Prambanan Jazz Festival 2026 Siap Digelar 3-5 Juli, Hadirkan Kolaborasi Musik, Seni, dan Pariwisata Kelas Dunia

foto:acara jumpa perss prambanan Jazz Festival 2026 siap kembali digelar pada 3-5 Juli 2026

NASIONALTERKINI.COM. SLEMAN. Prambanan Jazz Festival 2026 siap kembali digelar pada 3-5 Juli 2026 di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menjelang pelaksanaan festival, panitia menggelar konferensi pers pada Kamis (2/7/2026) pukul 15.30 WIB di Taman Agastya, area barat daya Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.

Founder Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi, mengatakan Prambanan Jazz bukan sekadar festival musik, tetapi ruang perayaan berbagai bentuk seni, budaya, dan kreativitas yang berpadu dengan kemegahan warisan budaya dunia.

Menurut Anas, salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran musisi internasional yang memiliki rekam jejak kolaborasi dengan sejumlah musisi dunia. Ia mengaku proses menghadirkan artis tersebut telah diupayakan sejak 2019 hingga akhirnya berhasil terealisasi pada tahun ini.

“Prambanan Jazz bukan hanya tentang musik. Kami ingin menghadirkan festival tempat semua hal bisa dirayakan. Musik, seni rupa, budaya, hingga kreativitas bertemu dalam satu ruang yang sama,” ujarnya.

Tahun ini, Prambanan Jazz juga menghadirkan sentuhan artistik melalui karya perupa ternama Eko Nugroho yang dipercaya sebagai direktur artistik festival. Anas menilai karya Eko menjadi respons kontemporer terhadap kemegahan Candi Prambanan sebagai mahakarya seni dari masa lampau.

“Apapun itu, Candi Prambanan adalah karya seni luar biasa dari masa lalu. Tahun ini direspons secara kontemporer oleh Mas Eko Nugroho dengan karya yang sangat istimewa,” katanya.

Selain itu, panitia juga menunjuk Sadu Rasidi sebagai kurator festival. Bersama tim, ia menyusun konsep agar identitas jazz semakin terasa dalam setiap penampilan.

Melalui program “Playing Jazz”, sejumlah musisi lintas genre diajak menyajikan aransemen khusus bernuansa jazz. Anas menyebut sekitar 63 persen penampil tahun ini akan membawakan konsep yang mengandung unsur jazz.

Festival juga menghadirkan penampilan spesial dari musisi jazz internasional asal Amerika Serikat, Joey Alexander, yang akan tampil dalam konsep kolaboratif bersama Dewa Budjana serta Natasha Elvira dari Socialited. Selain itu, maestro seni Eko Prawoto juga akan tampil sebagai bagian dari rangkaian festival.

Anas mengungkapkan keberlangsungan Prambanan Jazz hingga memasuki penyelenggaraan tahun ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, khususnya para pembeli tiket yang terus memberikan kepercayaan kepada penyelenggara.

“Kami terus berikhtiar agar Prambanan Jazz dapat diterima oleh semakin banyak kalangan. Alhamdulillah, hingga hari ini kami masih bisa bertahan berkat dukungan banyak pihak, terutama para penonton yang membeli tiket. Dukungan itulah yang membuat kami terus bersemangat menghadirkan festival ini setiap tahun,” ungkapnya.

Sementara itu,pengelola destinasi wisata Candi Prambanan, Gistang R Panutur
Direktur Komersial PT TWC, mengatakan Prambanan Jazz telah menjadi salah satu agenda pariwisata nasional bahkan internasional yang memberikan dampak ekonomi sangat besar.

Pada penyelenggaraan tahun lalu, festival tersebut berhasil menarik sekitar 76.000 pengunjung selama tiga hari. Tahun ini jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat.

“Prambanan akan terus mendukung penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan penyelenggara atau pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat sekitar melalui peningkatan ekonomi pariwisata, pelaku UMKM, industri kreatif, hingga sektor jasa lainnya,” jelasnya.

Menurut Gistang, Prambanan kini telah berkembang menjadi rumah bagi berbagai kegiatan kreatif. Kehadiran festival seperti Prambanan Jazz menciptakan multiplier effect yang luas, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi masyarakat di sekitar kawasan destinasi wisata.Pungkas:Gistang(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata, Seni Budaya | Tinggalkan komentar

Arby Vembria Foundation’ Yayasan untuk Perlindungan Talenta Fashion Indonesia

foto:acara konferensi pers yang digelar di Arby Vembria Modeling School Yogyakarta

NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA. Founder Arby Vembria Modeling School (AVMS) Indonesia, Arby Vembria, menyerukan perlunya reformasi menyeluruh dalam industri modeling dan fashion nasional. Menurutnya, ekosistem industri kreatif membutuhkan tata kelola yang lebih profesional, transparan, serta berpihak pada para talenta yang menjadi pelaku utama industri tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Arby dalam konferensi pers yang digelar di Arby Vembria Modeling School Yogyakarta, Jalan Kaliurang Timur No. 350, KM 9,2, Gantalan, Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (1/7/2026).

Arby menegaskan pemerintah perlu memastikan penyaluran anggaran untuk kegiatan fashion benar-benar memberikan manfaat bagi generasi muda yang sedang membangun karier di industri kreatif.

Kami berharap dukungan pemerintah diarahkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama generasi muda yang memiliki potensi dan ingin berkembang di dunia fashion,” ujar Arby.

Ia mengungkapkan, berbagai persoalan yang belakangan mencuat justru membuka banyak laporan dari pelaku industri yang mengaku mengalami berbagai kendala, mulai dari persoalan profesionalisme, dugaan gagal bayar, hingga minimnya perlindungan hukum.

“Selama ini profesi model belum memiliki lembaga yang mampu memberikan perlindungan secara menyeluruh. Berbeda dengan profesi lain yang telah memiliki organisasi resmi, model masih sering berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan di lapangan,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut, AVMS Indonesia tengah mempersiapkan rencana pembentukan Yayasan Arby Vembria (Arby Vembria Foundation), sebuah yayasan nirlaba yang dirancang sebagai wadah perlindungan bagi model, talenta, koreografer, fotografer, videografer, MC, kru produksi, serta berbagai profesi lain di industri fashion dan hiburan.

Menurut Arby, Yayasan Arby Vembria (Arby Vembria Foundation) nantinya akan menyediakan pendampingan hukum, perlindungan kesehatan, edukasi ketenagakerjaan, pengelolaan administrasi profesional, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi dugaan pelanggaran hak, kecelakaan kerja, maupun sengketa pembayaran.

Ia menuturkan, gagasan pembentukan yayasan tersebut lahir dari pengalaman lebih dari dua dekade berkiprah di dunia modeling dan industri kreatif.

Saya ingin profesi model dipandang sebagai profesi yang memiliki standar, etika, dan perlindungan yang jelas. Mereka berhak bekerja dengan aman, memperoleh kepastian hukum, serta mendapatkan penghargaan yang layak atas profesinya,” ujarnya.

Selain mendorong pembentukan yayasan, Arby juga mengajak seluruh pelaku industri untuk berani melaporkan dugaan pelanggaran yang merugikan pekerja kreatif. Menurutnya, perubahan ekosistem hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak berani menyuarakan persoalan secara bertanggung jawab dan didukung bukti yang memadai.

AVMS Indonesia juga membuka ruang mediasi hingga 30 Juli 2026 bagi pihak-pihak yang ingin menyelesaikan sengketa secara kekeluargaan. Setelah periode tersebut berakhir, setiap dugaan pelanggaran yang memenuhi unsur hukum akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Arby menegaskan, langkah tersebut bukan untuk menciptakan polemik, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem fashion Indonesia yang lebih sehat, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh pelaku industri.

Ini bukan tentang saya atau AVMS. Ini tentang masa depan industri fashion Indonesia. Kita membutuhkan sistem yang melindungi semua orang, bukan hanya segelintir pihak,” pungkas Arby.(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Fashion, Nasional | Tinggalkan komentar

Menaker dan Seskab Luncurkan MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik 150 Ribu

foto=peluncuran Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026

NASIONALTERKINI.COM. JAKARTA. Pemerintah Indonesia kembali memperkuat upaya menyiapkan tenaga kerja muda yang kompetitif melalui peluncuran Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026. Program yang diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, menghadirkan peningkatan kuota peserta dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang.Senin:29/06/2026

Penambahan kuota tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan sekaligus mempercepat transisi mereka menuju dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peningkatan jumlah peserta merupakan tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan MagangHub Angkatan I yang dinilai berhasil mendukung penyerapan tenaga kerja. Pemerintah pun terus menyempurnakan pelaksanaan program agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Ini tentu menjadi kabar baik bagi adik-adik kita yang baru lulus dari perguruan tinggi. Penambahan kuota ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja,” ujar Yassierli.

Tidak hanya meningkatkan jumlah peserta, pemerintah juga memperkuat kualitas penyelenggaraan program. Seluruh perusahaan, kementerian, dan lembaga mitra diwajibkan terlebih dahulu menyampaikan kebutuhan posisi magang. Selanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan proses verifikasi guna memastikan kesesuaian antara posisi yang ditawarkan dengan kompetensi serta latar belakang pendidikan calon peserta.

Menurut Yassierli, proses seleksi terhadap mitra penyelenggara juga dilakukan secara ketat agar peserta memperoleh pengalaman kerja yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan industri, dan mampu meningkatkan peluang karier setelah masa magang berakhir.

Sebagai nilai tambah, seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan program akan memperoleh fasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis sesuai bidang keahlian masing-masing. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja karena memiliki pengakuan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, dunia usaha, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Pemagangan merupakan salah satu program prioritas yang mendapat arahan langsung dari Presiden. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas,” kata Yassierli.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan MagangHub Angkatan II dirancang semakin inklusif. Selain terbuka bagi lulusan baru jenjang sarjana, program ini juga memberikan kesempatan kepada lulusan pendidikan profesi serta penyandang disabilitas untuk mengikuti pemagangan.

Menurut Teddy, langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan akses kesempatan kerja yang lebih setara bagi seluruh lulusan perguruan tinggi.

“Pemerintah ingin memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memasuki dunia kerja. Karena itu, program ini tidak hanya memperkuat keterampilan dan pengalaman kerja, tetapi juga membuka akses yang lebih inklusif agar semakin banyak anak muda memperoleh peluang kerja yang layak,” ujarnya.

Pendaftaran mitra penyelenggara beserta pengajuan lowongan melalui platform SIAPKerja dibuka mulai 29 Juni hingga 15 Juli 2026. Sementara itu, pendaftaran peserta berlangsung pada 15–28 Juli 2026, dilanjutkan proses seleksi pada 29 Juli–5 Agustus 2026. Peserta yang dinyatakan lolos dijadwalkan mulai menjalani pemagangan pada 10 Agustus 2026, sedangkan Kick Off MagangHub Angkatan II Batch I akan dilaksanakan pada 11 Agustus 2026.

Melalui peningkatan kapasitas, penyelenggaraan yang lebih selektif, serta pendekatan yang inklusif, MagangHub Angkatan II diharapkan menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja yang semakin kompetitif di era industri modern.Pungkas:Teddy(Aan)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Ekonomi, Nasional | Tinggalkan komentar

Pengurus PERWOSI Sleman Resmi Dikukuhkan Penguatan Peran Perempuan dalam Olahraga

foto=PERWOSI) tingkat ranting se-Kabupaten Sleman periode 2026–2030 resmi dikukuhkan

NASIONALTERKINI.COM.Kepengurusan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) tingkat ranting se-Kabupaten Sleman periode 2026–2030 resmi dikukuhkan pada Minggu (28/6/2026) di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman. Prosesi pengukuhan dipimpin Ketua Umum PERWOSI Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, sebagai langkah memperkuat pembinaan olahraga perempuan hingga tingkat kapanewon.

Acara tersebut dihadiri Bupati Sleman , Ketua Umum KONI DIY, Ketua Umum KONI Kabupaten Sleman, para Panewu se-Kabupaten Sleman, jajaran pengurus PERWOSI tingkat ranting, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang olahraga.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PERWOSI Kabupaten Sleman, , menegaskan bahwa regenerasi kepengurusan merupakan bagian penting dari proses penguatan organisasi. Menurutnya, pergantian kepengurusan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga momentum menghadirkan energi baru, memperkuat tata kelola organisasi, dan melahirkan berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan olahraga perempuan.

“Kolaborasi dengan setiap pemangku kepentingan sangat perlu dilakukan agar program kerja organisasi dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung pengembangan atlet perempuan di seluruh wilayah Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Parmilah juga mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kompetensi organisasi, serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan visi PERWOSI sebagai organisasi yang aktif mendorong budaya hidup sehat dan peningkatan prestasi olahraga perempuan.

“Pengurus harus memiliki kemampuan organisasi yang baik, serta visi dan misi yang selaras dengan tujuan PERWOSI sehingga seluruh program dapat diwujudkan secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sleman, , menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2030 mampu menghadirkan berbagai terobosan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Harda, PERWOSI memiliki peran strategis dalam memperluas partisipasi perempuan di bidang olahraga sekaligus membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Karena itu, ia mendorong pengurus untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, organisasi perempuan, komunitas olahraga, hingga masyarakat.

“Harapannya PERWOSI dapat menjalankan perannya dalam melayani masyarakat dengan baik. Ketika masyarakat terlayani dengan baik, maka hal itu akan turut mendukung pembangunan di Kabupaten Sleman,” ujar Harda.

Melalui kepengurusan baru ini, PERWOSI Kabupaten Sleman diharapkan semakin aktif menghadirkan program-program yang inklusif, memperluas pembinaan olahraga perempuan hingga tingkat akar rumput, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan, kebugaran, dan prestasi masyarakat melalui olahraga.Pungkas:Harda(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Olah Raga | Tinggalkan komentar

UGM Serahkan Bantuan Alat Pengolahan Serai Wangi untuk Petani Hutan Gunungkidul

foto=UGM menyerahkan bantuan peralatan pengolahan serai wangi dan empon-empon kepada Kelompok Tani Hutan

NASIONALTERKINI.COM.GUNUNGKIDUL Komitmen Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, UGM menyerahkan bantuan peralatan pengolahan serai wangi dan empon-empon kepada Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Sedyo Lestari di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Sabtu:27/06/2026

Program bertajuk “Pengelolaan Lahan Bawah Tegakan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” dipimpin oleh Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si, dosen Program Studi Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM, yang berkolaborasi dengan Dr. Russell Warman dari University of Tasmania, Australia.

Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Republik Indonesia, serta dikelola melalui Program Equity World Class University (WCU) yang dikoordinasikan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM.

Dr. Silvi Nur Oktalina menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa alat destilasi minyak atsiri serai wangi, tetapi juga mesin pencacah dan mesin penepung empon-empon. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat melalui produk olahan yang lebih awet, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar.

“Kami berharap petani tidak lagi hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga pendapatan masyarakat sekitar hutan dapat meningkat,” ujar Dr. Silvi.

Pendampingan UGM tidak berhenti pada penyerahan peralatan. Tim pengabdian juga melakukan pelatihan pengelolaan lahan bawah tegakan dengan sistem agroforestri, membangun demplot budidaya serai wangi dan empon-empon, serta meningkatkan kapasitas petani dalam proses budidaya hingga pengolahan hasil.

Ketua KTHKm Sedyo Lestari, Sardi, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan UGM. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dorongan besar bagi kelompok tani untuk mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UGM atas pendampingan dan bantuan alat yang telah diberikan. Sebagai bentuk komitmen menyukseskan program ini, kami juga menyiapkan dana pendamping sebesar Rp5 juta untuk membangun rumah destilasi serai wangi. Selain itu, seluruh anggota kelompok bergotong royong menyumbangkan tenaga dalam proses pembangunannya,” kata Sardi.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dukungan pemerintah, program ini diharapkan mampu memperkuat Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) berbasis agroforestri dan empon-empon. Ke depan, pengelolaan lahan di bawah tegakan hutan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi sumber ekonomi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.Pungkas=Sardi(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Daerah, Ekonomi, Nasional | Tinggalkan komentar

Dosen UGM Optimalkan Lahan Bawah Tegakan Hutan, Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Gunungkidul

foto=Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program pengabdian kepada masyarakat mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan

NASIONALTERKINI.COM. GUNUNGKIDUL. Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program pengabdian kepada masyarakat mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan dengan sistem agroforestri untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus kesejahteraan petani di sekitar kawasan hutan.Sabtu=27/06/2026

Ketua Tim Pengabdian UGM, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi masih banyaknya lahan di bawah tegakan hutan yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Kami melihat lahan di bawah tegakan jati memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sistem agroforestri. Dengan mengintegrasikan tanaman pertanian tanpa mengganggu fungsi ekologis hutan, masyarakat dapat memperoleh sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan,” ujar Dr. Silvi.

Program pengabdian tersebut dilaksanakan di Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Sedyo Lestari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok ini mengelola kawasan hutan negara seluas 29 hektare yang didominasi tegakan jati (Tectona grandis). Selama ini, sebagian besar lahan di bawah tegakan masih dibiarkan kosong atau hanya ditumbuhi vegetasi alami tanpa pengelolaan yang terarah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Community Development berbasis riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat dengan kolaborator internasional tahun 2026 yang dikoordinasikan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM.

Dalam pelaksanaannya, UGM menggandeng Dr. Russell Warman dari University of Tasmania, Australia, sebagai kolaborator internasional sekaligus narasumber pada salah satu pelatihan. Kolaborasi tersebut juga berlanjut dalam kegiatan penelitian bersama antara Dr. Russell Warman dan Dr. Silvi Nur Oktalina.

Berbagai pelatihan diberikan kepada anggota KTHKm Sedyo Lestari, mulai dari pengelolaan hutan berbasis agroforestri, budidaya serai wangi dan empon-empon, hingga pembuatan demplot tanaman serai wangi dan kunyit.

Peserta juga mendapatkan pelatihan pengolahan serai wangi menjadi minyak atsiri beserta produk turunannya, seperti sabun, pestisida alami, dan pengharum ruangan. Sementara itu, hasil panen kunyit diolah menjadi minuman kesehatan siap dipasarkan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat, tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa alat destilator berkapasitas 100 kilogram, mesin pencacah empon-empon, serta mesin penepung. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil panen sehingga tidak lagi hanya dijual dalam bentuk segar.

Ketua KTHKm Sedyo Lestari, Sardi, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan UGM. Menurutnya, program tersebut memberikan pengetahuan sekaligus dukungan nyata bagi pengembangan usaha kelompok.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UGM atas pendampingan dan bantuan alat yang diberikan. Sebagai bentuk komitmen, kami juga menyiapkan dana pendamping sebesar Rp5 juta untuk pembangunan rumah destilator serai wangi, sementara tenaga kerjanya dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok,” kata Sardi.

Dr. Silvi berharap program ini mampu memperkuat Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) bidang agroforestri dan empon-empon di KTHKm Sedyo Lestari sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu serta mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan secara berkelanjutan:Pungkas:Dr. Silvi(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

Pariwisata dan Budaya Berperan Strategis dalam Penciptaan Lapangan Kerja

foto=Wamenaker Afriansyah saat menghadiri Festival Minangkabau 2026

NASIONTERKINI.COM.Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menegaskan bahwa sektor pariwisata dan budaya memiliki peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengembangan kedua sektor tersebut mampu menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah.

Hal tersebut disampaikan Wamenaker Afriansyah saat menghadiri Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (25/6/2026).

Afriansyah mengatakan bahwa penyelenggaraan festival budaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian warisan budaya dan identitas bangsa, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas usaha dan perluasan kesempatan kerja.

“Setiap wisatawan yang datang akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hotel dan homestay terisi, rumah makan dan usaha kuliner meningkat omzetnya, sektor transportasi bergerak, produk UMKM terjual, pelaku ekonomi kreatif memperoleh pasar, serta seniman dan pekerja budaya mendapatkan ruang untuk berkarya,” ujar Afriansyah.

Menurutnya, dampak ekonomi yang ditimbulkan sektor pariwisata dan budaya menjadikan kedua sektor tersebut sebagai instrumen penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Festival budaya bukan sekadar menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Afriansyah menambahkan bahwa pembangunan ketenagakerjaan perlu berjalan seiring dengan pengembangan potensi unggulan daerah. Karena itu, Kemnaker terus memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti perhotelan, pemandu wisata, tata boga, pengelolaan kegiatan, dan desain produk ekonomi kreatif.

“Kami ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama pembangunan pariwisata di daerahnya sendiri. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar peluang ekonomi yang tumbuh dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Selain menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, Kemnaker juga terus mendorong penguatan kewirausahaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja agar UMKM mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“UMKM harus terus naik kelas. Produk unggulan daerah tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga harus mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” katanya.

Afriansyah juga menekankan pentingnya transformasi digital dan pengembangan talenta muda untuk mendukung promosi pariwisata dan budaya. Menurutnya, generasi muda perlu didorong menjadi kreator konten, pemasar digital , serta pelaku ekonomi kreatif yang mampu memperkenalkan potensi daerah kepada dunia.

“Ketika budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM berkembang, maka kesempatan kerja akan semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” pungkas:Afriansyah(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata, Seni Budaya | Tinggalkan komentar

Yayasan Vesta Indonesia Perkuat Kolaborasi Hapus Stigma HIV/AIDS di DI

foto=kolaborasi lintas sektor dalam menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS

NASIONALTERKINI.COM .YOGYAKARTA Yayasan Vesta Indonesia menggelar diskusi bertajuk “Obrolan HIV/AIDS dan Penghapusan Stigma HIV/AIDS” sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di Ingkung Grobog, Jalan Ipda Tut Harsono No. 18, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta, menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, tenaga kesehatan, tokoh agama, komunitas ODHIV, hingga media massa.

Ketua Harian Yayasan Vesta Indonesia, Joko Hadi Purnomo, menegaskan bahwa penghapusan stigma dan diskriminasi merupakan bagian penting dalam keberhasilan penanggulangan HIV/AIDS. Menurutnya, ODHIV tidak hanya membutuhkan akses layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga penerimaan, perlindungan, dan penghormatan terhadap hak-haknya sebagai warga negara.

Forum koordinasi multipihak ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi dalam penanggulangan HIV/AIDS yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada penghormatan terhadap hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di DIY. Berdasarkan data kumulatif periode 1993–2025, tercatat sebanyak 9.540 kasus HIV/AIDS di wilayah DIY. Angka tersebut menempatkan DIY pada peringkat ke-11 dari 38 provinsi di Indonesia berdasarkan prevalensi kasus AIDS per 100.000 penduduk.

Namun, persoalan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan pengobatan. Stigma dan diskriminasi yang masih terjadi di masyarakat menjadi hambatan besar dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta keberhasilan terapi. Data UNAIDS tahun 2023 menunjukkan bahwa stigma terhadap ODHIV masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengendalian HIV/AIDS di Indonesia.

Stigma tersebut berdampak luas terhadap kehidupan ODHIV. Selain memengaruhi kondisi psikologis dan sosial, diskriminasi juga membatasi akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, hingga kehidupan bermasyarakat. Tidak sedikit ODHIV yang memilih menyembunyikan status kesehatannya karena khawatir mengalami penolakan atau perlakuan yang tidak adil.

Di DIY, para pendamping dan aktivis HIV/AIDS masih menemukan banyak ODHIV yang memilih menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan yang jauh dari tempat tinggal mereka demi menghindari stigma dari lingkungan sekitar. Padahal, layanan terapi antiretroviral (ARV) telah tersedia di fasilitas kesehatan yang lebih dekat.

Tantangan serupa juga masih ditemukan di lingkungan pelayanan kesehatan. Sejumlah ODHIV mengaku pernah mengalami perlakuan diskriminatif saat mengakses layanan kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan terhadap sistem layanan kesehatan dan membuat sebagian pasien enggan melanjutkan pengobatan.

Pemerintah DIY sendiri telah menerbitkan Peraturan Daerah DIY Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penanggulangan HIV/AIDS yang menjamin hak ODHIV untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak, akses terhadap terapi ARV, dukungan psikososial, serta perlindungan atas kerahasiaan status HIV.

Meski demikian, para peserta diskusi sepakat bahwa regulasi saja belum cukup. Implementasi di lapangan memerlukan komitmen dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, tokoh agama, hingga media massa.

Melalui diskusi ini, para peserta membangun pemahaman bersama mengenai stigma dan diskriminasi HIV/AIDS, mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih terjadi di lapangan, serta menyusun langkah-langkah kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, aman, dan ramah bagi ODHIV.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Setyarini Hestu Lestari, SKM, M.Kes (tokoh masyarakat dan purnabakti Dinas Kesehatan DIY), Arip Sriyanto (Dinas Kesehatan DIY), Agus HN (Dinas Sosial DIY) (Yayasan Vesta Indonesia), Muhammad Zidny Kafa (penanggung jawab diskusi), serta Siti Fatimah dari PBHI Yogyakarta.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, DIY diharapkan mampu menjadi contoh dalam mewujudkan penanggulangan HIV/AIDS yang berlandaskan kesetaraan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan kepedulian sosial. Dengan menghapus stigma dan diskriminasi, ODHIV dapat hidup lebih bermartabat, memperoleh akses layanan yang setara, serta berpartisipasi penuh dalam kehidupan bermasyarakat.Tutup:Joko(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Umum | Tinggalkan komentar

Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030

NASIONALTERKINI COM. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengumumkan tiga besar calon Direktur Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) untuk masa jabatan periode 2026–2030.

Direktur terpilih nantinya akan memimpin pengembangan perguruan tinggi vokasi milik Kemnaker dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri serta pasar kerja yang terus berkembang.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan proses seleksi dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, dan integritas guna memastikan terpilihnya pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi Polteknaker.

“Kami mencari sosok yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga visi kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja masa depan. Tiga nama yang terpilih merupakan hasil penyaringan yang objektif melalui tahapan asesmen yang komprehensif oleh Panitia Seleksi,” ujar Cris Kuntadi melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (26/6/2026).

Cris menjelaskan, penetapan tiga besar calon Direktur Polteknaker mengacu pada Pengumuman Nomor 1.10/1734/SV.34.02/VI/2026 yang diterbitkan setelah melalui serangkaian Sidang Senat Tertutup.

Adapun tiga kandidat yang dinyatakan lolos (berdasarkan urutan abjad), yaitu:

  1. Dr. Ir. Alfan Gunawan Ahmad, S.Hut., M.Si., IPU.
  2. Prof. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi., Ph.D.
  3. Dr. Hj. Nur Khasanah, S.Pd., M.Kes.

Lebih lanjut, Cris menegaskan bahwa keterbukaan dalam proses seleksi merupakan bagian dari komitmen Kemnaker untuk memperkuat tata kelola yang baik di lingkungan institusi pendidikan vokasi.

“Kami ingin memastikan seluruh tahapan berjalan secara transparan dan akuntabel. Selanjutnya, kami menyerahkan proses kepada mekanisme yang telah ditetapkan agar terpilih sosok terbaik yang mampu membawa Polteknaker menjadi perguruan tinggi vokasi unggulan,” katanya.

Ia menambahkan, peserta yang namanya tidak tercantum dalam daftar tersebut dinyatakan tidak berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Keputusan Panitia Seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

“Saat ini, ketiga nama tersebut telah diserahkan kepada Menteri Ketenagakerjaan untuk mengikuti tahapan pemilihan akhir berupa fit and proper test sebelum ditetapkan sebagai Direktur Polteknaker definitif,” pungkas Cris.(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Ekonomi, Nasional, Pendidikan | Tinggalkan komentar

Agrowisata Jadi Strategi Unggulan Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Optimalisasi Tanah Kalurahan

foto=Sekretaris Umum DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DIY, Agus Budi Rahmanto

NASIONALTERKINI.COM. OGYAKARTA. Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Workshop Pengembangan dan Keberlanjutan Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kalurahan dalam Mengoptimalkan Pemanfaatan Tanah Kalurahan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Nakula, Lantai 2 Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY tersebut mengangkat tema “Agrowisata sebagai Keberlanjutan Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.”

Workshop menghadirkan Sekretaris Umum DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DIY, Agus Budi Rahmanto, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Agus menegaskan bahwa tanah kalurahan tidak hanya berfungsi sebagai aset administratif, tetapi merupakan sumber kehidupan masyarakat yang harus dikelola secara produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

“Optimalisasi tanah kalurahan harus berbasis pada potensi lokal. Agrowisata dapat menjadi penggerak ekonomi desa yang nyata apabila dikelola melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha,” ujarnya.

Menurut Agus, masih banyak tanah kalurahan di DIY yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut diperparah oleh ketergantungan pada sektor pertanian konvensional, rendahnya nilai tambah hasil pertanian, serta semakin berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di sisi lain, potensi wisata desa yang dimiliki banyak kalurahan belum tergarap secara maksimal.

Sebagai solusi, agrowisata dinilai mampu mengintegrasikan empat unsur penting sekaligus, yakni pertanian, pariwisata, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan pendapatan warga, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai ekonomi lahan, sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan desa.

Dalam workshop tersebut juga ditegaskan pentingnya penerapan konsep agrowisata berkelanjutan yang mencakup tiga dimensi utama. Dari sisi ekonomi, agrowisata diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan (PAD) dan memperkuat UMKM. Dari sisi sosial, mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya pemuda dan perempuan. Sedangkan dari sisi lingkungan, menekankan praktik pertanian ramah lingkungan serta konservasi sumber daya alam.

Berbagai potensi pemanfaatan tanah kalurahan turut dipetakan, mulai dari kebun buah edukatif, kampung herbal, wisata petik buah, sentra tanaman pangan, wisata peternakan, edukasi pertanian organik, hingga pengembangan embung sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Untuk mewujudkan pengembangan yang terarah, peserta diperkenalkan pada tujuh tahapan pembangunan agrowisata, yaitu identifikasi potensi, penyusunan masterplan, penguatan kelembagaan, pengembangan infrastruktur, promosi digital, penguatan kemitraan dan investasi, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kalurahan disebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung penataan kawasan, pembangunan sarana pendukung wisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan produk unggulan, hingga perbaikan aksesibilitas. Harapannya, program yang dibangun tidak berhenti ketika bantuan berakhir, tetapi mampu berkembang menjadi unit usaha mandiri yang berkelanjutan.

Workshop juga menyoroti empat pilar utama keberlanjutan agrowisata, yaitu penguatan kelembagaan melalui BUMKal, Pokdarwis, dan kelompok tani; pengembangan produk wisata berbasis kearifan lokal; digitalisasi pemasaran melalui media sosial, marketplace, dan website desa; serta penguatan kemitraan dengan akademisi, sektor swasta, dan komunitas.

Selain itu, keberhasilan pengembangan agrowisata ditentukan oleh lima faktor kunci, yakni komitmen pemerintah kalurahan, partisipasi aktif masyarakat, inovasi produk wisata, konsistensi promosi digital, serta kelembagaan yang sehat dan profesional.

Dengan roadmap pengembangan hingga tahun 2030, agrowisata diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam menciptakan desa yang mandiri, tangguh, dan sejahtera.

“Tanah Kalurahan yang produktif akan melahirkan desa yang mandiri. Agrowisata bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga ruang belajar, ruang ekonomi, ruang budaya, dan ruang kesejahteraan masyarakat,” papar: Agus

Melalui workshop ini, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY menegaskan komitmennya untuk mendorong pemanfaatan tanah kalurahan berbasis potensi lokal sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.Tutup:Agus(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Ditulis pada Nasional, Pariwisata | Tinggalkan komentar