NASIONALTERKINI.Kemriahan peringatan Hari RA Kartini2025 pada Jum”at 25 April 2025 — Galeria Mall Yogyakarta dipenuhi gemerlap kreativitas generasi milenial dan Gen Z dalam peragaan busana bertajuk “Kartini Tanpa Batas”, yang digelar pada Jumat (25/4) pukul 15.00 WIB. Acara ini merupakan kolaborasi antara Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Geas Designer, memperingati Hari Kartini dengan pendekatan modern yang inspiratif.Selasa:29/04/2025 di Yogyakarta
Sebagai PIC sekaligus perwakilan dari House Of L Mar, Lanny Amborowati, menegaskan bahwa perayaan Hari Kartini bukan sekadar soal kebaya, melainkan tentang semangat perjuangan perempuan masa kini. “Kami ingin menegaskan bahwa tantangan adalah peluang untuk berinovasi. Dunia fashion harus menjadi sarana memperkuat budaya, identitas lokal, sekaligus mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.
“Kartini Tanpa Batas” Tampilkan koleksi karya desainer perancang ternama, yaitu: Museum Batik, Ayughia, Lanny Amborowati, Lemari by Lila, Fariz Azhar, Emmy Thee, LMAR, Dani Paraswati, Lenny Agustin (Indonesian Fashion Chamber Jakarta)
Sebagai Guest Designer sekaligus National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Lenny Agustin menghadirkan lima koleksi “Funky Kebaya”, mengeksplorasi warna dan siluet berani tanpa meninggalkan keanggunan tradisional. Lewat karyanya, Lenny membuktikan bahwa kebaya dapat diinterpretasikan ulang secara kontemporer, tetap anggun, namun lebih ekspresif.
Tak hanya parade busana, acara ini juga mengedepankan kolaborasi lintas disiplin: teknologi digital, pemasaran global, dan keberlanjutan. “Teknologi digital adalah mitra kami dalam memperluas jangkauan. Dengan kreativitas dan strategi pemasaran global, semangat Kartini dapat terus hidup melalui karya modern,” tambah Lanny.
Menutup acara, Lanny mengajak seluruh pelaku industri kreatif untuk memperkuat sinergi antara budaya, inovasi, dan keberlanjutan. “Yogyakarta adalah rumah bagi kreativitas tanpa batas. Mari bawa karya kita ke pentas dunia,”
“Kartini Tanpa Batas” bukan sekadar perayaan estetika, tetapi juga pernyataan tegas bahwa dunia kreatif tidak mengenal batas — hanya ruang-ruang baru untuk terus berinovasi. Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan masa kini yang terus berkarya tanpa batas.Tutup :Lanny(Tyo)
NASIONALTERKI.Candi Borobudur bukan hanya keajaiban arsitektur dunia,Borobudur sebagai Portal Kesadaran” tapi juga misteri terbuka bagi pencari makna terdalam kehidupan. Agus Budi Rahman selaku Pemerhati Pariwisata &Budaya mengatakan Dalam balutan batu vulkanik dan mandala yang monumental, tersembunyi ajaran transformasi kesadaran yang kini mulai dibaca ulang oleh para pelancong spiritual. Di tengah meningkatnya tren wisata kesadaran, Borobudur bersinar kembali bukan sekadar sebagai monumen, tapi sebagai medan energi yang menggugah jiwa.Ujar Agus:Saat ditemui:Selasa :29/04/2025 ditemui di Angkringan Yogyakarta
Menurut Agus salah satu pendekatan menarik dalam membaca Borobudur adalah melalui lensa energi 369—sebuah kunci simbolik yang dipercaya mengungkap struktur semesta dan kesadaran, seperti yang pernah diisyaratkan oleh Nikola Tesla. Saat angka-angka ini diselaraskan dengan lapisan Borobudur—Kamadatu, Rupadatu, dan Arupadatu—muncul peta batin yang seakan mengarahkan manusia dari keterikatan duniawi menuju kebebasan sejati.Paparnya
Energi 369: Kode Kosmis Kesadaran
Dalam numerologi spiritual, angka 3, 6, dan 9 membentuk pola vibrasi yang diyakini mencerminkan siklus penciptaan dan evolusi kesadaran:
3 mewakili materi dan fondasi—alam dualitas dan pengalaman dunia.
6 adalah jembatan, keseimbangan, dan pusat transformasi.
9 melambangkan puncak spiritualitas dan kesatuan ilahi.
Tesla pernah mengatakan bahwa memahami 3, 6, dan 9 berarti memegang “kunci semesta.” Energi ini tidak hanya simbolik, tapi juga bisa dirasakan dalam ruang suci seperti Borobudur, yang dibangun dengan presisi astronomi dan prinsip mandala kosmik. Perjalanan mendaki Borobudur adalah perjalanan naik melalui orbit 369—dari tubuh, ke jiwa, hingga ke roh.Jelasnya
Kamadatu: Alam Hasrat dan Angka 3
Di bagian paling bawah Borobudur, terdapat Kamadatu, zona relief tersembunyi yang menggambarkan dunia penuh nafsu, karma, dan penderitaan manusia. Di sinilah manusia terjebak dalam siklus keinginan dan keterikatan. Ini adalah tahap 3, di mana kesadaran masih terikat pada dunia fisik, pada realitas dualistik.
Dalam konteks wisata kesadaran, ini adalah titik awal. Banyak pelancong datang ke Borobudur karena dorongan luar—keingintahuan, pencarian makna, atau bahkan sekadar destinasi Instagrammable. Tapi mereka tidak sadar bahwa perjalanan mereka telah dimulai dari orbit kesadaran pertama.Ungkapnya
Agus Budi Rahman
:Rupadatu :Alam Bentuk dan Angka 6
Naik ke tingkat tengah, kita memasuki Rupadatu, zona di mana bentuk masih ada, tapi kesadaran mulai terjaga. Relief di sini menggambarkan kisah kehidupan Buddha dan ajaran-ajaran moral. Ini adalah dunia meditasi, renungan, dan disiplin batin.Imbuhnya
Angka 6 hadir sebagai simbol harmoni dan transformasi. Di sini, pelancong spiritual mulai merasakan energi yang berbeda. Banyak yang memilih melakukan meditasi di antara stupa-stupa atau sekadar berjalan diam dalam lingkaran—meresapi ritme keheningan. Ini adalah fase integrasi antara dunia dan jiwa, antara pengalaman luar dan kebangkitan dalam.
Arupadatu: Alam Tanpa Bentuk dan Angka 9
Di puncak Borobudur, tak ada lagi relief. Yang tersisa hanya stupa kosong—kosong, tapi penuh makna. Inilah Arupadatu, alam tanpa bentuk, simbol dari kesadaran murni dan pembebasan total dari dunia.
Angka 9 di sini adalah puncak vibrasi spiritual. Ia tidak hanya menandai akhir, tapi juga awal dari siklus baru. Dalam numerologi, 9 mengandung semua angka sebelumnya—ia adalah totalitas. Pelancong yang mencapai titik ini tidak hanya menaiki batu, tapi menaiki dirinya sendiri—mengalami sejenak kehampaan yang penuh: void that breathes.
Orbit Energi dan Resonansi Borobudur
Jika ditinjau sebagai medan energi, struktur Borobudur menyerupai spiral yang membawa kesadaran naik dari Kamadatu ke Arupadatu—menyerupai pola spiral Fibonacci, simbol evolusi alamiah. Borobudur bisa dilihat sebagai generator kesadaran yang aktif, tempat vibrasi spiritual dapat dirasakan dan dialami.
Setiap langkah menuju puncak bukan hanya fisik, tapi juga batin. Wisata kesadaran di Borobudur sejatinya adalah ziarah energi, di mana medan resonansi candi bekerja sebagai aktivator getaran jiwa.
Borobudur dan Kebangkitan Kesadaran Baru
Di era global yang semakin mencari makna, Borobudur bukan sekadar tinggalan masa lalu—ia adalah kode masa depan. Dalam struktur 3–6–9 yang termanifestasi secara arsitektural dan spiritual, ia menyimpan petunjuk kebangkitan kesadaran manusia.
Wisata kesadaran bukanlah tren sementara, tapi panggilan abadi bagi jiwa-jiwa yang siap bertransformasi. Dan Borobudur, sebagai nadi spiritual Nusantara, siap memainkan peran besarnya sebagai Kompas Kesadaran Dunia untuk era 9. 2025–2034-2043.Pungkas:Agus(Tyo)
NASIONALTERKINI.UOGYAKARTA – Dunia tengah memasuki fase transformatif yang melampaui batas fisik dan geopolitik. Antara tahun 2025 hingga 2043, sebuah pergeseran besar tak hanya terjadi pada lanskap ekologis dan teknologi, tetapi juga pada ranah spiritual manusia. Di balik fenomena ini, getaran energi numerologis angka 9 disebut-sebut sebagai simbol puncak dari siklus besar umat manusia—sebuah era penutupan, pembersihan, dan pembebasan kolektif.
Menurut Agus Rachman, pemerhati pariwisata dan budaya spiritual, masa ini bukan sekadar transisi global, melainkan panggilan bagi umat manusia untuk meninjau ulang tujuan hidup dan arah perjalanan kolektifnya. “Kita sedang bergerak dari paradigma liburan menuju ziarah batin. The Great Pilgrimage bukan sekadar metafora, melainkan gelombang kesadaran baru yang nyata dan terus tumbuh,” ujarnya.Kamis:24/04/2025 saat di temui di Caffe Yogyakarta
Energi 9 dan Getaran Kosmik
Dalam numerologi, angka 9 merepresentasikan kebijaksanaan, penyelesaian, dan universalitas. Bagi banyak spiritualis, ini adalah angka penutup zaman yang membuka jalan bagi kebangkitan baru. Ditinjau dari perspektif fisika spiritual, resonansi elektromagnetik bumi—dikenal sebagai Schumann Resonance—beresonansi dengan dinamika kesadaran manusia. Fenomena ini diyakini sebagai pemicu bawah sadar yang mendorong manusia untuk “melakukan perjalanan” secara literal maupun spiritual.
“Fenomena ini kita lihat dari meningkatnya minat terhadap tempat-tempat sunyi, sacred site, hingga retreat-transformasi. Wisata tidak lagi soal eksplorasi luar, tapi lebih ke dalam,” tambah Agus.
Munculnya Conscious Travel Economy
Transformasi ini memunculkan sebuah paradigma baru dalam dunia pariwisata: wisata kesadaran—gerakan yang menggeser fokus dari destinasi hiburan ke tempat-tempat berenergi tinggi, seperti gunung suci, kuil kuno, dan situs alam yang masih perawan. Konsep ini diyakini akan menjadi inti dari Conscious Travel Economy yang berkembang pesat dalam dua dekade mendatang.
Agus menyoroti bahwa masyarakat global, khususnya generasi pasca-pandemi, semakin tertarik pada perjalanan yang bermakna. “Retreat, ekowisata spiritual, bahkan komunitas digital-nomadik yang menyatukan teknologi dan meditasi, menjadi bentuk baru dari ekspresi spiritual kontemporer,” jelasnya.
Menjadikan Hidup sebagai Ziarah
Jika 2025–2043 disebut sebagai “Era 9″—maka ini adalah waktu untuk merenung: Apa yang mesti kita lepaskan sebagai umat manusia? Ego sektoral? Sistem ekonomi yang eksploitatif? Atau bahkan cara berpikir lama tentang identitas dan kemajuan?
The Great Pilgrimage bukanlah domain eksklusif para mistikus. Ia adalah panggilan kolektif bagi semua yang merasa dunia saat ini kehilangan arah. Agus menekankan bahwa transformasi yang sedang terjadi menuntut lebih dari sekadar reformasi struktural; ia menuntut transfigurasi batin.
“Ini saatnya berhenti berlari demi pencapaian semu. Mulailah berjalan perlahan, sadar, dan sejati. Karena rumah sesungguhnya bukan di luar sana, tapi dalam diri,” tutup Agus(Tyo/An)
NASIONALTERKINI.Yogyakarta, Pendekatan terhadap pariwisata Indonesia kini mengalami pergeseran paradigma. Tidak lagi semata mengejar angka kunjungan wisatawan, sektor ini mulai diarahkan pada prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hal ini disampaikan oleh dua tokoh yang aktif dalam pengembangan pariwisata dan kebijakan etika global.
Menurut Jaka Triyana, Staf Ahli Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Wakil Dekan Fakultas Hukum UGM, masa depan pariwisata Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian untuk mengubah strategi pembangunan. Ia menekankan pentingnya menjadikan masyarakat lokal sebagai pusat dari pembangunan destinasi wisata.
“Pariwisata saat ini tidak bisa lagi dipahami hanya sebagai lintas batas wilayah. Ini soal bagaimana kita mengelola sumber daya lokal secara bijak, dengan mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan sosial,” ujarnya:Kamis:10/04/2025 di Yogyakarta.
Jaka juga menyoroti temuan dari sejumlah studi lapangan yang ia lakukan di lima destinasi prioritas nasional seperti Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Bali. Ia menemukan bahwa keterlibatan masyarakat lokal di destinasi utama masih sangat terbatas.
“Banyak masyarakat yang justru merantau ke kota, dan saat kembali pun mereka memilih tinggal di homestay yang dekat dengan akar budaya mereka, bukan di hotel berbintang. Ini bukti bahwa wisata berbasis pengalaman personal dan kultural lebih diminati,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu memperjelas standar pengelolaan destinasi agar tidak semata fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan ekologi dan sosial. “Jika tidak, kita akan menghadapi konflik kepentingan dan kerusakan lingkungan yang sulit diperbaiki,” tambahnya.
Di sisi lain, Agus Rachman, Sekretaris DPD PUTRI DIY menyoroti aspek etika dalam praktik pariwisata global. Ia mengangkat pentingnya Kode Etik Global untuk Pariwisata (Global Code of Ethics for Tourism/GCET) sebagai pedoman moral yang kini berada di persimpangan jalan.
“GCET dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan. Namun di lapangan, pariwisata masih sering menjadi alat eksploitasi, bukan pemberdayaan,” ungkapnya.
Agus menyampaikan refleksi kritis tentang bagaimana prinsip luhur dalam GCET—seperti penghormatan budaya lokal, perlindungan lingkungan, dan keadilan distribusi manfaat ekonomi—masih sering diabaikan.
“Masyarakat lokal diminta terbuka, namun tak diberi suara. Wisatawan diminta bertanggung jawab, tapi terus dibujuk untuk mengonsumsi. Ini adalah ironi dalam sistem ekonomi yang tidak sepenuhnya etis,” ujarnya.
Ia mempertanyakan efektivitas GCET dalam menghadapi realitas industri pariwisata saat ini yang kerap dikendalikan oleh kekuatan dominan. “Mungkin GCET bukan jawaban final, tapi ia tetap menjadi kompas yang menuntut kita membaca arah angin dan menilai kembali ke mana arah pembangunan pariwisata hendak dibawa,” tutup Agus.
Kedua narasumber sepakat bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat—adalah prasyarat mutlak untuk menciptakan sistem pariwisata yang adil, lestari, dan berakar pada nilai-nilai lokal. Dalam dunia yang kian terdigitalisasi dan terdorong oleh globalisasi, pariwisata Indonesia dituntut untuk tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga menjadi contoh praktik yang beretika dan berkelanjutan.Pungkas:Agus(Tyo)
NASIONALTERKINI.— Menyambut tahun 2025, sektor pariwisata Indonesia berada di titik kritis. Di tengah tantangan global dan perubahan cara pandang terhadap perjalanan, muncul kesadaran baru: pariwisata bukan lagi sekadar industri yang menjual pemandangan dan pengalaman instan, tetapi sebuah medan untuk refleksi, pertumbuhan, dan penyembuhan kolektif.
Agus Budi Rachman, Sekretaris Eksekutif DPD PUTRI sekaligus pengelola Taman Pintar Yogyakarta, menyampaikan pandangannya dengan nada filosofis. “Kita memasuki getaran angka 9,” ujarnya, merujuk pada simbol dalam numerologi yang kerap dimaknai sebagai akhir sebuah siklus. “Tapi benarkah ini akhir? Atau justru awal dari sesuatu yang lebih subtil,lebih mendalam:Rabu;09/04/2025 di Taman Pintar Yogyakarta
Dalam dunia yang berubah begitu cepat, kata Agus, tidak ada yang benar-benar berakhir. Justru, di titik inilah transformasi sesungguhnya bisa dimulai.
Dari Konsumsi ke Kontemplasi
Pariwisata 2025 bergerak melampaui definisi konvensional. Bukan lagi sebatas kunjungan, selfie, atau angka okupansi kamar hotel. Tren global menunjukkan pergeseran dari eksotisme menuju eksistensi. Wisatawan kini tidak hanya mencari keindahan visual, tetapi pengalaman otentik yang menggugah rasa dan memperkaya jiwa.
Namun, paradoks muncul. Di tengah konektivitas global yang semakin kuat, banyak destinasi kehilangan jati dirinya. Ketika keaslian dicari, yang ditemukan justru imitasi yang dibungkus estetika. “Ini bukan lagi soal ‘di mana kita berfoto,’ tapi ‘apa yang tersisa setelah kita pergi,’” ungkap: Agus.
Pariwisata sebagai Bentuk Kolonialisme Baru?
Secara provokatif, Agus mengangkat pertanyaan yang menggugah kesadaran: apakah pariwisata selama ini tidak lebih dari bentuk kolonialisme baru? Dengan wajah tersenyum dan lensa kamera, budaya lokal seringkali dijadikan komoditas, diabadikan sekaligus dikikis oleh logika pasar.
“Apakah kita benar-benar menghargai budaya yang kita kunjungi? Atau hanya mengambil bagian paling menarik darinya untuk kita pamerkan di media sosial?” tanyanya.
Menuju Ekosistem yang Inklusif dan Berkeadilan
Transformasi yang dibutuhkan tidak cukup hanya pada permukaan. Ini bukan tentang mengganti kemasan promosi atau menambahkan narasi “sustainability” sebagai pelengkap brosur wisata. “Yang dibutuhkan adalah perubahan paradigma,” tegas Agus. “Dari eksklusi menuju inklusi. Dari eksploitasi menuju regenerasi.”
Isu-isu mendasar seperti ketimpangan akses, marginalisasi komunitas lokal, hingga eksploitasi alam dan warisan budaya tak bisa lagi diabaikan. “Tahun ini adalah undangan untuk menyelesaikan yang belum tuntas. Untuk membangun pariwisata sebagai ekosistem yang berkeadilan,” katanya.
Menurut Agus, “ekosistem pariwisata berkeadilan” bukanlah slogan kosong. Ia adalah seruan zaman untuk kolaborasi lintas sektor yang dilandasi kesadaran bersama. Kolaborasi yang tidak menempatkan satu pihak sebagai pusat, tetapi saling menopang dalam jaringan yang cair dan dinamis.
Menenun Ulang Makna Perjalanan
Tahun 2025 membuka ruang untuk menyusun ulang narasi pariwisata. Bukan sekadar alat ekonomi, melainkan sebagai ruang belajar kolektif—sebuah platform untuk membangun kesadaran baru. Pariwisata harus mampu menjadi ruang perjumpaan yang otentik, ruang pertumbuhan bersama, dan ruang penyembuhan, baik bagi individu maupun komunitas.
Agus menutup dengan refleksi mendalam: “Pariwisata masa depan bukan tentang tempat yang dikunjungi, tapi tentang kesadaran yang dibawa pulang.” “Yang kita cari di luar, seringkali adalah refleksi dari yang hilang di dalam.” “Maka pariwisata harus menjadi jembatan, bukan pelarian. Transformasi sejati bukan saat kita mengganti cara berpromosi, tetapi saat kita mengubah cara kita memaknai.”Pungkas:Agus(Tyo)
NASIINALTERKINI.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi ekonomi global dan strategi respons pemerintah, termasuk kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS).Senin 07/04/2025 di Istana Negara Merdeka Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah diplomasi ekonomi yang terkoordinasi dan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa proses negosiasi telah berlangsung secara mendalam dan akan segera dikomunikasikan secara resmi kepada pihak AS.
“Presiden telah menugaskan saya bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan untuk menjalankan misi ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Airlangga kepada media usai rapat.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan menyampaikan posisi resminya sebelum tenggat waktu yang ditentukan. “Sebelum tanggal 9, kita sudah menyampaikan posisi kita,” jelasnya.
Selain isu tarif, rapat juga membahas respons terhadap dinamika ekonomi global lainnya, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah. Presiden Prabowo dijadwalkan akan menyampaikan secara langsung arah kebijakan ekonomi nasional pada Selasa, 8 April 2025, di Kantor Pusat Bank Mandiri, Jakarta.
“Besok pukul 13.00, Presiden akan menyampaikan pernyataan langsung di acara yang digelar di Bank Mandiri, Bapindo,” kata Airlangga.
Acara tersebut akan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari ekonom, investor, pimpinan redaksi media, hingga masyarakat umum. Melalui forum ini, pemerintah ingin menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, dengan mengedepankan pendekatan diplomatik, kebijakan fiskal yang adaptif, serta komunikasi terbuka dengan pasar dan masyarakat.Pubgkas :Airlangga(Tyo)
NASIONALTERKINI. Dalam momentum Panen Raya Nasional yang digelar serentak di 14 provinsi sentra produksi padi, Presiden Prabowo Subianto menggelar dialog interaktif dengan para petani dari seluruh Indonesia melalui sambungan virtual pada Senin, 7 April 2025. Acara ini dipusatkan di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Presiden Prabowo memimpin langsung jalannya dialog yang turut diikuti oleh para gubernur serta 156 bupati dan wali kota dari berbagai daerah. Pemerintah menyebut sekitar 100 juta petani beserta keluarganya telah merasakan dampak positif dari sejumlah kebijakan, terutama dalam hal harga gabah dan distribusi pupuk.
Dalam sesi dialog, perwakilan petani dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai efektif meningkatkan kesejahteraan petani.
“Harga gabah kini mencapai Rp6.500 per kilogram dan pupuk tersedia dengan mudah. Kami merasa bahagia dan terbantu,” ujar Joko, perwakilan kelompok tani Ngawi.
Joko juga menyoroti efektivitas Program PRRB (Pertanian Ramah Rakyat Berkelanjutan) yang dijalankan di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut berhasil menekan kebutuhan pupuk sekaligus meningkatkan hasil panen.
“Kami berharap program ini tidak hanya berlangsung selama 200 hari, tetapi dapat berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, dari Aceh, Gubernur Muzakir Manaf menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur pertanian, khususnya irigasi di Aceh Utara.
“Masih ada sembilan kecamatan yang belum terjangkau irigasi. Kami berharap pertanian Aceh dapat lebih maju dan menjadi lumbung padi nasional,” ujarnya.
Dari Kabupaten Serang, Banten, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur menyoroti kelancaran distribusi pupuk sebagai faktor penting dalam peningkatan produksi.
“Dulu hasil panen hanya sekitar 7,5 ton, sekarang meningkat karena pupuk tersedia tepat waktu. Petani tidak lagi kesulitan,” ungkap salah satu anggota Gapoktan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pertanian yang berpihak pada rakyat.
“Saya ingin menjadi pemimpin yang mampu menurunkan harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kita akan bahagia jika rakyat tersenyum dan petani makmur,” tegasnya.
Dialog ini mencerminkan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang menempatkan partisipasi publik sebagai elemen penting dalam pengambilan kebijakan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.Pungkass:Muzakir(Tyo)
Kapolri secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim, didampingi oleh Kapolda DIY Brigjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, mulai dari ulama, akademisi, hingga budayawan, yang menunjukkan sinergi erat antara institusi kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketenteraman dan memperkuat jalinan sosial.
NASIONALTERKINI.Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (28/3) sore. Kegiatan tersebut berlangsung di Gudang Anton Soedjarwo, Mapolda DIY, dan menjadi momen penuh makna dengan pemberian santunan kepada anak yatim, tausiah keagamaan, serta buka puasa bersama, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci.:Jum’at:28/03/2025 di Yogyakarta
Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi antara aparat negara dan masyarakat.
“Kegiatan ini mencerminkan kepedulian kami kepada masyarakat serta komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat. Semangat kolaboratif seperti inilah yang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, terlebih menjelang perayaan Idulfitri,” ujar Kapolri.
Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh ulama kharismatik KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperdalam keikhlasan, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan empati sosial. Tausiah tersebut disambut dengan antusias oleh para peserta yang kemudian berbuka puasa bersama dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Polda DIY sebagai lokasi Safari Ramadan Kapolri tahun ini. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan perhatian dan kedekatan Polri dengan masyarakat Yogyakarta.
“Safari Ramadan ini bukan hanya agenda rutin, tetapi bukti nyata bahwa Polri hadir dan peduli terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Kami berharap keberkahan bulan Ramadan dapat memperkuat hubungan yang harmonis antara institusi keamanan dan warga,” ujar Ihsan.
Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan kembali peran aktifnya tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial dan spiritual masyarakat. Safari Ramadan menjadi sarana strategis untuk membangun kepercayaan publik, mempererat hubungan emosional, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam semangat kebersamaan.Pungkas:Ihsan(Tyo)
NASIONALTERKINI.Libur Lebaran makin seru! Hari ini, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Taman Pintar resmi membuka “Czech Castles and Chateaux Exhibition”—pameran budaya yang menghadirkan kemegahan kastel-kastel dari Republik Ceko. Bertempat di Gedung Kotak Lantai 3, Taman Pintar, pameran ini jadi salah satu suguhan spesial buat kamu dan keluarga selama liburan.
Nggak tanggung-tanggung, acara pembukaan dihadiri langsung oleh Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, H.E. Jaroslav Doleček, Direktur Jenderal Museum Nasional Ceko Michal Lukeš, serta delegasi dari Kota Hluboká nad Vltavou—kota cantik yang menjalin kerja sama sister city dengan Yogyakarta sejak penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada Mei 2024 lalu.
Pameran Edukatif Rasa Internasional Menurut Sekjen DPD PUTRI DIY sekaligus pengelola Taman Pintar, Agus Budi Rachman, pameran ini bukan cuma pajangan gambar atau model, tapi juga jadi cara seru untuk belajar sejarah dunia, khususnya tentang arsitektur dan budaya kastel-kastel Eropa.
“Kami ingin menghadirkan nuansa internasional yang edukatif untuk masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar. Momen libur Lebaran ini pas banget buat keluarga menikmati konten berkelas dunia sambil rekreasi,” ujarnya.Senin;24/03/2025 di Taman Pintar Yogyakarta
Agus Budi Rachman
Pameran ini juga jadi bukti nyata bahwa kerja sama global, seperti dengan Kedubes Ceko dan Museum Nasional Ceko, penting banget dalam membuka wawasan generasi muda.
Pengunjung akan diajak menjelajahi 25 kastel dan puri megah dari kawasan Bohemia dan Moravia, termasuk situs Warisan Dunia UNESCO seperti Praha, Český Krumlov, dan Litomyš
Pameran Czech Castles and Chateaux Exhibition Lokasi: Gedung Kotak Lantai 3, Taman Pintar Yogyakarta.berlangsung Tanggal: 24 Maret – 11 April 2025:Papar:Agus
Tentang Museum Nasional Ceko Didirikan pada tahun 1818, museum ini adalah institusi budaya terbesar di Republik Ceko, menyimpan lebih dari 20 juta koleksi dari berbagai bidang.
Ceko: Negeri Seribu Kastel Republik Ceko adalah negara dengan jumlah kastel dan Arsitekturnya megah, sejarahnya kaya, dan semuanya jadi bagian penting dari warisan budaya dunia.Imbuhnya
Lewat pameran ini, masyarakat Yogyakarta bisa merasakan langsung atmosfer kastel-kastel Eropa tanpa perlu terbang jauh. Yuk ajak keluarga main ke Taman Pintar dan rasakan sensasi berlibur sambil menjelajah sejarah dan budaya dunia:Pungkas:Agus(Tyo)
NASIONALTERKINI.Ygyakarta, Meski libur Lebaran tahun ini diselimuti ketidakpastian, Taman Pintar Yogyakarta tak kehilangan semangat. Justru sebaliknya, destinasi edukatif ini siap menyambut para wisatawan dengan tiga program unggulan yang dikemas menarik dan bertaraf internasional.
Hal ini disampaikan oleh Agus Budi Rachman, Sekretaris Jenderal DPD PUTRI DIY sekaligus pengelola Taman Pintar, pada Minggu (23/3). Menurutnya, dunia pariwisata memang sedang dalam masa penuh tantangan, namun bukan berarti harus menyerah begitu saja.
“Kondisi saat ini serba tidak pasti, baik secara regional maupun global. Tapi kami memilih untuk tetap netral—tidak terlalu optimistis, tapi juga tidak pesimistis. Yang penting, kita menyambut pengunjung dengan hati senang, pelayanan terbaik, dan konten yang segar,” ujar Agus.saat ditemui Minggu:23/03/2025 di Taman Pintar Yogyakarta
Nah, berikut tiga agenda utama yang siap meramaikan libur Lebaran di Taman Pintar:
Pameran Kastel dan Republik Ceko
Ini dia yang paling spesial! Mulai 24 Maret hingga 11 April 2025, Taman Pintar akan menggelar Pameran Kastel dan Republik Ceko di lantai 3. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi budaya antara Indonesia dan Ceko—sebuah sajian langka yang membawa nuansa Eropa Tengah ke tengah kota Yogyakarta.
Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan resmi Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Doleček, serta Direktur Jenderal Museum Nasional Ceko, Michal Lukeš, bersama rombongan dari Kota Hluboka nad Vltavou. Kunjungan ini sekaligus memperkuat rencana sister city antara Yogyakarta dan Hluboka, pasca penandatanganan Letter of Intent pada Mei 2024 lalu.
“Lewat pameran ini, publik bisa lebih dekat mengenal sejarah, arsitektur, dan budaya Ceko. Dan tentu saja, ini menjadi jembatan diplomasi budaya yang penting,” tambah Agus.
Pembukaan pameran dijadwalkan meriah, dengan kehadiran pejabat dari Pemda DIY, perwakilan Kedutaan Besar Ceko di Jakarta, hingga para akademisi dan tokoh budaya. PT Bank BPD DIY juga turut mendukung penuh sebagai mitra strategis.
Bazar UMKM Taman Pintar
Mulai 29 Maret sampai 7 April 2025, giliran para pelaku UMKM unjuk gigi. Dalam Bazar UMKM Taman Pintar, pengunjung bisa menemukan beragam produk kreatif—dari kuliner khas, kerajinan tangan, sampai fesyen lokal yang keren-keren. Event ini jadi ajang penting bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama saat musim libur Lebaran.
Fashion Exhibition Kolaboratif
Sebagai pelengkap suasana liburan, Taman Pintar juga menyiapkan Fashion Exhibition yang menampilkan karya-karya desainer lokal. Disinergikan dengan bazar UMKM, ajang ini menyajikan kombinasi ciamik antara seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
“Bukan cuma pameran, tapi ini perayaan kreativitas. Siapapun—keluarga, pelajar, maupun wisatawan luar negeri—bisa menikmati suasana yang berbeda di sini,” ujar Agus
Lebaran yang Penuh Warna di Taman Pintar
Dengan suguhan edukatif, inspiratif, dan berkelas internasional, Taman Pintar ingin memberikan lebih dari sekadar tempat rekreasi. Tempat ini menjadi wadah kolaborasi, laboratorium sosial, sekaligus ruang ekspresi budaya yang terbuka untuk semua.
“Apapun kondisinya, yang penting kita tetap memberikan yang terbaik bagi pengunjung. Sambut mereka dengan senyum, layani sepenuh hati, dan ciptakan pengalaman yang tak terlupakan,” tutup Agus (Tyo)