Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Integrasi Falsafah Jawa dalam Transformasi Pariwisata Berkelanjutan Yogyakarta Daerah
  • Jogja City Mall Rayakan Ulang Tahun ke-11 Fashion Rendezvous Daerah
  • Kadin Sleman Perkuat Sinergi dengan Bupati Slemam Fokus pada Ekonomi dan Pariwisata Ekonomi
  • JCWF 2025 Week #4 Sukses DigelarYogyakarta Hidupkan Kembali Spirit Wellness Berbasis Budaya Nasional
  • Gelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan Nasional
  • Karya Borobudur Silver Tokoh Arjuna Ksatria Lembut yang Menjadi Cermin Kehidupan Daerah
  • Presiden Prabowo Serap Aspirasi Petani dalam Dialog Panen Raya Nasional Bisnis
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show” Fashion

Batik Sleman Menuju Panggung Internasional Saatnya Pemerintah dan Pembatik Sleman Bersinergi Lebih Kuat

Posted on Juli 27, 2025Juli 27, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Batik Sleman Menuju Panggung Internasional Saatnya Pemerintah dan Pembatik Sleman Bersinergi Lebih Kuat

NASIONALTERKINI. Batik bukan sekadar sehelai kain bermotif indah. Ia adalah warisan budaya yang mengandung nilai historis, filosofi kehidupan, dan jati diri bangsa. Di Kabupaten Sleman, semangat untuk terus menghidupkan batik tumbuh melalui tangan-tangan perajin lokal yang penuh ketekunan. Namun di balik geliat tersebut, batik Sleman kini tengah menghadapi tantangan yang memerlukan perhatian lebih serius dari berbagai pihak.

Endang Wilujeng, Ketua Asosiasi Batik Sleman Mukti Manunggal sekaligus perajin batik sejak tahun 2009, menyampaikan bahwa saat ini para pembatik Sleman tengah berjuang keras mempertahankan eksistensinya. “Kami ingin memberi ruang yang lebih luas kepada teman-teman pembatik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas. Sayangnya, dalam beberapa waktu terakhir minat dan daya beli masyarakat terhadap batik Sleman mengalami penurunan yang cukup signifikan,” Ujarnya:Minggu:27/07/2025 di House of LMAR Galeria Mall Jogja

Asosiasi yang dipimpinnya saat ini menaungi 52 kelompok batik serta lima perajin mandiri, dengan rata-rata satu kelompok terdiri dari sekitar 20 orang. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Sleman, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kekayaan budaya yang bisa dikembangkan. Namun, potensi besar ini tidak akan berkembang optimal tanpa dukungan yang berkelanjutan.

Menurut Endang, selama ini memang ada dukungan dari pemerintah, namun perlu ada evaluasi dan penajaman kembali terhadap kebijakan yang diterapkan. “Kami merasa perlunya penguatan dari sisi perlindungan perajin, pelatihan yang tepat sasaran, serta tata kelola usaha batik yang lebih terstruktur. Harapannya, pemerintah benar-benar menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung dan bisa mensejahterakan para perajin,” tegasnya.

Sebagai produk budaya yang relatif baru, batik Sleman baru dideklarasikan pada tahun 2013. Justru karena usianya yang masih muda, batik Sleman membutuhkan pendampingan ekstra agar tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Meski menghadapi banyak tantangan, para perajin Sleman tidak patah semangat. Mereka terus berinovasi, termasuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pameran dan fashion show seperti di Galeria Mall dan ajang Fashion on The Street (FOS) yang akan digelar bulan Agustus mendatang. “Kami sangat bersyukur kepada Mbak Lia Mustafa yang selalu memberikan ruang dan dukungan kepada kami untuk tampil di panggung fashion. Ini bentuk kolaborasi yang sangat berarti,” tambah Endang.

Dengan mengusung tema Batik X Denim, para pembatik ingin menunjukkan bahwa batik bukan hanya pakaian tradisional, tetapi juga bisa menjadi bagian dari fashion modern yang fleksibel, global, dan tetap mengakar pada budaya lokal. “Denim itu identik dengan gaya global, dan kami ingin menjadikan batik Sleman seperti itu: bisa diterima di mana saja, kapan saja,” jelasnya.

oplus_34

Lia Mustafa Fashion Designer Kondang sekaligus pemilik House of L’MAR, menyampaikan bahwa dirinya melihat potensi besar dari komunitas batik Sleman yang layak untuk terus diangkat dan dipromosikan. “Kami di House of L’MAR selalu berusaha mengangkat karya tenan kami, termasuk batik. Mbak Endang sudah lama menjadi mitra kami, dan bahkan anak beliau pernah menjadi peserta inkubasi kami yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia ,” ungkap Lia.

Lebih lanjut, Lia menambahkan bahwa inisiatif mengangkat batik dalam event FOS ini bukan hanya sekadar bentuk kolaborasi, tetapi juga bagian dari misi bersama untuk membawa batik Sleman ke panggung lebih luas. “Kami tidak hanya sekadar menampilkan busana. Ada nilai edukatif yang ingin kami hadirkan: edukasi membatik, eksplorasi motif, hingga mempertemukan batik dengan denim secara kreatif,” ujarnya.

Yang menarik, Lia dan tim juga menggagas konsep fashion show yang lebih inklusif: para model yang tampil nantinya adalah anak-anak dari para pembatik. “Kami sempat terpikir soal keterbatasan anggaran untuk menyewa model profesional. Tapi dari situ justru muncul ide yang lebih bermakna. Anak-anak dari para pembatik ini yang akan memperagakan busana batik. Mereka adalah simbol keberlanjutan, harapan, dan regenerasi,” Papar: Lia

Dengan konsep ini, acara fashion tidak hanya menjadi ajang pamer busana, tapi juga sarana edukasi dan penyadaran publik akan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya. “Mereka mungkin belum membatik secara langsung, tapi ketika tampil membawakan karya orang tua mereka di atas panggung, ada kebanggaan yang tertanam. Dari situ benih-benih kecintaan terhadap batik akan tumbuh,” lanjutnya.

Ajang Fashion on The Street ini juga akan mempertemukan berbagai komunitas dari wilayah lain, termasuk perajin batik dari Kulon Progo yang dijadwalkan tampil pada 23 Agustus, sementara perwakilan Sleman tampil pada 22 Agustus 2025. Momen ini diharapkan menjadi titik temu bagi perajin, desainer, dan publik untuk membangun ekosistem batik yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Kini, sudah saatnya semua pihak—pemerintah, pelaku industri kreatif, komunitas, dan masyarakat luas—bersatu untuk memperkuat posisi batik Sleman. Dengan kebijakan yang berpihak, ruang kreasi yang luas, dan kolaborasi nyata, bukan tidak mungkin batik Sleman akan menjadi duta budaya Indonesia di panggung dunia.Pungkas:Lia(Tyo)

Fashion, Liifestyle

Navigasi pos

Previous Post: Pasar Minggu TBEG Ruang Hidup untuk Srawung Dagang dan Budaya
Next Post: BS Resto Borobudur Magelang Hadir untuk Kuliner, Wedding, dan Event Fashion Show Bernuansa Alami

Related Posts

  • FUNKY INDONESIAN STYLE”DENIM & BATIK”DI FOS PRAWIROTAMAN 2025 Fashion
  • HABIS GELAP TERBITLAH TERANG Ingsun II: RUPA DATU by Ayu Ghia Sugandhi Tampil di Kartini Tanpa Batas 2025 Fashion
  • Sarong Fashion Hack” Chic & Stylish” Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda di JIBB 2025 Daerah
  • Jogja International Batik Biennale 2025 Resmi Dibuka, Sri Sultan Luncurkan Griya Batik Patehan Fashion
  • Fashion Designer Lanny Amborowati Dorong Tren Fesyen Wellness dan Ramah Lingkungan Fashion
  • Jogja Fashion Week 2025: Mengusung Tema Berkelanjutan untuk Masa Depan Fashion Fashion

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Transformasi Pariwisata Dari Kompetisi Menuju Kolaborasi dan Spiritualitas Ekonomi
  • JCWF 2025 Sacred Axis Healing Retreat Hadirkan Penyelarasan Jiwa di Poros Merapi–Keraton–Laut Selatan Umum
  • “Menutup Pekan, Membuka Kesadaran Refleksi Makna Wellness Bersama GKR Bendara di JCWF 2025” Nasional
  • Pemkab Sleman Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 Daerah
  • KLAMB 10 Tampilkan Koleksi Denim Batik Ramah Lingkungan di Galeria Mall Liifestyle
  • Sambut Hari Ibu ke-97, Geler Senam Massal dan Bazar UMKM KWT Pari Merapi Sembada Daerah
  • Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 – Week #4 Nasional
  • Kemnaker dan IJTI Perkuat Kompetensi AI bagi Jurnalis Kampus Nasional

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme