Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Wabup Sleman Tanam Kelapa Hibrida Menanam Harapan dan Kesejahteraan Petani Daerah
  • Kompetisi Roket Air: Lintasan Prestasi Anak Bangsa Menuju Masa Depan Uncategorized
  • Ecoprint Bazaar Festival 2025 Hadirkan Perpaduan Fashion dan Alam di Yogyakarta Daerah
  • YOGA NUSANTARA – Gaya Hidup Sehat, Berdaya, dan Bahagia Daerah
  • Dewi Roesdji Angkat Semangat Perempuan Mandiri Lewat Koleksi Lurik Modern di Grand Diamond Yogyakarta Fashion
  • Peringati Hari Batik Nasional, Loman Park Hotel Gelar Acara Membatik Bersama dan Pameran Inovatif Daerah
  • Lanny Amborowati Siap Luncurkan Brand Kedua Bertajuk “CHESA” dengan Sentuhan Elegan dan Nuansa Wastra Nusantara Bisnis
  • KLAMB 10 Tampilkan Koleksi Denim Batik Ramah Lingkungan di Galeria Mall Liifestyle

Integrasi Falsafah Jawa dalam Transformasi Pariwisata Berkelanjutan Yogyakarta

Posted on Juni 4, 2025Juni 4, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Integrasi Falsafah Jawa dalam Transformasi Pariwisata Berkelanjutan Yogyakarta

NASIONALTERKINI. Wakil Ketua Obyek Daya Tarik Wisata Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Agus Budi Rachman, mengatakan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai falsafah Jawa dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam forum diskusi pariwisata yang digelar:Rabu:04/06/2025 di Pendopo Wisata Karst Tubing Sedayu, Jalan Wates Km 9, Surobayan, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

Menurut Agus, pariwisata tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan hiburan semata, tetapi juga sebagai perjalanan makna yang melibatkan hubungan antara manusia, ruang, serta nilai-nilai budaya.

“Di Yogyakarta, sebagai pusat budaya dan spiritualitas, pariwisata seharusnya tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tapi juga menjaga kearifan lokal dan keseimbangan alam,” ujarnya.

Tiga Pilar Falsafah Jawa dalam Pariwisata

Agus menguraikan tiga nilai utama dalam falsafah Jawa yang dapat dijadikan dasar dalam membangun pariwisata berkelanjutan, khususnya bagi sektor usaha menengah hingga tinggi:

  1. Sangkan Paraning Dumadi (Mengerti asal-usul dan tujuan hidup)

Falsafah ini menekankan pentingnya memahami asal-usul (sangkan) dan arah tujuan (paran) kehidupan. Dalam konteks pariwisata, ini berarti mengangkat budaya lokal dan sejarah sebagai landasan, serta menjadikan pariwisata sebagai sarana untuk memberikan manfaat spiritual, sosial, dan ekologis.

“Usaha wisata sebaiknya tidak hanya mengejar profit, tetapi juga membangun kesadaran dan manfaat bagi pengunjung maupun masyarakat,” jelas Agus. Ia mencontohkan desa wisata dan resort yang dapat menjadi tempat refleksi, pembelajaran sejarah, hingga pengenalan jati diri.

  1. Memayu Hayuning Bawana (Menjaga keindahan dan keharmonisan dunia)

Nilai ini mengajarkan pentingnya hidup selaras dengan alam dan sesama manusia. Dalam praktik pariwisata, keberhasilan tidak diukur dari jumlah wisatawan, melainkan dari kualitas hubungan—antara pengunjung dengan warga lokal, serta manusia dengan alam.

Agus menekankan penerapan desain ramah lingkungan, kegiatan pertanian organik, pelestarian sungai, hingga pelibatan masyarakat lokal sebagai pemandu budaya sebagai contoh nyata nilai ini.

  1. Sedulur Papat Kalima Pancer (Mengenal diri secara utuh: tubuh, energi, dan kesadaran)

Falsafah ini menggambarkan manusia sebagai makhluk spiritual yang memiliki empat “saudara batin”—air ketuban, ari-ari, darah, dan tali pusar—dengan pusat kesadaran (pancer) di tengahnya. Dalam pariwisata, hal ini bisa diwujudkan dalam pengalaman wisata holistik yang mencakup penyembuhan, ketenangan, dan refleksi spiritual.

“Pariwisata bisa menjadi ruang sakral melalui aktivitas seperti meditasi, ritual air, hingga pertunjukan seni tradisional seperti wayang dan sendratari,” imbuhnya.

Agus menutup dengan ajakan agar pariwisata Yogyakarta tidak mengikuti sepenuhnya model industri global yang konsumtif dan serba cepat, melainkan tumbuh dari nilai-nilai budaya sendiri.

Sangkan Paraning Dumadi memberi arah spiritual, Memayu Hayuning Bawana memberi panduan etis, dan Sedulur Papat Kalima Pancer memberi peta kesadaran. Jika ketiganya diterapkan, pariwisata bukan hanya berkelanjutan, tapi juga menyembuhkan—lingkungan, hubungan antarmanusia, dan makna kehidupan,” paparnya

Menurutnya, wisata sejati bukanlah pelarian dari rumah, melainkan perjalanan kembali ke dalam diri sendiri.Pungkas:Agus(Tyo)

Daerah, Pariwisata

Navigasi pos

Previous Post: TP PKK Sleman Didorong Sosialisasikan Batik dan Lurik Lokal
Next Post: Agromulyo Perkuat Standar Keamanan Wisata Berisiko Lewat Sosialisasi di Karst Tubing Sedayu

Related Posts

  • TBEG Diresmikan, Simbol Harmoni Ekologi dan Budaya di Selatan Yogyakarta Daerah
  • Pelatihan Keamanan Jurnalis: PSI dan Pemuda Pancasila Hadirkan David Krav dan Beawiharta di Jogja Daerah
  • Sleman City Hall Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Tema “Treasure Every Moment” Daerah
  • TEPI Hub Tour & Travel Hadirkan Wisata Wellness, Tawarkan Pengalaman Healing yang Lebih Bermakna Pariwisata
  • PORDA XVII DIY Resmi Dibuka Harda Pasang Target Hattrick Juara Umum untuk Sleman Daerah
  • 7 Fakta Menarik tentang Jogja Cultural Wellness Festival 2025 yang Bakal Bikin Kamu Penasaran Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • IFC Ikut Ngisi Workshop Kreatif di JCWF 2025 Fashion
  • Yogyakarta Luncurkan Gelombang Kesadaran Baru di JCWF 2025 WEEK#3 Nasional
  • Menyelam ke Dalam Sunyi Girian Veriwinata dan Jalan Pulang Menuju Keseimbangan Jiwa Daerah
  • Jamu Tradisional Jogja Menuju Pasar Global Nasional
  • Lebaran Lebih Asyik, Tampil Bergaya dengan Sentuhan Elegan Perak Borobudur Silver Fashion
  • “Kartini Tanpa Batas” Generasi Muda Meriahkan Hari Kartini Fashion
  • Warga Grojogan Gotong Royong Tambal Jalan Demi Kenyamanan Mudik dan Takbir Keliling Daerah
  • Bupati Sleman Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Narkoba Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme