Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP untuk Jadi Mitra MagangHub

Kemnaker) menegaskan perusahaan yang ingin menjadi mitra penyelenggara Program Magang Nasional (MagangHub) 2026 wajib terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP)

NASIONALTERKINI.COM. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan perusahaan yang ingin menjadi mitra penyelenggara Program Magang Nasional (MagangHub) 2026 wajib terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Persyaratan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi untuk memastikan perusahaan mitra memiliki legalitas serta data ketenagakerjaan yang aktif dan valid.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan perusahaan juga perlu memastikan data yang tercantum dalam sistem WLKP telah diperbarui sebelum mendaftarkan diri sebagai mitra penyelenggara Program MagangHub 2026.

“Perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara perlu memastikan telah terdaftar dalam WLKP, memperbarui data perusahaan, serta memastikan seluruh informasi perusahaan aktif dan valid. Dengan demikian, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan sesuai ketentuan,” ujar Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (10/7/2026).

Menurut Darmawansyah, pemenuhan persyaratan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemnaker menjaga kualitas penyelenggaraan Program MagangHub. Melalui proses verifikasi, Kemnaker dapat memastikan perusahaan mitra memiliki identitas dan legalitas yang jelas serta siap menjadi tempat belajar yang baik bagi para peserta.

Ia menjelaskan, perusahaan dapat melakukan pengecekan sekaligus pembaruan data melalui laman wajiblapor.kemnaker.go.id sebelum mengajukan pendaftaran sebagai mitra penyelenggara.

Selain memastikan kelengkapan persyaratan, data perusahaan yang valid juga akan memudahkan proses seleksi dan administrasi, sehingga pelaksanaan Program MagangHub dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan akuntabel.

Kemnaker mengajak perusahaan dari berbagai sektor untuk berpartisipasi sebagai mitra penyelenggara Program MagangHub 2026. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar di dunia kerja sekaligus mencetak talenta muda yang kompeten, adaptif, dan siap memenuhi kebutuhan industri.

“Melalui Program MagangHub, perusahaan tidak hanya berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi juga memiliki kesempatan menjaring talenta muda yang sesuai dengan kebutuhan industrinya,” pungkas Darmawansyah.(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

Pemkab Sleman Salurkan Hibah Alat Musik Senilai Rp390 Juta untuk Perkuat Pelestarian Seni Budaya

foto=Penyerahan bantuan senilai Rp390.950.000 tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman

NASIONALTERKINI.COM.Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah melalui penyaluran hibah alat musik kepada sejumlah kelompok seni dan pelaku budaya. Penyerahan bantuan senilai Rp390.950.000 tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Ruang Praja 2 Kantor Setda Kabupaten Sleman, Kamis:09/07/2026

Dalam kesempatan tersebut, Harda Kiswaya menegaskan bahwa keberadaan seni budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Sleman yang perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, pemerintah daerah terus memberikan dukungan nyata agar aktivitas kesenian dapat berkembang di tengah dinamika zaman.

“Hibah ini bukan hanya sebatas bantuan fasilitas, tetapi merupakan investasi bagi masa depan seni budaya di Sleman. Saya berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan alat musik ini untuk kegiatan latihan, pementasan, pembinaan generasi muda, hingga melahirkan karya-karya kreatif yang memperkuat identitas budaya daerah,” ujar Harda.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat berjalan tanpa dukungan sarana yang memadai. Kehadiran perangkat kesenian diharapkan mampu meningkatkan semangat kelompok seni untuk terus berkarya sekaligus menjaga eksistensi kesenian tradisional agar tetap diminati masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, menjelaskan bahwa program hibah alat musik merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan. Selain mendukung aktivitas berkesenian, bantuan tersebut juga diharapkan mampu mencetak regenerasi seniman yang kreatif, inovatif, serta tetap berpegang pada nilai-nilai budaya lokal.

“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, pelaku budaya, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus mendorong lahirnya inovasi seni yang relevan dengan perkembangan zaman,” kata Ishadi.

Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan hibah berupa perangkat gamelan dan rebana kepada 13 kelompok seni dengan total nilai mencapai Rp390.950.000. Penerima hibah meliputi Jathilan Hangesti Turonggo Budoyo, Jathilan Kudo Mustiko, Jathilan Panca Tunggal Encling, Jathilan Putro Ragil, Paguyuban Seni Keprajuritan Bregada Kyai Redjo Oetomo, Kyai Krama Nenggala, Nur Masyitoh, Hadroh Lintang Ati, Nurul Khasanah, Nurus Syafaah, Karawitan dan Campursari Kemudho Laras, Margo Luwih Laras, serta Sanggar Tari Sekar Arum.

Melalui program hibah ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kelompok-kelompok seni penerima bantuan semakin aktif berkegiatan, memperluas ruang kreativitas, serta ikut menjaga keberlangsungan seni budaya sebagai kekayaan daerah yang memiliki nilai sejarah:Pungkas:Ishadi(Aan)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Daerah, Seni Budaya | Tinggalkan komentar

Di Tengah Isu Eugenol Antangin JRG Tingkatkan Strategi Pemasaran

foto=ilustrasi

NASIONALTERKINI.COM.Jakarta.Dalam kerasnya persaingan pasar obat herbal masuk angin di Indonesia, kelemahan satu pihak sering kali menjadi keuntungan besar bagi pihak lain. Ketika Tolak Angin, pemimpin pasar dominan dengan penguasaan 72 persen, dihantam krisis reputasi terkait isu eugenol pada awal 2026, pertanyaan yang segera mengemuka di kalangan pengamat bisnis adalah: siapa yang sebenarnya paling diuntungkan dari kepanikan konsumen ini?

Pada Januari 2026, linimasa media sosial digemparkan oleh narasi viral yang secara masif mengeklaim bahwa kandungan eugenol atau ekstrak daun cengkeh dalam Tolak Angin dapat merusak lambung. Meskipun berbagai pihak menyatakan kabar tersebut sebagai hoaks, kepanikan telanjur menyebar luas, terutama di kalangan konsumen penderita GERD. Di tengah turbulensi reputasi yang menimpa market leader inilah, gerak-gerik kompetitor utama, yakni Antangin JRG produksi Deltomed Laboratories, menjadi sorotan yang sangat menarik untuk dianalisis.

Antangin JRG merespons momentum ini dengan manuver pemasaran. Pada pertengahan Mei 2026, hampir bersamaan dengan upaya keras Sido Muncul memulihkan citra lewat Nicholas Saputra, Deltomed justru meluncurkan kampanye “Pejuang Pantang Tumbang” yang dibintangi oleh aktris papan atas, Dian Sastrowardoyo.

Pemilihan waktu peluncuran dan figur ini sangat sulit dilihat sebagai kebetulan semata. Kampanye Antangin JRG bersama Dian Sastro diluncurkan secara resmi pada 11 Mei 2026, tepat sehari sebelum Sido Muncul menggelar konferensi pers (12/5/2026) untuk menjelaskan penurunan kinerja kuartal pertama mereka. “Dian telah lama memilih Antangin JRG untuk menemani aktivitas kesehariannya, jadi kolaborasi ini terasa sangat natural,” ungkap Jesslyn Rahardjo, General Manager Deltomed, menegaskan posisi produknya sebagai pilihan yang aman dan terpercaya.

Lebih dari sekadar adu pesona mantan bintang film “Ada Apa Dengan Cinta”, kampanye Antangin JRG menawarkan narasi yang sangat kontras dengan situasi yang dihadapi Tolak Angin. Ketika sang rival sibuk menangkis isu bahan baku yang dianggap keras bagi lambung, Antangin justru menampilkan iklan komedi ringan di mana Dian Sastro menormalisasi gejala masuk angin—bahkan dengan santai memparodikan adegan “buang angin”—melalui pendekatan yang hangat dan bersahabat. Tagline legendaris “Wes Ewes Ewes, Bablas Angine” kembali digaungkan sebagai simbol kelegaan instan tanpa bayang-bayang efek samping yang menakutkan.

Secara strategis, momentum krisis eugenol ini memang memberikan peluang emas bagi Antangin JRG untuk merebut ceruk pasar dari konsumen yang mulai ragu. Dalam sistem penjualan produk kesehatan yang sangat mengandalkan loyalitas dan persepsi aman, keraguan sekecil apa pun terhadap pemimpin pasar adalah celah yang sangat berharga bagi penantang.

Pada akhirnya, perang bintang di layar kaca ini adalah representasi nyata dari pertarungan memperebutkan kue pasar obat herbal yang bernilai triliunan rupiah. Bagi Antangin JRG, badai reputasi yang menimpa kompetitornya merupakan momentum krusial yang harus dimanfaatkan dengan eksekusi kampanye yang cerdas. Di industri farmasi herbal, kepercayaan konsumen adalah mata uang paling berharga, dan saat ini, Deltomed tampaknya sedang sibuk mengumpulkan koin-koin keraguan yang berjatuhan dari saku pesaing utamanya.(Redaksi)
Terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

Praktik Lapangan di Gembira Loka Zoo, Pelatihan Pemandu Wisata DPD PUTRI DIY Asah Kemampuan Storytelling Peserta

foto=Peserta Pelatihan Pemandu Wisata yang diselenggarakan DPD PUTRI (DIY)

NASIONALTERKINICOM. Peserta Pelatihan Pemandu Wisata yang diselenggarakan DPD Perkumpulan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti praktik lapangan di Gembira loka Zoo,Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan untuk mengasah kemampuan peserta dalam memandu wisatawan secara profesional melalui teknik interpretasi dan storytelling di destinasi wisata.

Pada sesi praktik lapangan, seluruh peserta diajak berkeliling kawasan Gembira Loka Zoo menggunakan kereta keliling. Selama perjalanan, peserta memperoleh pengalaman langsung memandu rombongan wisatawan, menyampaikan informasi secara komunikatif, membangun interaksi dengan pengunjung, serta mengenalkan koleksi satwa dan berbagai fasilitas yang dimiliki kebun binatang.

foto=peserta pelatihan

Asisten Manajer Departemen Pemasaran Gembira Loka Zoo, Yosi, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya para pemandu wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.Ujarnya Kamis:09/07/2026 saat di temui di Gembira loka Zoo Jam:08.30wib

foto=Asisten Manajer Departemen Pemasaran Gembira Loka Zoo, Yosi,dan Agus Budhi Rachmanto Sekjen adPD PUTRI DIY

“Melalui pelatihan ini kami berharap kualitas pemandu wisata di berbagai destinasi wisata di Yogyakarta semakin meningkat. Kemampuan storytelling yang baik akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra positif pariwisata Yogyakarta,” ujarnya.

foto peserta naik kereta di Gembira loka Zoo

Menurut Yosi, pemandu wisata memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kepada wisatawan. Oleh karena itu, setiap pemandu perlu memiliki kompetensi yang baik agar informasi yang disampaikan tidak hanya akurat, tetapi juga menarik, mudah dipahami, serta mampu memberikan pengalaman wisata yang berkesan.

“Kami berharap setiap destinasi wisata memiliki standar pelayanan dan kompetensi pemandu wisata yang baik. Hal tersebut akan memberikan manfaat bagi wisatawan: Paparnya.

Selama praktik lapangan, peserta dipandu oleh Farahdhila, Staf Edukasi Gembira Loka Zoo, yang memberikan contoh langsung teknik storytelling di setiap zona satwa. Ia menjelaskan berbagai koleksi satwa, karakteristiknya, hingga kisah-kisah menarik yang dapat disampaikan kepada wisatawan agar penyampaian informasi menjadi lebih hidup dan mudah diingat.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai koleksi satwa lainnya, seperti orangutan Kalimantan, harimau Sumatra, anjing liar Afrika (African wild dog), rubah merah, serta beragam koleksi burung.

Di Zona Reptil, Farahdhila memperkenalkan koleksi buaya muara, Keberadaan satwa berusia lebih dari satu abad tersebut menjadi salah satu materi storytelling yang menarik untuk disampaikan kepada wisatawan.

Selain mengenalkan koleksi satwa, peserta juga mempelajari jalur kunjungan wisata, lokasi fasilitas umum, area kuliner, serta berbagai titik favorit pengunjung. Materi tersebut dinilai penting agar seorang pemandu wisata mampu memberikan informasi secara lengkap sekaligus membantu wisatawan menikmati pengalaman berkunjung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.

Melalui praktik lapangan ini, peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara di depan wisatawan, tetapi juga mengasah keterampilan menyampaikan informasi secara komunikatif, akurat, dan menarik. DPD PUTRI DIY berharap kegiatan ini mampu melahirkan pemandu wisata yang profesional, memiliki kompetensi sesuai standar industri, serta mampu memberikan pengalaman wisata yang berkualitas sehingga semakin memperkuat daya saing pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.Tutup:Farah(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata, Pendidikan | Tinggalkan komentar

Bupati Sleman Berikan Penghargaan kepada Seniman Pesona Budaya Sleman 2026 atas Sukses Pentaskan Budaya di TMII

foto=penghargaan kepada para seniman yang terlibat dalam Pesona Budaya Sleman 2026

NASIONALTERKINI.COM.Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada para seniman yang terlibat dalam Pesona Budaya Sleman 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mempromosikan seni dan budaya daerah di tingkat nasional. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh di Pendopo Parasamya, Kantor Setda Sleman, Rabu (8/7).

Penghargaan tersebut diberikan setelah kontingen budaya Sleman sukses menjalankan misi kebudayaan di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta, , pada 20 Juni 2026. Melalui pertunjukan sendratari, para seniman menampilkan kekayaan budaya Sleman di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, , mengatakan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, gladi bersih hingga pementasan, berlangsung aman dan lancar.

Ia menjelaskan sekitar 40 seniman dan tim pendukung yang terlibat seluruhnya merupakan putra-putri daerah asal Kabupaten Sleman. Mereka berasal dari 17 kapanewon dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga seniman profesional.

Menurut Ishadi, pemberian penghargaan setelah pelaksanaan misi budaya di luar daerah menjadi momentum penting yang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kontribusi para pelaku seni dalam memperkenalkan budaya Sleman kepada masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim produksi, panitia, dan seniman yang telah bekerja keras menyukseskan penampilan tersebut. Ia menilai partisipasi dalam Pesona Budaya Sleman 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan potensi budaya Sleman di tingkat nasional.

Prosesi ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada perwakilan seniman. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap apresiasi tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para pelaku seni untuk terus berkarya serta menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.Pungkas:Jarda(Aan)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Seni Budaya | Tinggalkan komentar

Peserta Apresiasi Pelatihan Pemandu Wisata DPD PUTRI DIY, Dinilai Tingkatkan Kompetensi SDM Pariwisata

foto= Pelatihan Pemandu Wisata DPD PUTRI DIY

NASIONALTERKINICOM.Yogyakarta. Pelatihan Pemandu Wisata yang diselenggarakan DPD Perkumpulan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jambu Luwuk Hotel Yogyakarta pada 6–9 Juli 2026 mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pariwisata sekaligus memperkuat kualitas pelayanan bagi wisatawan.Rabu:08/07/2026

Salah satu peserta, Farahdhila, Staf Edukasi Gembira Loka Zoo, mengatakan pelatihan selama tiga hari tersebut sangat relevan dengan kebutuhan industri pariwisata Yogyakarta yang terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Pelatihan ini sangat mendukung industri pariwisata, khususnya di Yogyakarta. Saat ini Yogyakarta menjadi salah satu tujuan utama wisatawan dari berbagai daerah, sehingga peningkatan kualitas pemandu wisata menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurut Farahdhila, materi yang diberikan sangat lengkap dan aplikatif. Mulai dari sejarah Yogyakarta, pelatihan bahasa Inggris sebagai kemampuan dasar yang wajib dimiliki pemandu wisata, hingga materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mitigasi risiko bagi wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata.

“Materinya sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar sejarah dan kemampuan komunikasi, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan wisatawan ketika berada di objek wisata,” katanya.

Ia berharap DPD PUTRI DIY dapat kembali menyelenggarakan pelatihan lanjutan, termasuk program sertifikasi kompetensi bagi para pemandu wisata yang hingga kini masih banyak belum memiliki sertifikat profesi.

“Ke depan semoga ada pelatihan lanjutan yang disertai sertifikasi kompetensi. Hal itu tentu akan sangat membantu meningkatkan profesionalisme pemandu wisata di Yogyakarta,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ahmad Fauzi, peserta dari tim restoran Obelix Hills. Ia mengaku mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung agar tidak sekadar datang berwisata, tetapi juga membawa pengalaman yang berkesan.

“Tujuan saya mengikuti pelatihan ini adalah meningkatkan pelayanan prima. Kami ingin setiap tamu yang datang tidak hanya melihat-lihat atau menikmati makanan, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman yang menyenangkan,” ungkap Ahmad.

Menurutnya, salah satu materi yang paling berkesan adalah strategi promosi digital melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Di era digital, media sosial menjadi sarana utama wisatawan dalam mencari informasi mengenai destinasi wisata.

“Materi tentang pemanfaatan media sosial sangat membantu. Sekarang wisatawan banyak mencari referensi melalui Instagram dan TikTok. Karena itu, kami harus mampu membuat konten yang menarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Ahmad juga berharap pelatihan serupa terus berlanjut sehingga semakin banyak pemandu wisata yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan pelayanan terbaik, termasuk kepada wisatawan mancanegara.

“Kami ingin terus berkembang agar mampu melayani wisatawan domestik maupun mancanegara dengan baik, sehingga dapat membawa nama baik Indonesia di mata dunia,” katanya.

Ia menambahkan, sertifikat yang diperoleh dari pelatihan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan melanjutkan ke jenjang sertifikasi yang lebih tinggi.

“Memiliki sertifikat menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi ke level berikutnya,” papar:Ahmad.

Pelatihan Pemandu Wisata DPD PUTRI DIY ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan SDM pariwisata yang profesional, berdaya saing, dan siap memberikan pelayanan berkualitas demi mendukung kemajuan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.Pungkas:Ahmad(Tyo)

Refaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata, Pendidikan | Tinggalkan komentar

Indonesia-India, Sepakati Kerja Sama Konservasi Warisan Dunia di Candi Prambanan

foto=Presiden Prabowo menyebut Prambanan sebagai mahakarya peradaban dunia yang memiliki nilai historis, budaya, dan spiritual tinggi.

NASIONALTERKINI.COM. Yogyakarta. Kompleks Candi Prambanan menjadi panggung penting diplomasi budaya saat Presiden Republik Indonesia mendampingi Perdana Menteri India mengunjungi situs warisan dunia tersebut di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu:08/07/2026

Kunjungan kenegaraan itu menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan, tetapi juga ditopang oleh kedekatan sejarah serta warisan peradaban yang telah terjalin selama lebih dari seribu tahun.

Dalam keterangan pers di kawasan Candi Prambanan, Presiden Prabowo menyebut Prambanan sebagai mahakarya peradaban dunia yang memiliki nilai historis, budaya, dan spiritual tinggi. Menurutnya, keberadaan candi tersebut menjadi simbol kejayaan peradaban Nusantara sekaligus bukti eratnya hubungan budaya antara Indonesia dan India sejak masa lampau.

Presiden mengatakan jejak hubungan kedua bangsa masih dapat disaksikan hingga kini, salah satunya melalui relief kisah Ramayana yang menghiasi dinding-dinding Candi Prambanan. Relief tersebut dinilai menjadi representasi kuat dari pertukaran budaya, nilai, dan peradaban yang telah berlangsung lintas generasi.

Ia menambahkan, budaya memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mampu mempererat hubungan antarbangsa, membangun saling pengertian, serta memperkuat kepercayaan dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

Momentum kunjungan tersebut juga menghasilkan kesepakatan penting antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India berupa kerja sama konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan. Kesepakatan itu menjadi langkah konkret kedua negara dalam menjaga kelestarian salah satu warisan budaya dunia sekaligus memastikan nilai sejarahnya tetap terpelihara bagi generasi mendatang.

Kerja sama konservasi tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam pelestarian cagar budaya, tetapi juga pada bidang penelitian, pertukaran keahlian, serta pengembangan diplomasi budaya yang semakin mempererat hubungan kedua negara.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi selama tiga hari di Indonesia. Presiden berharap hubungan bilateral Indonesia dan India terus berkembang melalui berbagai kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara dan masyarakatnya.

Kunjungan kedua pemimpin negara ke Candi Prambanan menjadi simbol bahwa warisan budaya tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga mampu menjadi fondasi diplomasi, persahabatan, dan kolaborasi internasional yang berorientasi pada masa depan.Tutup:Prabowo(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata, Seni Budaya | Tinggalkan komentar

Pelatihan Pemandu Wisata DPD PUTRI DIY hari ke:3 Tingkatkan Kompetensi SDM Destinasi Wisata

foto=Pelatihan pemandu wisata yang diselenggarakan DPD Perkumpulan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DIY

NASIONALTERKINI.COM. Pelatihan pemandu wisata yang diselenggarakan DPD Perkumpulan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DIY mendapat apresiasi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata sekaligus memperkuat kolaborasi antardestinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pramuwisata DPD HPI DIY, Fajri,saat ditemui di sela-sela pelatihan di Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta,Rabu:08/07/2026

Mengatakan pelatihan tersebut sejalan dengan peran HPI DIY dalam meningkatkan kompetensi para pemandu wisata melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sebagai tiga pilar utama kompetensi profesi.

“Sebagai organisasi profesi, kami memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan tambahan wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan membangun sikap kerja yang profesional. Melalui pelatihan seperti ini, kualitas para pemandu wisata akan semakin meningkat,” ujarnya.

Menurut Fajri, saat ini HPI DIY memiliki sekitar 500 pramuwisata umum yang telah bernaung di bawah organisasi. Namun, masih banyak pemandu wisata lokal yang bertugas di taman rekreasi, museum, maupun destinasi wisata anggota PUTRI DIY yang belum tergabung dalam asosiasi profesi.

Karena itu, pelatihan ini menjadi momentum penting sebagai langkah awal sebelum mereka mengikuti uji sertifikasi kompetensi. Setelah memenuhi persyaratan, para peserta diharapkan memperoleh kartu identitas resmi sebagai pemandu wisata lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fajri menegaskan, Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang memiliki karakter kuat sebagai kota tujuan wisata berbasis budaya dan edukasi.

“Keistimewaan Yogyakarta bukan hanya pada destinasinya, tetapi juga pada kualitas pemandunya. Oleh karena itu, penguatan wawasan budaya menjadi bekal utama agar setiap pemandu mampu menyampaikan informasi yang benar, menarik, dan bernilai edukatif kepada wisatawan,” katanya.

Menurutnya, seorang pemandu wisata tidak cukup hanya memahami objek wisata tempatnya bertugas. Mereka juga perlu memiliki pengetahuan mengenai sejarah, budaya, museum, serta berbagai destinasi wisata lain di Yogyakarta sehingga mampu memberikan informasi yang komprehensif kepada wisatawan.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Pariwisata DIY yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut melalui inisiasi pokok-pokok pikiran anggota DPRD DIY.

“Program ini sangat baik karena tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan membangun jejaring antarpengelola destinasi wisata. Harapannya, kolaborasi yang terjalin akan mendorong wisatawan mengunjungi lebih banyak destinasi sehingga lama tinggal (length of stay) wisatawan di Yogyakarta dapat terus meningkat,” jelasnya.

Pelatihan berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan sekitar 12 narasumber dan instruktur berpengalaman. Setiap harinya peserta mendapatkan materi dari tiga mentor yang membahas kompetensi kepemanduan wisata, pelayanan prima, komunikasi, wawasan budaya, hingga penguatan profesionalisme sebagai pemandu wisata.Tutup:Fajri(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata, Pendidikan | Tinggalkan komentar

Balai K3 Bertransformasi Menjadi Pusat Pengelolaan Keselamatan Kerja

NASIONALTERKINI.COM. Medan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong transformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi Occupational Safety and Health (OSH) Management Hub, sebuah pusat pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja yang mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah.

Arahan tersebut disampaikan Menaker saat bertemu dengan jajaran pegawai Balai K3 Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026).

Menurut Yassierli, peran Balai K3 harus melampaui fungsi layanan teknis. Ke depan, Balai K3 diharapkan menjadi pusat pengembangan pengetahuan, penguatan kompetensi, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga pengendalian risiko yang mendukung terciptanya sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia juga menilai Balai K3 memiliki posisi strategis sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, asosiasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun budaya kerja yang menempatkan keselamatan pekerja sebagai prioritas.

“Pendekatan preventif harus menjadi fondasi dalam setiap pelaksanaan K3 sehingga berbagai potensi bahaya dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi kecelakaan kerja,” ujar Yassierli.

Lebih lanjut, Menaker menyoroti penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di sejumlah perusahaan yang dinilai masih berfokus pada pemenuhan persyaratan administratif. Padahal, SMK3 sejatinya merupakan instrumen untuk mengidentifikasi potensi bahaya, mengendalikan risiko, serta mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja.

Menurutnya, implementasi SMK3 harus mampu membentuk budaya kerja yang mengedepankan pencegahan, bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi.

Yassierli menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan K3 tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, asosiasi profesi, serta seluruh pemangku kepentingan agar budaya K3 dapat diterapkan secara konsisten di berbagai sektor.

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan K3 harus bergeser dari sekadar banyaknya layanan atau sertifikasi yang diterbitkan menjadi sejauh mana upaya tersebut mampu menurunkan risiko dan mencegah kecelakaan kerja.

“Orientasi kinerja harus beralih dari sekadar menghitung volume layanan menjadi mengukur dampak nyata dalam pencegahan dan mitigasi risiko sebelum kecelakaan terjadi,”Pungkas:Yassierlli(Tyo)
Redakai=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

Kompetensi SDM Menjadi Penentu Daya Saing Indonesia di Era AI dan Ekonomi Hijau

foto=kegiatan ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire

NASIONALTERKINI.COM.Transformasi dunia kerja yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, otomatisasi, perubahan demografi, hingga transisi menuju ekonomi hijau menuntut tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang lebih adaptif. Pemerintah pun menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai strategi utama menghadapi perubahan tersebut.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan kebutuhan industri saat ini berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut melahirkan berbagai profesi baru sekaligus mengubah kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha, sehingga diperlukan kebijakan yang mampu menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja.

“Di sinilah kebijakan pasar kerja aktif memiliki peran yang sangat penting untuk menyelaraskan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus bergerak dinamis,” ujar Afriansyah Noor saat membuka kegiatan ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, pemerintah tengah mempercepat sejumlah langkah strategis agar tenaga kerja nasional mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Fokus utama diarahkan pada penguatan program reskilling dan upskilling yang disusun berdasarkan kebutuhan industri, penciptaan pasar kerja yang lebih inklusif, serta penguatan dialog sosial melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan para pemangku kepentingan.

Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga terus memodernisasi layanan ketenagakerjaan melalui digitalisasi informasi pasar kerja, penguatan layanan bimbingan karier, serta berbagai program yang mendukung pencari kerja maupun pengembangan kewirausahaan.

Afriansyah menegaskan, berbagai langkah tersebut bertujuan memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang relevan sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi baru yang muncul akibat transformasi dunia kerja.

Di tingkat regional, Indonesia juga terus memperkuat kerja sama ketenagakerjaan melalui berbagai forum bilateral, regional, dan multilateral. Sebagai focal point ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM), Indonesia berperan aktif mengoordinasikan agenda ketenagakerjaan kawasan, termasuk mendorong lahirnya berbagai dokumen strategis mengenai peningkatan daya saing dan kesiapan pekerja menghadapi masa depan dunia kerja.

Afriansyah menambahkan, keberhasilan menghadapi perubahan global tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Menurutnya, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pasar tenaga kerja.

“Regulasi di atas kertas tidak akan pernah cukup tanpa hadirnya kepemimpinan yang transformatif. Masa depan dunia kerja membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga memiliki empati, ketangkasan, dan visi yang mampu menggerakkan perubahan,Tutup:Arfriansyah(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pendidikan | Tinggalkan komentar