Handono(Tyo)

“Moody & Creamy”: Komik Karya Anak-Anak Olifant School

NASIONTERKINI. Dunia literasi anak-anak Indonesia mendapat suntikan segar lewat peluncuran komik anak bertajuk “Moody & Creamy: Karya Anak, Dari Anak, Untuk Anak” yang berlangsung meriah Minggu:18/05/3025 diThe Cat Saga, by Petsaga. Pakuwon Mall Yogyakarta,Jam:11.00Wib

.

Buku komik ini bukan karya biasa, melainkan hasil imajinasi dan kolaborasi dua siswi kelas 6 SD Olifant Elementary: Valeska dan Rania.

Disampaikan langsung oleh Direktur Olifant School, Deasy Andriani, komik ini merupakan bagian dari program Writing & Art yang bertujuan menumbuhkan semangat literasi, kreativitas, dan kolaborasi sejak dini. “Anak-anak sudah belajar menyusun cerita, menggambar panel, hingga memahami alur dan plot twist. Dan yang paling penting, mereka belajar mendengarkan satu sama lain,” jelasnya.

Yang membuat Moody & Creamy begitu unik adalah bentuknya sebagai flipbook—satu buku dengan dua sisi cerita. Di satu sisi, pembaca mengikuti kisah dari sudut pandang Creamy, kucing peliharaan Rania. Balik bukunya, ada cerita dari perspektif Moody, kucing lainnya. Keduanya terinspirasi dari interaksi nyata mereka dengan hewan peliharaan di rumah, termasuk anjing bernama Kai milik Valeska.

Cerita-cerita ini lahir dari percakapan santai di kelas dan pengamatan sehari-hari, menjadikannya relatable dan penuh warna. Lebih dari sekadar lucu-lucuan, buku ini menunjukkan bagaimana anak-anak mulai memahami bahwa satu peristiwa bisa dilihat dari banyak perspektif—kemampuan penting dalam membentuk pribadi yang bijak dan toleran.

“Kalau kita paksakan, mereka justru gak akan bisa berkembang. Tapi kalau diberi ruang, kepercayaan, dan dukungan, hasilnya luar biasa,” ujar Deasy.

Tak hanya itu, proyek ini juga menjadi sarana belajar bekerja sama. Valeska dan Rania harus saling menyesuaikan ide, berdiskusi soal alur, hingga menentukan gaya gambar yang konsisten. Mereka bahkan diberi kebebasan untuk menyisipkan twist serta ending terbuka yang bisa dikembangkan oleh pembaca sendiri—mengajak anak-anak lain untuk berimajinasi.

Peluncuran ini bukan sekadar perayaan sebuah buku, tapi juga selebrasi atas semangat anak-anak untuk bermimpi, mencipta, dan menyuarakan dunianya sendiri. Moody & Creamy menjadi bukti bahwa ketika anak diberi kesempatan, mereka mampu menjadi kreator sejak usia dini.Pungkas:Deasy(Tyo)

Sri Sultan Harapkan Sinergi Bank Indonesia dan Pemda DIY Semakin Kuat

NASIONALTERKINI. Yogyakarta — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menghadiri acara pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (tanggal lengkap). Dalam sambutannya, Sri Sultan menyampaikan harapan agar sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah DIY terus diperkuat demi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Bapak Fery Wibowo, bersama Ibu, serta pejabat Bank Indonesia lainnya, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY yang baru, Bapak Sri Darmadi Sudibyo, dan Kepala Perwakilan sebelumnya, Bapak Ibrahim, beserta para istri. Hadir pula jajaran Forkopimda DIY, pimpinan organisasi perangkat daerah provinsi, kota, dan kabupaten, serta perwakilan lembaga dan asosiasi.

“Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat dalam acara penting ini,” ujar Sri Sultan membuka sambutan.Jum’at:16/05/2025 di Kantor Bank Indonesia DIY

Menurutnya, pengukuhan kepala perwakilan baru Bank Indonesia DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antar lembaga, khususnya dalam upaya bersama mengendalikan inflasi, memperluas digitalisasi daerah, serta mengembangkan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Ia juga menyoroti keberhasilan sinergi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), serta implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang mendukung transparansi dan efisiensi anggaran publik.

Menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 sebesar 4,8–5,6 persen, Sri Sultan menekankan pentingnya peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong keadilan ekonomi. Ia menyebut perlunya edukasi menyeluruh bagi masyarakat, serta riset ekonomi Bank Indonesia yang tajam dan berbasis data kontekstual.

“Inflasi diperkirakan tetap dalam sasaran 2,5±1 persen, namun tekanan dari fluktuasi harga pangan dan biaya pendidikan masih menjadi tantangan. Karena itu, strategi GNPIP 2025 dan sinergi TPID harus diperkuat, melalui teknologi rantai pasok, intervensi pasar digital, dan komunikasi publik yang efektif,” jelasnya.

Sri Sultan juga menyampaikan selamat kepada Bapak Sri Darmadi Sudibyo yang resmi dikukuhkan, seraya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Bapak Ibrahim selama menjabat.

“Dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, saya optimistis Bapak Sri Darmadi dapat menjalankan amanah ini dengan baik. Teriring pula ucapan terima kasih kepada Bapak Ibrahim atas kontribusinya selama ini. Semoga terus dapat mengabdi bagi bangsa, negara, dan masyarakat,” pungkas Sri Sultan(Tyo) .

Ribuan Lampion Hiasi Langit Borobudur Momen Sakral Detik-Detik Waisak

NASIONALTERKINI. Magelang, 12 Mei 2025 — Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru nusantara dan mancanegara memadati kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Tri Suci Waisak 2569 BE. Puncak perayaan ini berlangsung penuh khidmat pada Senin malam, ditandai dengan prosesi Pradaksina dan pelepasan ribuan lampion yang menghiasi langit malam Borobudur, menciptakan pemandangan magis yang tak terlupakan.

Acara puncak dimulai dengan prosesi suci Pradaksina, yakni ritual mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam sebanyak tiga kali, sebagai bentuk penghormatan dan kontemplasi terhadap ajaran Buddha. Para umat dan biksu tampak mengenakan pakaian putih bersih, berjalan perlahan sambil membawa bunga, dupa, serta lilin sebagai simbol penerangan batin.

Momen Puncak: Detik-Detik Waisak

Menurut surat resmi Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), detik-detik Waisak yang menjadi titik kulminasi spiritual ditetapkan pada pukul 23.55.29 WIB, Senin malam. Waktu ini berdasarkan perhitungan astronomis saat bulan purnama mencapai puncaknya — simbol kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Gautama.

Lima belas menit sebelum detik-detik tersebut, suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelataran Candi Borobudur. Ribuan umat mulai menyiapkan lampion yang akan diterbangkan sebagai bentuk doa dan harapan akan kedamaian dunia. Pada saat waktu suci tiba, ribuan lampion perlahan dilepaskan ke langit malam. Cahaya hangat dari lampion-lampion itu membentuk lanskap spiritual yang memikat, memantul di relief batu purba Borobudur yang berusia lebih dari 1.200 tahun.

Kirab Suci dari Candi Mendut

Sehari sebelumnya, rangkaian perayaan telah diawali dengan kirab Waisak yang dimulai dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Para biksu, umat Buddha, dan peserta dari berbagai negara mengikuti kirab dengan membawa aneka persembahan serta api dharma yang merupakan simbol penerangan dan kebenaran ajaran Buddha.

Pagi harinya, para biksu melaksanakan tradisi pindapata di pelataran Candi Mendut. Dalam tradisi ini, biksu berjalan kaki mengelilingi area wihara dan menerima dana berupa makanan maupun uang dari umat. Pindapata bukan sekadar ritual fisik, namun juga simbol dari praktik kerendahan hati, saling berbagi, dan melepas ego duniawi. Melalui berderma, umat Buddha diyakini dapat melatih diri untuk menanggalkan keserakahan dan kesombongan.

Wihara Dharma Bhakti: Sembahyang Sepanjang Hari

Perayaan Waisak juga berlangsung di berbagai wihara di Indonesia, termasuk di Wihara Dharma Bhakti yang berada di pusat kota. Sejak pagi, umat berdatangan untuk sembahyang kepada para leluhur serta memanjatkan puja bakti kepada Sang Buddha. Meski merupakan hari besar keagamaan, suasana di wihara tetap teratur dan tenang, mencerminkan semangat Waisak yang damai dan penuh refleksi batin.

Wihara ini tetap terbuka hingga pukul 19.00 WIB, memberi waktu cukup bagi umat untuk beribadah di hari yang sangat dimuliakan ini. Tak hanya umat lokal, beberapa wisatawan asing juga tampak mengikuti ritual dengan penuh rasa ingin tahu, menjadikan perayaan ini sekaligus sebagai sarana edukasi dan diplomasi budaya.

Pesan Perdamaian dan Harmoni

Waisak 2569 BE tahun ini mengangkat tema “Memperkokoh Persaudaraan, Memperkuat Kepedulian Sosial Menuju Kedamaian Sejati.” Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP WALUBI menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai ajaran Buddha sebagai inspirasi dalam membangun harmoni sosial, menjaga lingkungan, dan menyebarkan kasih sayang tanpa batas.

Pelepasan lampion yang menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih terang seolah menjadi penutup yang sempurna dari seluruh rangkaian spiritual. Cahaya-cahaya itu, meski perlahan menghilang di balik langit malam Borobudur, meninggalkan kesan mendalam dalam hati setiap umat yang hadir — bahwa dalam setiap lilin yang menyala, doa untuk dunia yang damai terus menyala.(Tyo/ln)